
Siang ini dikantor Han's grup.Lee terlihat sedang fokus dengan laptopnya diruang kerjanya.
Terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Tok tok tok.
"masuk"ucap Lee.
Nino muncul dengan membawa beberaoa berkas.
" pak ini berkas berkas untuk meeting kita nanti dengan Fang grup.bapak periksa dulu detailnya.."ujar Nino sambil meletakkan berkas berkas itu dimeja bosnya.
"jam berapa dan dimana?" tanya Lee singkat.
"jam 10 pak,direstoran Xx." jawab nino yang masih berdiri.
Nino masih terdiam dan enggan beranjak pergi.
Lee mengerutkan kedua alisnya melihat sikap aneh asistennya itu.
"apa ada lagi yang ingin kau sampaikan?"
"Apa bapak sudah tahu,kalau selama setahun ini Feng's grup dipegang sepenuhnya oleh rival abadi bapak,bukan tuan Hui lagi.."jelas nino pelan.
Lee terdiam sejenak dan melihat kearah Nino.
" Rival.......Deren Hui Fang......???"ujar Lee yang sudah paham maksud Nino.
"sepertinya dia sendiri yang akan hadir dipertemuan meeting nanti pak." jelas Nino.
"bagus..ini akan seru...setelah sekian lama aku bisa bertemu dengan nya lagi." ucap Lee penuh percaya diri.
Di Tempat lain.
Gedung perusahaan Feng's group.
"Tuan ini data yang anda minta kemarin!.''ucap Bily menyerahkan sebuah berkas pada Deren Fang bosnya.
" bagus....cepat juga kau Bil."puji Deren pada asistennya itu.
"itu hal kecil tuan...oh ya saya ingin memberi tahu bahwa anda hari ini meeting dengan Han's grup pukul 10 direstoran Xx."
"aku hampir lupa bil...okey." ujar spontan Deren.
"kalau begitu saya kembali keruangan saya dulu tuan."
Bily memberi hormat terlebih dahulu sebelum keluar dari ruangan bosnya itu.
Deren pun mengambil berkas yang diberikan Bily tadi.membuka dan membacanya dengan teliti.
Seyum simpul terukir diwajah tampannya saat membaca data itu.yang tak lain segala sesuatu yang berhubungan dengan Sisil.
"Beifern Celia Wijaya,,,19 thn,nama yang indah dan usia yang masih belia.Teryata ayahnya orang thailand....apa ini....dia sebagai pengurus keponakan Lee.??apa ini bercanda?aku tak percaya ini....."ucap Daren sendiri didalam ruangan itu.
Pukul 10.00 tepat direstoran Xx.
Daren dan Bily sudah sudah duduk diruangan privet dalam restoran mewah itu.
Tak lama Lee dengan wajah datarnya datang bersama Nino.mereka bersalaman.
" hallo Lee lama kita tidak berjumpa...bagaimana kabarmu?"ucap deren membuka percakapan mereka.
"kabarkku baik.dan kau sendiri selama dua tahun ini ada diUSA dan tiba tiba sudah memegang kendali diFang's group.membuatku sedikit terkejut." ucap Lee masih dengan wajah dinginnya.
"yah aku sengaja dikirim oleh ayahku mengurus tender disana,dan saat aku pulang ayah menyerahkan semuanya padaku,dia ingin istirahat katanya.." jelas Deren santai.
"Dan kau apa sekarang sudah mempunyai istri...?atau kau masih mencintai adikku?"
Pertanyaan Deren ini membuat suasana hati Lee menjadi buruk,harus mengingat orang yang sudah menyakitinya.
__ADS_1
"hahaha...kau salah Deren,adikmu hanya masa lalu buatku...." jawab Lee mencoba tenang didepan semua orang.
"bagus kalau begitu,aku kira kau belum move on dari adikku......ya sudah ayo kita mulai meetingnya.?" ujar Deren yang menatap datar kearah Lee yang sudah mulai emosi.
Mereka pun melakukan meeting hampir 2 jam lamanya.lalu dilanjutkan makan siang bersama.
Setelah semua sudah selesai makan.Derenpun menyalami Lee.
