
Sisil masih terpaku ditempatnya memandang agak.jauh idoanya sedang Shooting.Seakan ingin waktu berhenti saja agar ia bisa puas melihat sang idola.
Sementara untuk sesaat Sisil tidak menghiraukan perasaan suaminya yang sudah sangat marah.
"Apa kita bisa pergi sekarang nona Sisil?" ucap Gerald.
Dengan berat hati Sisil menganggukan kepalanya.Ia sempat melambaikan tangannya kearah Yesung sambil terseyum saat Idolanya itu melihat kearahnya juga.Yesung terseyum dan menganggukkan kepalanya membalas tanda perpisahan dari Sisil.
Lee pun segera menarik tangan Sisil keluar dari ruangan tersebut dikuti Gerald dan para Bodygard yang mengiringi mereka.
Semua tertegun saat rombongan itu hendak pergi.ada rasa segan saat melihat kedua CEO muda tersebut diiringi banyak bodyguard.Begitu pula Yesung yang merasa terhormat karena ada seorang wanita cantik yang merupakan istri dari seorang CEO menjadi penggemarnya.
''Kita makan dulu ya!"Ajak Gerald saat sudah sampai diiloby Kantornya.
''Kenapa kau tak bilang ada artis itu Gerald?"ucap Lee dingin.
Sementara Sisil sudah mulai merasa bersalah dengan suaminya.
"Hahaha anggap ini kejutan buat Istrimu..Yasudah ayo kita makan.!" ajak Gerald lagi.
"Aku tidak lapar,Aku ingin langsung kembali kehotel saja!" ucap Lee dengan aura dinginnya .
''Jangan marah Lee,kau membuatku takut hehehe.Yasudah kalau kau ingin langsung kembali kehotel.sampai jumpa lagi!"ujar Gerald yang tak ingin memaksa Lee.
Lee pun seggera menarik tangan Sisil menuju hotel diiringi para bodyguard.
Dalam perjalanan suasana sangat dingin.Lee hanya terdiam sambil menatap keluar jendela kaca mobil.
.
Sisil yang sangat tahu kalau suaminya sedang marah tak berani mendekat apalagi bertanya.
Sampai dikamar Hotel,Lee segera berganti baju.bersikap acuh pada Sisil lalu mengambil sepuntung rokok untuk ia nyalakan.ia berdiri dibalkon sambil menikmati suasana malam sambil memyesap rokoknya.padahal Lee sudah cukup lama tidak merokok.
Sisil bingung harus bagaimana.
Setelah selesai mengganti baju Sisil memberanikan diri memeluk suaminya dari belakang.
Tapi Lee masih acuh dan diam .
Sisil merasa sangat sedih dengan sikap suaminya yang begitu marah.
Sisil lalu mengambil batang rokok dimulut Suaminya dengan cepat lalu membuangnya.
"Apa begini kalau kau marah?jangan diam terus seperti ini Sayang!"tanya Sisil menatap kedua mata Lee yang menyimpan kekesalan.
Tanpa bicara Lee menarik tangan Sisil dan melemparkan tubuh istrinya keatas ranjang.
Lee sudah mengungkung tubuh istrinya. dibawah tubuh kekarnya.
Dengan sorot mata yang tajam menatap manik mata Sisil yang sudah mulai gugup.
" Puas membuatku cemburu dan marah hem.?
Deg .....Hati sisil seakan mendapat goncangan.
"Sayang maafkan aku,jika sikap kekanak kanakanku tadi membuatmu marah.Sungguh aku tak bermaksud membuatmu marah itu hanya Spontan saja.!"
"Spontan kau bilang..memeluk dan berfoto itu spontan kau bilang!Apa kau sudah bosan padaku hem!" ucap Lee penuh penekanan membuat Sisil merasa sangat gugup.
"Sebaiknya aku pergi saja, Kau sedang marah,!" ujar Sisil yang hendak bangun tapi tak bisa karena Lee mengunci tubuhnya.
__ADS_1
"Mau kemana hem?Kau harus menerima hukumannya!" ucap Lee tegas.
Kedua mata Sisil membulat,tubuhnya menegang mendengar perkataan suaminya.
Dengan cepat Lee membuka seluruh pakaian Sisil dengan kasar hingga istrinya benar benar polos sekarang.
"Sudah kubilang kan aku tidak suka ada pria lain menyentuh tubuhmu,kau paham?"
"Iya Sayang,Maafkan aku.!" ucap Sisil yang langsung mendapat perlakuan kasar dari Lee.
Pria itu mencium dan mencumbui setiap inci tubuh istrinya dengan sedikit kasar.bahkan Lee menggigit kecil dibeberapa bagian tubuhnya.
Sisil hanya bisa terdiam sambil menggigit bibir bawahnya merasakan setiap sentuhan kasar suaminya.
"Ahhhh Sayang kenapa kau menggigitnya...sakittttt!!" ucap Sisil dengan desahan.
Lee sengaja menggigit ujung payudara Sisil lalu dengan rakus melahap dan menghisapnya kuat.
Tanpa memperdukikan kesakitan Sisil, Lee semakin menggila.
Bahkan Lee memasukkan senjatanya secara keras kearea inti Sisil.
Tubuh Sisil sudah penuh dengan tanda Kiss mart kemerahan.
