
"Sayang tunggu aku....."ucap Lee yang setengah berlari menyusul Sisil yang berjalan cepat.
Sisil berhenti sejenak menunggu pria dewasa itu sejajar dengannya.
"bapak tadi bicara apa sama ibu?" tanya sisil langsung setelah Lee sudah berjalan disampingnya.
"coba kamu tebak sayang...." ucap Lee enteng.
Sisil mengerucutkan bibirnya.
"mana aku tahu.....tapi awas kalau bapak bilang macam macam sama ibu..." ucap Sis yang sekarang lebih berani dan ketus.
"kalau aku bilang aku lamar kamu sama ibu kamu gimana???" ucap Lee berbohong sambil berjalan melewati Sisil.
Sisil menjadi gemas hingga menghentakkan kedua kakinya ketanah.
"tuh orang ya....semakin lama semakin
menyebalkan...."
Lee terseyum puas busa mengerjai Sisil.
Saat mereka berjalan bersama,pandangan Sisil tertuju pada seorang pria yang baru saja melintas menaiki sepeda motor hingga langkahnya terhenti.
Tak beda dengan Sisil pria itu juga menfhentikan laju motornya lalu turun mrndekati Sisil.
Denis pria berusia 22 tahun.berwajah tampan,berkulit kuning,tinggi dan tegap.Danis adalah kakak kelas Sisil saat SMU dulu...Danis sejak lama menaruh hati pada Sisil begitu juga dulu sisil juga mengagumi Danis sebagai seorang ketua Osis yang pintar,tampan dan murah seyum.tapi dulu keduanya masih malu mengakui perasaannya.hingga komunikasi mereka terputus begitu saja.
"Sisil........"
"Kak Denis...."
Keduanya saling menatap untuk beberapa saat.
"kamu kemana aja Sil,gimana kabar kamu?sudah lama kita gak ketemu ya..." ucap denis dengan sorot mata berbinar.
"kabar Sisil baik kak,,Sisil kerja dibandung kak,,kakak sendiri?"jawab Sisil yang sudag bisa bersikap biasa didepan Denis.
" kabar aku baik Sil,aku juga bekerja disalah satu perusahaan diBandung...apa aku boleh tahu alamat dan nomer ponselmu?"ucap Denis tanpa Ragu.
"Tentu...ini kak...." jawab Sisil sambil menyerahkan ponselnya pada Denis,ia tak menyadari Lee sudah menahan emosinya.
Lee yang berdiri dibelakang Sisil,mulai mengerutkan keningnya saat Sisil dengan mudah memberi no ponselnya kepada seorang pria.
"Ehem....."
Suara Deheman Lee membuat Denis terkejut.Lee langsung mendekati Sisil.
"Maaf anda siapa ya...apa anda om nya sisil?" tanya spontan Daniz.
Lee semakin emosi karena Denis menyebut kata Om.
__ADS_1
Sisil yang mengetahui perubahan expresi wajah Lee mencoba menjawab pertanyaan Denis.
"Dia bukan om ku kak tapi......," ucap Sisil terpotong.
"tapi Kekasih Sisil" tegas Lee dengan sorot mata yang tajam ke arah Deniz.
Sontak Denis sangat terkejut,seketika hatinya sakit mengetahui sisil sudah memiliki kekasih tapi ia belum yakin sebelum Sisil sendiri yang berucap.
"apa benar pria ini kekasih kamu Sil?"tanya Deniz pada Sisil.
Sisil dengan expresi yang bercampur,bingung harus menjawab apa.
" bukan urusanmu.....ayo sayang..."ucap Lee lalu menarik tangan Sisil meninggalkan Denis yang masih belum percaya.
Sekilas Sisil menoleh kearah Denis yang masih mematung ditempatnya.
Sementara Lee terus mengandeng tangan Sisil hingga berada ditengah tengah kebun teh yang indah.
"hemmmm benar benar sejuk disini..." ucap Lee sambil merentangkan kedua tangannya sambil mencium dalam udara segar ditempat itu.
