Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Menolong


__ADS_3

Hari sudah menjelang malam.sisil bergegas untuk segera pulang ke kediaman Han,takut membuat Lion menunggu lama.


harusnya dia bisa pulang dari tadi sore,tapi karena dia merasa kasihan pada sahabatnya Dina.harus melayani pengunjung toko yang begitu ramai sendirian,sisil pun memutuskan pulang dua jam lebih lambat.


Sisil berjalan ditepi trotoar jalan,karena hari ini pak budi tak bisa menjemputnya karena sedang sakit.sisil memutuskan untuk naik taxi online saja.


Saat sisil berjalan dia melihat ada seorang pria yang hampir pingsan ditepi jalan.pria itu bersandar dikap mobilnya sambil memegang kepalanya.seperti menahan sakit.


Sisil dengan cepat menolong pria itu,sisil dengan sigap membopong tubuh pria itu duduk ditepian trotoar.


"bapak tidak apa apa?apa yang bisa saya bantu?tanya sisil setelah mereka sama sama sudah duduk.


Pria itu memandang wajah sisil sekilas lalu menunduk merasakan sakit dikepalanya.


" tlong....bawa aku ke apartemenku..."ucap pria itu pelan.


mendengar itu sisil dengan cepat memesan taxi online.


Tak lama armada taxi nya datang,mereka menuju alamat apartemen yang pria itu berikan.


Tak butuh waktu lama taxi itu sampai diloby sebuah apartemen elit yang menjulang tinggi.Sisil memapah pria itu menuju lantai apartemennya.


No 85 dilantai 20 apartemen pria itu.pria menempelkan sidik jarinya untuk membuka pintu apartemennya.


Sisil merebahkan tubuh pria itu disofa panjang ruang tamu.


"Tlong ambilkan obatku diatas nakasku itu." perintah pria itu pada sisil sambil mengarahkan jari telunjuknya dimeja kecil dekat televisi.


Dengan cepat Sisil mengambil obat itu,memberikan sebutir pada pria itu,tak lupa sisil mengambil segelas air putih didapur yang bersebelahan dengan ruang tamu.


Sisil membantu pria itu mengangkat sedikit kepalanya lalu meminum obatnya pelan.


Setelah beberapa saat pria itu terlihat membaik.ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Bil cepat datang keapartemenku sekarang!" perintah pria itu lalu menutup sambungan telfonnya.


Hanya 10 menit terdengar bunyi bel.Sisil membuka pintu itu.dilihatnya seorang pria tinggi tegap berjas hitam berdiri dan langsung masuk menemui pria tadi.


"apa yang terjadi tuan...?kenapa bisa seperti ini?apa anda baik" saja?tanya pria berjas itu terlihat gugup.


"aku baik baik saja sekarang,untung gadis ini menolongku.tadi mobilku tiba tiba mogok saat mencoba mengecek mobilku,seketika kepalaku sakit lagi."ujar pria tampan itu menjelaskan.


" syukur kalau begitu tuan..sekarang apa yang bisa saya bantu tuan?"


Pria itu lalu menatap Sisil yang masih terdiam.pria tampan itu mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Deren Fang nona,,siapa namamu??"


Dengan ragu sisil membalas uluran tangan itu.


"saya Sisil......"


"terima kasih nona atas pertelonganmu..dan kau Bil antarkan nona ini pulang,juga urus mobilku..." perintah pria tampan yang bernama Deren Fang itu dengan tegas.


"baik tuan." ucap pria berjas hitam itu.


Sisil segera berdiri dan memberi hormat pada pria tampan itu dan segera kekuar apartemen diikuti pria berjas itu.


Saat sisil sudah berlalu,Pria tampan itu terseyum simpul.


**sisil....tak akan aku lupakan pertolonganmu padaku...**gumamnya lirih.


Yah,dia adalah Daren Hui Fang,pewaris sekaligus CEO Fang corporation.perusahaan besar dibidang perindustrian dan pertambangan.Pria berusia 33 tahun yang mempunyai wajah tampan,hidung mancung kulit putih dan rambut coklatnya.dengan tinggi badan 180 cm.serta sifatnya yang dingin dan sedikit arogan.membuatnya digilai banyak wanita.sama seperti Lee zhang Han.


Sedangkan pria berjas tadi adalah Bily,Asisten pribadinya.


Tak lama mobil yang mengantar sisil sampai didepan kediaman Han.


"terima kasih pak..."ucap sisil sebelum membuka pintu mobil.


