
Dukung trus karya Author ya dengan Like dan komenmu...!jangan lupa baca juga novel author yang pertama"Hati sang pengawal".
Lee masih berdiri menemani Sisil untuk beberapa Saat.
"Sayang aku kesana dulu aku harus menemui beberapa tamu pentingku" ucap Lee lalu meninggalkan Sisil ditempatnya.
Tak lama Lee pergi, Denis mendekati Sisil.
"Sil....." sapa Denis yang membuat Sisil terkejut dengan keberadaan pria itu disini.
"Kak Denis juga disini?"
"iya Sil,Perusahaanku juga punya hubungan kerja sama dengan perusahaan pak Lee..ehmmm aku senang bisa bertemu denganmu disini..Dan malam ini kau terlihat sangat mempesona Sil...." Ucap Denis dengan nada pelan.
Seketika Sisil merasa malu dan hanya terseyum kearah Deniz.
"Yasudah aku kesana dulu,,aku tidak enak pada pak Lee jika lama lama bersamamu,kapan kapan kita sambung lagi obrolan kita ya Sil.!" ujar Denis yang merasa Dari kejauhan Lee selalu mengawasi dirinya dan Sisil.
Sisilpun hanya mengangguk dan terseyum kearah Denis yang akan berjalan menjauhinya.
Sementara ditempat lain Daren meninggalkan Dilan yang sedang mengambil makanan menuju tempat Sisil berdiri.
"Selamat malam Sil,,!" sapa Daren yang sudah didepan Sisil.
Seketika Sisil merasa gugup didepan Daren yang sudah begitu baik padanya.
"pak Daren anda ternyata juga datang...."
"Tentu.Lee itu teman lamaku,meskipun sekarang kami bersaing tapi aku masih menghargainya sebagai rekan bisnisku.oh ya aku tak menyangka malam ini kau terlihat begitu cantik...." ujar Daren sambil mendekatkan wajahnya pada Sisil.Daren sengaja membuat Lee merasa cemburu,karena sedari tadi dari jauh Lee trus mengawasi Sisil.
Sedangkan Dilan merasa heran kenapa kakaknya bisa kenal dengan Sisil dan terlihat sangat dekat.
Hingga Mc pun membuka acara pada malam itu.
Mempersilahkan Lee sebagai CEO Han's Group untuk naik kepanggung memberikan kata sambutan.
Lee yang sedang berdiri bersama beberapa rekan bisnisnya pun segera melangkah kepanggung.Dengan langkah tegap dan wajah tegasnya yang menunjukkan aura kewibawaannya.Para reporter dan juru kamera bersiap ditempatnya masing masing untuk memotret mengambil gambar Lee.
Lee berdiri diatas panggung bersama Nyonya Micell dibelakangnya sebagai pengganti Suaminya yang berhalangan hadir.
Dengan tegas Lee memberikan kata sambutan sekaligus ucapan terima kasihnya kepada seluruh tamu undangan yang sudah berkenan hadir diacaranya malam ini.sesekali Lee mengarahkan pandangannya ketempat Sisil berdiri yang masih ditemani Daren.
Setelah selesai mengucapkan kata sambutannya Lee dengan mantapnya menyampaikan sebuah keinginannya didepan para hadirin.
Dengan disaksikan oleh banyak tamunya Lee berucap ingin melamar gadis pujaannya.
Spontan itu membuat semua orang yang hadir ditempat itu bertanya tanya siapa gadis yang beruntung itu.
__ADS_1
Lee pun dengan cepat turun dari panggung dan berjalan cepat menuju kearah Sisil dengan pandangan yang lurus dan tegas.
Sisil bingung kenapa pria dewasa itu berjalan kearahnya.Dan saat sudah dekat Sisil semakin gugup saat Lee menarik tangannya untuk naik kepanggung.tanpa memperdulikan Daren yang berada disamping Sisil.Gadis itu hanya bisa pasrah dan menurut.
