Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
adik


__ADS_3

 


Hari berlalu dengan cepatnya.sekarang waktu menunjukkan pukul 9 malam.Ditoko bekery itu sisil terlihat sedang beres beres dan akan menutup toko bakery itu.


 


Memang sisil selalu mengambil lembur untuk menambah pendapatannya.karena dia harus membiayai kehidupan ibu dan adiknya dikampung.


Tidak seperti teman temannya yang mengambil jam kerja secara sift bergantian.sisil memilih seharian full bekerja.


Setelah menutup tokonya bersama bosnya pak agung.Sisil bergegas untuk segera kembali ke tempat kost nya yang tidak jauh dari toko itu.


Sisil sudah terbiasa berjalan kaki berangkat dan pulang kerja.


Gadis cantik itu berjalan pelan,tak menyadari ada mobil yang menunggunya sejak ia keluar dari toko tadi.


Pria tampan dan berwibawa itu turun dari mobil pajero putihnya untuk menghampiri Sisil.


"Sisil tunggu" ucap pria tampan itu yang tak lain adalah lee.


Sisil menoleh kearah suara itu.seorang pria tampan mendekatinya.Sisil tertegun melihat siapa pria itu.


"pak Lee...anda disini??ada perlu apa pk?" serbu sisil dengan banyak pertanyaan yang keluar dari bibir mungilnya.


"iya saya dari tadi menunggu kamu sampai kamu tutup toko..."


"bapak serius?" ucap sisil tak percaya.


"Lion sakit...dia mengigau terus mencari kamu sil...apa kamu bisa ikut saya kerumah...kak fei yang menyuruh."


Sisil tambah terkejut mendengar kabar lion.anak kecil tampan yang ia sayangi.tanpa pikir panjang sisil mengiyakan permintaan lee.


"bisa pak,,ayo"


Sisil lalu masuk kedalam mobil itu.keheningan terasa didalam mobil itu.Lee yang fokus mengemudikan mobil itu dengan cepat.sementara sisil bingung harus membicarakan hal apa dengan pria dewasa itu.dada sisil berdetak begitu cepat padahal sisil sudah mengira kalau pria disebelahnya itu sudah beristri.


Tak beda dengan sisil.Lee juga merasa gugup berada didekat dengan gadis kecil disebelahnya.entah apa yang membuat lee merasa gugup.


Lee heran dengan dirinya sendiri.dari dulu tipe wanita lee adalah wanita yang dewasa,pintar dan wanita dengan pendidikan tinggi.tentu dengan body yang bak gitar spayol.tapi entah kenapa dengan berada didekat Sisil hatinya merasa nyaman.


Sepuluh menit sudah berlalu,mereka sudah sampai dikediaman Han.


Lee turun dari mobil dan langsung masuk kedalam rumah diikuti sisil.


"kamar Lion ada diatas kamu bisa langsung kesana..." ucap lee sambil menunjuk kearah tangga.


Sisil langsung menaiki tangga menuju kamar lion.


sesampainya didepan kamar lion,sisil melihat sudah ada kak Fei disamping ranjang lion.


"Kak fei...lion sakit apa,?ucap sisil lirih mendekati ranjang lion.pandangan sendu sisil saat melihat kondisi Lion yang sedang tertidur dengan wajahnya yang pucat.


Feiluo merasa senang dengan kedatangan sisil.


" lion demam sil...dari tadi siang dia sudah seperti ini.."


"sudah panggil dokter kak?" ucap sisil sambil mengelus pipi lion.


"sudah sil..kata dokter kalau demam lion sampai besok belum turun maka lion harus dirawat dirumah sakit."


"kakak tenang ya...sisil akan merawat lion dengan baik..." ujar sisil menenangkan hati feiluo.


"maaf ya sil kakak merepotkanmu.pasti kau sangat lelah baru pulang kerja langsung kemari..."


"tidak apa apa kak....aku juga sangat mengkhawatirkan keadaan lion."


"yasudah kakak tinggal dulu ya sil kebawah ,kamu bisa mandi dulu dikamar mandi lion,kakak sudah menyiapkan baju untukmu diatas meja itu.badan kamu pasti sudah lengket kan...?" ujar feiluo sambil mengarahkan pandangannya keatas meja.


"terima kasih kak"


sisil langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan badannya yang lengket.sementara fei luo turun menuju dapur.


Tak lama sisil sudah selesai mandi dan langsung duduk disamping ranjang lion.

__ADS_1


dengan pelan sisil mengompres dahi lion .menggenggam tangan lion yang terasa dingin.tak henti sisil berdoa dan mengusap pipi cuby lion.serta sesekali memeluk erat tubuh anak kecil itu.


