
Satu bulan berlalu.
Setelah kepulangan pengantin baru itu dari negri gingseng,mereka langsung memempati rumah baru mereka.sementara apartemen.Lee ditempati oleh Jeno dan ibunya.
Sisil begitu menikmati posisinya sebagai seorang istri,hidup penuh kebahagiaan bersama san suami dirumah mewah itu.
Pagi hari sisil terlihat sibuk didapur ia sampai tak sadar suaminya sudah bangun.
"Sayang kau sudah bangun?" tanya Sisil saat sepasang tangan kekar melilit perut rampingnya.
"Hemmm,,,,sedang masak apa?"tanya Lee dengan suara khasnya.
" Nasi goreng...mandilah dulu baru kita bersama sarapan!"ucap sisil lembut.
"Mandiin ya!'ucap Lee manja.
" Aku sudah mandi sayang!"
"Ck......!" Lee berdecak lalu menciumi leher putih sisil.
"Sayang hentikan ...geli...aku.masih memasak!" ucap Sisil yang memang paling tidak bisa menahan geli didaerah sensitif itu.
"Morning kiss dulu!"
Dengan cepat Sisil mematikan kompornya lalu berbalik kearah Lee.pandangan nya menyelami kedalaman tatapan Lee yang mulai berkabut.
"Cup......" Ciuman kilat Sisil dibibir sang suami.
"Gitu aja..apa tidak boleh kita main satu ronde sayang?"
"Sayang......!" ucap Sisil sambil melotot.
"iya iya sudah aku mandi.....tapi nanti dikantor ya!" ucap Lee sambil berjalan kekamarnya.
Sisil hanya menggeleng gelengkan kepalanya,merasa gemas dengan hasrat suaminya yang tak pernah puas padahal sudah setiap malam mereka berolah raga panas.
Setelah beberapa saat Lee sudah terlihat rapi mengenakan kemeja hitam dan celana merah maron dengan dasi ditangannya turun menuju ruang makan.
Sisil lalu dengan sigap memasangkan dasi untuk suaminya.
Lee mamandang lekat setiap inci wajah cantik Sisil dari jarak yang begitu dekat.
Sementara Sisil menahan kecanggungan saat suaminya terus menatapnya.
"Suamiku sudah sangat tampan dan wangi....Awasnya kalau macam macam diluar!" ucap Sisil setelah selesai memasangkan dasi Lee lalu dengan cepat Lee merangkul pinggang Ramping Sisil agar tak.pergi.
"Aku tak tertarik dengan wanita diluar sana,Aku hanya tergoda dengan tubuh istriku ini!''jawab Lee sambil menoel ujung hidung Sisil yang mancung.
Sisil memeluk erat tubuh suaminya yang kokoh itu.
" Jaga hatimu ya Sayang saat kau tak bersamaku!"
"Kau juga ya.....Aku mencintaimu my wife!"ujar Lee sambil mengeratkan pelukannya.
"Aku juga mencintaimu my husband.!"
"Yasudah,ayo kita sarapan sayang....!"
Keduanya melepas pelukan dan duduk bersampingan.
"Sayang nanti boleh aku kekantor Dina aku merindukannya,Aku janji,jam makan siang sudah berada dikantormu!"
__ADS_1
"Tentu sayang biar supir yang mengantarmu tapi kau harus selalu berhati hati ya!"
Sisil mengangguk dengan seyuman.
"Terima kasih sayang."
Setelah selesai makan,Sisil memakaian jas suaminya.
Diluar sudah ada Nino yang menunggu.
"Pagi Tuan,Pagi nona..sapa Nino saat melihat kedua atasanya muncul.
" Pagi juga Kak...."sapa Sisil ramah sementara Lee hanya mengangguk.
Sebelum masuk mobil,Lee mencium kening sisil lama.
"Aku berangkat dulu Sayang...ingat selalu berhati hati.!"
"Okey sayang!"
Setelah mobil Lee pergi berlalu Sisil segera bersiap siap untuk pergi keKantor dina.
Pukul 9 pagi.
Mobil yang mengantar Sisil sampai digedung tinggi perusahaan Santosa Grup.
Sisil langsung menuju ruangan sahabatnya itu dan disambut oleh Rangga assiten Dian.Semua karyawan disitu sudah mengetahui siapa Sisil.Gadia cantik yang menyandang istri seorang CEO tampan pemimpin Hans Group dan juga sahabat dekat dari Dina bos besar mereka.
"Ibu Dina ada Kak?"
"Ada Nona,silahkan!" ucap Rangga.
Sisil masuk dan melihat Dina sedang membaca sebuah berkas.
Seketika Dina menoleh dan terseyum pada Sisil.
" Sisil........kau datang.....!"Dina berdiri dan memeluk sahabatnya.
"Apa aku menganggumu?"tanya Sisil setelah mereka duduk disofa.
"Tidak lah.....Kita kan sudah sebulan tidak bertemu,Aku merindukammu Sil!"
"Sama Din aku juga....!"
"Oh ya gimana bulan madumu diKorea,,pasti seneng banget ya...itukan negara favorit kamu Sil.!"
"Kau benar bahkan aku sempat bertemu dan berbincang dengan idolaku,yesung..!"
