
Matahari sudah terbit dengan sinarnya yang begitu terang.menghangatkan setiap sudut tempat.
Dikamar lion sisil baru saja terbangun,ia segera mandi.saat merapikan rambutnya lion terbangun.anak kecil itu terseyum saat melihat sisil didepannya.panasnya sudah turun.
"kakak cantik disini??" ucap lion khas orang baru bangun tidur.
"iya tampan.dari semalan kakak tidur disampingmu...." sisil mengelus lembut kepala lion.
"pantas semalam aku merasa tenang dan mimpi indah kak" celoteh anak itu.
"benarkah.....gimana kamu masih merasa sakit?"
"tidak kak aku sudah sembuh" ucap lion penuh semangat meskipun wajahnya masih terlihat pucat.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu mengagetkan mereka.
"good morning boy....kau sudah sembuh" ucap feiluo sambil membuka pintu.feiluo langsung memeluk tubuh putra kecilnya.
"iya mah,aku sudah baikan..."
"anak hebat......oh ya sil ayo turun kita sarapan bareng...." ajak feiluo menatap kearah sisil.
"iya kak"jawab sisil singkat
"ayo boy mama gendong..." ujar kak fei lalu menggendong tubuh putranya turun menuju lantai satu keruang makan diikuti sisil dibekangnya.
Sampai diruang makan sisil merasa gugup melihat lee sudah berpakaian rapi duduk disalah satu kursi.Lee masih fokus menatap layar ponselnya.
sampai fei luo menarik kursinya dan menyuruh sisil duduk disebelahnya.lee baru tersadar.pandangannya tertuju pada lion yang berada disamping mamanya.
"boy kau sudah sembuh??" tanya lee sambil meletakkan ponselnya dimeja.
"iya dad aku sudah sembuh....itu karena kakak cantik yang selalu memelukku semalam"
spontan jawaban lion membuat sisil merasa terkejut.apalagi setelah pandangan lee menuju kearahnya"
**aduhh tuh orang kenapa pandangannya kesini terus....bikin tambah deg deg 'an aja,,,apalagi dengan jas biru tua itu bikin pak lee terlihat lebih ganteng**gumam sisil dalam hati....
Sisil termenung untuk beberapa saat sampai kak fei menepuk pundaknya.
"Sil kamu gak papa...tapi wajah kamu pucat sil??"
"iya kak aku tidak apa"..."
"yasudah kamu cepat makan ya,setelah itu kembalilah kekos,kamu hari ini kerja kan sil?"
"iya kak,aku masuk jam 9 nanti" jawab sisil sambil mengambil sesendok nasi dari piring yang sudah diisi lauk pauk oleh kak fei.karena sisil masih malu malu mengambilnya sendiri.
"Lee sebelum kekantor,kamu antar dulu sisil ya kekosnya !!" perintah feiluo pada adiknya itu.
Lee hanya mengangguk mendengar perintah kakaknya sambil masih menguyah makanannya.
"kak fei aku bisa pulang sendiri naik ojek atau apalah...tidak enak merepotkan pak lee."
"lee tidak merasa repot kok....lagian aku yang merasa tidak enak padamu sil,pasti kau kelelahan merawat lion semalaman." ujar Feiluo dengan wajah kalemnya.
Lee hanya mendengar percakapan kedua wanita itu,hingga ia sudah menyelesaikan sarapannya.lee pun berdiri dan hendak berangkat.
__ADS_1
"Boy,dady kekantor dulu,,,kamu istirahat ya biar cepat pulih....aku berangkat dulu kak,,aku tunggu dimobil sil." ucap lee cepat lalu bergegas menuju parkiran mobilnya.
Hari ini Lee sengaja menyuruh Nino untuk tidak menjemputnya.karena lee memang ingin mengantar sisil pulang tanpa bersama nino yang menurutnya sedikit jail.
Setelah selesai makan,sisil mencium kening lion...
"kakak pulang dulu ya tampan,kakak kerja dulu okey....kamu banyak banyak istirahat ya biar cepet sehat lagi"
"iya kakak cantik,,sampai jumpa lagi..."
Sisilpun berpamitan pada feiluo dan langsung bergegas keluar dari rumah mewah itu.
Mobil pajero putih itu sudah berada disudut halaman.sisil dengan ragu membuka pintu belakang mobil itu saat kakinya akan masuk lee tiba tiba menghentikannya.
"tunggu,jangan duduk dibelakang sil,duduk didepan sini" ucap Lee memberi perintah pada sisil.
Hati sisil semakin tak karuan,ia pun dengan pelan membuka pintu depan dan duduk disebelah lee.
Sisil sangat terkejut saat Lee mendekatinya ingin memasangkan sabuk pengaman dibahunya.