Semuanya tak lepas dari pandangan para wartawan yang sudah mulai mengerti siapa Sisil sebenarnya.
Saat keduanya sampai diatas panggung yang tidak terlalu tinggi itu.tiba tiba Lee jongkok dengan satu kaki dengan bersimpu dilantai menghadap Sisil.
Lee melamar Sisil didepan semua orang.
"mau kah kau menikah denganku sayang?"
Kedua Mata Sisil membulat,kaki dan tubuhnya seakan lemas serta jantungnya berdetak begitu cepat.ia tak menyangka pria dewasa ini melamarnya didepan banyak orang.
Sontak semua orang menjadi sangat terkejut dan suasana menjadi agak riuh.Apalagi Daren yang merasa dirinya kalah satu langkah dari Lee.emosinya semakin bertambah.sementara Dilan merasa seakan ada tembok besar yang menimpanya.ia benar benar tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
Sisil masih diam seakan mulutnya terkunci dengan mata yang masih melebar.Sebenarnya Sisil sangat bahagia Lee melamarnya ini seperti mimpi buatnya,tapi sisil masih sedikit merasa ragu dan takut jika suatu saat nanti Lee menyakitinya.
Untuk beberapa saat Lee menunggu dengan posisi itu,Sorot matanya begitu tajam melihat kaarah gadisnya.hingga ada segurat seyum yang muncul diwajahnya.Lee merasa dengan seyuman itu Sisil menerima lamarannya.Dengan cepat Lee berdiri dan memeluknya. Sisil lagi lagi hanya bisa diam saat Lee mendekap tubuhnya.
Lee pun melepas pelukannya dan mengeluarkan sebuah kotak dari saku jasnya.
Sebuah cincin berlian langsung ia sematkan dijari manis Sisil.Lee lalu mencium punggung tangan Sisil dengan mesra.
Bersamaan dengan kilatan kilatan cahaya kamera wartawan semua orang bertepuk tangan untuk sepasang kekasih itu.
Lee pun menarik tangan Sisil turun untuk berdansa.seketika Sisil gugup karena dia belum pernah berdansa,tapi dengan anggukan kepala Lee mampu menyakinkan Sisil.
Keduanya menjadi sorotan semua tamu yang datang,para wartawan terus menerus memotret mereka.
Lee memeluk erat tubuh Sisil hingga tidak jarak lagi diantara mereka.Jantung Sisil berdetak sangat cepat saat Lee meletakkan wajahnya diceruk lehernya sambil berbisik.
"terima kasih Sayang,,aku akan selalu membahagiakanmu"
Tubuh mereka bergerak beriringan dengan pelan sesuai lagu melow yang terdengar diruangan itu dengan alunan Biola dan Violin yang membuat suasana bertambah romantis.banyak pasangan tamu yang hadir ikut berdansa disitu.
Dari tempatnya berdiri Daren yang dengan jelas bisa melihat keromantisan Lee dan Sisil semakin tidak bisa mengontrol emosinya.
Daren pun berjalan kearah Lee dan Sisil.Pria yang sudah berada dipuncak emosinya itu langsung menarik kuat lengan Lee dan memukul wajah Lee hingga pria tampan itu tersungkur kelantai.Sisil pun reflek berteriak karena sangat terkejut.
Seketika suasana menjadi kacau.Semua hadirin menepi tak ingin ikut campur atas perkelahian kedua CEO tampan dan muda itu.mereka hanya bisa melihat tanpa berani melerai keduanya.
Lee bangun dengan ibu jarinya mengusap ujung bibirnya yang sudah berdarah.Lee dengan cepat langsung membalas pukulan Daren hingga mereka benar benar saling berkelahi,mereka sama sama tidak mau kalah,saling memukul dan menendang.
Feiluo mendekati Sisil sambil terseyum melihat pemandangan langka itu.sedang kan Sisil bingung harus bagaimana,dia merasa sangat khawatir.sedangkan para Wartawan tidak menyia nyiakan adegan perkelahian ini dengan terus memotret Lee dan Daren.