" sama sama nona.panggil saya Bily saja.senang bertemu dengan anda."ucap bily dengan seyumnya.


Sisil berjalan masuk kerumah mewah itu dengan pelan.


Saat melewati ruang tengah,dilihatnya sudah ada Lee yang duduk menyilangkan tangannya.menatap kearah sisil dengan wajah yang datar.


membuat sisil menjadi merasa bersalah.


''maaf pak saya tidak bisa pulang cepat,,,apa Lion sudah tidur?"ucap sisil gugup saat melihat Lee sudah berjalan kearahnya.


"Lion sudah tidur,ini kan sudah pukul 9." ucap Lee yang sudah berdiri didepan Sisil.


"sekali lagi maaf pak...tadi sayaaa...."


Belum sempat sisil melanjutkan ucapannya wajah Lee sudah sangat dekat dengannya.tatapan mengintimidasi diberikan pada Lee.sedikit menudukkan kepalanya agar sejajar dengan wajah sisil.


"katakan apa alasanmu?" ucap lirih Lee didepan wajah Sisil yang sudah memerah karena sangat gugup.


"tadi saya menolong orang yang hampir pingsan dipinggir jalan pak,dan mengantarkannya pulang." ucap sisil sambil menundukkan wajahnya.


"Hemmm...mandilah dan segeralah makan..." ucap singkat Lee sambil masih terus memandang sisil dari jarak dekat.tanpa memperdulikan alasan sisil,Lee menyuruhnya cepat mandi dan makan.

__ADS_1


Sisil mendongakkan wajahnya tanpa menyadari wajah Lee yang masih berada didepan wajahnya.


Tanpa disengaja Bibir Lee menempel dikening Sisil.kedua mata sisil membulat,tubuhnya mematung merasakan sentuhan lembut bibir Lee dikeningnya itu.untuk beberapa saat mereka berdua terdiam.


Lee pun menarik bibirnya dan segera berlalu dari sisil dengan seyum puas diwajahnya.


**gadis kecil ini benar"polos,,,aku tak menyangka bisa mencium keningnya.**gumam Lee lirih sambil berjalan keruang kerjanya.


Sisil mematung untuk beberapa menit.tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.Sisil menyentuh dahinya dengan jarinya.


**apa yang barusan terjadi??pak Lee... apa yang kau lakukan......??"gumam sisil sambil memejamkan matanya sebentar.


Sisil segera berjalan cepat kelantai dua kamar Lion.


Didapatinya Lion sudah tertidur pulas.


"maafkan momy ya tampan...karena pulang terlambat." ucap sisil sambil membelai pucuk kepala bocah tampan itu.


Sisil segera mandi menyegarkan badannya.Setelah selesai berpakaian


untuk beberapa saat Sisil ragu untuk kebawah,merasa malu dengan kejadian tadi.


Tapi karena perutnya yang sudah merasa sangat lapar sisil akhinya turun keruang makan.merasa keadaan sepi karena semua penghuni rumah sudah tertidur.


Sisilpun makan sendiri dimeja makan itu,tak menyadari ada Lee yang masih berada diruang kerjanya.


Lee hanya mengamati dari balik pintu ruang kerjanya.Sisil yang makan sambil termenung dengan tatapan kosongnya.


Lee tak ingin menemui sisil lagi,ckup melihatnya dari kejauhan.ia tak ingin sisil merasa malu atau risi didepannya karena kejadian tak disengaja tadi.


Disisi lain Bily sudah sampai keapartemen bosnya lagi setelah mengantar sisil pulang.


"gadis itu sudah saya antar sampai kerumahnya tuan...tapi....!!"ucap Bily menggantung sambil memandang kearah Deren yang sudah duduk disofa ruang tamunya.


" tapi apa??"saut Daren sambil menatap tajam kearah Bily.


"Nona tadi masuk kekediaman Han tuan!!".


Mendengar ucapan asistennya,Deren terkejut dan merasa penasaran.


" kediaman Han.......kalau begitu cari tahu identitas dan latar belakang gadis itu secepatnya...!"perintah Deren tegas.


"baik tuan...kalau tidak ada tugas lagi saya pamit undur diri tuan." ucap Bily sambil memberi hormat pada atasannya itu dan segera kekuar dari apartemen itu.


**apa hubungan gadis itu dengan Lee zhang han...???gadis manis yang polos.....kelihatannya ini akan menarik......"**gumam Deren sambil menaikkan satu ujung bibirnya.

__ADS_1


@@rival abadi yang akan saling berurusan lagi hanya karena seorang gadis sederhana...@@


__ADS_2