Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Cerita baru


__ADS_3

Hari pertama Sisil mulai bekerja dikantor Sahabatnya Dina,Sisil sungguh merasa nervous.Dirinya sengaja menyibukkan diri agar tak terlalu memikirkan Lee yang sedang keluar negri.


Sisil yang sudah terlihat rapi dengan kemeja merah muda lengan panjang dan rok span hitam selutut dengan sepatu warna hitam yang berhak 7 cm berjalan bersama Dina memasuki kantor Santosa Group.


Semua mata karyawan tertuju pada kedua wanita yang memancarkan aura kecantikan itu.Para karyawan juga merasa penasaran siapa sosok gadis cantik yang datang bersama bos cantik mereka.


Setelah sampai diruangannya,Rangga langsung menghadap atasannya itu.


"Selamat pagi bu,ini ada berkas berkas tentang proyek kita yang baru.saya juga mengingatkan nanti CEO Fang group,Tuan Daren juga akan meeting dengan anda lagi nanti..!"


Sisil yang duduk disofa mendengar nama Daren langsung mengerutkan keningnya.dan langsung menatap kearah sahabatnya.


"Baik,siapkan saja materinya...oh ya Ga ini Nona Sisil dia adalah saudaraku.Mulai hari ini dia akan bekerja disini.Aku ingin kau mencarikannya posisinya didevisi marketing.dia baru dipekerjaan ini jadi dia bekerja sambil belajar.kuharap kau mengerti!Dan langsung saja antarkan nona Sisil ketempatnya.?"


"Baik bu...!Mari ikut saya nona Sisil.!ucap Rangga sesudah memberi hormat pada Dina untuk pergi.


Sisil langsung berdiri dan terseyum kearah Dina.


" Semangat ya Sil....!''ujar dina sambil mengangkat satu kepalan tangannya.


Sisil mengangguk dan berlalu keluar dari ruangan itu berjalan mengekori Rangga.


Tempat kerja Sisil ada di satu lantai dibawah ruangan Dina.


"Maaf Nona Sisil perkenalkan saya Rangga asisten pribadi bu Dina.!Ujar Rangga sambil mengulurkan tangannya ketika mereka sudah berada didalam Lift.


Sisil terseyum dan membalas uluran tangan pria yang hanya Lima tahun lebih tua darinya itu.


" Panggil Sisil aja,biar lebih akrab."ujar Sisil.


"Baik,tapi aku sepertinya pernah melihatmu,tapi dimana ya??" ucap Rangga sambil mengingat ingat.


Seketika Sisil gugup dan mencoba mengalihkan ingatan Rangga.


"Ahhh pasti itu cuma mirip aku,wajahku kan pasaran hehehe!" jawab Sisil terkekeh.


Rangga terseyum kearah Sisil.Pria itu salah sangka,ia kira Sisil wanita yang sombong tapi ternyata Sisil wanita yang murah seyum dan suple dalam berteman.


"Maaf Sil,Kau kan saudaranya bu Dina,Kenapa kau tidak bekerja diposisi yang tinggi disini misalnya manager mungkin,kenapa kau hanya jadi karyawan biasa?"Tanya Rangga yang penasaran.


" Tidak Ga,Tadi Bu Dina kan sudah bilang,aku baru didunia ini dan aku ingin belajar dulu.!"Jawab Sisil pelan.


Rangga hanya menganguk ngangguk.


Mereka sudah sampai di tempat Sisil.Semua tertegun melihat kedatangan Rangga yang cukup disegani karena menjadi tangan kanan Dina.Apalagi pria itu datang bersama seorang gadis cantik.


"Perhatikan semuanya.Ini Sisil saudaranya Bu Dina,mulai hari ini dia bekerja satu team dengan kalian didivisi ini.Kuharap kalian bisa membimbingnya karena dia baru belajar.Kalian paham?"Ucap Rangga dengan suara lantang.

__ADS_1


" Baik pak,,,Jawab semua karyawan yang berada didevisi tersebut.


"Ini meja kerjamu Nona,oh maaf Sil...Aku tinggal dulu.!" Ujar Rangga lalu pergi kembali keruangannya.


Selepas kepergian Rangga,Sisil duduk dikursinya.hingga beberapa karyawan mendekatinya untuk bersalaman.


"Kenalin namaku Dino,semoga kau bisa betah bekerja disini!"ujar seorang pria yang bernama Dino sambil menjulurkan tangannya.


Belum sempat membalas,karyawan yang lain juga berucap padanya.


"Hallo manis namaku Bima,kalau kau perlu bantuan kau bisa tanya padaku!"


"Hehh kalian minggir,Kenalin namaku Sasya,jangan dengarkan kata kata mereka,kalau kau butuh sesuatu kau bisa mendatangiku!" ucap seorang gadis yang berusia beberapa taun lebih tua dari Sisil dan terlihat centil itu.


Sisil terseyum kearah mereka,membuat beberapa pria disitu terpesona dengan kecantikannya.


