
Sisil berjalan pelan masuk kedalan tokonya sambil menunduk.dengan membawa barang pemberian Daren.tubuhnya lemas pikirannya buntu tak bisa befikir apapun sekarang.
Sementara disisi lain,pria suruhan Lee yang berada tidak jauh dari toko dari tadi mengamati semuanya.pria itu lalu menelepon melaporkan semuanya sedetail mungikin pada bosnya.
Diruangannya Lee yang baru saja mendapat informasi dari bawahannya itu.merasa sangat kesal dan emosi.wajahnya memerah dan sudah tidak bisa fokus lagi dalam mengerjakan file file nya. Lee lalu berdiri disamping dinding kacanya mengamati suasana kota yang ramai sambil mencoba meredam emosinya.ia sedang memikirkan langkah apa yang akan ia ambil untuk hubungannya dengan gadisnya itu.Lee serasa mendapat ancaman dan saingan baru.
**Daren Hui Fang....kau mengajak ku berperang sekarang...**gumam Lee dalam hatinya dengan tatapan mata yang tajam kearah luar dinding kaca tersebut.
Dilain sisi Sisil yang sudah terduduk lemas diruang belakang.menarik nafas panjang dan mengeluarkannya.sedikit membuatnya lebih tenang.
Terdengar suara pesan masuk diponselnya.ia segera membuka pesan itu.dan ternyata pesan dari Lee.
@Mr.Lee.@
**sayang kau sudah makan?pulang jam berapa,,?aku akan menjemputmu."**
isi pesan itu.
Sisilpun membalasnya dengan singkat.
@gadisku@
**Sisil sedang tidak berselara makan pak...pukul 4 sisil pulang.**.
Lee mengerti maksud balasan pesan dari sisil itu.
Sementara Sisil tampak terlihat pucat.Sisil sama sekali tak bernafsu makan,hanya meminum segelas teh hangat untuk mengisi perutnya dan segera kedepan untuk kembali. bekerja.
Dimeja kasir Sisil berdiri sambil melamun,sampai dina selesai istirahat pun Sisil masih termenung.
Dina yang melihat wajah Sisil pucat merasa khawatir.juga dengan sikap Sisil sedari tadi hanya diam.
"Sil kamu sakit,,mukamu pucat sekali...." tanya Dian sambil menyentuh kening sisil.
Sisil hanya menggelengkan kepalanya dan menatap sendu kearah Dina yang nampak bingung.
"ada apa?,katakan...q merasa setelah kau bertemu tuan Daren tadi kau menjadi diam seperti ini..dan tadi aku juga melihat kau membawa bucet bunga dan kotak biru ,apa itu pemberian darinya.?" tanya Dila lagi.
"benar itu pemberiannya Din..." jawab Sisil yang tidak bersemangat.
"lalu...???" tanya Dila menelisik.
Sisil terdiam sesaat.
"Tadi Dia mengungkapkan perasaannya padaku Din...!!
" apa...???jadi tuan Daren juga punya perasaan padamu Sil."ucap Dina yang merasa sangat terkejut.Entah kenapa dihati Dina timbul rasa sakit saat mengetahui pria itu juga menyukai sisil sahabatnya.tapi Dina mencoba menepis rasa itu.
__ADS_1
"iya Din dan sekarang aku merasa lemas..." ucap Sisil sambil terduduk dilantai.
"Wah kamu hebat Sil,Dua pria tampan dan kaya sama sama menyukaimu,,ini akan seru Sil....dan kenapa kau harus lemas....harusnya kau bahagia dan bangga sahabatku...." ucap Dina penuh semangat.
"Hufffftttt,,,aku ingin lari saja Din.....aku akui mereka pria yang baik dan mapan juga sangat tampan.tapi aku saja masih belum yakin dengan perasaanku sendiri.sekarang apa yang harus aku lakukan,aku bingung Din...Dua pria ini sudah membuat hidupku tidak tenang..." ucap Sisil sambil menunduk.
"Tenang dan bersikap sewajarnya saja Sil.kamu nikmati dan jalani saja,,,mungkin seiring jalannya waktu kamu bisa menilai sikap dan sifat mereka yang sebenarnya..tapi kalau aku jadi kamu aku pasti udah pingsan Sil...hahaha..." ucap Dina yang tertawa spontan.
"tapi aku tidak berharap mereka bisa menyukaiku Din,siapa aku ini......benar benar jauh dari level mereka..." ucap Sisil yang merasa pesimis lagi.
Percakapan keduanya pun harus berakhir saat pelanggan datang lumayan banyak.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 4 sore,waktunya Sisil pulang.ia sengaja memasukkan kotak bludru biru pemberian daren kedalam tasnya dan meninggalkan bucet bunga itu tetap dilokernya.sisil tak mau jika Lee sampai tahu bahwa Daren memberinya sesuatu.
gadis itu berpamitan dulu dengan sahabatnya dina.
Sisil keluar toko dengan langkah pelan.ternyata satu mobil sedan mewah merah sudah menunggunya diparkiran.
Seorang Pria tampan turun dari mobilnya dan menghampiri Sisil,yang tak lain adalah Lee.
"Sayang,,ayo cepat masuk mobil..." sapa Lee yang sudah berada didepan Sisil.
"haa....sejak kapan bapak menunggu saya??" ucap Sisil yang kaget karena Lee sudah berada didepannya.
