
Setelah memastikan Gadisnya sudah terlelap,Lee mengambil ponselnya untuk menghubungi Nino yang masih berada dikantornya.
"Cepat lihat rekaman CCTv tunanganku dikantor saat aku Meeting tadi,,,lihat kemana saja dia pergi dan teliti apa ada yang mencurigakan..!" perintah Lee saat sambungan panggilannya terhubung dengan Nino.
"Baik pak...!!"
Lee pun menutup panggilannya dan segera kembali berbaring disamping Sisil.
Dua jam kemudian ponsel Lee berdering,terlihat dilayar ponselnya ada nama Nino yang menghubunginya.
Lee cepat cepat keluar dari kamar untuk mengangkat panggilan itu.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Lee dengan nada dingin.
"Saya sudah mengecek semua rekaman CCTv disetiap sudut kantor pak Nona Sisil terlihat berjalan jalan disekitar lantai bawah ,Lalu ia berada cukup lama didalam toilet pak."Ucap Nino.
"Toilet??apa orang lain yang berada ditoilet saat dia ada didalam sana?" tanya Lee lagi.
"Ada 3 Karyawati yang keluar dari toilet sambil tertawa pak,lalu tak berselang lama nona Sisil keluar dengan memegang tangannya.Apa mungkin mereka...???" ucap Nino yang menggantung.
Lee mengerutkan keningnya.Ia langsung bisa menebak.seketika wajahnya merah karena amarahnya memuncak.
"Mereka membuly dan menyakiti tunanganku.....!!!!"cepat cek mereka dari divisi apa..!Jangan biarkan mereka pulang cepat,.Aku sendiri yang akan memberikan mereka hukuman nanti sore!!" perintah Lee dengan nada yang mengerikan dan seyum Smriknya.
"Baik Pak...!!.
Lee menutup panggilannya.tangannya meremas kuat ponselnya dengan tatapan yang tajam kedepan.
" Beraninya mereka..!!!"gumamnya dengan penuh emosi.
Pukul.4 Sore Sisil terbangun dari tidurnya.Saat membuka mata yang dilihatnya pertama kali adalah sepasang mata indah yang menatapnya lembut.
Sontak gadis itu terkejut dan reflek bangun dari posisinya.
"Kau sudah bangun Sayang....bagaimana apa tanganmu masih sakit?" tanya Lee yang sudah duduk disamping Sisil.
"Tanganku sudah tidak apa apa..Apa dari tadi Kau tidak tidur?" tanya Sisil dengan wajah polosnya
Lee terseyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku hanya memandangimu...!!" ucap Lee dengan santainya.
Sisil merasa malu mendengar jawaban pria itu.
"Apa???...Sisil mencoba menetralkan raut wajahnya yang sudah merona.
" Cepat Mandi lalu ikut aku!!"perintah Lee dengan seyum simpulnya.
"Kemana??" Sisil bingung.
"Nanti kau juga tahu...!!_Aku akan mandi dikamar tamu...!" uJar Lee lalu beranjak keluar dari kamar itu.
Tak lama mereka sudah siap dan berada didalan mobil.Lee segera melajukan mobilnya dengan cepat.
__ADS_1
Sisil tertegun saat mobil yang ia tunggangi berhenti diLobi Kantor Lee.
"Kenapa kita kekantor lagi?" tanya Sisil yang terlihat bingung.
"Ada yang harus aku selesaikan,Ayo turun....!" ujar Lee sambil melepas savebeltnya.
Ia lalu keluar dan membukakan pintu sisil.Lee menggandeng tangan Sisil dan berjalan menuju ruangannya.
Sisil hanya bisa menurut dan patuh tanpa memiliki kecurigaan apapun pada pria itu.
Nino sudah menunggu kedatangan atasannya diluar ruangannya.
"Apa kau sudah melakukan apa yang aku perintahkan tadi?" tanya Lee sebelum memasukki ruangannya bersama Sisil tanpa menoleh kearah Nino.
"Sudah pak" jawab Nino yang berdiri disudut ruangan itu.
Lee duduk dikursi kebesarannya.sedangkan Sisil duduk disofa.
" Bagus...sekarang saatnya..!!"ucap Lee dengan wajah datarnya.
Nino yang sudah mengerti maksud dari atasannya itu langsung menunduk dan keluar dari ruangan itu.
Sisil masih bingung dengan ucapan pria didepannya itu.
Tak lama Nino masuk kembali keruangan itu.
"Mereka sudah ada diluar Pak!"
