Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Menemukan


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 7 malam,Sisil baru saja selesai membantu ibunya memasak didapur,lalu menatanya dimeja makan yang berukuran kecil hanya ckup untuk 4 orang.


Sisilpun makan bersama ibu dan adiknya.suasana makan mereka ckup hangat diselingi candaan dari mulut Jeno.


Tapi Jeno sesekali menangkap raut wajah kakaknya yang tak seperti biasa terlihat murung dan sedih.tapi dengan cepat pula Sisil menyembunyikan kesedihannya didepan adiknya.


Setelah selesai makan Jeno menghampiri ibunya yang sedang mencuci piring kotor bekas makan malam tadi,sedangkan Sisil berdiri diteras depan menikmati udara malam didesa yang sangat ia rindukan.


''bu,,,apa kak sisil ada masalah?sepertinya kakak terlihat murung.?"tanya jeno yang merasa sangat khawatir dengan keadaan kakak tersayangnya itu.


Sita mengerti Jeno sangat menyanyangi kakaknya itu.ia tidak bisa menyembunyikan apapun tentang Sisil pada jeno.


"ini urusan hati nak....kau juga akan susah memahaminya...yang jelas sekarang kau lebih baik hibur kakakmu agar bisa melupakan masalahnya.mengerti?"jawab sita lembut pada putranya.


" jadi ini tentang pria ya bu...?awas saja jika ada pria yang berani membuat hati kak sisil terluka akan berhadapan dengan jeno bu."ucap Jeno yang tegas,karena rasa sayangnya terlalu besar untuk kakaknya yang sudah menjadi tulang punggung kekuarganya itu.


Jeno pun meninggalkan ibunya yang masih berberez,lalu menghampiri Sisil yang berada diteras sendirian.


"Apa kakak tidak mau cerita padaku,apa yang membuat kakak bersedih?" ucap jeno yang membuyarkan lamunam Sisil.


Susil yang tadinya berwajah sendu seketika berpura pura terseyum kearah Jeno,ia tak ingin adiknya itu tahu isi hatinya.


Tapi Jeno yang sudah hafal betul sikap kakaknya dari kecil tak semudah itu dibohongi.


"kau ini bicara apa Dek....kakak baik baik saja."


"masih mau bohong sama aku kak?....kakak itu gak pinter buat bohong...dan jangan memaksakan seyuman kakak."ucap jeno dengan tatapan lekatnya.


Seketika seyuman sisil memudar.


" kamu gak ngerti dek ini urusan hati,rumit...."


"okey kalau kakak belum mau cerita..yang jelas kalau sampai aku tahu ada pria yang menyakiti kakak,jeno akan memberinya pelajaran.


Sisil merasa bangga ternyata adiknya ini sangat menyanyanginya.


Sementara Dikediaman han.


Lee yang baru selesai makan malam bersama feiluo dan Lion.


Terdengar suara dering diponselnya yang ia letakkan dimakan.dengan cepat Lee mengangangkatya.


" katakan ,apa kalian sudah menemukan alamatnya?ucap Lee setelah panggilan itu tersambung.


"sudah tuan,saya akan mengirimkan alamatnya."jawab pria yang berada diujung sambungan.


" kerja bagus,nanti akan kutransfer bonus kerekeningmu"ucap lee lalu memutup panggilan itu.


Setelah menutup panggilan itu,Lee segera menemui kak Fei yang sedang berada dikamar Lion.


"kak aku sudah menemukan alamatnya,aku akan segera bergegas menemuinya..." ucap Lee setelah berada di kamar Lion.


"benarkah....kalau begitu segeralah kesana dan jemput calon adik iparku Lee...dan hati hati karena ini sudah malam." ucap Feiluo yang terlihat senang.

__ADS_1


"tentu kak ,doakan aku.." jawab Lee yang sudah beranjak menuju kamarnya untuk mengambil dompet dan jakcetnya.


Pria tampan itu segera turun menuju garasi rumahnya.Lee sengaja memilih mobil pajero putihnya untuk ia kendarai sendiri,mengingat medan yang akan ia lalui ckup sulit dan jauh.


Lee juga tak ingin memakai supir karena dirinya merasa mampu untuk berkendara sendiri meskipun jarak tempuhnya cukup jauh.tapi Lee sangat bersemangat untuk menemui gadisnya itu hingga rasa kantuknya hilang.


"aku datang untuk menjemputmu sayang..." ucap Lee sambil fokus memacu mobilnya ckup kencang.


Jalan yang dilalui Lee cukup terjal dan berkelok.apalagi keadaan malam seperti ini membuat Lee harus lebih berhati hati.karena memang lokasi desa Sisil berada dipinggiran kota.


Setelah melakukan perjalanan selama tiga jam lebih akhirnya Lee tiba disebuah pedesaan yang masih alami.suasana sepi berbeda jauh dengan keramaikan kota besar.terdapat hamparan luas kebun teh dipedesaan itu.membuat udara terasa sangat segar.


Saat mobil Lee mulai memasuki area pedesaan itu,ada banyak orang yang sedang berjaga dipos ronda memperhatikan kedatangannya.


Orang orang penasaran siapa yang datang malam malam didesa mereka dengan mobil semewah itu.maklum saja didesa Sisil masih alami dan asri,tidak banya warga pendatang didesa tersebut.juga rata rata penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan berkebun.


Lee pun dengan sopan turun dan menyapa bapak bapak yang sedang berada dipos itu.


"Selamat malam bapak bapak,maaf jika saya menganggu.saya dari bandung.saya kesini mencari alamat nona Sisil.!ujar Lee dengan sopan setelah berjalan mendekati sekumpulan orang orang itu.