"sudah dari tadi....ayo....!" ajak Lee sambil menggandeng tangan Sisil masuk kedalam mobilnya.
Sisil hanya bisa menurut dan duduk tenang dikursi depan samping kemudi.
"apa kau sakit sayang....wajahmu terlihat pucat...?" tanya Lee sambil menyentuh kening Sisil.
Sisil hanya menggelengkan kepalanya.dan hanya diam tanpa memandang kearah Lee.
Lee merasa bingung dengan sikap Sisil.walaupun Lee juga tahu bahwa tadi Daren menemui sisil lagi dan memberi gadisnya itu suatu barang.tapi Lee tak ingin membahasnya atau menanyakan itu pada Sisil,ia ckup tahu saja.
"sayang...kau mau langsung pulang atau kesuatu tempat dulu??"tanya Lee yang bersikkap tenang dihadapan Sisil.
" Terserah bapak saja...."ucap Sisil cepat dan masih memalingkan wajahnya.
"yasudah ayo kita playstore dlu...aku ingin membeli sesuatu." ucap Lee langsung menyalakan mesin mobil dan segera menuju Pusat perbelanjaan terbesar dikota itu.
Setelah sampai diMall besar itu Lee menggandeng tangan Sisil menuju lantai dua.tempat beraneka pakaian dan acesories yang bermerek.
Semua mata tertuju pada mereka.mereka yang rata rata gadis sangat terkejut melihat seorang CEO seperti Lee menggandeng seorang gadis polos dan muda.
Satu pelayan wanita memberi hormat pada mereka setelah sampai dilantai dua.
"Selamat Sore pak Lee dan nona....ada yang bisa saya bantu?" sapa pelayan itu dengan seyuman ramah diwajahnya.
__ADS_1
"Temani nona ini untuk memilih barang yang ia sukai...tunjukkan padanya mana barang baru dan bagus." ucap Lee yang sudah duduk disofa panjang dilantai itu.
Sisil bingung dengan ucapan Lee,ia sama sekali tak berminat untuk membeli sesuatu.
"silahkan nona ikut saya..." ucap pelayan itu pada Sisil sambil menunjukkan jalan keruangan yang lebih privet.
Sisil hanya patuh mengikuti pelayan itu dan meninggalkan Lee duduk disofa itu.
Tak berselang lama Sisil kembali bersama pelayan itu tanpa membawa satu barang pun.Lee mengerutkan kedua alisnya.
"maaf pak,sepertinya nona ini tidak berminat untuk berbelanja." ucap pelayan itu saat sudah didepan Lee.
Sementara Sisil langsung berjalan sendiri untuk turun keluar Mall itu meninggalkan Lee begitu saja.
**gadis aneh...bukannya senang bisa memilih barang mewah disini..tapi dia malah pergi....**gumam Lee dalam hati.
Lee segera berjalan cepat menyusul Sisil dan menarik tangannya lalu masuk kedalam mobilnya.
"kamu kenapa sil....?kenapa tidak memilih satupun barang dimall tadi...?" ucap Lee pelan sambil fokus mengendarai mobilnya.
"bapak sudah tahukan kalau tadi tuan Daren datang menemui saya??" tanya Sisil dengan tatapan datarnya.
"iya kenapa??" jawab santai lee.
"hahh....kenapa pak Lee tidak marah....?"
Lee terseyum mendengar pertanyaan Gadisnya itu.
"Karena aku percaya padamu sayang....." ucap Lee dengan seyum manisnya.sambil mencubit pipi sisil pelan.
"bagaimana kalau saya membohongi bapak dan menyalahgunakan kepercayaan bapak...?" tanya Sisil dengan penuh keberanian.
"apa kau coba mengetesku sayang......??aku yakin kau tak bisa melakukan itu.dan kalaupun kau sampai melakukan hal itu...maka siap siap lah ada hukuman yang berat untukmu sayang....." ucap Lee penuh penekanan dengan seyum menyeringainya yang penuh arti.membuat Sisil terperanga dan sulit menelan salivanya.
"Sisil ingin cepat pulang pak Sisil Lelah..." ucap Sisil mengalihkan pembicaraan,karena dia merasa sangat takut dan gugup mendengar ucapan Lee yang seakan seperti sebuah ancaman untuknya.
Lee terseyum puas karena bisa menekan dan mengerjai gadisnya itu.membuat ekspresi lucu dan menggemaskan muncul diwajah cantik Sisil.
"okey sayang...aku juga tidak ingin dirimu sakit karena kelelahan."balas Lee sambil mengusap lembut kepala Sisil.
Sisilpun tertidur dalam perjalanan.Lee mengamati wajah cantik itu yang tertidur dengan damai.
Sampai kekediaman Han,Lee tak membangunkan gadisnya itu,dengan sigap Lee menggendong Sisil ala bridel menuju lantai dua kamar Lion.tanpa Sisil sadari kedua tangannya sudah mengalung dileher Lee.membuat pria itu merasa senang.
Lee mengahampiri Lion setelah meletakkan tubuh Sisil diatas ranjang.
" Boy jangan ganggu momy ya...dia sedang kecapean....biarkan momy iatirahal dulu..okey..."ucap Lee menjelaskan pada Lion pelan.
__ADS_1
",okey dad....." jawab singkat anak pintar itu.
Lee pun segera menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.