Lee benar benar ganas karena kemarahannya.
"Sayang sudah jangan kasar seperti itu,Aku minta maaf,,Ahhhhhhh!" ucap Sisil
Lee menghentikan aksinya dan mendongakkan wajahnya mendekati wajah Sisil.
"Kalau begitu kau yang memimpin sekarang,kau yang diatas!"ucap Lee didepan telinga istrinya.
Sisilpun tak bisa menolaknya.Hasrat dan kemarahan suaminya sedang tinggi.Jalan satu satunya untuk meredamnya adalah membuat suaminya senang dan puas diranjang.
Ia mulai memberi sentuhan dan kecupan ringan ditubuh suaminya.
Kegiatan itu berlangsung cukup lama hingga Sisil dibuat lemas.Lee benar benar menghukumnya.
Sisil sudah terhempas didada Lee karena merasa sangat lelah setelah pelepasan tadi.
Lee mendekap tubuh Istrinya lalu menyelimutinya.
" Honey....Kau kapok tidak,?"ucap Lee saat Sisil memunggunginya.
"Iya Ampun aku kapok..Udah ya jangan kasih hukuman lagi tubuhku sudah terasa remuk sayang!"
Lee terseyum puas.
"Tapi kau masih hutang penjelasan padaku Sayang!"
Sisil menoleh kearah suaminya.
"Penjelasan apa?"
"Kenapa tidak bilang,kalau istriku ini pintar berbahasa Korea?" Ucap Lee datar.
"Aku hanya bisa sedikit kok Sayang!"selak Sisil.
" Sedikit kau bilang,bahkan aku sama sekali tidak bisa.Kau sudah mengalahkanku.Katakan jangan membuatku penasaran,apa kau sekolah bahasa Korea?"
"Tidak suamiku.Jujur aku hanya belajar Autodidak dengan internet saat masih bersekolah dulu,ya karena aku mengidolakan seseorang dinegara ini,Aku bermimpi bisa datang kenegara Ini.jadi aku berusaha keras untuk belajar bahasanya.
__ADS_1
" Tapi aku benar benar tak menyangka istriku ini ternyata hebat.!"
"Biasa saja...justru sekarang aku baru tahu,ternyata suami ki sangat posesiv.Dan saat marah sangat menakutkan!"
Lee terkekeh.
"Baru tahunya??apa kau takut?"
"Tidak,hanya kaget saja.Tapi justru aku bahagia,karena suamiku ini sangat mencintaiku,makasih ya sayang..Cup...!"
Sisil mencium kilat bibir Suaminya.
Lee terseyum lebar.
"Kita tidak jadi pulang lusa tapi besok malam!"ucap Lee.
"Iya terserah kau sajalah,aku juga sudah tau alasannya.!" ucap Sisil datar.
"Istri Pintar...!" ucap Lee sambil menoel hidung mancung Sisil.
"Katakan padaku bagian mana yang sakit?" ucap Lee tanpa rasa bersalah,karena semua tanda merah dan bekas gigitan ditubuh Sisil karena keganasannya.
"Baru sadar.....semua sakit gara gara kau sayang.!"
Lagi lagi Lee tertawa reyah.
"Maaf ya sayang,,tadi aku benar benar cemburu.Dan tubuhmu ini seakan menjadi obat kemarahanku.Ayo kita berendam diair hangat agar sakit ditubuhmu berkurang!" ucap Lee langsung menggendong tubuh Sisil menuju kamar mandi tanpa mendengar jawaban istrinya.
Mereka berendam didalam bath up cukup lama.Tubuh Sisil yang merasa masih lemas digendong Lee keluar kamar mandi saat sudah selesai ritual mandinya.Lee juga membantu memakaian pakaian Sisil.
"Sayang aku sangat lapar!" ucap Sisil manja.
"Iya aku juga kita pesan makanannya dulu.!"
Setelah keduanya selesai makan ,mereka segera merebahkan tubuh mereka yang lelah diatas ranjang.
"Tidurlah.....sekali lagi maaf ya sayang.Aku hanya terlalu takut kehilanganmu!"
",Iya aku mengerti,terima kasih untuk cintamu yang besar padaku suamiku tampan!" ucap Sisil lalu mencium pipi Lee lembut.
" Sama sama Honey,Love yOu Anymore!"
Sisil memelui tubuh Lee dengan wajah yang ia letakkan diceruk leher Lee yang ia sukai.
"Hemmm Selain tampan Suamiku ini sangat sexi.Aku suka.!"ucap Sisil sambil mengendus ngendus leher suaminya.
Lee terseyum
"Apa kau ingin menggodaku lagi Sayang!"
"Tidak" ucap Cepat Sisil.
"Kalau begitu diamlah.jangan banyak bergerak.!"
"Tapi aku suka lehermu ini Sayang"
"Berhenti atau kubuat besok kau tak bisa berjalan!" ucap lugas Lee karena Lehernya adalah salah satu bagian sensitivnya.
"Iya iya.Aku cuma meluk aja!"
"Nah gitu dong,,nurut sama suami!"
__ADS_1
"Ck....." Sisilpun hanya memeluk leher suaminya lalu terlelap tidur.
"Selamat malam Honeyku!" Lee mencium kening Sisil lembut lalu ikut tertidur.