Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Galak dan Marah


__ADS_3

Terus dukung karya Author dengan Like dan Komenmu ya....!!!terima kasih.


Sisil segera menarik lengan Lee dan sedikit memapah tubuh tegap pria dewasa itu menuju mobil yang sudah berada diloby hotel Bintang lima itu.


Mereka segera masuk mobil dan langsung pulang menuju Apartement Lee.


Diperjalanan sampai masuk kedalam apartement,mereka hanya terdiam.


Sisil mendudukkan tubuh Lee disofa ruang tamu lalu ia segera mengambil air hangat dan kotak P3K.


Tak lama Sisil langsung duduk berhadapan dengan Lee.tanpa suara dan dengan pelan Gadis itu mulai mengompres luka diwajah Lee yang lumayan banyak.karena Daren adalah lawan yang cukup imbang buat Lee.


Lee hanya terdiam dan sesekali meringis merasakan sakit saat Sisil menyentuh luka diwajahnya.


Lee menatap dan memandangi wajah cantik gadisnya dengan jarak yang lumayan dekat.Membuat Sisil merasa risi dan cepat cepat ingin menyelesaikan pekerjaannya.


"Sayang..terima kasih karena kau menerima lamaranku...tapi kenapa dari tadi kau hanya diam,apa kau marah?"tanya Lee sambil memegang tangan Sisil yang sedang mengopres wajahnya.


Sisil masih terdiam dan tak mau menatap mata Lee.


Sampai Sisil sudah selesai dan hendak berdiri tapi tangan Lee dengan cepat menarik pinggang Sisil hingga terjatuh dalam pelukannya.dan mereka dalam posisi terlentang disofa dengan tubuh Sisil menindih tubuh Lee dibawahnya.


Pandangan mereka beradu untuk beberapa saat.


" Lepasin pak,Sisil mau ganti baju!"ujar Sisil dengan nada yang terdengar sedikit kasar.


Bukannya melepas pelukannya Lee justru semakin menguatkannya.tanpa sengaja Lee melihat belahan dada Sisil yang terhimpit dengan dadanya tepat dihadapannya.spontan Sisil menutupinya dengan kedua tangannya.memang gaun yang dikenakan Sisil cukup terbuka diarea dada.ekspresi wajah Sisil menjadi salah tingkah.


"bapak Liat apa.....dasar curi curi kesempatan....!ujar Siniz Sisil yang merasa kesal.


Lee hanya terseyum melihat gadisnya itu merajuk.


" Kenapa memang kalau aku lihat itu bukankah nanti kalau kita sudah menikah itu akan menjadi milikku."jawab Lee santai dan masih memeluk erat gadisnya.


Sisil merasa sebal dengan jawaban Lee dan berusaha meronta agar bisa bangun dari pelukan Lee.


"Diam sayang atau aku akan memakanmu sekarang!!!apa kau tak merasa ada yang mulai mengeras disana?"


Seketika mata sisil membulat mendengar ucapan Lee yang vulgar itu.dia juga merasa ada sesutu yang menempel dipahanya dan mulai mengeras.


Sisilpun menyerah dan hanya diam dipelukan pria dewasa itu.


"Cup..." satu kecupan kilat mendarat dibibir Sisil.tanpa gadis itu bisa menolaknya.


"Malam ini kau begitu cantik sayang,semakin membuatku tak bisa jauh darimu" ucap lirih Lee disamping telinga Sisil.membuat hati gadis muda itu berdesir kuat.pipi sisil seketika merona.


Namun dengan cepat Sisi kembali sadar.


"Sudah gombalnya?lepasin ga?" ucap Sisil dengan lugas.


Lee terseyum kecil melihat sikap Sisil.


"Ternyata gadisku ini bisa galak juga ya....baik kulepas,tapi ambilkan aku baju ganti ya sayang..!"


Lee pun melepas dekapannya kesisil.dengan cepat gadis itu bangun dan berjalan kearah kamar untuk segera berganti baju.