Hingga saat keduanya sudah sama sama babak belur,keduanya secara bersamaan mengambil Pistol dari dalam jas mereka masing masing.
__ADS_1
Seketika susana menjadi sangat tegang,saat kedua pria tampan itu saling menodongkan senjata api tepat diwajah lawan mereka.
"Sepertinya ini semakin seru" ujar Feiluo santai karena dia tahu keduanya tak mungkin berani menembak satu sama lain"
Sisil yang mendengar itu langsung memegang lengan Feiluo."kak Fei cepat hentikan mereka aku mohon..."ucap Sisil dengan memelas.tapi feiluo tak bergeming mendengar permohonan Sisil.
Dengan Sorot mata yang sama sama tajam keduanya tetap diposisi mereka.
"Sudah aku bilang kan Lee aku tidak pernah main main dengan ucapanku,beraninya kau memaksa gadisku menerima lamaranmu !"ucap Daren dengan tegas dan dengan posisi yang masih menodongkan pistol.
Lee terseyum Smirk kearah Daren.
" apa kau bilang...?memaksa... kau dengar, dia juga mencintaiku jadi wajar dia menerima lamaranku....jadi mulai sekarang aku tidak akan membiarkan siapa saja mendekati wanita yang kucintai apalagi Dirimu."
"Kau benar benar membuatku emosi Lee,untuk urusan bisnis aku bisa mengalah darimu tapi untuk Sisil aku tidak bisa,dan ingat kata kataku Lee,aku akan merebutnya darimu,atau kita sama sama mati saja..." ucap Daren yang sudah bersiap menarik pelatup pistolnya.
Sisil yang melihat ketegangan menjadi semakin tak terkendali langsung melepas sepatunya dan berlari kearah mereka.
Sementara Dilan sangat terkejut mendengar kenyataan bahwa kakaknya sendiri juga menyukai Sisil.
"Hentikan.....aku mohon hentikan"
Ucap Sisil dengan nada tinggi dan sudah berdiri ditengah tengaj antara Lee dan Daren.
Lee dan Daren sangat kaget melihat Sisil bisa nekad berdiri diantara mereka.
"Ayo tembak aku saja biar kalian puas....ayo cepat.....Jika kalian benar benar pria dewasa harusnya kalian tidak seperti ini..!!ujar Sisil dengan Tegas.
Dilan pun mendekati kakaknya.
" Kak sudah turunkan senjatamu.....jangan berbuat bodoh demi wanita ini...aku mohon...."ucapnya sambil memegang lengan Daren yang masih lurus menodongkan pistolnya.
Seketika mata sisil membola,ia baru tahu kakau Daren adalah kakaknya Dilan.seperti tak percaya..lalu Sisil tersadar dari pikirannya dan fokus lagi kearah Lee dan Daren.
"Aku bilang turunkan senjata kalian....atau aku akan benar benar membenci kalian!!" Tukas Sisil dengan nada yang tegas dan mengerikan,membuat smua orang terkejut dengan sisi lain didiri wanita lembut seperti Sisil.
Seakan keduanya merasa tertegun dengan teriakan Sisil,Lee dan Daren pun perlahan menurunkan senjata mereka.
Sisilpun dengan Cepat menarik lengan Lee untuk segera pergi dari tempat itu.tapi sebelum Sisil melewati Daren dan Dilan,sisil berhenti sejenak.
"Tolong bawa kakak nona pulang dan obati lukanya.." ucap Sisil kearah Dilan.
Sisilpun segera berjalan cepat sambil menarik lengan Lee meninggalkan tempat itu tanpa memperdulikan para tamu yang memperhatikan mereka.
Feiluo yang melihat itu hanya terseyum dan langsung naik kepanggung untuk memohon maaf kepada semua tamu atas kekacauan yang terjadi.
Secara bersamaan Dilan mengandeng lengan kakaknya untuk segera pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Suasana pun bisa berangsur kembali seperti sedia kala.