Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Kilasan


__ADS_3

Beberapa Hari telah berlalu,Sisil sudah mendapatkan pekerjaan disebuah Restoran mewah dipinggir pantai dengan seorang bos yang baik padanya.Denis juga menemani Sisil mencari tempat kos yang baru.


Gadis itu begitu menikmati pekerjaannya sekarang.Ditempat kerja itu sisil juga mendapat teman teman yang baik padanya.


Suasana restoran yang menghadap langsung ketepi pantai membuat hati gadis itu selalu merasa terhibur.Sisil juga selalu terseyum ramah pada pelanggan yang datang.Sosok nya hangat dan ramah membuat teman teman dan pelanggan menyukainya.


Hari ini kebetulan Sisil berada di Sif pagi,jadi pukul 5 sore ia bisa pulang.


Sisil hendak bersiap untuk pulang kekosnya sebelum seorang temannya mendekatinya.


"Sil,ada yang mencarimu,dia menunggumu diluar Restoran.!" Ujar Teman waniitanya yang bernama Mita,yang kebetulan juga tingga disatu kos yang sama dengan Sisil.


"Siapa yang mencariku....baiklah aku segera keluar...!"


Mita hanya mengangkat kedua bahunya tanda ia juga tak tahu siapa orang itu.


Sisil segera berjalan keluar Restoran.


Diluar ia terkejut,setelah melihat dari kejauhan seorang pria melambaikan tangan padanya dengan seyum manis didepan kap mobilnya.


"Tuan Daren......kenapa ia bisa tahu tempat ini?"ucapnya lirih.


Daren pun mendekat kearah Sisil.


" Sisil,aku senang bisa menemukanmu...bisa kita bicara sebentar...!"ucap Daren dengan seyum ramahnya.


"Tentu Tuan,mari....!"


Keduanya pun berjalan menyusuri bibir pantai hingga akhirnya mereka berhenti disebuah Gazebo.Dari tempat itu mereka bisa dengan jelas menikmati keindahan laut yang menyejukkan hati.


"Bagaimana kabarmu Sil?"ujar Daren setelah mereka duduk bersama.


"BaikTuan,,kenapa anda bisa tau saya disini?''


Daren hanya terseyum mendengar pertanyaan Sisil.


" Apa kau sudah merasa tenang sekarang?Sepertinya kau betah disini ya Sil?"Tanya Daren yang menatap Sisil."


Sisil terseyum simpul kearah Daren.


"iya Tuan,Sisil senang berada disini.Setidaknya Sisil lebih tenang disini.!" Bapak kesini ada perlu apa?"

__ADS_1


"Tadinya aku ingin membujukmu kembali keBandung,tapi setelah melihatmu bahagia disini,dapat kupastikan kau akan menolak.


Apa kau sangat kecewa dengannya Sil?Maaf jika aku bertanya ini,aku hanya mengkhawatirkanmu"Ujar pria tampan berambut coklat itu.


"Terima kasih ya Tuan karena sudah mengkhawatirkan Sisil.Tapi Tuan tenang saja Sisil baik baik saja kok disini.Jujur Sisil tidak pernah merasa kecewa dengannya tuan Daren,Sisil paham betul kenapa Dia bisa berubah,Sisil anggap ini sebuah proses yang harus Sisil lalui.Sisil juga tidak berharap lebih.Sisil yakin yang namanya jodoh,rejeki dan maut sudah diatur oleh Tuhan.jadi yang Sisil lakukan sekarang hanya menjalaninya dengan iklhas." Ujar Gadis itu dengan tenang.


"Aku lega Sil kau bisa berfikir seperti itu..Meskipun jujur dihatiku masih ada dirimu tapi aku tak ingin memanfaatkan celah ini.Yang terpenting Kau harus selalu bahagia''


" Terima kasih atas pengertian Tuan,,Kita sekarang bicarakan tentang tuan saja..!"


Daren mengerutkan dahinya menatap Sisil lekat.


"Tentang aku??"tanya Daren penuh selidik.


" Bagaimana hubungan Tuan dengan Dina?pasti Tuan sudah menyadari perasaan sahabat saya itukan?"


Daren mengalihkan tatapannya,memandang indahnya suasana senja dipantai itu.


"Aku Sadari Dina gadis yang baik,aku juga kagum padanya.tapi......." ucap Daren terpotong oleh ucapan Sisil.


