Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Tempat Baru.


__ADS_3

Seminggu sudah Sisil berada dirumahnya.Selama itu pula ia hanya berdiam diri dikamarnya dan lebih banyak terdiam.


Itu membuat ibu dan adiknya merasa khawatir dan bingung harus bagaimana menghibur sisil.


Sore hari itu Jeno berniat mengajak kakaknya berjalan jalan menikmati pemandangan Kebuh Teh yang berada tak jauh dari rumah mereka.


"Kak ayo kita jalan jalan kekebun teh...!Apa kakak gak bosen dikamar terus?"


Sisil terdiam sesaat memikirkan ucapan adiknya itu.


"Iya Kakak bosen Jen,Ayo kita pergi sekarang.....!!!Jawab Sisil yang mencoba untuk ceria kembali.


Jeno pun mengandeng tangan Kakaknya keluar rumah setelah berpamitan pada ibunya.


Kedua kakak beradik itu berjalan pelan sambil menikmati pemandangan indah disekeliling mereka.udara sore begitu segar terasa.


Sisil merasakan kedamaian dan ketenangan saat melihat hamparan hijau yang luas didepannya.melupakan sejenak kepedihannya.Gadis itu memejamkan matanya menikmati suasana yang baginya sangat nyaman itu.


Jeno melihat ada segurat seyum yang nampak diwajah cantik kakaknya itu.Sebagai seorang adik,Ia ingin kakak perempuannya itu bahagia.


Sampai suara sapaan mengejutkan keduanya.


"Sisil,,Jeno.....Kalian disini juga?Sapa seorang pria yang tak lain adalah Denis.Pria tampan berusia 23 tahun.


Jeno dan Sisil sontak menoleh kearah suara.


" Kak Deniz....!"Ucap Sisil yang merasa terkejut bisa bertemu dengan pria itu lagi.


"Sil ,Jen bagaimana kbar kalian?" sapa Danis yang sudah berdiri mendekat.


"Kami baik Kak....!Jawab Jeno yang juga sudah mengenal Deniz dari kecil.


" Sudah lama kita tidak bertemu ya Sil,Maaf aku belum memberimu selamat atas pertunanganmu dengan Pak Lee tempo hari,,Sekali lagi Selamat ya....!"Ucap Denis sambil mengulurkan tangannya.


Sisil yang tadinya terseyum lebar berubah sendu dan hanya terseyum kecut kearah Denis.


Sementara Jeno langsung menggelengkan kepala nya pelan seakan memberi isyarat pada Denis untuk tidak membahas hal itu.


Deniz yang mengerti langsung menarik tangannya dengan banyak pertanyaan dibenaknya.


Kemudian Jeno segera mengalihkan pembicaraan mereka.


"Kak Denis lg liburan dikampung ya?" Tanya Jeno sambil melirik kearah kakaknya yang melamun.


"Iya Jen,Kakak rindu rumah...oh ya Sil sedang sibuk apa sekarang?" Tanya spontan Denis memancing Sisil yang terdiam.

__ADS_1


"Sisil nganggur Kak.....mugkin Sisil besok akan mencari pekerjaan...!"


Denis mengerutkan keningnya mendengar jawaban Sisil.Hingga ia berniat membantu gadis itu.


"Kamu mau kerja direstoran pinggir pantai gak?Kebetulan aku punya teman yang buka restoran disana.aku bisa merekomemdasikanmu."


Sisil terdiam sesaat.ia berfikir ini adalah tawaran yang cukup bagus.Yang penting dia bisa bekerja.


"Sisil mau kak,tapi apa tidak merepotkan kakak?"


Denis lega Sisil mau menerima tawarannya.


"Tidak kok Sil.Disana nanti aku akan menemanimu mencari tempat kos juga,kebetulah anak cabang perusahaanku dekat dengan restoran itu,jadi aku bisa sesekali menemuimu jika aku sedang tugas disana."


"Sisil serius mau Kak...!" Jawab Sisil antusias.


"Yasudah besok pagi kita berangkat ya,karena tempatnya lumayan jauh dari kota bandung.besok aku jemput!"


Sisil mengangguk mantap.


"Yasudah aku pulang dulu ya Sil,Jin.aku ada urusan lain.sampai jumpa besok ya!"


Deniz pun pergi berlalu meninggalkan keduanya.


"Kakak yakin mau kerja ikut Kak Deniz?Tanya Jeno sesaat setelah Denis pergi.


Jeno merasakan kesedihan yang mendalam dimata kakaknya itu.


