Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Terpukul.


__ADS_3

Hari berlalu dengan cepatnya,Tak terasa sudah dua minggu Lee berada di Shanghai.Selain urusan pekerjaan dia juga menengok kakek dan neneknya yang tinggal dinegara tirai bambu itu.


Dibandara internasional Tiongkok.


Pria tampan itu terlihat bersemangat karena hati ini ia akan pulang keIndonesia dan akan segera bertemu dengan Kekasihnya.Lee sengaja mempercepat pekerjaannya untuk memberi kejutan pada Sisil dan menyuruh Nino untuk kembali terlebih dahulu kemarin.


12 kemudian.


Dikantor Santosa group.Terlihat Sisil sedang fokus menatap layar laptopnya dengan beberapa berkas ditangannya.Suasana kantor yang cukup tenang tiba tiba terasa tegang ketika Dina,Daren Dan Nino datang menghampiri Sisil.


Semua karyawan merasa heran dengan kedatangan orang orang penting itu didivisi mereka termasuk teman teman Sisil.


Dino,Bima dan Sasya hanya menatap mereka yang sedang berdiri dibelakang Sisil dengan wajah yang tegang.


"Sil....!" panggil Dina pelan pada sahabatnya yang masih fokus dengan pekerjaannya.


Sontak Sisil terkejut setelah menoleh kearah datangnya suara.Apalagi melihat Nino datang bersama dua temannya itu.


Ketiga orang itu melihat Sisil dengan tatapan sendu dan tegang.


"Dina.Loh kok kalian bisa bareng kesini...kok sama Kak Nino juga,bukannya Kak Nino pergi dengan Pak Lee.?"


Tanya Sisil yang merasa bingung.


"Aku sudah tiba dari kemarin Sil...!" ucap Nino yang menyembunyikan sesuatu.


Sisil semakin bingung melihat ketiganya.


"Sebenarnya ada apa Din,kenapa wajah kalian terlihat tegang...Lalu kak Nino apa Pak Lee ikut pulang bersamamu?"


Dina,Daren dan Nino terdiam sesaat.


Hingga Dina mendekati Sisil sambil memegang kedua tangan sahabatnya itu.


"Ada sesuatu yang harus kami sampaikan Sil?"


Sisil mulai tegang melihat mata Dina yang mulai berkaca kaca.


"ada apa sebenarnya ini?kalian jangan membuatku takut!"


"Pak Lee Sil......" Dina menarik nafasnya sebelum melanjutkan perkataannya.


"Pesawatnya mengalami kecelakaan dan jatuh disekitar laut kalimantan Sil.!!"


Deg........jantung sisil seakan berhenti seketika.kepalanya seakan tertimpa tembok besar yang runtuh.wajahnya langsung pucat pasi dengan kedua bola mata yang sudah meneteskan air mata.


ini sungguh berita yang belum bisa dipercayai oleh Sisil.

__ADS_1


"Kau bercanda kan Din?" ucap Sisil yang mulai serak menahan tangis sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Kami serius Sil...." ucap Dina terpotong oleh Nino yang mencoba menyakinkan Sisil.


"Sabar ya Sil,ini.mungkin mengejutkanmu,sama seperti kami juga terkejut.tapi kau harus optimis terus,sekarang Tim Sar sedang mencari semua korban dilaut...Kita berdoa saja semoga bos bisa ditemukan dengan selamat." ujar Nino yang semakin membuat Sisil terpukul.


Sasya,Dino dan Bima juga ikut terkejut mendengar berita itu.mereka memang belum pernah bertemu dengan CEO Han's Group tersebut,tapi mereka tau bagaimana sosok seorang Lee yang begitu sukses didunia bisnis.Dan ternyata mereka baru sadar jika pria sehebat itu adalah kekasih Sisil,teman mereka.


Sisil seketika jatuh terduduk dilantai,kakinya Lemas sudah tak kuat menahan tubuhnya.Air mata terus berlinang dipipinya.Ia hanya terdiam sambil menunduk.


Dina dengan cepat memeluk sahabatnya itu.


"Kenapa ini bisa terjadi Din.....Aku takut Din...hiks hiks hiks...!"


"Sabar Sil,,,kau harus kuat.jangan pesimis,pasti pak Lee segera ditemukan.Tuan Nino dan Kak Fei juga sudah mengerahkan banyak orang kesana untuk mencari kekasihmu.Yang harus kau lakukan sekarang hanya terus berdoa.Dan jangan takut ada Kami yang selalu bersamamu.!" Ucap Dina sambil mengusap lembut punggung Sisil untuk menenangkan sahabatnya itu.


