Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Sayang


__ADS_3

Hari sudah pagi.


Sisil sudah bersiap diri untuk bekerja.setelah tadi sempat memasak untuk sarapan pagi ini tanpa memikirkan kejadian semalam.Dia ingin bersikap sewajarnya didepan semua orang.


Lion juga sudah mengenakan seragamnya.Sisil menggenggam tangan Lion menuju meja makan.


Tanpa Sisil duga,Lee sudah lebih awal duduk ditempat itu.menunggu dirinya turun.


Sisil mencoba tenang dan menghilangkan kegugupannya.


"Tumben Dady sudah siap sepagi ini?"ucap Lion saat sudah duduk bersama sisil.


" Dady ingin mengantarmu dan momymu...."jawab Lee penuh penekanan sambil melirik kearah Sisil.


Sisil hanya melihat sekilas dan menunduk didepan Lee.


Sedangkan Lee hanya terseyum simpul melihat gadisnya bersikap seperti itu.


"ayo kita makan boy,sepertinya momymu sudah memasak makanan yang lezat..." ucap Lee lagi.


Sisil masih terdiam tak mau melihat kearah Lee.


Gadis itu menyuapi Lion dengan lembut.seketika nafsu makan Sisil tiba tiba hilang berada didekat Lee.


Melihat gelagat Sisil yang tidak mau makan Lee merasa gemas.dia lalu berdiri dan langsung duduk disebelah Sisil.


Sontak Sisil terkejut dua bola matanya melebar.


"ayo makan" ucap Lee tegas..sambil menyodorkan sesendok nasi beserta lauknya kearah sisil.


"Saya tidak begitu lapar pak..." sanggah sisil dengan suara pelannya.


"aku tak ingin kau sakit,ayo cepat makan!" perintah Lee yang seakan membuat sisil patuh dan langsung membuka mulutnya.menerima suapan dari Lee.


Lee terseyum melihat Sisil mau menerima suapannya.Mereka pun makan sepiring berdua.sungguh pemandangan yang sangat romantis.


Sementara disudut dapur Bi surti merasa terkejut dengan sikap majikannya itu.


Bi Surti juga merasa bahagia meliihat kedekatan bosnya itu dengan gadis yang baik seperti Sisil.wanita paruh baya itu hanya bisa berdoa semoga hubungan mereka biisa sampai ketahap yang lebih serius lagi.


Setelah selesai makan,Lee mengantar Lion dan Sisil tanpa seorang supir.


Mobil berjalan ckup kencang hingga akhirnya tiba didepan gerbang sekolah Lion.


"Mom,Lion masuk sendiri saja...Lion kan udah gede..." ucap Lion sambil terseyum. kearah Sisil.


Sisil hanya mengangguk dan mencium pipi cuby anak itu.


"dahhh Dady...dahhh momy aku masuk dulu..." pamit Lion sambil keluar dari mobil mewah merah itu.Lion berlari masuk kedalam sekolahnya.


Kini tinggal dua orang yang masih saling terdiam.


Sisil hanya mengarahkan pandangannya keluar jendela sedangkan Lee fokus mengemudi.

__ADS_1


Hanya 10 menit mobil sudah sampai diparkiran toko Bakery.


Sisil dengan cepat ingin membuka sabuk pengaman itu tapi justru terasa sulit.


Lee hanya terseyum lalu mendekatkan tubuhnya.melepas sabuk itu dengan pelan.


Sementara disaat yang sama Sisil mematung diam saat tubuh dan wajah Lee begitu dekat dengannya.


"Sudah sayang....." uucap Lee sambil terseyum kearah Sisil.


Sisil terperanga dengan panggilan Lee barusan.


"apa bapak bilang tadi...?ucap Sisil dengan hati yang sudah hampir meloncat.


" Sayang......kau kan kekasihku?"jawab enteng Lee dengan mengedipkan satu matanya.


"bapak bercanda ya...yasudah saya kerja dulu pak..." ucap gadis itu dengan buru buru ingin keluar dari mobil itu.


Tapi Tangan Lee yang besar segera menarik tangan Sisil dengan kuat membuat tubuh gadis itu mendekat padanya.


"aku Serius Siil...kau sayang ku.." ucap Lee pelan saat pandangan mereka beradu dengan jarak yang begitu dekat.


Sisil yang sempat terbius untuk beberapa saat dengan ucapan Lee lalu tersadar dan ingin segera melepaskan genggaman tangan Lee.tapi itu membuat Lee semakin menguatkan cengkramannya.