Ternyata Lee sudah berdiri disamping pintu kamar lion.entah sejak kapan.Lee memandang gadis itu dari kejauhan.perhatian lembut sisil pada lion semakin membuat lee terpikat pada sisil.


Sampai ada satu tangan menepuk bahu lee dari belakang.membuat lee menoleh.


"kau lihat apa lee??" ujar seorang wanita dewasa yang tak lain adalah kakaknya.


"aku hanya ingin melihat keadaan lion kak" ucap lee menyembunyikan perasaannya.


"benarkah???sudah lah lee akui saja, kau mulai tertarik dengan gadis kecil itu kan?"


"kakak jangan ngawur..."


"lee aku ini kakakmu,,aku tau sifatmu dari kecil. jadi kau tak bisa bohong padaku....dari tatapan matamu saja kakak sudah bisa melihat ada rasa ketertarikanmu terhadapnya."


"sudah ah kak aku kebawah dulu..." lee berusaha menghindar dari kakaknya.ia tak ingin membicarakan sesuatu perasaan yang belum pasti.


tanpa mereka berdua sadari,sisil dari tadi memperhatikan mereka berbicara.tapi sisil tak mendengar apa yang mereka debatkan.


"dasar anak keras kepala" ucap feiluo menggelengkan kepalanya melihat adiknya itu pergi menghindar.


Feiluo pun masuk kekamar lion sambil membawa nampan berisi satu piring nasi dengan lauknya yang lengkap dan satu gelas air minum berwarna hijau.


"sil ini aku bawakan makanan,kamu pasti lapar kan habis pulang kerja langsung kesini."


ucap fei pada sisil sambil menyerahkan nampan itu ketangan gadis muda didepannya.


"kakak kenapa harus repot repot aku jadi tidak enak..." jawab sisil sambil terseyum pada kak fei."


"aku tidak merasa repot sil...cepat dimakan..." perintah kak fei.


Sisill mulai memakan makanan didepannya dengan pelan.


Sementara feiluo memandanginya dengan seyum simpul dibibiirnya.


"sil kakak boleh tanya sesuatu?kakak sadar baru sebentar mengenalmu... jangan marah ya..." ucap feiluo ragu ragu.


"tanya sajja kak...anggap saja aku ini adikmu jangan merasa tidak enak." ujar sisil sambil menguyah makanan dimulutnya pelan.


Sisil terdiam benerapa saat.


"belum kak,mana ada yang mau sama aku kak,aku cuma gadis biasa dari keluarga sederhana." jawab sisil sambil terkekeh.


"benarkah....jangan bilang seperti itu ya sil...semua orang punya kekurangan masing masing termasuk aku." ujar feiluo menyemangati sisil.


"kenapa kakak bilang punya kekurangan padahal hidup kakakkan sangat beruntung, punya putra yang sangat tampan,suami yang selalu ada disamping kakak dan materi yang ckup." ucap sisil masih dengan kuyahan makanan dimulutnya.


"hahaha siapa yang kau maksud suamiku sil??tanya feiiluo sambil menaikkan kedua alisnya.


" pak lee kak,,,!!!!jawab spontan sisil.


hahahaha,,,feiluo tertawa terbahak bahak..


"apa aku tidak terlihat tua untuk lee??tanya feiluo sambil menatap kearah sisil yang terlihat bingung.


" kenapa kakak tertawa....?sisil semakin biingung.....


"kau ini lucu sill......Le


e itu adik ku sil bukan suami ku!!!" jelas kak fei


spontan Sisil tersedak begitu keras membuat dia susah bernafaz.sisil begitu terkejut dengan pengakuan kak fei..


feiluo pun memberi minum pada sisil.


"kamu gak papa kan sil....kamu terkejut ya???"


"iya kak aku kira......." siisil menyengir kearah feiluo.


"memang kami begitu dekat sil,,apalagi hubungan lee dan lion mereka seperti ayah dan anak.lee sangat menyanyangi lion sil, hingga lion memanggil uncle nya itu dengan sebutan dady.jadi banyak yang mengira lion anknya lee."


Sisil mendengarkan seksama penjelasan dari kak fei itu.ia benar benar tak menyangka kalau ternyata pak lee masih single.

__ADS_1


"maaf kak kalau aku sudah salah mengira,,,saya tak menyangka kalau pak lee masih single" ucap sisil pelan.


"iya memang umur lee sudah cukup dewasa,36 tahun.tapi karena masa lalu yang membuatnya kecewa sehingga sampai sekarang lee masih betah sendiri." jelas kak fei.