Semua orang yang berada diruangan itu merasa tak tahan melihat kesedihan dan keterpurukan Sisil.Apalagi Daren yang dapat melihat begitu terpukulnya Sisil karena pria yang menjadi saingannya itu.meskipun Lee adalah rivalnya tapi melihat kesedihan Sisil,Daren semakin yakin kalau gadis pujaannya itu sangat mencintai rivalnya itu.


Hingga suara ponsel Nino terdengar,pria itu segera mengangkatnya.


*Iya hallo...bagaimana??"


*Bagus..Kami segera kesana!!"


Sontak semua mengarahkan pandangan pada Nino.


Sisil seketika mengucap syukur dan langsung berdiri dibantu Dina.


"Ayo cepat kumohon..!" ujar Sisil sambil mengusap air mata diwajahnya.


Mereka berempat pun segera pergi dari kantor Dina dan berangkat menuju Jakarta.


Dalam perjalanan Sisil hanya terdiam dengan tatapan kosong.Dina yang duduk disamping Sisil hanya bisa mengusap lembut kedua tangan sahabatnya itu.


"Percayalah Sil,Dia akan baik baik saja..!"


Daren yang duduk dikursi depan bersama Nino yang sedang mengemudi hanya bisa melirik Sisil dari kaca spion diatasnya.


Hampir tiga jam berlalu,perjalanan dari bandung kejakarta cukup macet.Mereka pun sampai dirumah sakit besar nan mewah itu.


Mereka segera menuju ruang ICU.Dari jauh sudah Terlihat Feiluo bersama beberapa bodyguardnya duduk diluar ruangan itu.


"Kak Fei...." panggil Sisil yang langsung memeluk Feiluo erat.


"Kau sudah sampai Sil,,tenanglah ada kami bersamamu,Dia akan baik baik saja!"ujar Feiluo yang menenangkan calon adik iparnya itu.


" Sisil takut kak,bagaimana keadaannya?"

__ADS_1


"Dia sedang ditangani dokter kita berdoa saja...!"


Semua cemas dan tegang menunggu kabar dari dokter.


Tak lama satu dokter keluar dan semua berdiri mendekat kearah dokter tersebut.


"Keluarga pasien?"


"Saya Kakaknya Dok,bagaimana keadaan adik saya?" Tanya Feiluo yang sudah berdiri disamping Sisil.


"Pasian dalam keadaan Koma karena terdapat luka dikepalanya karena benturan yang cukup keras.Dan tadi paru paru pasien juga terdapat air tapi sudah bisa kami keluarkan itu yang membuat kondisinya belum stabil.kita berdoa saja semoga pasien cepat melewati masa kritisnya malam ini.!" ucap dokter yang menjelaskan keadaan Lee.


"Terima kasih dok,Lakukan yang terbaik untuk adik saya.!"


"Baik bu kami akan berusaha semaksimal mungkin.Kami akan selalu memantau keadaan pasien.anda tenang saja!"


"Apa kami bisa menemuinya Dok?"


''Bisa tapi hanya satu orang yang berada didalam.kalau begitu saya pergi dulu..!"


"Baik dok.terima kasih!"


Setelah Dokter itu berlalu,Feiluo melihat kearah Sisil.


"Kau ingin masuk Sil?"


"Kakak dulu saja...!" ucap Sisil dengan suara parau.


Feiluo segera masuk keruangan intensif tersebut setelah memakai pakaian khusus yang digunakan ketika memasuki ruangan ICU.


Tak lama Setelah Feiluo keluar Sisil segera masuk.


Airmata terus mengalir melihat pria yang biasanya bersikap romantis padanya kini terbujur lemah dengan selang oksigen diwajahnya.Juga dengan beberapa alat medis yang terpasang ditubuh kekarnya.Hatinya terasa teriris seakan ini hanya mimpi buruk untuknya.


Sisil berdiri kaku disamping Tubuh Lee,pandangannya tak lepas dari wajah tampan pria dewasa yang belum sadar itu.


Cup ..satu kecupan lembut dikening Lee.


Sisil menggenggam erat satu tangan Lee dan duduk disamping tubuh pria itu.


"Bagaimana keadaanmu Sayang....mana yang sakit?......Ucap Sisil yang air matanya semakin deras tak terbendung lagi.


Dikecupnya berulang ulang tangan pria tampan itu.


" Cepat bangun Sayang.....aku takut......Hiks hiks hiks...!"


Sisil terus berbicara seakan Lee bisa mendengar perkataannya.

__ADS_1


Feiluo,Dina,Daren dan Nino yang melihat dari jendela kaca merasakan juga kepedihan yang dirasakan Sisil.Mereka tak bisa berkata apa apa.Hanya doa dan harapan yang mereka punya.


__ADS_2