Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Keseriusanku


__ADS_3

Kediaman Mewah keluarga Han's.


Sepasang sejoli yang telah menempuh perjalanan cukup jauh terlihat sudah duduk disofa ruang tengah.


"Momy.......!!!" Teriak Lion yang berlari turun dari lantai dua kamarnya.


"Tampan.....Momy sangat merindukanmu sayang...dimama Mama??" Ucap Sisil yang memeluk erat anak berusia 4 tahun itu.


"Lion juga kangen banget sama momy....ehmmm mama sedang dibutik,sebentar lagi pulang...!" Ucap Lion dengan seyum imutnya.


Lee yang dari tadi duduk disamping Sisil merasa diabaikan.


"Dady mandi dulu Boy,gerah....Sayang mulai sekarang kau tinggal dikamarku bukan dikamar Lion lagi!" Ujar Lee dengan nada yang tegas.


Sisil hanya bisa patuh pada calon suaminya itu.Gadis itu lalu melanjutkan canda tawanya dengan jagoannya itu.


Tak berselang lama Feiluo tiba.


"Sisil....Akhirnya kau kembali...Kakak begitu senang...maafkan adik kakak yang bodoh itu ya...!" ucap Fei sambil memeluk erat calon adik iparnya itu.


"Hehhh siapa yang bodoh kak??jangan bicara sembarangan didepan calon istriku!" ucap Lee yang terlihat sebal dari ujung tangga.


Pria itu sudah terlihat fres dengan mandi kilatnya.


Sisil hanya menahan tawanya melihat raut wajah calon suaminya itu.


Memang hanya Kak Fei yang berani bicara begitu pada seorang Lee.


"Kenapa kau kesal....sudah jangan jaga image didepan calon istrimu!"


Feiluo samakin meledek adiknya itu.


"Aku ingin membicarakan hal penting kak!"


Ujar Pria dewasa itu saat sudah duduk disofa menyilangkan kaki kanan diatas kaki kirinya.


"Kesinilah Sayang..!" Perintah Lee pada Sisil untuk duduk disebelahnya.


Sisil pun langsung berdiri dan duduk disamping calon suaminya itu.


"Katakan!" Ucap Fei datar.


''Aku ingin menikah seminggu lagi Kak,,itu bukti keseriusanku pada Sisil.!"


Glek....Sisil tersedak salivanya sendiri,Ternyata Pria dewasa itu tak main main dengan ucapannya.Sisil melotot kearah Lee yang memandang lurus kearah Feiluo.


Berbanding terbalik dengan ekspresi Sisil,Feiluo terseyum simpul.

__ADS_1


"Baik kalau itu maumu...Kakak akan bantu semua persiapannya ,,oh ya untuk Gaun pernikahan Sisil sebenarnya sudah kakak rancang.jadi tinggal Finising akhir.!" ujar Feiluo tenang.


"Tapi Kak...apa ini tidak terlalu cepat??" Tanya Sisil yang wajahnya sudah terlihat bingung.


"Lebih cepat lebih baik kan Sil ,lagi pula usia Lee juga sudah sangat matang....Kau tenang saja dan cukup diam,biar Kakak yang mengurus semuanya.!" ujar Feiluo yang terlihat tegas dengan sorot mata yang tenang.


Sisil pun tak bisa menolak lagi.ia harus bisa menyiapkan hati dan mentalnya karena waktu yang terlalu singkat.


"Kau dengar kan Sayang,Kakak yang akan mengurus semuanya...!"


"Kalau begitu sebaiknya kalian secepatnya keBali,temui Papa dan Mama untuk mengatakan kabar gembira ini.sekalian perkenalan Sisil pada Papa..!"


"Iya Kak,besok pagi kami akan berangkat keBali.!"


Glek...lagi lagi Sisil dibuat terkejut dengan rencana yang dibuat oleh calon suaminya itu tanpa meminta persetujuan darinya.


"Yasudah kakak tinggal dulu..Kakak capek..!"


Feiluo pun meninggalkan keduanya bersama Lion.


Malam harinya setelah menemani Lion sampai tertidur pulas Sisil kembali kekamar calon suaminya itu.


"Sudah menidurkan Lion Sayang?" Tanya Lee yang melihat Kekasihnya berjalan mendekat padanya.


Lee yang sedang duduk bersandar ditepi ranjang heran dengan ekspresi wajah Sisil.


Sisil menatap dalam kearah manik mata Lee.


"Kau benar benar sudah mantap memilihku?"


Pertanyaan Sisil membuat Lee terseyum.