__ADS_1


Lee pun menunggu dengan menyandarakan kepalanya disandaran sofa.


Tak lama sisil kembali dengan mengenakan setelan baby dol pendek dengan membawa kaos Lee ditangannya.


Sisil lalu menyerahkan kaos itu pada Lee.


"Sayang bantu aku melepas jas dan kemejaku,tubuhku masih terasa sakit." pinta Lee dengan nada manja.


"Dasar Manja." ucap Sisil sambil memanyunkan bibirnya lalu duduk disebelah Lee.


Mau tidak mau Sisil menuruti kemauan Lee.


Dengan pelan Sisil membantu melepas jas Lee,lalu perlahan membuka kancing kemeja Lee hingga terbuka semua.Seketika dada Sisil berdetak cepat saat melihat tubuh kekar itu,begitu sexi dengan dada bidang dan perut sixspaknya.Sisil juga baru menyadari ada sebuah Tatto kecil bergambar Naga didada kiri Lee.


Lee terseyum melihat expresi wajah gadisnya sampai Sisil memakaikannya kaos.


"apa kau suka tatto ku?tanya spontan Lee saat melihat gadis itu merasa tertegun melihat tato ditubuhnya.


" Sisil baru menyadarinya pak..."ucap Sisil cepat.lalu segera berdiri untuk kembali kekamar.


"mau kemana sayang....ayo bantu aku berjalan kekamar!"pinta Lee karena semua tubuhnya masih terasa sakit karena perkelahian dengan daren tadi.


Sisil pun merangkul Lee sambil berjalan kekamar.


Setelah Lee berbaring diranjang,Sisil mencoba untuk pergi kekamar lain tapi lagi lagi tangan Lee menariknya hingga terduduk dipinggiran ranjang.


" Kau harus tidur disini sayang,,kau kan calon istriku..."perintah Lee dengan nada intimidasi.


"Tapi pak....."


"Aku tidak suka dibantah,ingat itu...!"


Sisil segera membaringkan tubuhnya kesisi ranjang yang kosong.Sisil menarik selimut menutupi tubuhnya dan tidur dengan posisi memunggungi Lee.gadis itu tak memperdulikan pria disampingnya dan mencoba memejamkan matanya yang mulai ngantuk.


Tapi matanya kembali terbuka saat merasa ada tangan kekar yang memeluk tubuhnya.


Lee terus mencumbui tengkuk leher belakang Sisil membuat gadis itu hampir hilang kendali.


"Hentikan....apa bapak tidak bisa langsung tidur saja..kenapa terus mesum seperti itu.!!protes Sisil tanpa memalingkan wajahnya.


"Asal kau tidak marah lagi denganku..dan wajarlah aku begini dengan calon istriku..." ucap Lee santai.


"Gimana Sisil gak marah,bapak tuh kayak anak kecil,kenapa harus meladeni tuan Daren berkelahi,apalagi didepan orang banyak dan wartawan seperti itu bapak hampir bertindak bodoh.coba kalau Sisil gak cepat berdiri diantara dua pistol bapak dan tuan Daren,apa kalian tetap akan saling menembak..ahhhhh Sisil juga malu pasti besok banyak media yang memberitakaan kejadian tadi." ucap Sisil yang memarahi Lee dengan nada tinggi.


Lee terseyum dan semakin mengeratkan pelukannya ketubuh Sisil.


"sudah ngomel nya??"


"Apa bapak bilang???"


"Iya kamu tuh udah selesai belum ngomel ngomelnya sama aku....kamu tuh lucu banget kalau lagi marah."


"yaudah terserah bapak lah....Sisil mau tidur...."sisil yang merasa sebal dengan ledekan Lee.


" iya iya sayang,,Maaf ya tadi aku hampir hilang kendali....tapi itu semua juga karena Daren dulu yang memancingku.Karena aku tak akan membiarkan pria siapapun mendekati atau merebutmu dariku....ingat itu aku bisa lebih parah dari tadi,, jika ada yang berani macam macam denganmu."ucap Lee dengan tegas disamping telinga Sisil.

