Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
KADO


__ADS_3

Malam yang indah telah dilalui kedua pengantin ini hingga dilanjutkan lagi pagi harinya.Kini kedua siap memulai hari yang baru dengan status yang baru.


Sore harinya.


Sisil dan Lee sudah selesai mandi bersama.Sisil lebih dulu bersiap lalu membereskan segala pakaian dan keperluannya dan sang suami karena ia akan ceek out dari hotel yang mereka inapi semalam.


"Sayang sebelum kita pulang kerumah besar,aku ingin mengajakmu kesuatu tempat dulu!" Ucap Lee yang hanya masih mengenakan handuk dipinggangnya tiba tiba melilitkan tangan besarnya pada pinggang sang istri yang sedang sibuk melipat baju.


Sisil menghentikan gerakan tangannya lalu berbalik kearah suamianya dengan wajah penasaran.


"Kemana?"


"Nanti juga kau akan tau Sayang." ucap Lee lalu mencium pipi Sisil singkat.Pria itu segera mengambil baju yang sudah disiapkan sang istri lalu mengenakannya.


Sisil mendekat dan membantu mengancingkan pakaian suaminya.


Lee begitu bahagia istrinya sangat perhatian bahkan untuk hal hal kecil sekalipun.


Lee yang sudah terlihat rapi dengan atasan Kemeja pendek yang dimasukkan kedalam celana levisnya,juga dengan sepatu hitam mengkilat dan ikat pinggang dengan warna coklat.ditambah rambut yang ditata rapi layak seperti anak muda jaman sekarang.Segera mengambil sesuatu dari dalam kantong jaketnya.


Sisil yang sedang fokus menata baju dikejutkan dengan Lee yang tiba tiba memasangkan sebuah kalung cantik dilehernya dengan leontin berbentuk hurup S n L sesuai inisial mereka berdua.dan tentunya bertabur berlian disekelilingnya.


"Apa ini Sayang??" ucap nya saat Lee sudah selesai


"ini Kado pernikahan kita sayang dariku untukmu!" jawab Lee dengan memandang lekat kedua bola mata Sisil.


"Ini cantik sekali....pasti ini mahal kan?"


"Kau suka?Untuk istriku aku tak mempermasalahkan berapapun harganya.Apapun untukmu Sayang....!"


Sisil mengangguk dengan kedua mata yang mulai berkaca kaca.


Wanita itu langsung memeluk erat tubuh suamiamya dengan erat.


"Terima kasih sayang!"


",Sama sama istriku.....aku sudah berjanji untuk selalu membuatmu bahagia.Ayo kita segera pergi dari sini!" ajak Lee yang langsung membantu menyelesaikan tugas Sisil lalu segera menarik tangan istrinya keluar dari Hotel mewah itu.


Sebuah mobil sport berwarna merah sudah menunggu mereka diloby Hotel.Dengan cepat Lee membukakan pintu untuk Sisil.


Setelah keduanya berada didalam mobil,Lee lansung melajukan mobil itu dengan cepat.


Dalam perjalanan Sisil hanya terdiam sambil sesekali melirik kearah suaminya yang fokus mengemudi.

__ADS_1


Lee yang tau sikap istrinya itu menarik satu tangannya lalu mengenggamnya kuat.


Dan Sisil hanya terseyum lembut kearah suaminya itu.


Tak lama Mobil itu sampai didepan gerbang sebuah rumah mewah dikawasan perumahan elite.gerbang itu secara otomatis terbuka saat mobil Lee hendak masuk.


Mobil itu lalu berhenti tepat dihalaman luas depan rumah yang terlihat besar dan mewah dengan gaya eropa.Rumah yang didomimasi car warna putih abu dan kream itu terlihat sangat cantik dengan ornamen batu marmer disetiap dinding,tiang dan lantai rumah itu.


Lee segera membukakan pintu untuk Istri tercintanya itu.


Sisil yang sedari tadi mengamati rumah itu merasa bingung.


"Sayang ini rumah siapa,mewah sekali!" ujar nya saat sudah keluar dari dalam mobil.


Lee terseyum lembut.


