Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Penjelasan


__ADS_3

Lee menutup rapat pintu rumahnya.


Ia ingin segera menjelaskan semua pada Sisil.Lee melihat gadisnya sudah duduk dimeja makan.karena waktu sudah masuk jam makan malam.


Sisil menyuapi Lion dengan ekspresi sedih diwajahnya.tanpa seyuman diwajahnya seperti biasa.Sisil juga kehilangan nafsu makannya.perkataan Dilan tadi sukses membuat hatinya begitu sakit.ia yang tadinya sudah mulai percaya dan yakin dengan Lee,kini kenyakinan itu berganti dengan keraguan lagi.


Lee yang sudah duduk didepan Sisil menyadari itu.Lee hanya memandangi Sisil dan tak berani mengucap sepatah kata pun.


Sisil langsung mengajak Lion masuk kekamarnya setelah selesai menyuapinya tanpa menghiraukan Lee yang menatapnya dari tadi.


Tak lama Lion sudah pulas tertidur.Sisil yang belum bisa memejamkan matanya beranjak dari ranjang dan berdiri didepan jendela kamar Lion.memandangi keindahan langit malam yang bertabur bintang.membuat sedikit kelegaan dihatinya yang sedang kacau.


"apa kau marah padaku sayang....?"ucap Lee yang sudah memeluknya dari belakang.


Sisil hanya terdiam.


" aku bisa jelasin sayang...."ucap Lee lirih karena tak ingin membangunkan Lion.


"Gak ada yang perlu dijelasin pak...memang Sisil siapa nya bapak...sisil tidak ada hak buat marahh sama bapak....." ucap Sisil dengan lidah yang mukai kelu.


"tolong jangan bilang begitu sayang...tentu kau boleh marah padaku,aku ini kekasihmu...!" ujar Lee menyakinkan Sisil.


"sisil ingin sendiri dulu pak...tlong keluar..." pinta Sisil sambil membuka tautan tangan Lee dipinggangnya.


Sisil bukan kecewa pada Pria yang mulai mengisi relung hatinya itu tapi Sisil menyadari perkataan Dilan tadi,kalau dirinya hanya gadis polos,gadis kampungan yang tidak pantas untuk pria sesempurna Lee zhang han.dirinya juga belum yakin dengan perasaannya apalagi saat tadi dilan bilang kalau dirinya hanya pelarian buat Lee.sungguh hati Sisil sekarang merasa teriris dan begitu sakit.tanpa sadar air matanya sudah menetes deras.


Lee terdiam dan menuruti keinginan gadisnya itu.ia ingin memberi waktu buat Sisil dulu.agar bisa menenangkan diri.


Lee pun keluar kamar dan menuju ruang tengah di lantai bawah.Lee hanya melamun dengan wajah yang tak bisa dijelaskan dengan kata.


Saat itu bersamaan dengan Feiluo yang baru saja tiba dari penerbangannya london.

__ADS_1


wanita dewasa itu melihat gelagat aneh dan wajah frustasi adiknya.wajah yang sama saat adiknya itu dulu batal menikah.


Meskipun badannya merasa sangat lelah setelah melalui perjalanan jauh tapi Feiluo bisa menahannya.ia lebih sedih jika melihat adiknya dalam keadaan kacau seperti itu.


"ada masalah apa Lee!?" ucap Fei luo yang sudah duduk disebelah Lee dan memegang bahu adiknya itu.


"kak Fei...sejak kapan kau tiba??" ucap.Lee yang terkejut dengan kehadiran kakaknya.


"baru saja Lee.ada apa katakan....."ucap Fei secara halus,ia tahu adiknya tak pintar menyembunyikan sesuatu.


Lee menceritakan semuanya secara lengkap,mulai.dari kedekatannya dengan Sisil,dia yang sudah mengungkapkan perasaannya juga kedatangan dilan tadi yang membuat masalah baru untuk dirinya dan sisil.


Feiluo terseyum mendengar penjelasan adiknya.ia tak menyangka adiknya bisa jatuh hati pada seorang gadis muda dan polos itu.Dibenak Feiluo merasa senang,Lee bisa mencintai gadis yang sederhana baik dan lembut seperti Sisil.


" tenanglah Lee ,,saat ini Sisil butuh waktu sendiri...kakak yakin jika hati dan pikiran sisil sudah tenang dia akan kembali seperti sedia kala.kakak akan coba berbicara padanya.!"ucap Feiluo yang mencoba menenangkan adiknya itu.