__ADS_1


membuat Sisil sedikit takut dengan nada ancaman yang keluar dari mulut Lee.


Sisil hanya bisa mencoba diam dan terus mengigit bibir bawahnya saat Lee terus menciumi lehernya dan sesekali menghisap Leher Sisil memberikan tanda merah kepemilikannya.


Seolah Sisil tak bisa menolaknya dan mulai menikmati sentuhan sentuhan pria dewasa itu.


Hingga akhirnya Sisil tertidur pulas.diikuti Lee yang sudah puas mencumbui gadisnya.


Pagipun datang.


Sisil mulai menggerakkan tubuhnya pelan menggeliat tapi langsung terasa berat.ternyata posisinya berubah,dia sudah menghadap dengan tangan Lee memeluknya erat.saat membuka mata wajahnya sudah meringkuk bersandar didada bidang Lee.Sisil segera menjauh tapi tak bisa.


Dan saat mendongakkan kepalanya,Sisil sangat terkejut ternyata Lee sudah lebih dulu bangun dan menatapnya intenz.


"pagi sayang,apa tidurmu nyenyak??"


"Sejak kapan bapak bangun?"


"Sejak tadi....Ayo cepat mandi aku akan mengajakmu kesuatu tempat hari ini kau liburkan?"


"Kemana?kenapa bapak bisa tahu kalau hari ini Sisil libur...?"


"aku ini calon suamimu....jadi aku harus tau jadwalmu sayang....ayo cepat bangun atau kau mau aku peluk seperti ini terus...??goda Lee.


Sisil tertegun dengan ucapan Lee tentang calon Suami....Sisil baru ingat semalam dia menerima lamaran pria itu.


Sisil benar benar tak percaya dirinya kini adalah calon istri seorang Lee.


" Sayang kenapa kau malah melamun...apa kau ingin aku mandikan?"ucap Lee spontan saat melihat sisil melamun dipelukannya.


Reflek Sisil langsung bangun menuju kamar mandi.Lee hanya bisa terseyum melihat tingkah laku gadisnya.


Setelah Sisil mandi dan berkaca,dia baru sadar dengan banyaknya tanda merah dilehernya.Gadis itu terperanga melihat hasil perbuatan Lee itu ditubuhnya.Dengan masih mengenakan kimono handuknya Sisil yang merasa sebal langsung keluar menghampiri Lee yang duduk bersandar ditepian ranjang sambil memainkan ponselnya.


Bugggg...satu pukulan mengenai lengan lee.


"Awauuuuuu.....kau ini kenapa sayang,tiba tiba memukulku...." protes Lee.


Sisil berdiri sambil menatap tajam Lee.


"Lihat ini....apa yang bapak lakukan....???" ucap Sisil yang marah sambil menunjukan lehernya yang penuh tanda merah.


Lee hanya terseyum sambil menaikkan kedua alisnya.


"Kenapa memang...?Dimalam pertama kita nanti aku akan memberimu lebih banyak dari itu...bahkan disekujur tubuhmu." ucap Lee dengan santainya.


seketika buku kuduk sisil meremang.


"" Apa bapak gila....ckk bagaimana Sisil menutupinya sekarang...?"ucap Sisil yang sudah menunduk.


Lee segera berdiri menghampiri gadisnya.lalu mengenggam tangan sisil didadanya.


"maaf ya sayang...habisnya lehermu begitu menggodaku,,,begini saja kau tutupi dengan syalku saja...bagaimana...?" ucap Lee pelan.


Sisil hanya mengangguk menerima tawaran Lee dengan bibirnya yang masih cemberut.

__ADS_1


"Gadis pintar.." ucap Lee sambil mengusap lembut kepala Sisil.


Mereka pun segera bersiap siap untuk segera pergi kesuatu tempatt.


__ADS_2