Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Keputusan


__ADS_3

Sisil bangun lebih awal,Ia segera berangkat ketoko Bakery tanpa membangunkan Lee yang masih tertidur pulas.


Sesaat sebelum masuk toko,ponsel Sisil berdering.Ternyata sang adik yang menghubunginya.


**Hallo Jen ada apa??**ucap Sisil setelah menekan tombol hijau diponselnya.


**Kakak baik baik saja kan??Apa pria jahat itu menemui Kakak disitu?**ucap Jeno dengan nada cemas diujung panggilan.


Sisil mencoba tenang,Ia tak ingin adiknya menjadi khawatir.


**Iya dia menemui Kakak,Tapi kau tidak perlu mencemaskan Kakak,Jen...Kakak baik baik saja...!**


**Apa pria itu meminta Uang pada Kakak?** tanya jeno spontan.


Sisil heran kenapa adiknya bisa menebak dengan tepat.


Sisil masih diam


**Benarkan dia meminta uang pada Kakak,,Dasar pria tidak tau malu,,aku semakin membencinya Kak,,Kemarin dia datang untuk mencarimu,katanya dia ingin meminta uang pada Kakak.!!**ucap Jeno cepat.


**Tenanglah Jen,Kakak bisa mengatasinya...Kakak tutup dulu ya,ini.sudah jam kerja!**


**Baik kak,Kakak jaga diri baik baik ya.**Ucap Jeno lalu mematikan panggilannya.


Sisil segera masuk untuk mulai bekerja.


Seharian sisil hanya terdiam sambil melamun.Dina yang mengetahui itu mencoba bertanya pada Sisil pelan.


"Apa kata kata wanita kemarin masih kau pikirkan??"


Sisil menoleh sambil terseyum simpul.


Bukan hanya kata kata Dilan Fang yang membuatku kacau Din tapi Ayahku juga..!!"Ujar Sisil dengan mata sendunya.


Dina memasang wajah bingung.


Sisilpun menceritakan semuanya pada Dina setelah sahabatnya itu mendesaknya.


"Sebaiknya Kau jangan memendam ini semua sendiri Sil,,,Katakan yang sejujurnya pada Pak Lee.Bukankah dia tidak suka kalau bohong padanya..?''ucap Dina setelah mendengar cerita dari Sisil.


" Aku malu Din.,,Memang sebaiknya hubunganku dengannya tidak perlu dilanjutkan,Aku tidak ingin membebaninya.Aku takut ayahku semakin nekad Din..!"Ucap Sisil dengan wajah gelisahnya.

__ADS_1


"Apa kau mau menyerah dengan hubunganmu Sil Jangan bodoh...Sebaiknya sekarang kau ceritakan semua padanya,aku yakin dia akan memahamimu dan mencari.solusinya.!"


"Tapi Din...."


"Tidak ada tapi tapian....ayo pergi sana ini juga sudah mau jam istirahat!!"


Dina mendorong dorong tubuh Sisil agar cepat pergi.


Sisilpun dengan ragu memenuhi perintah sahabatnya.Ia pun pergi kekantor Lee.


Sementara Dikantor,,Lee berwajah lesu dari tadi pagi karena tidak mendapati Sisil saat bangun tidur.Entah kenapa calon istrinya itu seperti menghindarinya.Lee tidak bisa menebak apa yang sedang dipikirkan calon istrinya itu.


Lee duduk termenung sambil menyandarakan kepalanya ditepi kursi kebesarannya.Ia melihat pemandangan kearah luar gedung.


Suara pintu ruangannya terbuka mambuat Lee menoleh.Lee terkejut setelah melihat wanita yang datang dengan pakaian seksinya.


Dilan datang dengan maksud tersembunyi.


"Kau....kenapa kesini?ada perlu apa?" Tanya Lee dengan lugas.


Bukannya menjawab pertanyaan Lee,Dilan semakin mendekat dan dengan berani duduk ditepian meja kerja Lee mengadap langsung Lee dengan jarak yang begitu dekat.


"Apa aku tak boleh datang kesini lagi.Lee,Bukankah dulu setiap hari kita bermesraan disini?" ucap Dilan dengan suara menggodanya.


Lee memalingkan wajahnya.Ia tak sudi memandang pemandangan didepannya yang membuat dirinya gerah.


"Jangan melewati batasmu Dilan,,dan jangan mengungkit masa lalu.karena sekarang kita tidak ada hubungan lagi...!"Ujar Lee tegas tanpa menoleh kearah Wanita yang sengaja memamerkan bentuk dadanya yang berisi pada Lee.