***apa 36tahun......???pantasnya pak lee itu jadi om ku...ya tuhan...tapi kenapa wajahnya masih terlihat muda...sangat tampan dan maskulin.***gumam sisil dalam hatinya.


Sisil terdiam sesaat mencerna perkataan kak fei hingga ia berani menyakan satu hal yang sensitif pada wanita cantik didepannya.


"kak fei...maaf kalau boleh aku tahu,,terus dimana papanya Lion....?"


Wajah feiluo berubah menjadi sendu.dengan ragu feiluo menjawab pertanyaan sisil.


"papanya lion ada diluar negri sil,dia jarang pulang karena kesibukannya" jawab kak Fei lirih.


"ohh maaf kak,,kalau pertanyaanku membuat kakak sedih.", ucap sisil sambil meletakkan piring ketempat semula.


" tidak apa"sil...yasudah ini sudah larut malam kamu tidur disini saja ya bersama lion..biar besok pagi kau diantar lee kembali kekosmu...."


sisil bingung saat kak fei menyuruhnya menginap dirumah mewah itu.


"tapi kak....aku tidak pantas disini...."


"kau ini bilang apa sil....kau sudah seperti adikku.jadi bersikaplah biasa jangan malu atau merasa tidak enak.okey..."


Sisil mau tidak mau menuruti permintaan kak fei itu.


"yasudah cepat tidur...aku kekamarku dulu ya sil...selamat malam.''ucap fei luo sambil mencium kening putranya yang masih tertidur efek dari obatnya.


Fei luo bergeges kekamarnya yang berada disebelah kamar lion.


Sisilpun segera naik keatas ranjang lion yang ckup besar itu.merebahkan tubuhnya yang sudah terasa sangat lelah.memeluk tubuh lion dari samping.serta menarik selimut menutupi badan mereka berdua.


tak lama sisil sudah tertidur pulas.


Sementara Lee yang sudah bosan duduk menonton tv diruang tengah akhirnya naik kelantai dua tempat dimana kamarnya berada.


saat berjalan menuju kamarnya Lee sengaja melihat kedalam kamar Lion dari balik pintu yang tidak tertutup.


Terlihat dengan jelas Sisil yang tertidur dengan wajah cantiknya yang polos sambil memeluk tubuh mungil Lion.


membuat Lee terseyum lebar,,


""gadis kecil,imut dan cantik.....kenapa semakin hari aku semakin penasaran denganmu.....hufttttt"ucap lirih lee sambil bergegas menuju kamarnya.


Saat tengah malam sisil terbangun karena merasa haus.karena air digelasnya sudah habiz,sisil memberanikan diri turun kelantai satu menuju dapur.


Saat sampai didapur sisil langsung membuka lemari es mengambil air dingin dan menuangkannya kedalam gelasnya.


tiba tiba terdengar suara langkah seseorang.


" sisil ngapain kamu malam malam disini??"ucap lee tiba tiba yang mengejutkan sisil.


"pak lee.....saya sedang mengambil air dingin pak,saya merasa haus.maaf pak kalau saya sudah lancang." jawab sisil yang tidak berani melihat kearah lee karena takut.


wajah dan expresi sisil yang sedang gugup itu membuat Lee begitu gemas hingga membuat lee tanpa sadar melangkah mendekati Sisil yang masih tertegun melihat kearahnya.


Hingga jarak mereka hanya berselang beberapa centimeter saja.


Mereka sama sama berdiri dengan posisi yang begitu dekat.karena postur badan lee yang tinggi,sisil yang berdiri didepan lee tingginya hanya sampai atas bahunya saja.


Tanpa disangka sisil,Lee mengelus kepalanya pelan.


"cepat tidur sana....jangan sampai lion mencarimu" ucap lee dari jarak yang begitu dekat dari wajah sisil.


Lee pun tersadar dengan kelakuannya.tanganya mengaruk keningnya meskipun tidak gatal,karena dia merasa salah tingkah.


"maaf sil..." dengan cepat lee berbalik menuju kamarnya.


Sementara wajah sisil yang berubah menjadi rona merah karena perilaku pak lee tadi.seakan seperti mimpi.pria seperti pak Lee mengelus lembut kepalanya.


Sisil kembali kekamar Lion dengan hati yang masih berdebar kencang.tak sadar seyum mengembang terukir diwajah cantiknya sampai kedalam kamar lion.ia pun segera merebahkan tubuhnya dan mencoba memejamkan matanya meskipun itu sangat sulit.


Dikamar Lee juga sama.lee masih melamun memikirkan sikapnya tadi.merasa heran dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


"kenapa tadi aku tak bisa mengotrol diriku??bodoh....ada apa dengan hatiku...aaarkkkk...." teriak Lee didalam kamarnya.....


__ADS_2