"aku tak jadi menarik saham ku yang 20% itu dan semoga kesepakatan kita bisa menghasilkan keuntungan yang besar.kalau begitu aku pamit,sampai jumpa lagi Lee." ujar Deren lalu meninggalkan Lee diikuti Bily dibelangkangnya.
"awasi dia terus,kalau ada yang mencurigakan laporkan padaku aku tak ingin suatu saat nanti dia bisa mengancamku dengan saham yang ia tanam diperusahanku..'ujar Lee pada Nino sambil masih terus menatap tajam kepergian Deren Fang.
Mereka berdua segera kembali kekantor lagi.
Kedua pria tampan ini memang dari dulu selalu bersaing dalam segala hal.meskipun hubungan mereka terlihat baik baik saja dari luar tapi sebenarnya mereka ingin lebih unggul satu sama lain.,Persaingan kedua Tuan muda dari keluarga kaya ini sudah menjadi rahasia umum,.banyak insan media yang selalu mengawasi dan mengamati kehidupan mereka.
Didalam mobilnya Deren masih terdiam dikursi penunmpang.
" Bil antarkan aku kedepartemen storeku ."ucap Daren pada Bily yang duduk dikursi kemudi.
"baik tuan."
Dengan cepat mobil mewah itu sudah berhenti diloby sebuah Mall mewah yang terlihat elite itu.Daren yang merupakan salah satu pemilik dari tempat itu berjalan masuk dengan penuh wibawa.
Daren langsung menuju lantai dua tempat dijualnya berbagai macam aoutfit mewah dan berbagai asecoris.
Deren masuk kesebuah toko khusus menjual Tas perempuan yang harganya tentu tidak murah.
Melihat Daren sudah berada didepan pintu masuk,seorang karyawan mendekatinya.
"Salamat datang pak Deren ada yang bisa sata bantu?" ucap seorang karyawan wanita yang tentu sudah tau siapa Daren.sambil terseyum dan sedikit memberi hormat menyambut kedatangan bos nya itu.
"tunjukkan padaku tas edisi terbaru yang modelnya cocok untuk gadis yang masih muda." ucap Deren tegas sambil melihat lihat semua koleksi tas yang ada ditoko tersebut.
"baik pak"
Tak lama karyawan itu bersama beberapa temannya membawa Tas dengan berbagai model dan warna.
Setelah cukup lama memperhatikan satu demi satu tas yang ada dihadapannya.
Tas itu terlihat simple tapi terlihat elegant.
Lee ingat saat Sisil menolongnya gadis itu mengenakan tas punggung.jadi itu alasan Daren memilih model tas itu.
Setelah membayar tas itu dengan Black Card nya,Deren segera berjalan diloby,sudah ada Bily yang menunggunya didalam mobil.
Bily yang melihat bosnya masuk mobil sambil membawa sebuah Goody bag merasa heran karena tak biasanya bosnys itu turun tangan langsung membeli sesuatu.
"kita kembali kekantor..." ucap Daren membuyarkan lamunan Asistennya itu.
Sorenya ditoko bakery..
Sisil masih terlihat melayani pengunjung yang datang bersama Dina.
Ting....bunyi pintu toko terbuka.
Terlihat seorang pria tampan,tinggi dan masih mengenakan setelan jasnya masuk bersama asistennya yang mengikutinya.
Mengejutkan Sisil yang menyapanya.
" Nona Sisil."
panggil pria itu saat susah berada didepan meja kasir.
Mata sisil mengarah keseorang pria yang sudah berdiri didepannya itu.
Untuk beberapa saat Sisil mengingat siapa pria ini.
Mata sisil terbuka lebar saat sudah mengingat siapa pria tampan itu.
"pak Deren....anda disini?" ucap Sisil yang masih terkekut dengan kedatangan orang itu.
Deren menangkap rasa gugup dan bingung diwajah cantik sisil.membuatnya terseyum simpul.
__ADS_1
"bisakah kita berbicara sebentar.?" ucap Deren pada Sisil.
"tentu pak...silahkan ikut saya." ucap Sisil sambil menyenggol bahu Dina,memberi tanda kalau dia ingin ijin berbicara dulu dengan pria itu.Dina pun mengangguk mengiyakan.
Sisil menyuruh Deren dan Bily duduk disudut toko.