Feiluo pun segera menuju kamar putranya yang sudah sangat ia rindukan.


Feiluo mencium kening Lion,membuat Sisil merasa ada orang didekatnya.Sisil langsung membuka matanya.


"Kak Fei sudah pulang?" ucapnya sambil mengusap air mata yang ada dipelupuk matanya,mencoba menyembunyikan kesedihannya dihadapan wanita dewasa didepannya.


"iya Sil baru saja......apa kau menangis karena Lee???" tanya Fei secara langsung tanpa basa basi.membuat Sisil gelagapan.


Sisil hanya terdiam dan membuang pandangannya kearah lain.


"kau tahu Sil,wanita yang datang kesini tadi adalan Dilan dia adalah mantan tunangan adikku.Tiga tahun lalu,tepatnya sehari sebelum pernikahan mereka,tiba tiba Dilan memutuskan untuk pergi kelondon mengejar cita citanya menjadi seorang model.tanpa membicarakan hal itu pada Lee dan kedua belah keluarga.Dilan pergi begitu saja.Dan kau tau setellah itu Lee berubah menjadi pria yang dingin dan pendiam.tapi setelah bertemu denganmu,Lee berubah kembali seperti dulu.aku juga bahagia jika kalian bisa bersama Sil,aku akan mendukung hubungan kalian....kau mengerti...?jadi percayalah pada perasaan Lee..." jelas Feiluo panjang lebar.


"Entahlah kak,,Sisil tidak ingin membahas ini dulu.......Sisil hanya ingin bilang pada kakak,karena kakak sudah kembali maka besok pagi sisil pamit kembali kekost ya kak...Sisil tidak enak berada dirumah ini lama lama..." ucap Sisil pelan pada Feiluo.


Feiluo paham dengan perasaan gadis belia itu.

__ADS_1


"kau ingin menghindari Lee,Sil??baiklah itu adalah hakmu....lebih baik kau menenangkan diri dulu....Dan kakak sangat berterima kasih kau sudah menjaga Lion dengan sangat baik.kakak akan mentranfer uang untukmu sesuai ucapan kakak dulu...kalau kakak menganggapmu seperti baby sister buat Lion."


"tidak perlu kak,,,Sisil juga bahagia bisa merawat dan menemani Lion kak...jangan sungkan..." ucap Sisil dengan seyum simpulnya.


"kau ini.....ya sudah kalau kau tidak ingin. menerimanya.....baiklah sekarang istirahatlah,!"


"kakak juga istirahat ya...pasti tubuh kakak sangat lelah..."


"kau benar sil....selamat malam..." pamit Fei yang beranjak dari kamar putranya.


Setelah Feiluo berlalu,Sisil mengambil ponselnya mencoba menghubungi dina sahabatnya.


Dengan sedikit terisak Sisil menghungi Dina."Hallo din maaf aku menghubungimu malam malam seperti ini."ucap Sisil setelah sambungan teleponnya terhubung.


"iya Sil ada apa?kau menangis Sil?kau masih berada dirumah pak Lee?" tanya Dina yang merasa cemas mendengar Sisil menangis.


"kapan kapan aku ceritakan Padamu din....aku hanya ingin meminta tolong padamu besok aku ingin libur 2 hari,aku ingin bertemu dengan ibu dan adikku..tlong kau sampaikan permohonan ijinku pada pak Agung ya din...."


"baiklah aku akan bilang pada pak Agung...tenangkanlah pikiranmu disana sil, jika kau butuh sesuatu kau bisa menghubungiku..." jawab Dina.


"Dan satu hal lagi Din,jika ada yang mencariku tlong jangan beritahu dimana alamat rumahku didesa ya..aku mohon..." ucap Sisil memelas...


"iya Sil aku mengerti maksudmu..."


"ya sudah,terima kasih ya din..selamat malam."


"sama sama sahabatku,,,malam juga...mimpi yang indah ya Sil."


Sisil menutup panggilan itu dan membaringkan tubuhnya diranjang sambil memeluk Lion.


Disisi lain Dina merasa ada masalah dengan sahabatnya itu.ada rasa cemas dihatinya.Dina sudah sangat dekat dengan Sisil.hubungan persahabatan mereka sudah terjalin selana 2 tahun ini.

__ADS_1


"kamu kenapa Sil.?apa kamu mencoba menghindari kedua pria dewasa itu....?"lirih Dina sambil menarik selimutnya kembali.


__ADS_2