" Apa karena gadis kampung itu?aku benar benar bingung Apa yang menarik dari gadis itu hingga Kau dan Kakakku tergila gila pada nya....Dia itu kampungan,wajah yang polos dan tubuhnya yang tidak bagus,apa hebatnya dia??"Ucap Dilan dengan suara keras.


"iya kau betul Dia memang polos Dia juga wanita biasa,memangnya kenapa kalau aku menyukainya??" Tanya Lee dengan tatapan tajamnya mengarah ke Dilan yang menyandarkan pantatnya ketepian meja kerja Lee sambil menyilangkan kedua tangannya didada.


Dilan terseyum licik.


"Apa itu artinya kau dengan mudah bisa membohonginya,,Bagaimana kalau kedepannya dia hanya akan menjadi beban buatmu Lee??" Tanya Dilan mencoba terus memancing Lee.


"Aku tidak pernah membohinginya Dan aku tidak akan terbebani olehnya...Kau mengerti!!"


Tanpa mereka sadari Sisil sudah berdiri dari tadi didepan pintu yang sedikit terbuka.


Sisil dengan jelas dapat melihat dan mendengar percakapan keduanya.

__ADS_1


Sisil yang merasa semakin sedih dan kacau langsung pergi meninggalkan gedung itu menuju apartemen Lee.tanpa diketahui oleh sekretaris Lee yang kebetulan sedang berada ditoilet.Sisil yang keluar gedung dengan cepat cepat sampai tidak menyadari berpapasan dengan Nino yang baru saja kembali dari luar.


Tak lama Lee yang sudah muak dengan ucapan Dilan,segera menarik tangan Dilan dan menyeretnya keluar dari ruangannya.


"Cepat pergi atau aku bisa berbuat lebih kasar padamu Dilan!!" Ucap Lee dengan nada sarkas.


"Baik aku akan pergi Lee,,,sampai jumpa!!" ucap Dilan dengan santainya lalu berjalan pergi meninggalkan tempat itu.


Secara bersamaan Nino muncul berjalan dan berpapasan dengan Dilan.


Nino hanya menatap Dilan dengan wajah datar.


"Kenapa wanita itu bisa masuk pak?" tanya Nino setelah berada dihadapan bosnya itu.


"Entahlah mungkin Sarah sedang ketoilet...''ucap Lee setelah melihat bangku sekretarisnya kosong lalu berbalik ingin masuk keruangannya lagi.


" Pak tadi saya berpapasan dengan Nona Sisil,Ia buru buru meninggalkan gedung ini,sepertinya dia menangis pak...!


Ucapan Nino sontak membuat langkah Lee terhenti.dengan cepat ia menyadari kalau Sisil mendengar semua percakapannya dengan Dilan tadi.


"Shittttttt,,,,.." Lee mengusap wajahnya kasar.


"Sepertinya Sisil salah paham mendengar percakapanku dengan Dilan tadi..,Aku pergi dulu,urusan kantor semua kau handle dulu...!!" Ucap Lee sambil berlari cepat segera menuju apartemennya.


Disisi lain Sisil sudah memasukkan semua baju sederhananya dan semua perlengkapannya kedalam tas besarnya.Ia segera pergi meninggalkan Apartemen Lee dengan taxi yang sudah ia pesan.Memang berat untuknya tapi ini sudah menjadi keputusannya.


Tak lama Lee sudah tiba diApartementnya,Ia langsung menuju kamarnya.Ia terkejut melihat lemari Sisil sudah terbuka Baju baju sederhana Sisil tidak ada ditempatnya.


"Sayang kenapa kau pergi...??Tolong jangan tinggalkan aku....!!!Ucap Lee sambil menghubungi nomor Sisil tapi tidak diangkat.


Ternyata sebuah pesan sudah dikirim Sisil kenomer Lee.


***Sisil pergi ya pak.....Sisil gak pantes buat bapak,Sisil gak mau membebani bapak.Terima kasih untuk kebaikan bapak selama ini......semoga bapak cepat lupain Sisil dan cepat mendapatkan wanita yang lebih dari Sisil....Sekali lagi terima kasih.***


Lee mengepalkan tangannya kuat setelah membaca pesan dari Sisil.Seakan petir menyambarnya.


" Kau salah paham Sayang.....,aku mohon kembalilah....!"ucap Lee dengan wajah kacau.


Sedangkan Sisil hanya bisa menangis didalam Taxi,Ia bingung harus pergi kemana.Pikirannya kacau saat ini ia hanya ingin sendiri dulu.


"Aku mencintaimu Lee,,Tapi aku tidak ingin membabanimu...!!" Gumam Sisil dalam hatinya sambil melihat kearah pandangan Luar dengan Air mata yang terus membasahi pipi mulusnya.

__ADS_1


__ADS_2