" ow neng Sisil...rumahnya disana....anda lurus saja lalu belok kiri.rumah neng sisil diujung jalan dan memiliki halaman yang luas."jawab seorang pria pada Lee sambil menunjukkan arah dengan tangannya.


"terima kasih,saya pamit dulu"


Lee segera menaiki mobilnya kembali dan menuju alamat yang sudah diberitahu pria tadi.


Lee langsung memarkirkan mobilnya diarea halaman rumah Sisil yang ternyata ckup luas.


Lee turun dari mobilnya dengan hati yang bergemuruh.rasa deg deg'an dan rasa senang bercampur dibenaknya.


Pria tampan dan dewasa itu berhenti sebentar untuk menarik nafasnya dalam dan membuangnya pelan.tidak dapat dipungkiri ada sedikit rasa kekhawatiran dibenaknya takut kalau Sisil ternyata menolak kedatangannya.


Lee pun segera melanjutkan langkahnya.setelah sampai didepan pintu,ia pun mengetuknya berulang.


Tok tok tok


Jeno yang belum tidur dan masih menyaksikan acara televisi mendengar suara ketukan itu,ia segera bergegas membukanya.


Saat membuka pintu,Jeno bingung melihat ada seorang pria dewasa,tampan dan tinggi.pria yang mengenakan kaos putih dan celana levis panjang beserta jacket kulit coklatnya dengan kaca mata hitam yang bertengger dihidung mancungnya.


Begitu juga dengan Lee,pria itu tahu kalau remaja tampan dan tingginya sama dengannya ini adalah adik dari gadis yang ia cintai.


Jeno segera tersadar dari pandangannya.


"maaf cari siapa ya.?" ucao Jeno sopan.


Lee membuka kaca mata hitamnya lalu terseyum simpul pada Jeno yang berdiri didepannya.


"apa benar ini rumah Sisil.?"


Jeno mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan pria asing didepannya.


"iya benar ini rumah kakak saya,ada perlu apa ya?dan anda siapa? tanya Jeno yang mulai bersikap ketus.

__ADS_1


"saya Lee teman Sisil,apa bisa saya bertemu dengannya?"tanya Lee tanpa ragu.


" maaf kak Sisil sudah tidur,sebaiknya ada pergi saja ini sudah malam."ucap ketus Jeno mengusir Lee.


Ternyata dari belakang muncul Sita ibunya Sisil,yang mendengar percakapan putranya dengan seseorang.


"Siapa nak?" tanya wanita paruh baya itu.


" ini bu malam malam begini ada yang mencari kak Sisil."ucap Jeno dengan kasar.


Sita menghampiri keduanya.ia melihat seorang pria dewasa sedang berdiri didepan pintunya.Sita memandang lekat Lee dengan rasa penuh curiga.filing nya sebagai seorang ibu mengatakan bahwa pria itu adalah orang yang diceritakan Sisil putrinya.


Lee spontan terseyum dan menunduk memberi hormat saat Sita memandanginya.


"Selamat malam bu,apa saya bisa bertemu dengan Sisil?ada hal penting yang harus saya bicarakan padanya.oh ya perkenalkan saya Lee Zhang Han,teman Sisil bu.."


Sontak kedua mata Jeno membulat mendengar nama panjang Lee.karena jeno ingat pernah membaca sebuah majalah dan ada Foto Lee sebagai covernya bertuliskan Pengusaha muda dan tampan yang merajai bisnis no 1 se,ASia.dengan kekayaan yang trilyunan.


"tapi Sisil sudah tidur....apa benar benar mendesak nak?" tanya Sita yang membuyarkan lamunan Jeno.


"iya bu..saya mohon..." ucap Lee dengan wajah yang memelas.


Melihat kesungguhan Lee,Sita tersentuh.


"baik kalau begitu.silahkan masuk nak dan tunggu dulu..ibu akan panggilkan Sisil dikamarnya." jawab Sita yang membuat jeno sebal.


Sita segera menuju kamar Sisil.sementata Lee duduk diruang tamu bersama Jeno yang terus memandanginya penuh tanya.


Sita membuka pelan kamar putrinya.dilihatnya Sisil tidur dengan meringkuk.Sita mendekati sisil dan mengusap lembut kepala Sisil.membuat gadis itu mulai menggeliat.


"Putri ibu yang cantik...bangunlah...." titah lembut sita pada putrinya.


Sisil mendengar ucapan ibunya,mulai mengerjapkan matanya.


"bangunlah sayang dan kekuarlah ada yang mencarimu.."


Sisil masih malas bangun,kesadarannya belum sepenuhnya kembali.


"Siapa bu?ini kan sudah malam..." ucap lirih Sisil setelah melihat jam dinding dikamarnya.


"ibu tidak tahu,ayo cepat jangan membuat orang menunggumu terlalu lama nak!"


Sisil pelan pelan bangun dan beranjak dari ranjangnya..meskipun ia merasa sangat mengantuk.


Sisil berjalan dibelakang ibunya sambil mengusap usap kedua matanya yang masih terasa perih.


"ini nak Sisilnya..ibu tinggal kedalam dulu ya...ayo jeno masuk kekamarmu..." perintah Sita saat sudah sampai diruang tamu.


Sementara sisil masih berjalan pelan sambil menunduk dan mengembalikan seluruh kesadarannya.


Saat Sisil melihat kearah salah satu kursi diruang tamunya...kedua bola matanya membulat sempurna,bibirnya terbuka dan kakinya seketika Lemaz.


Mencoba mengusap usap matanya lagi,seakan tak percaya dengan penglihatannya.

__ADS_1


**kenapa dia bisa menemukanku....apa dia tidak bisa membiarkanku tenang sebentar...**gumam Sisil dalam hati dengan expresi yang tak bisa dijelaskan dengan kata kata.


__ADS_2