"pak tlong lepasin tangan Sisil..." ucap Sisil memelas dengan wajah sendu.


"Boleh tapi pejamkan matamu dulu." ucap Lee dengan seyum yang menggoda.


Dengan polos Sisil menuruti permintaan Lee.


Satu ciuman yang indah mendarat dibibir Sisil,membuatnya dengan cepat membuka mata.bibir Lee mencium nya dengan ckup lembut.aroma tubuh Lee begitu terasa.


Dengan Cepat Sisil melepas ciuman itu.


"kenapa bapak jadi senekat ini??" ujar Sisil yang sudah menjauhkan tubuhnya.


"karena aku sungguh menyanyangimu sil...yasudah pergilah kerja.dan ingat jangan panggil aku bapak,tapi sayang.....oke!!!perintah tegas Lee.


" itu sulit buat saya pak....."jawab sisil.


"terserah atau kau tak bisa keluar dari mobil ini dan ikut aku kekantor...bagaimana?" ujar Lee dengan kedua alisnya yang sudah naik


Mau tak mau sisil hanya bisa mengangguk parah dengan ulah pria dewasa disampingnya itu.


"ayo ucapkan....." ucap Lee.


Dengan keraguan Sisil mengucap kata itu pelan.


"iya Sa...yang...tlong lepas tanganku dan buka pintunya."


"okey sayangku..gadis kecillku...." jawab Lee dengan seyum lebarnya.


Lee kemudian melepas genggamannya.memencet satu tombol didepannya agar kunci pintu terbuka.

__ADS_1


Dengan cepat Sisil keluar dari mobil itu.


"nanti aku akan menjemputmu..." teriak Lee saat sisil sudah berada diluar mobil.


Sisil hanya menoleh sebentar kemudian berjalan cepat masuk kedalam toko.


Lee merasa puas dan langsung melajukan mobilnya menuju kantor.


Sementara Dina yang melihat kedatangan sahabatnya itu menyenderkan tubuhnya kedinding dengan wajah gugup dan nafas yang tidak beraturan merasa heran.


"kamu kenapa Sil...kayak habis dikejar orang aja..." ujar Dina yang sudah berdiri disamping Sisil.


"aku gak papa kok Din.....aku kebelakang dulu" jawab Sisil yang terus berlalu kebelakang untuk mengatur nafas dan hatinya dulu..


**apa ini mimpi...kenapa pria itu jadi semakin romantis.... duhhh ....aku tidak bisa menghindarinya.....!!"**gumam Sisil sendiri.


Digedung Hans group,Lee sudah duduk diruangannya.


Nino yang merasa ada yang aneh dengan sikap bosnya pun masuk dan memberanikan diri bertanya.


"apa bapak baik baik saja,,sepertinya bapak sedang bahagia....?


" ya aku baik baik saja..dan kamu tidak perlu tahu apa yang terjadi padaku..."ucap Lee mencoba menyembunyikan perasaannya dengan wajah datarnya.


"maaf pak,tapi urusan bapak kemarin sore apa sudah selesai?" tanya Nino lagi yang masih penasaran.


"sudah......."


"apa soal mbak Sisil ya boz??" spontan Nino langsung menutup mulutnya.


"kalau iya kenapa???" jawab Lee dengan


sorotan mata yang begitu tajam.


"ow pantes....." ucap lirih Nino langsung membalikkan badannya.


"apa katamu...."


"tidak pak,saya hanya merasa ikut senang kalau urusan bapak dengan mbak Sisil sudah selesai..." jawab Nino yang sudah menatap Lee lagi dengan wajah yang gugup.


"tutup mulutmu ...dan segera teruskan pekerjaanmu..." ucap Lee dengan tegas.


Nino pun segera pergi dari ruangan itu


Selepas nino keluar,Lee mengambil ponselnya.menghungi seseorang.


"awasi gadisku terus..laporkan padaku kemana dia pergi dan dengan siapa dia pergi.,foto dan alamat toko akan aku kirim."


perintah Lee setelah panggilan itu terhubung..


"baik bos." jawab seorang pria diujung sambungan telpon itu.


Lee langsung menutup panggilan singkat itu.

__ADS_1


**Maaf sayang,diam diam aku mengawasimu.....aku tak akan melepaskanmu...**gumam Lee pelan dengan seyum mematikannya.


Tanpa Sisil ketahui Lee menyuruh Seorang Bodyguard untuk menjaga dan mengawasi Sisil.memang sedikit berlebihan tapi Lee tak ingin kecewa untuk kedua kalinya sepertiasa lalunya dulu.


__ADS_2