Jarak antara sisil dan Lee sangat dekat hingga sisil bisa mencium aroma maskulin ditubuh lee.
Sisil hanya membelalakkan matanya saat kepala Lee hampir menyentuh dadanya.
Setelah selasai Lee fokus kembali mengemudikan mobil mewahnya.
Keheningan terjadi antara mereka berdua.
Sisil dengan hatinya yang merasa sangat gugup hanya memandang kearah luar jendela.sedangkan lee sambil menyetir sesekali matanya mirik kearah sisil.
"maaf dengan sikapku semalam ya sil" ucap lee pelan dan ragu,membuka percakapan terlebih dahulu.
"bapak tidak perlu meminta maaf saya sudah melupakan itu"ucap sisil dengan seyum simpulnya.
" ehmmm sekarang saya harus mengantar kamu kemana?"tanya singkat lee.
"Kearah toko saya saja pak,kalau dari sini sebelum sampai ditoko ada gang kecil,disitu jalan menuju kost saya pak."
Setelah mendengar penjelasan dari Sisil,Lee melajukan mobil itu dengan cepat.
Tak lama mobil itu pun sampai didepan sebuah gang.
"saya turun dulu pak.terima kasih karena sudah mengantar saya." ucap ssisil sambil mencoba membuka sabuk pengaman dipinggangnya.tapi terasa sulit hingga Lee membantunya.lagi lagi jarak mereka begitu dekat.jantung keduanya sama sama berdetak cepat.
Setelah terlepas sisil memberi hormat pada lee dengan sedikit menundukkan kepalanya.
Sisilpun keluar dari mobil.
Lee hanya melihat kearah sisil dengan expresi datar.
Lee melihat sisil masuk gang itu,menunggu sampai tubuh sisil benar benar menghilang dari pandangannya.
Tak terasa ada seyum merekah dibibir sexi ya.mengingat kedekatannya tadi dengan sisil.
Lee pun segera melajukan mobilnya menuju kantor.
Sesampaianya dikantor,Lee sudah ditunggu Nino diruangannya.melihat expresi wajah bosnya yang terlihat ceria nino sangat heran.
"selamat pagi bos..sepertinya hari ini suasana hati anda sedang bagus.?" nino mendekati Lee yang sudah dduduk dikursinya.
__ADS_1
"jangan menggodaku No....mana file yang kuminta kemarin?" jawab Lee sudah dengan wajah datarnya.
"ini bos..oh ya nanti ada klien dari jakarta bos yang kemari sekitar pukul 10 an."
"baik,,ingatkan aku nanti kalau sudah waktunya."
"tentu boz" merasa sudah tidak ada yang perlu dibicarakan dengan bosnya nino kembali keruangannya.
"tunggu no.ada satu tugas lagi yang harus cepat kau selesaikan" ujar Lee membuat Nino menoleh lagi.
"tugas apa bos?"
"cepat cari tahu latar belakang dan segala sesuatu mengenai gadis kecil itu.besok kau harus sudah bisa melaporkannya padaku.paham?"
nino merasa terkejut mendengar perintah bosnya itu.
"gadis kecil boz....maksud anda Sisil....???"
"iya." jawab kilat Lee.
"wah sepertinya bos mulai tertarik dengan gadis manis itu ya...." ucap Nino menggoda Lee lagi.
"sudah diam dan cepat lakukan." tegas Lee.
"siap bos.." jawab nino sambil keluar ruangan bosnya.
Di toko Bakery
Sisil sudah terlihat melayani tamu dengan dina karena sudah hampir jam makan siang.
Wajah sisil yang pucat serta keringat dingin yang timbul didahinya tidak dihiraukannya.
Sampai sisil hampir terjatuh dan dian berhasil menopangnya.
"Sil kamu sakit ya?" ucap dina sambil membantu sisil duduk.
hal itu membuat Pak Agung mendekati mereka berdua.
"apa sisil sakit dian?" ucap pria itu.
''iya pak,tadi sisil hampir pingsan.
"yasudah kamu pulang dan istirahat saja sil.kalau kamu benar benar sudah sembuh baru kamu masuk kerja lagi" ucap pak agung sambil memegang bahu sisil.
"iya pak terima kasih."
"kalau begitu biar dimaz yang mengantar kamu kekos!"
pk agung pun memanggil dimas yang ada dipantry.
Sisil pun bergegas kembali ke kos ditemani Dimas dengan berboncengan naik motor.
sampailah didepan pintu kamar kost sisil.
"makasih ya Dim,udah nganter aku...."
"iya sil santai aja...kamu istirahat yang banyak ya biar cepet sembuh.aku balik ke toko dulu.
Sisil pun segera masuk kamar dan merebahkan tubuhnya diatas kasur..
__ADS_1