Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Hukuman.


__ADS_3

Lee sudah sampai dikediaman mewahmya sebelum Sisil tiba.Lee yang baru masuk rumah melihat Lion yang sedang melihat film animasi kesukaannya.


"boy...."sapa Lee yang sudah duduk.disebelah Lion,anak itupun menoleh kearah uncle nya itu.


" Dady sudah pulang...mana momy??"tanya Lion sambil melihat kesekeliling tapi tidak menemukan Sisil.


Lee sedikit mengerutkan dahinya.


"Sebentar lagi momy pulang...yaudah dady mandi dulu ya..."ujar Lee yang mengusap lembut kepala Lion lalu beranjak pergi kekamarnnya.


Disisi lain Sisil yang diantar Daren sudah sampai didepan gerbang kediaman Han.


" terima kasih tuan sudah mengantar saya..."ucap Sisil pada Daren yang duduk dikursi kemudi sampingnya.


Daren terseyum kearah Sisil,membuat Sisil menjadi salah tingkah.karena bagi Sisil Daren termasuk pria yang tampan.


"sama sama Sil..aku.senang bisa bersama denganmu....kita sekarang adalah teman jadi jangan sungkan...oh ya apa ini rumahmu?tanya Daren yang pura pura tidak tahu kalo itu rumah musuhnya.


" bukan tuan...ini rumah saudara saya..."jawab Sisil berbohong.ia sendiri saja bingung kenapa ia bisa tinggal lama dirumah mewah itu.


"oww....hemmm apa kapan kapan aku boleh mengajakmu keluar lagi sil?"


Sisil terdiam menatap Daren dirinya bingung dan takut kalau Lee sampai tahu.tapi dia juga ingin punya banyak teman.


"tentu..yasudah saya masuk dulu...sampai jumpa lagi tuan..." ucap Sisil sambil terseyum lalu keluar dari mobil sport mewah itu.


Daren lalu melajukan mobilnya saat sisil melambaikan tangannya.


Didalam mobil,Daren menghubungi seseorang lewat aerphone yang terpasang ditelinganya.


**mulai sekarang terus awasi gadis itu kemanapun dia berada dan cari tahu apa


hubungannya dengan Lee zhang han...**ucap Lee pada seseorang diujung sana lalu menutup panggilan itu.


Daren terseyum lebar mengingat kebersamaan bersama Sisil tadi.


** sungguh gadis yang berbeda....aku akan mendapatkanmu Sil.....**gumam pria itu sambil terseyum smrik.


Dikediaman Han,sisil sudah masuk dan melihat Lion sedang melihat televisi sendirian diruang tengah.


"tampan lagi sendirian??" sapa Sisil yang sudah mencium pipi cuby Lion.


"momy....kenapa baru pulang...inikan sudah pukul 7." protes Lion sambil cemberut.


"maaf tadi momy bertemu teman dulu....kamu sudah makan tampan?"


"belum mom....kenapa momy tidak pulang bareng dady tadi....?"


glekkk


pernyataan Lion membuat Sisil terdiam,dia baru tahu kalau Lee sudah pulang duluan.


"jadi dady udah pulang ya?"tanya Sisil ke Lion.


" udah setengah jam yang lalu mom..."


**mati aku......gimana nich kalau pak Lee marah...**gumam sisil dalam hati lalu menarik nafasnya dalam dan mengeluarkannya kasar.


"kalau gitu momy mandi dulu ya lalu momy akan menyuapi kamu makan...."

__ADS_1


Lion hanya mengangguk melihat Sisil berlalu.


Sisil berjalan cepat kekamar Lion,takut bertemu pak lee.


Tak lama sisil sudah selesai mandi dan memakai kaos pendek polos putih dan celana katun panjang.ia segera turun kebawah menemui Lion.


Sementara Lee yang masih emosi lebih memilih berdiam dikamarnya.meskipun ia sudah tahu kalau sisil sudah pulang lewat layar CCTV dikamarnya.


karena sudah lewat jam 7 sisil segera menyuapi Lion dimeja makan.Sisil merasa heran karena tak melihat batang hidung Lee.pria itu juga tidak turun untuk makan malam.Sisil semakin merasa bersalah.sisil yang masih merasa kenyang hanya menyuapi lion saja.


Setelah selesai makan,sisil menemani Lion sebentar belajar.tak lama anak itu sudah menguap.


"apa kau sudah mengantuk tampan ?" ucap Sisil memeluk Lion.


"iya mom...ayo kita tidur...." ajak Lion...


"ayo...." sisil menarik tangan mungil Lion dan mengajaknya kekamar.


Setelah hampir 30 menit,Lion pun sudah tertidur pulas.Sisil menarik selimut menutupi tubuh mungil itu.


Sisil yang belum mengantuk beranjak dari ranjang itu.ia ingin mencari udara segar.


Gadis itu berjalan menuju taman belakang.tapi tatapannya terhenti saat melihat seseorang sedang berada diruang. khusus olah raga yang berada disebelah taman.ruang yang didominasi kaca didindingnya.membuat orang bisa melihat jelas keadaan dalam ruangan tersebut.


Kediaman Han yang mewah dan besar memang mempunyai beberapa fasilitas khusus.selain kolam renang yang mewah ada ruang fitnes itu,ruang Spa,bioskop mini dan ruang menembak yang kedap suara.karena hoby dari keluarga Han salah satunya adalah menembak.Dirooftoof terdapat gazebo yang indah juga tempat yang luas untuk berolah raga.