"Mau sampai kapan Tuan terluka karena Sisil....?Tuan pria yang baik,Sisil ingin juga Tuan bahagia dengan wanita yang juga mencintai Tuan,Sisil harap hati Tuan mau memberi ruang untuk perasaan Dina.Sudah lama sahabat Sisil itu mengagumi Tuan,tapi ia tak pernah membenci Sisil setelah ia tahu Tuan justru memilihi hati dengan Sisil.bukankah dia wanita hebat?mengorbankan perasaan dan kebahagiaannya untuk orang lain....Sisil ingin,Tuan bisa selalu menjaga Dina.!"


Daren terdiam untuk beberapa saat dan membuang nafasnya kasar.


"Untuk menjaga Dina aku pasti akan melakukannya Sil,tapi kalau untuk membuka hatiku...entahlah Sil......"


"Tuan jalani saja dulu ya....Sisil yakin kok seiringnya waktu,Rasa itu pasti muncul...."


"Karena kau yang meminta,aku akan mencobanya.tapi aku tak ingin memberi harapan lebih padanya...kita lihat saja kedepannya.biarkan semua berjalan seperti air yang mengalir saja....Ternyata udah malem Sil,Ayo aku antar kekost kamu...!"


Sisil terseyum lega kearah Daren.


Karena tak terasa hari sudah gelap,Daren pun mengantar Sisil ke tempat kosnya.


Ditempat lain Lee yang merasa semakin pusing minta diantar Nino keApartemennya setelah sebulan lebih ia tak tidur ditempat itu.


Baru memasuki Aparetemennya,Langkah Lee terhenti.Entah kenapa pria itu merasa aneh seperti ada sesuatu yang hilang dari pandangannya.


Lee terdiam duduk disofa sambil mengamati sekeliling Apartemennya.


Nino yang masih setia menemani atasannya itu menangkap raut wajah yang berbeda pada diri Lee.

__ADS_1


"Bos kenapa?Apa kepala bos sakit lagi?" tanya Nino yang merasa khawatir.


"Tidak No..Hanya saja aku merasa ada yang aneh ditempat ini,,,seperti ada yang hilang...!" Ucap Lee dengan wajah yang terlihat bingung.


Nino terseyum kearah Lee,membuat pria tampan itu menyerngitkan kedua alisnya.


"Kenapa kau malah terseyum ?"


"Apa bapak tidak sadar apa yang hilang?" Ucap Nino menggantung.


"Maksud kamu?" Lee semakin bingung.


"Yang hilang itu Nona Sisil pak.....Setelah pertunangan itu,kalian tinggal bersama disini.Setiap pulang kerja Dia selalu menyambut bapak.kalian juga tidur bersama dikamar itu."


Nino berucap dengan santainya lalu menunjuk kearah kamar dengan Jari telunjuknya.


"Apa???" Ucap Lee spontan.


"Sudah cukup jangan membuat kepalaku sakit...kau boleh pulang No.besok jemput aku lebih awal.!"ujar Lee sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya.


" Baik pak,Saya pamit"Nino pun memberi hormat pada Lee dulu sebelum keluar dari Apartemen itu.


Setelah Nino pergi,Lee berjalan kekamarnya.Pria tampan itu membaringkan tubuhnya diatas ranjang king Size nya.


Lee membaringkan tubuhnya miring.Ia meraba Sisi ranjang yang kosong disampingnya,menatap kearah itu dengan pandangan sayu.


"Apa benar dia yang tidur disini menemaniku?''ujarnya lirih.


Lama kelamaan Lee tertidur dengan nafas yang beraturan.


Tapi baru beberapa menit memejamkan mata Lee tiba tiba terbangun dengan keringat dingin di wajahnya.


Dalam tidutnya Lee melihat kejadian dimana ia duduk dikursi pesawat dengan memandang foto sisil didompetnya sambil bergumam"Sebentar lagi aku sampai sayang....Aku sudah tak sabar ingin bertemu denganmu..!"


Lalu tak lama terdengar suara peringatan dari kabin pesawat yang mengingatkan bahwa pesawatnya mengalami kerusakan teknis dan harus mendarat darurat dilaut.Setelah itu Lee tak ingat apapun.


"Shittttttt kilasan apa ini???" Aku melihat foto nya saat dipesawat...."umpatnya dengan mengusap kasar wajahnya.


Lee kemudian bergegas kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.Ia manatap dalam kearah kaca yang memantulkan wajahnya yang terlihat kacau.


Yang ia rasa sekarang hanya kegelisahan,kekosongan dan kehampaan.

__ADS_1


__ADS_2