Lee menyisihkan rambut yang menutupi pipi putih Gadisnya kebelakang telinganya.


"Tentu sayang,,,Kau masih ragu denganku?" Ucap Lee yang menatap lekat sisil yang duduk didepannya.


"Bukan itu,hanya saja ini terlalu cepat...!"


"Sudah jangan berfikir macam macam...oh iya sebentar sayang!" ujar Lee lalu berdiri membuka almari nya mengambil sesuatu.


"You will mery me??" Ucapan Lee sambil menunjukkan cincin bertahta berlian yang dulu pernah sisil pakai.


Sisil sempat tertegun dengan lamaran kedua kali Lee ini.


Muncul semburat rona merah dipipi Gadis cantuk itu.Wajahnya spontan mengangguk.Ia begitu bahagia dengan lamaran sederhana ini.


''Yes I Will,Mr Lee....!!"

__ADS_1


Lee terseyum lebar,dengan cepat ia pasangkan cincin itu kejari manis gadisnya.


Lalu mencium punggung tangan Sisil lembut.


"Kau harus percaya padaku,Menikahimu cepat adalah bukti Keseriusanku padamu Sil...Jangan biarkan ada celah lagi untuk menjauhkan kita,Kau mengerti kan?"


"Aku mengerti Sayang....Aku juga ingin secepatnya menikah denganmu!" ucap Sisil mantap dengan pandangan binarnya.


Lee pun menarik tubuh Sisil kedalam pelukannya.Pelukan hangat yang menyalurkan rasa cinta keduanya.


"Sudah ayo kita tidur...besok kita berangkat pagi!"Ucap Lee yang sudah melepas pelukannya.membaringkan tubuh ramping disampingnya.ia peluk erat tubuh itu sambil mengusap lembut punggung Sisil memberi ketenangan gadisnya itu.


" Sayang jangan macam macam ya...!"Tegur Sisil sambil kendongakkan wajahnya menghadap wajah Lee.


"Iya Sayang aku paham,meskipun aku akui setiap dekat denganmu membangkitkan sisi laki lakiku tapi aku masih bisa menahannya.Aku kan juga pria normal sayang.Tapi aku kan sudah berjanji sebelum kita resmi aku tak akan menjamah itu...tapi...???" ucap Lee yang tadinya serius sekarang justru mengganntung.


"Tapi apa Sayang?" Ucap Sisil bingung.


"Kalau Yang lain boleh kan??" ucap Lee terlihat nakal.


Sisil reflex memukul dada bidang Lee yang berada didepannya.membuat pria itu terkekeh pelan.


"Jangan Nakal sayang....udah ah aku mau bobo.....!"


Baru sebentar Sisil memejamkan matanya,Lee mencium dan ******* habis bibirnya.seakan ia sudah merasa candu.


Sisil yang mulanya terkejut dan meronta kelamaan terlihat pasrah dan menikmati sentuhan itu.


"Eughhhh" suara leguhan lolos dari bibir mungilnya Saat tangan kanan Lee meremas dadanya yang besar dari luar bajunya.


Tangan Sisil terus menampik tangan Lee yang nakal,tapi lagi lagi Sisil kalah.Tangan Lee semakin menelungsup kebelakang punggungnya dengan satu gerakan cepat ia melepas pengait Bra Sisil.


Lee terus meraba dan menyentuh area sensitif itu dengan penuh hasrat.Kedua gunung kembar yang besar dan kenyal itu telah terpampang nyata didepan matanya saat tangannya dengan cepat mengangkat baju Sisil Keatas.Alhasil Sisil sekarang terlihat telanjang setengah badan.


"Sayang apa yang kau Lakukan?" Ucap Sisil gugup sambil menutupi dadanya dengan menyilangkan kedua tangannya.


"Hanya sedikit sayang....kumohon tidak lebih...!" ucap Pria itu dengan memelas.


"Ini sudahkan kan?sudah lihat."


Dengan cepat Sisil memakai bajunya lagi,sedangkan Lee mengerucutkan bibirnya karena aksinya gagal.


"Sudah cpetan bobo!! kalau masih nakal aku pindah kekamar Lion lho...!"


Dengan ucapan Sisil yang sedikit mengancam pria dewasa itu pun patuh.


Lee segera memejamkan matanya meskipun hatinya sebal,,Tapi dari pada Sisil pergi lebih baik ia mengalah dulu.

__ADS_1


Sisil yang menahan tawanya membaringkan tubuhnya menyamping sambil mengusap lembut pipi Lee sampai pria itu benar benar terlelap.Ia tak menyangka seorang Lee bisa tunduk padanya.


__ADS_2