"Terima kasih ya untuk keramahan kalian,Aku sangat senang bisa mempunyai rekan kerja yang baik seperti kalian.Mohon bimbingannya..!" Ucap Sisil yang berdiri sambil menundukkan kepalanya sebentar.


Semua lalu kembali keposisi masing masing untuk kembali bekerja.


Sedangkan Sisil memulai pekerjaannya dengan membaca dan mempelajari berkas berkas yang berada didevisi marketingnya.


Hingga satu bunyi pesan masuk keponsel sisil,segera ia membukanya.


Sayangku


Sisil terseyum membaca pesan dari Lee itu dan segera membalasnya.


Me


Syukur klo begitu,,aku sedang bekerja dikantor dina.Bapak juga jangan telat makan ya...!!"


Sisil segera meletakkan ponselnya dimeja setelah membalas pesan dari Lee itu.Ia kembali melanjutkan aktivitasnya.


Hari sudah mulai siang,Daren sudah tiba dikantor Dina untuk meeting lagi bersama wanita cantik itu,sampai jam makan siang pun tiba.


Daren yang tahu dari Dina bahwa Sisil bekerja dikantor itu mulai hari ini,langsung menghampiri gadis itu diruangannya.


Daren langsung menuju tempat Sisil bekerja bersama teamnya.


Banyak mata karyawan wanita yang tertegun melihat kedatangannya dilantai itu,seakan terpukau dengan ketampanan daren.


Namun pria berusia 34 itu tak menghiraukan pandangan dari para kaum hawa itu dan terus berjalan menuju meja Sisil.


"Nona Sisil...!Sapa Daren yang sudah berdiri disamping Sisil yang sedang fokus membaca sebuah berkas.


Sisil langsung menoleh dan berdiri seketika melihat siapa yang sudah berada disampingnya itu sambil terseyum

__ADS_1


Semua karyawan semakin heran dan terkejut,saat pria tampan yang merupakan CEO dari Fang Group itu mendekati Sisil.Mereka tentu tahu siapa seorang Daren Fang,pengusaha muda yang sukses serta berwajah tampan.Semua begitu kagum dengan sosok Daren termasuk Dino,Bima dan Sasya yang berada diruangan besar itu.mereka hanya bisa melihat keakrab'an antara pria sukses itu dengan Sisil.


" Tuan Daren...anda disini?kenapa anda tau saya disini?"ucap Sisil dengan wajah gugupnya.


"Aku habis meeting tadi,tentu Nona Dina yang memberitahuku kalau kau bekerja dikantor ini juga.Apa aku menggangumu?"


"Tidak Tuan,Ada perlu apa anda kesini?"


"Sebentar lagi jam istirahat,Apa bisa kita makan siang bersama?tanya Daren dengan seyum manis yang tak pernah hilang dari wajah tampannya.


Sisil berfikir sejenak.


" Tentu Tuan,tapi apa boleh saya mengajak Dina,karena kami sudah janji untuk makan siang bersama!"Ucap Sisil yang sedikit berbohong.


"Tentu boleh Nona.."


"Baik Tuan Anda duluan saja,Nanti saya menyusul bersama Dina.Kirimkan saja dimana restorannya.!" ujar Dina.


"Baik,Aku tunggu......sampai bertemu disana Nona Sisil...!"


Daren pun berjalan untuk segera keluar dari gedung itu menuju sebuah restoran yang tidak jauh dari kantornya.


Setelah Daren pergi,Sisil melihat jam dilayar ponselnya.Waktu memang hampir masuk jam Istirahat.


Sisil segera mengirim pesan pada Dina,untuk mengajak sahabatnya itu disebuah restoran.yang sudah diberi tahu Daren lewat pesan singkatnya.


Dina membalas pesan Sisil,gadis itu bersedia makan diluar bersamanya,


Sisil begitu ingin membantu sahabatnya itu untuk mendapatkan cintanya.Ia tak mungkim hanya berdiam diri melihat sahabat baiknya itu masih sendiri saja.


Sementara Doni,Bima dan Sasya yang penasaran mendekati Sisil.


"Sil kelihatannya kau begitu akrab dengan Pak Daren itu?" Tanya Dino langsung.


Sisil terseyum kearah teman temannya itu.


"benarkah...?Dia orang baik.Dan kami sudah berteman cukup lama.


" Teman..?aku kira dia kekasihmu..Lalu dimana kekasihmu Sil?ucap Bimo tiba tiba yang membuat Sisil gugup.


Tak mungkin ia jujur siapa kekasihnya.


"kekasihku ada di......!Ucapnya menggantung.


" Sudah lupakan,,Kalau kau belum mau mengatakannya pada kami,tidak apa apa Sil,santai saja..lebih baik kita segera makan siang,ini sudah waktunya."Ucap Sasya yang mengerti keraguan dibibir Sisil.


Mereka pun segera merapikan meja masing masing sebelum pergi kekantin kantor dilantai bawah atau restoran restoran yang berada didepan kantor.sedangkan Sisill segeta menemui Dina diruangannya.

__ADS_1


__ADS_2