"Ayo masuk!" ajak Lee yang langsung menarik tangan Sisil masuk kedalam rumah.


Sisil semakin dibuat kagum dengan interior rumah itu.


Lee dan Sisil berhenti diruang tengah.


Lee memandang lekat kedua bola mata istrinya.


"Ini rumah kita sayang,,ini Kado dari ku untukmu...!" ujar Lee sambil menarik pinggang Sisil merapat ketubuhnya.


"Hah.....aku benar benar tak menyangka kau sudah menyiapkan semuanya.terima kasih suamiku...!" ucap wanita muda itu lalu memeluk erat tubuh suaminya


"Sama sama Sayang,tapi maaf rumah ini tak sebesar rumah besar,,!".


" Kau ini bilang apa,ini sudah lebih dari cukup.Lalu bagaimana dengan Apartemen?"tanya Sisil yang penasaran.


"Biar Ibu dan Jeno yang menempatinya,bukankah Jeno sudah akan mulai bekerja dikantorku besok!"


Sisil semakin bahagia dan kagum dengan kebaikan hati suaminya itu.


Sisil spontan mencium bibir Lee kilat.membuat Lee sempat terkejut dengan sikap Sisil ini.


"Terima kasih Sayang kau begitu baik...!"


Lee lalu menggendong tubuh Sisil ala bridel menuju lantai dua.


"Kita lihat kamar kita okey...!"

__ADS_1


Sisil hanya mengangguk manis.


Lee menurunkan tubuh Sisil saat sudah berasa dikamar mewah nan besar itu.Kamar yang terlihat sangat indah dengan balkon disudut luarnya.tentu didalam dilengkapi kamar mandi dan ruang wadrope yang mewah pula.


Lee memeluk Sisil dari belakang dengan posesif.meletakkan dagu nya bersandar pada bahu sisil.


" Kau suka sayang?"


"Tentu suamiku.Kini aku merasa sangat beruntung memiliki suami yang bukan hanya super tampan,tapi baik,perhatian,lembut dan romantis" ucap Sisil yang sudah membalikkan tubuhnya menghadap kearah Lee yang sudah menarapnya intenz.


Lee terseyum mendengar pujian dari istrinya itu.


"Benar kau tidak menyesal menikah dengan pria tua seperti ini?" goda Lee.


"Apa aku harus membuktikan nya?" ucap Sisil dengan santainya.


"Tentu......!" jawab Lee ringan.


Sisil lansung mencium kening,hidung,kedua pipi Lee lalu bibirnya kilas.


"Aku sangat mencintaimu Lee Zhang Han,,jangan pernah tinggalkan aku!"


Lee sangat senang mendengar ucapan sang Istri.


Ia dengan cepat menggendong tubuh ramping itu lalu merebahkannya diatas ranjang king Size mereka yang baru itu.


Lee menciumi seluruh wajah Sisil lalu ******* habis bibir sisil yang menjadi candunya.Kedua nya berciuman cukup lama hingga Lee turun kebawah keleher jenjang Sisil yang putih mulus itu.


",Sayang....sudah ya jangan nakal sekarang?" ucap Sisil tiba tiba.


Lee menghentikan aksinya dan mendekati wajah Sisil.


"Kenapa?"


"Bukankah kita mau kerumah besar,pasti papa mama sudah menunggu kita.Kita lanjutkan nanti malam ya Sayang...!''ucap Sisik dengan lembut mencoba memberi penjelasan pada suaminya yang hasratnya sudah hampir berada dipuncak.


Lee menghela nafas kasar lalu menjatuhkan tubuhnya kesamping Sisil.


" Aku hampir lupa....hufttttt Kalau tidak ingat mama papa aku pasti sudah membuatmu lemas lagi sayang.."


"ihhh dasar....." gemas Sisil lalu mencubit lengan Lee yang berotot itu.


"Aueww sakit sayang....yasudah ayo sayang...!"

__ADS_1


Keduanya segera berdiri dan merapikan baju mereka yang sedikit kusut.


Dengan cepat mereka segera bergegas menuju rumah besar kediaman Hans yang berada tak jauh dari rumah baru milik Lee dan Sisil berada.


__ADS_2