Sisil tertarik untuk mendekati ruang fitnes itu.semakin jelas siapa pria yang sedang fokus ngejim itu.


Dengan bertelanjang dada dan hanya mengunakan celana pendek.keringat yang mengalir terlihat jelaz dikulit putihnya.body nya yang kokoh dan kekar dengan perut Six spad nya membuat Sisil semakin membulatkan matanya.sungguh pemandangan yang indah.


"Pak Lee..." ucap Lirih Sisil yang tertegun saat berada dipintu masuk ruangan itu.Sisil segeran berbalik karena merasa risi dengan pemandangan didepannya.


"berhenti...." ucap Lee keras membuat Sisil berhenti sambil berdecak pasrah.


**habiz aku..**gumam sisil dalam hati.


Lee berjalan mendekati sisil yang terdiam membelakanginya.


"mau kemana....sayang......?"ucap Lee dengan seyum menggodanya.


Sisil yang gugup lalu memejamkan kedua matanya.


Lee terseyum simpul berdiri didepan Sisil,wajahya sudah begitu dekat dengan wajah gadisnya.


" buka matamu..."perintah Lee.


Sisil dengan ragu membuka matanya pelan,betapa terkejutnya dia langsung melihat perut six spak itu..


Sisil menelan salivanya dan melangkah mundur.


"saya pergi dulu pak..." ucap Sisil dengan penuh kegugupan.


Tapi lee terus menempelkan tubuhnya mendorong tubuh sisil sampai didinding.


Kedua tangan Lee yang kekar berada disisi kakan dan kiri tubuh sisil,mengunci tubuh gadis cantik itu.


"bapak mau ngapain?" tanya Sisil setelah tubuhnya tak bisa kemana mana.wajahnya sudah memerah dan sangat gugup.


"memakan kamu..." bisik Lee ditelinga Sisil pelan.

__ADS_1


Sisil semakin terperanga,matanya membulat lebar.jantungnya berlari maraton.apalagi didepannya ada tubuh Lee yang begitu sempurna.semakin sisil ingin berteriak kencang saja.


Cup....satu ciuman kilat dibibir mungilnya.


"aku akan menghukummu,karena kau tidak membalas pesanku tadi siang....kau juga berani pergi dengan pria lain...kau mengerti..." ujar Lee yang masih menatap intenz Sisil dengan jarak yang sangat dekat.


"hukuman????tapi pak kenapa bapak bisa tahu saya pergi dengan orang lain....itu teman saya pak...," jawab Sisil dengan penuh kegugupan tanpa berani menatap Lee.


"itu hal yang mudah untukku.....kau senang sudah membuatku cemburu??" ucap Lee semakin mendekatkan tubuhnya.


"maaf pak....Sisil hanya ingin punya banyak teman."


"maaf ...tak semudah itu....dan ingat...kau boleh berteman hanya dengan wanita...aku tidak suka kau bersama pria lain apalagi dia...aku membencinya.ingat itu sayang..."


"tolong lepasin saya pak...dan kenapa bapak jadi mengatur saya"ucap Sisil yang protes dan mencoba mengangkat tangan besar Lee tapi tak bisa.


" ternyata gadis ku ini mulai melawan ya..."Lee langsung membopong tubuh Sisil dibahunya.


Sontak membuat Sisil berteriak.


"lepas pak,turunin saya....."


Lee hanya terseyum tak menghiraukan ucapan Sisil.


Lee menurunkan tubuh sisil disofa panjang ruangan itu.


Lee lalu melempar handuk kecil kearah sisil yang sudah terduduk.Lee lalu duduk membelakangi Sisil.


"usap keringat dipunggungku...." perintah Lee


"apa?" sisil masih bingung.


"ayo cepat usap keringat dipunggungku dengan handuk kecil itu."


Sisil pun mau tak mau menuruti permintaan Lee.mengusap dengan pelan sampai benar benar kering.Lee begitu menikmati saat saat itu.


"sudah pak." ucap Sisil setelah selesai mengusap punggung lebar itu.


Lee segera berbalik dan mendekat keSisil.membuat Sisil berbaring di sofa panjang dan empuk itu.mengurung lagi tubuh sisil.menatap intenz kedua mata sisil.


"jangan panggil aku bapak!" ujar Lee saat sudah menindih tubuh Sisil.


Sisil semakin gugup diremasnya pinggiran sofa itu.


Lee mencoba mencium bibir sisil lagi tapi gadis itu segera menoleh kesamping.membuat bibir Lee mengenai leher jenjang Sisil.wangi harum tubuh sisil tercium oleh Lee membuat pria semakin merasa candu dengan tubuh Sisil.


Lee mencium mesra leher sisil,membuat gadis itu sedikit gemetar.


"ayo ikut aku...hukumanmu belum selesai sayang..." Lee bangun langsung menggendong tubuh Sisil lagi.


Sisil benar benar tak bisa berontak.tubuhnya ingin lari tapi hatinya seperti terbius dengan kehangatan dan keromantisan pria dewasa itu.


Pikiran sisil hanya tak bisa normal sekarang.sampai ia tak sadar Lee sudah membawanya kekamar besarnya.


Sisil hanya tertegun saat Lee menurunkan tubuhnya keatas ranjang King size miliknya.


Sisil segera duduk diranjang itu dengan wajah yang pucat.ingin lari keluar tapi Lee sudah mengunci pintu kamar itu.


*Apa yang ada dipikiran Pria ini....tuhan aku takuttt** gumam Sisil dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2