"kenapa bapak bisa tahu saya bekerja disini?dan ada perlu apa bapak mencari saya?"
Tanya sisil yang begitu penasaran dan sudah duduk didepan kedua pria tersebut.
Deren lalu mengambil Goody bag yang dibawa Bily dari tadi dan meletakkan diatas meja,menyodorkannya kearah Sisil.
"Hal mudah untuk menemukanmu nona Sisil..dan aku kesini untuk memberi ini...anggap saja ini hadiah dariku sebagai ucapan terima kasihku karena waktu itu kau sudah menolongku..." ucap Daren sambil memandang lekat Sisil.
Sisil memandangi Goody bag didepannya.
"bukalah.." perintah Daren.
Dengan ragu Sisil membuka dan melihat isi tas itu.
Mata sisil terbelalak saat melihat sebuah tas mahal didalamnya.Seketika Sisil menyodorkan lagi tas itu kearah Daren.membuat pria itu mengerutkan kedua alisnya.
"Maaf pak saya tidak bisa menerima hadiah mahal ini....saya senang bisa menolong bapak waktu itu.saya tidak mengharap imbalan apapun. ucap Sisil sambil menunduk.
Dengan jelas Deren bisa melihat expresi wajah gadis muda dihadapannya ini.telihat gugup dan apa adanya.tidak seperti wanita wanita lain yang selama ini mengejarnya.lebih berani dan matre.
" aku mohon terimalah nona...kalau begitu aku pamit dulu..."ucap Daren yang sudah berdiri tegap dan ingin berjalan keluar toko.
Sisil benar benar bingung dengan pemberian pria itu.
"Bapak tidak perlu memberi barang mahal ini pada saya.jika bapak ingin mengucapkan terima kasih ckup manraktir saya makan saja." ucap spontan Sisil agar Daren mau membawa lagi hadiah mahal itu kembali bersamanya.
Deren menoleh kearah Sisil dengan seyum simpulnya.
''baik kapan kapan aku traktir makan,tapi sebelumnya kau harus menerima hadiah ini dulu.."ucap Daren lalu berlalu pergi.
Sisil berdecak,,sambil memayunkan bibirnya merasa keinginannya menolak hadiah itu gagal...
Mau tidak mau Sisil mengambil Goody bag itu.
"apa itu Sil...?tanya Dina yang melihat sisil membawa sesuatu berjalan mendekatinya.
" nih lihat sendiri...."ucap lemas sisil.
Dina pun membuka tas itu.ia sangat terkejut melihat isinya.
"Sil ini tas mahal.....bagusss bangettt....gaji kita Setahun aja gak cukup buat beli tas ini..."ucap Dina yang masih takjud melihat tas itu.
" Tapi tunggu dulu siapa pris tampan tadi...sepertinya dia bukan pria biasa seperti pak Lee."ujar Dina lagi.
Sisil pun menceritakan pada sahabatnya itu semua kejadian dari awal,kenapa dia bisa mengenal pria tampan tadi.
"oh jadi namanya Deren....keren juga....hebat kamu sil lagi lagi kamu bisa mengenal pria dari kalangan atas..." ucap Dina yang berada disebelah Sisil.
"ah apaan sich Din....itu aja aku gak sengaja kok bisa kenal dia ....lagipula aku merasa biasa aja kenal dengan mereka." ucap Sisil santai.
Mereka melanjutkan pekerjaannya lagi.
Sementara dimobil Deren melaju pulang keapartemennya.
Deren terdiam menatap kearah luar jendela.
merasa heran dengan sikap Sisil yang baginya berbeda dengan wanita yang ia kenal selama ini.
"sepertinya nona sisil berbeda dengan wanita lain tuan?kalau perempuan lain diberi hadiah mahal pasti merasa senang tapi nona sisil justru merasa takut dan gugup.." ujar Bily yang masih mengemudi.
Deren terseyum mendengar ucapan Bily.
"apa kau juga merasa begitu..?"tanya Deren yangnj
"iya tuan....." jawab singkat Bily.
"gadis manis yang menarik...." ucap Deren sambil kedua tangannya bersilang didada.
__ADS_1
Tanpa Deren sadari,sosok Sisil sudah menarik perhatiannya.sedikit mengisi ruang kosong dihatinya.