Tak lama terlihat tiga karyawati masuk dengan wajah yang menunduk.mereka tak berani menatap kearah bos besar mereka yang sudah menatap dengan tatapan yang mengerikan.
Sisil langsung membulatkan matanya,ia dengan jelas tau siapa mereka.
" Mereka adalah nona Desi,Fifi dan Nita Pak,dari Divisi keuangan.!"ujar Nino yang berdiri disamping tiga wanita itu.
"Kalian pasti sudah tau kenapa kalian dipanggil kesini bukan....Sekarang Katakan apa yang kalian lakukan dan katakan pada tunanganku ini?" ucap Lee dengan nada tingginya.
Seketika tubuh mereka lemas dan wajah mereka pucat pasi.
"Masih ingin Diam haaaaaa .....cepat katakan!!!" teriak Lee yang membuat semua orang merasa takut termasuk Sisil.
Ia tak menyangka calon suaminya itu sangat mengerikan jika saat marah.
Tiga wanita itu saling pandang.
"Kami mengatakan ka....lau dia gadis kampung yang tidak sepadan dengan bapak...!" ucap salah seorang dari mereka dengan tergagap.
"Bagus akhirnya kalian mengaku...Lalu kenapa tangan dan pipi calon istriku bisa terluka haaaaa!!!
" Kam kam i...mendorongnya ....!ucap Lirih wanita yang bernana desi itu.
Lee menaikkan ujung bibirnya sambil menahan emosinya.
"Kalian sadar sudah melakukan hal fatal.....!!Sekarang aku akan langsung memecat kalian tanpa memberikan pesangon untuk kalian,dan aku pastikan kalian tidak akan bisa diterima bekerja diperusahaan mana saja..!!"Ucap Lee tegas dan keras.
__ADS_1
Seketika tiga wanita itu berlutut meminta ampun.
" Tolong Pak jangan pecat kami....,Kami sadar dengan kesalahan kami....!"ucap salah seorang dari mereka sambil menangis.
Sisil yang melihat itu langsung berdiri dan mendekati Lee.
"Tolong jangan hukum mereka seberat itu...tolong demi aku Sa...yang...!!" ucap Sisil dengan Lembut sambil mengusap bahu Lee pelan.
Tatapan lembut Sisil akhirnya mampu meredam amarah Lee.
"Kau yakin Sayang mau mengampuni mereka!"
''Iya...jangan pecat mereka...!!ucap Sisil dengan seyum manisnya.
Lee pun menoleh kearah tiga wanita yang masih berlutut dihadapannya sambil menangis.
"Kalian dengar???Calon istriku justru memaafkan kalian Sekarang cepat minta maaf padanya!!" perintah Lee.
Tiga wanita itu menatap kearah Sisil yang masih berdiri.
"Maafkan kami Nona...!!
Sisil hanya mengangguk dengan seyum simpulnya.
" Baiklah sesuai permintaan tunanganku yang baik hati ini,Kalian tidak jadi dipecat,Tapi Kalian harus lembur selama tiga bulan tanpa upah dan tanpa intensif tambahan atau bonus apapun.Hanya gaji pokok yang kalian terima..Dan ingat jangan berani berbuat macam macam lagi.kalian paham??"
"Baik pak...terima kasih...."
"Cepat pergi dari sini..!!usir Lee dengan nada tinggi.
Mereka dengan cepat berdiri dan segera pergi dari tempat itu.
" Terus awasi mereka,Dan jangan sampai mereka berulah lagi...!Kau boleh pulang sekarang,ini sudah hampir malam!"ucap Lee pada Nino.
Nino pun pamit dan bergegas keluar dari ruangan itu.
Kini ruangan itu tinggal ada Lee dan Sisil.
Lee menatap tajam kearah Sisil yang hanya menunduk.Gadis itu merasa tidak enak berbohong pada pria dewasa itu.
Lee kemudian berdiri dan langsung menarik tangan Sisil.
"Ayo ikut aku..!"
"kemana??" tanya Sisil yang merasa bingung.
"Aku ingin menghukummu...!!!" ucap Lee dengan wajah datarnya....!!"
Kedua mata gadis itu membulat sempurna,ia seketika merasa bulu kuduknya berdiri mendengar ucapan pria dewasa yang sudah menariknya pergi.
"Ha.......menghukumku??"
Tanpa memperdulikan ucapan gadisnya Lee terus menarik tangan Sisil hingga masuk kedalam mobil sport mewahnya yang sudah disiapkan Nino sesuai pesan Lee sebelum berangkat kekantor tadi.
__ADS_1