"What.....kok bisa??" ucap Dina yang merasa terkejut.pasalnya seorang Idol Korea biasanya akan sulit ditemui.
Sisil pun menceritakan semuanya pada Dina termasuk kegilaan Gerald.
Dina dibuat melongo sakit terkejutnya.
"Gila tuh orang......padahal dia kan sahabat suamimu....tapi aku akui cara dia keren untuk menarik perhatianmu Sil.paling tidak kau tidak akan menyangka kan bertemu idolamu itu.!"
"iya memang seperti mimpi.Tapi aku masih takut jika pria itu tiba tiba datang keIndonesia."
"Tenang Sil,,Ada suamimu,Aku dan Daren.Kami dari tiga pimpinan perusahaan besar punya koneksi yang Luas dan kuat jadi kalau tuh orang berani macam macam,itu tidak akan mudah."
"Iya aku beruntung dikelilingi orang orang hebat dan kuat.Oh ya bagaimana hubunganmu dengan Tuan Daren?" tanya Sisil yang tiba tiba ingat pria tampan yang dulu sangat mencintainya itu.
__ADS_1
"Hubungan kami lancar Sil,Kami masih saling mencoba memahami sifat dan watak masing masing.Sebentar lagi dia juga akan kesini!"
"Oh ya.....aku berdoa semoga kalian cepat menyusulku!" ucap Sisil.
"Maksih ya Sil"
Benar saja tak lama Daren datang.
"Sisil.....bagaimana kabarmu?"sapa Daren yang baru saja masuk.
" Baik Tuan Daren,Anda sendiri?"
"Aku juga baik,,,bagaimana pernikahanmu,kau bahagia kan?" tanya Daren yang masih terlihat khawatir pada Sisil dan itu sangat dimengerti oleh Dina.
"Aku sangat bahagia tuan Daren...anda dan Dina juga harus bahagia!" ucao Sisil sambil melirik kearah sahabatnya.
Daren terseyum simpul.
"Doakan saja ya Sil.oh ya jangan panggil aku Tuan lagi.panggil nama ku saja,kita kan sudah menjadi keluarga.
Sisil awalnya ragu,tapi dia mengangguk padanya.
" Baik Daren.....!"ucap Sisil.
Mereka pun duduk berbincang.Dina menceritakan semua kegilaan Geraald pada Sisil saat diKorea pada Daren.
Daren sangat terkejut karena ia juga sangat mengenal Gerald.
"Aku sangat mengenal Gerald....Aku tak menyangka dia bisa melakukan itu pada istri sahabatnya sendiri!"
"Jadi kau mengenalnya?" tanya Dina.
"Tentu,Kami sama sama berkuliah diluar negri.Dan kalian tahu Gerald sekarang adalah salah satu pengusaha sukses di kawasan Asia.Aku,Lee dan Gerald kami sama sama teman sekaligus pesaing yang imbang dipasaran Asia saat ini.
" Wah....kelihatannya kali ini Lee mendapat saingan yang sepadan!"ucap Spontan Dina yang membuat Sisil semakin takut.
"Tapi kau jangan takut ada kami yang akan melindungimu!"Ucap Dina sambil mengusap bahu Sisil pelan.
" Dina benar kau tenang saja.ini Indonesia dia tak akan berani bertindak gegagah seperti saat diKorea karena memang negara itu adalah negaranya.Jika Gerald benar benar datang keIndonesia maka aku pasti dengan cepat langsung tahu kedatangannya.Dan aku akan menyiapkan langkah langkah untuk menghadapinya bersama Lee."
"Terima kasih Daren..Dina...kalian begitu baik padaku!"
"Sama sama Sil.....apa kita bisa makan siang bersama?" tanya Dina karena tak terasa waktu sudah hampir jam makan Siang.
"Maaf lain kali saja ya......aku harus kekantor suamiku, aku tadi sudah berjanji padanya.tidak apa apa kan?" ucap Sisil dengan rasa tidak enaknya.
"Tidak apa apa Sil,,tenang saja.Baik lah Lain kali ya,Janji....!" ucap Dina.
"Okey aku janji Din...kalau begitu aku pamit dulu.sampai jumpa lagi Daren...!"
"Hati hati Sil!" ucap Daren saat melihat Sisil dan Dina saling melepas peluk.
Sisil pun keluar dari ruangan Dina dan secepatnya menuju kantor suaminya.
"Sepertinya Gerald tidak main main Aku tau bagaimana sifatnya!" ucap Daren saat Sisil sudah berlalu.
"Aku jadi khawatir pada Sisil!" ucap Dina dipelukan Daren.
"Tenanglah Sayang.Kita tunggu saja Kedatangan pria ambisius itu,Dan pastinya Lee lebih tau apa tang harus dia lakukan untuk melindungi istrinya."
"Hemm Kau benar....bisakah kita makan diluar?" tanya Dina dengan seyum manisnya.
__ADS_1
"Tentu...Ayo sayang...!" ajak Daren lalu menggandeng tangan Dina keluar.
Hubungan mereka semakin hangat.Dengan berjalannya waktu Daren bisa sedikit demi sedikit melupakan Sisil meskipun Sisil masih ada dihatinya yang terdalam.Tapi dengan melihat ketulusan hati Dina,membuat Daren berjanji untuk memulai semuanya dengan gadis manis itu.