''Kak...!"panggil jeno lirih.


Membuat Sisil menoleh.


"Apa??"


"Apa kakak ingin melupakan Pak Lee??


Sisil tertegun dengan pertanyaan Jeno.


Sisil hanya memalingkan wajahnya dengan seyum kecut diwajahnya.


" Kakak sangat mencintainya kan?"Tanya Jeno lagi karena Sisil hanya terdiam.


Dengan tatapan lurus kedepan sisil menjawab pertanyaan adiknya itu.


"Iya Jen,Kakak baru sadar kalau kakak ternyata sangat mencintainya.Kakak baru merasa saat Dia berubah menjauh Jen.rasanya sangat sakit....!"

__ADS_1


"Lalu kenapa Kakak pergi?Harusnya Kakak bertahan!"


Sisil menatap lekat Jeno.


"Mungkin harus seperti ini Jen,kakak pasrah.Mungkin hanya waktu yang akan menjawab semuanya.Kalau Dia bukan jodoh kakak dia akan melupakan Kakak selamanya.Tapi kalau dia jodoh Kakak,dia akan mengingat semuanya.Yang jelas Kakak tidak berniat melupakan atau membencinya Jen,ini semua karena keadaan..!"


Jeno memeluk erat saudara perempuannya itu.berusaha menguatkan wanita yang sudah berkorban banyak untuk dirinya itu.


"Kakak harus semangat ya...Jeno yakin suatu saat nanti kakak akan bahagia.Jeno juga berharap Pak Lee segera mengingat Kakak...!"


Untuk sesaat mereka terhayut dalam suasana sambil menikmati pemandangan yang memanjakan mata mereka.Lalu mereka kembali karena hari mulai petang.


Ditempat lain,Dikediaman Han.


Lee baru saja sampai dari kantor.ia masuk kerumah dengan tampilan berantakan dan wajah yang terlihat kacau.Entah apa yang membuatnya seharian marah marah saja pada bawahannya dikantor.Membuat Nino juga kesal dan bingung dengan sikap bosnya itu.


Lee berpapasan dengan Kakaknya diruang tengah.


Feiluo yang masih merasa marah dan kecewa pada Lee,hanya membuang wajahnya.Wanita itu tak ingin berbicara dulu dengan adiknya itu.Ia membiarkan dulu adiknya itu menyadari kesalahannya.Saat semuanya sudah agak tenang Feiluo akan membantu menjernihkan segala permasalahan ini.


Sementara Lee semakin merasa bersalah dengan perbuatannya.Ia merasa semua orang menyalahkannya.Pikirannya semakin kacau saja.hingga ia memutuskan pergi ke sasana tembak setelah berganti pakaian.Ia melakukan hobinya lagi setelah lama tak menyentuh benda berbahaya itu.Ia luapkan semua kekesalannya dengan tembakan tembakan yang terarah dan tepat pada sasaran didepannya.


Pagi harinya.


Sisil sudah bersiap berangkat bersama Denis.sebelum memasuki mobil pria itu,Sisil memeluk hangat ibu dan adiknya.


"Jaga dirimu baik baik ya putri ibu.ibu akan selalu mendoakammu.Jangan lupa beri kabar ibu setelah sampai sana!"


"Iya bu....Ibu juga jaga kesehatan ya.Sisil berangkat dulu...!"


"Jaga ibu baik baik ya Jen...kalau ada apa apa hubungi kakak!"


Jeno hanya mengangguk lalu memeluk ala pria pada Deniz.


"Tolong jaga Kak Sisil ya Kak Deniz...!!


" Iya Jen,Kau tenang saja.!"


Mereka kan segera berangkat.Sisil sudah bersiap untul hari harinya yang lebih baik kedepannya ditempat baru.


Jeno segera menghubungi Dina untuk memberitahu tentang kabar kakaknya yang pergi untuk bekerja bersama Denis.


"Okey Jen,Terima kasih kau sudah mengabari Kakak.Kau tenang saja Kakak juga akan mengawasi kakakmu itu kemanapun ia pergi.!"


Dina pun mengakhiri panggilan itu,lalu mencoba menghubungi anak buahnya.

__ADS_1


"Terus awasi sahabatku!Aku akan memberitahu alamatnya padamu!" Perintah Dina pada seseorang diujung sambungan dengan suara tegasnya setelah mendapat kiriman alamat dari Jeno.


Dina merasa harus tahu bagaimana keadaan sahabatnya itu karena rasa Kekhawatiran dan Sayang yang begitu besar pada Sahabatnya itu.


__ADS_2