Tapi Sisil masih diam memikirkan Denis tadi.sebenarnya perasaan sisil sudah berubah tidak seperti dulu yang sangat mengagumi Denis,tapi sekarang dirinya hanya merasa bahagia bisa bertemu kembali dengan pria yang pernah mengisi hatinya itu.tapi Lee begitu saja merusak pertemuan mereka setelah dua tahun sisil tak berjumoa dengan Deniz.
Lee yang memgetahui Sisil masih terdiam,mendekati Sisil.
"apa dia mantan kekasihmu?" tanya Lee begitu santainya.
"bukan.." jawab singkat Sisil
"apa kau menyukainya??"
Sisil memandang kearah depan.
"dulu saat SmU kak denis adalah ketua Osis yang hebat.dan sisil hanya mengaguminya..."
Seketika hati Lee merasa sangat cemburu.
"lalu sekarang bagaimana?"
"kenapa bapak menjadi penasaran?"
ucap Sisil ketus.
"ya jelas aku penasaran kau ini sudah menjadi kekasihku,jadi hatimu hanya untukku.paham?dan sekarang pria itu jadi musuhku..." sikap egois Lee mulai terlihat.
"pak Lee kenapa jadi memaksaku..."
"ya aku akan memaksamu sampai kau mau menikah denganku...." ucap Lee dengan seyum Smriknya.
Glek.....
Sisil tertegun dengan ucapan itu lagi.
__ADS_1
"ayo sayang kita kesana sepertinya pemandangan disana lebih indah?" ucap Lee sambil menarik tangan Sisil menuju suatu tempat dibawah pohon besar yang rindang.
keduanya duduk dirumput dibawah pohon besar.
"aku senang bisa kesini.....disini aku melupakan sebentar kesibukanku dibandung." ucap Lee lirih membuat Sisil menoleh kearahnya.
"apa bapak tidak risi berada didesa terpencil seperti ini....?"
"kenapa harus risi...disini begitu indah dan nyaman apalagi bersama gadis yang aku cintai....." ucap Lee sambil mengusap lembut ramput panjang Sisil.
Sisil tersentuh dengan ucapan Lee.
"Lalu bagaimana pekerjaan bapak?"
"sebenarnya hari ini ada meeting penting tapi Nino sudah menjadwal ulang.dia bisa aku andalkan mengurus semuanya sampai aku membali." ucap Lee sambil memandang Sisil.
Sisil merasa bersalah karenanya Lee harus menunda pekerjaannya.dia juga merasa kasihan pada Nino yang mengurus semuanya sendiri.
"kenapa bapak mengorbankan waktu bapak yang begitu sibuk demi Sisil....?"
"kamu sudah tahu jawabannya sayang...."ucap Lee dengan seyum mautnya.
Sisil terdiam memikirkan ucapan Lee.ia terus melihat Lee yang sedang berdiri agak jauh didepannya menikmati udara segar ditempat itu.
tanpa sisil sadari sudah muncul rasa sayang untuk Lee meskipun kadang sikapnya ketus.
Sisil kemudian berdiri mendekati Lee yang sedang memandangi pemandangan indag didepannya.
" kita pulsng nanti setelah makan malam pak..."ucap Sisil Lirih.
Lee spontan menoleh seakan tak percaya akhirnya Sisil mau kembali bersamanya.
"Kita.....???benarkah sayang....?"
Sisil hanya menganngguk pada Lee.
Meskipun dirinya masih merindukan ibu dan adiknya tapi hati kecil sisil tak bisa melihat Lee susah karenanya.
Spontan Lee memelut kilat tubuh Sisil.
"makasih sayang...."
"ayo pak kita kembali kerumah hari hampir gelap...." ucap Sisil sambil melangkahkan kakinya.
"okey sayang....." jawab Lee penuh semangat.
Lee mengegenggam kuat jemari Sisil sampai rumah.ada kenyamanan tersendiri saat tangan besar itu mengenggam kuat jemari Sisil.mereka merasakan kenyamanan yang sama.
Sisil seakan merasa aman berada didekat pria dewasa itu.
Seyum tipis terukir diwajah cantiknya.meski hanya dirinya yang tau.
__ADS_1