Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Lega


__ADS_3

Waktu makan siang telah tiba.


Semua sudah berkumpul dimeja makan.


"Ayo Sis jangan malu malu makan ya banyak ya!" ucap nyonya Micell sambil meletakkan beberapa lauk dipiring Sisil dan Lee.


"Ma ini kebanyakan,Sisil takut tidak bisa menghabiskannya!" ucap Sisil dengan wajah memelas melirik kearah Lee yang duduk disebelahnya.


Sementara Tuan Xian hanya memandangi mereka dengan wajah datar.


"Sini sayang jika kau tidak habis biar aku yang memakannya!" ujar Lee sambil mengambil sebagian makanan dipiring Sisil.


Sisil terseyum kearah calon suaminya yang pengertian itu.


"Makasih sayang" bisiknya.


Suasana makan siang itu hening hingga selesai.


Setelah Selesai Sisil membantu pelayan membereskan piring kotor dimeja makan.


"Sil biarkan pelayan saya yang membereskannya nak!"Ujar Micell yang heran dengan sikap Sisil.


" Tidak apa apa ma,udah biasa kok...!"jawab Sisil dengan seyum manisnya.


"Yasudah mama tunggu diruang keluarga ya.!" ujar Micell yang lantas pergi menemui suami dan putranya diruang tengah.


Sifat Sisil yang rendah hati dan ramah sangat disukai oleh para pelayan.dirumah itu.


Selesai membantu pelayan,Sisil berinisiatif membuat Teh madu untuk semua orang.


"Silahkan Diminum ya Ma,Om....!'ujarnya sambil meletakkan nampan berisi Empat cangkir teh madu diatas meja.


" Kenapa kau harus repot repot nak...!"ujar Micell dengan seyum ramahnya.


"Gak repot kok Ma..!"


Sisil sudah duduk disamping Lee.


Obrolan hangat pun terjadi diantara mereka meskipun Tuan Xian banyak diam dengan wajah datarnya.


Malam hari terlihat Sisil pelayan untuk memasak makan malam.


Tanpa Sisil sadari ternyata Tuan Xian memperhatikanya sejak tadi dari ruang tengah.


Pria paruh baya itu melihat Sisil yang cekatan dalam memasak.Gadis itu juga nampak ramah dan sesekali bercanda dengan para pelayan.Pria mencoba untuk mencari tau sikap Sisil yang sebenarnya.


Setelah makan malam mereka pun berkumpul lagi diruang tengah.


Tak sengaja Tangan Xian menyambar segelas Teh panas dimeja dan mengenai kakinya.

__ADS_1


Dengan cepat Sisil menolong Xian yang sedikit merasa panas dikakinya.


Sisil segera mengambil sesuatu dari kamar mandi dengan berlari tanpa memperdulikan pecahan beling yang bertebaran dilantai.


Sisil berjongkok didepan Xian yang duduk dikursi roda.


Semua orang heran dan terkejut dengan sikap Sisil.mereka hanya bisa terdiam memperhatikan gadis itu.


Dengan lembut gadis itu mengolesi odol dikaki calon mertuanya itu dengan lembut.


"Sisil olesi ini.dulu ya Om,Kata Ibu Sisil dengan Odol bisa membuat kulit menjadi dingin dan mencegah kulit om melepuh nantinya.!" ucap Sisil sambil terus mengolesi kaki Xian.


Semua pelayan yang membersihkan pecahan cangkir dilantai tercekat melihat itu, apalagi Micell yang tak menyangka kalau calon menantunya itu sangat penyabar dan perhatian.


Sedangkan Lee hanya terseyum,ia tambah kagum dengan gadis yang sangat dicintainya itu,ternyata Sisil begitu perhatian terhadap Orang tuanya.


Xian masih terdiam memperhatikan Sisil,tanpa ia sadari ada segurat seyum diwajah datarnya.


"Terima kasih nak"


Sisil yang sedang fokus merasa tertegun dengan ucapan pria paruh baya itu lalu terseyum.


"Sama sama om" ujarnya pelan.


Setelah selesai Micell membawa suamianya kekamar.


Lee yang melihat pergerakan dan wajah aneh Sisil merasa curiga.


Pandangan Lee tak sengaja melihat kearah Kaki Sisil yang berdarah.


"Sayang kakimu berdarah,pasti ini kena serpihan cangkir tadi...sini biar aku obati!" ujar Lee penuh khawatir.


Sisil yang menyembunyikan luka dikakinya berusaha menolak saat Lee mengangkat kakinya dipangkuan calon suaminya itu.


Lee menyuruh Pelayan mengambil kotakP3K.


Xian yang tidak sengaja mengetahuinya merasa bersalah juga merasa kagum dengan sosok sisil.**benar benar gadis yang baik pantas Lee sangat mencintainya.**gumamnya.


Dengan pelan Lee membersihkan kaki Sisil dari serpihan itu dan mengobatinya.


"Auwww" Sisil merintih pelan.


"Sakit ya...aku sudah pelan pelan sayang...Kau ini kenapa menyembunyikannya?padahal ini kan sakit...!" ucap Lee sambil meniup niup telapak kaki Sisil.


"Ini hanya luka kecil kok.jangan terlalu khawatir..!" Sanggah Sisil lembut.


Lee hanya geleng geleng dengan sikap gadisnya ini.


''Tapi makasih ya Sayang kau sudah begitu baik dan perhatian pada Papa..!"

__ADS_1


"Bukankah tugas seorang anak menyanyangi dan merawat orang tuanya..."jawab Sisil lugas.


Lee terseyum simpul lalu mencium kening mesra calon istrinya itu.


" Aku semakin mencintaimu Sayang"


"Ihhh apaan Sich...malu dilihat para pelayan...Yasudah Ayo tidur bukankah besok pagi kita kembali keBandung?''Ucap Sisil yang pipinya sudah merona karena ciuman Lee tadi.


Tanpa pikir panjang Lee menggendong Sisil ala bridel staile kekamar mereka.


Sisil semakin merona dan menyembunyikan wajahnya dibalik dada bidang Lee.


" Kau semakin membuatku malu sayang!"lirihnya.


Lee hanya terkekeh dan terus menggendong Sisil menaiki tangga.


Didalam kamar Xian sedang berbincang dengan Istrinya.


"Papa Lega ma,Lee sudah tepat memilih calon istri.!" ujarnya pada Micell istrinya.


"Maksud papa?"


"Walaupun gadis itu dari keluarga sederhana,Tapi dia gadis yang baik,ramah dan lembut.dia juga begitu penyabar pantas Lee begitu mencintai gadis belia itu!"


Micell terseyum kearah Suaminya.


"Sekarang papa yakin kan dengan Sisil?sejak awal bertemu Sisil ditoko bakery dulu,mama udah Sreg pa sama gadis itu.Selain cantik hatinya juga cantik.Dan mama tak menyangka putra kita yang sudah begitu matang diumurnya bisa sangat mencintai gadis itu.bukankah ini semua sudah takdirnya?Mama yakin Sisil akan selalu menemani dan mendukung Putra kita dalan suka dan duka pa!" ujar Micell penuh pengharapan.


"Papa harap juga begitu ma...!"


Keesokan harinya Sisil dan Lee sudah siap untuk kembali keBandung.


"Titip Lee ya Sil!" ujar Micell.


"Papa merestui kalian.....!" ucap Xian dengan seyum lebarnya.


Lee dan Sisil merasa sangat bahagia.akhirnya tuan Xian mau terseyum lebar untuk merestui hubungan mereka.


"Terima kasih ya om.Sisil pamit dulu!" ucap Sisil sambil mencium tangan Xian dan Micelk bergantian.


"Jaga Sisil dengan baik ya Lee!" ujar Micell.


Keduanya lantas segera berlalu setelah saling berpelukan.


"aku lega Sayang.....!" ucap Sisil saat sudah berada didalam mobil.


"Papaku pasti merestui kita,Terima kasih ya sayang kau sudah membuat papaku kagum padamu.Aku semakin mencintaimu!"


Lee menggenggam erat tangan Sisil.keduanya saling terseyum dengan hati yang penuh kelegaan dan kebahagiaan.

__ADS_1


__ADS_2