
Di kantor Han's Group.
Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore.Lee melihat arloji ditangan kanannya.Dengan wajah yang bingung dan gugup.
Sesuai permintaan Lee pada Nino tadi pagi,semua jadwal meeting hari ini ditunda.Dan Lee hanya berdiam diruangannya.
Setelah seharian bergulat dengan pikiran dan perasaannya sendiri.Kini Lee sudah berhasil mengilangkan keraguan dihatinya.
Lee bangkit dari kursi kebesarannya.keluar dari ruangannya dan menemui Nino.
Nino kebetulan sedang berdiri disamping meja Anggi sekretaris bosnya.
Nino heran melihat gelagat bosnya yang sedang mendekatinya.
"Apa bos mau keluar,biar saya temani." ucap Nino setelah Lee sudah ada didepannya.
"Tidak perlu ,aku ingin menyelesaikan urusanku sendiri..selesaikan semua pekerjaan disini.." ucap Lee yang berlalu begitu saja setelah berbicara singkat dengan Nino.
Nino hanya mengangguk dan memberi hormat melihat bosnya pergi berlalu dengan perasaan penuh tanda tanya tak biasanya bosnya itu terlihat cemas seperti itu.
"Apa sesuatu terjadi pada bos pak??" ucap Anggi yang ikut penasaran.
"Entah lah.....yasudah selesaikan tugasmu dan segera pulanglah..." perintah Nino lalu berjalan masuk keruangannya.
"baik pak." jawab Anggi.
Sementara Didalam mobil Lee memacu mobil mewahnya cukup kencang menembus jalanan kota yang lumayan padat saat jam pulang kerja seperti saat itu.
Tak butuh waktu lama mobil mewah warna merah itu sudah sampai dan parkir disebelah trotoar Toko Bakery Sisil.Lee sengaja memarkirkan mobilnya tidak didepan toko,karena tak ingin sisil mengetahui keberadaannya.
Lee menunggu dengan sabar Gadis itu selesai bekerja.
Sementara didalam toko,Sisil terlihat sedang melamun berdiri disamping Dina yang sedang meneliti laporan akhir minggu.
"apa kau ada masalah Sil,kulihat dari tadi kau diam seperti.ada yang menganggu pikiranmu..?" tanya Dina sambil menyenggol lengan Sisil dengan sikunya.
Lamunan sisil buyar mendengar pertanyaan sahabatnya.
"tidak ada masalah kok,hanya saja aku merindukan ibu dan adikku."
Ucap Sisil yang setengah menutupi keresahaan hatinya tentang Lee dan juga memang dia sudah sangat merindukan ibu dan adiknya karena sudah tiga bulan Sisil tak pulang kedesanya.
"kalau kau rindu mereka lebih baik kau pulang kedesa..besok kita udah gajian dan dua hari lagi giliranmu libur kan Sil.kau bisa kesana." jawab Dina menasehati sisil.
"hemm tak terasa sudah mau libur lagi..idemu bagus juga Din,baik aku akan pulang menemui mereka" jawab Sisil.meskipun saat itu dia tak tahu apa kak Fei sudah pulang dari London belum.
__ADS_1
"Yasudah bantu aku menata kue itu baru kau pulang.."ucap Dina sambil melihat kearah etalase kaca yang berisi aneka kue dan cake.
" okey sahabatku."jawab Sisil langsung mengerjakan tugasnya.
Setelah hampir 30 menit Lee menunggu didalam mobilnya.akhirnya dia melihat sosok gadis muda keluar dari toko.Segera Lee keluar dari dalam mobilnya dan bersandar dikap depan mobilnya.
Sisir yang belum menyadari ada Lee yang menunggunya terus berjalan melewati trotoar sambil menatap ponselnya mencoba memesan Taxi online.
Karena Lee sengaja meminta pak budii untuk tidak menjemput sisil dan memberi alasan pada gadis itu kalau sedang ada tugas lain.
"Sill..." panggil Lee setelah melihat Sisil berada tak jauh dari hadapannya.
Sisil yang msih fokus dengan ponselnya.Merasa mendengar suara panggilan yang sangat ia kenali.
Gadis itu berhenti dan langsung mencari dari arah mana suara itu berasal.
Mata Sisil membulat melihat pria tampan yang sudah membuat hatinya seharian ini resah ternyata sudah berdiri didekatnya.Hatinya bergemuruh kencang.
Tanpa pikir panjang.Lee berjalan mendekati Sisil yang masih mematung dengan expresi wajah yang terkejut.
Lee langsung menarik tangan Sisil untuk mengikutinya masuk kedalam mobil.Sisil yang masih merasa bingung hanya terdiam dan patuh ketika Lee menyuruhnya duduk disebelah kursi kemudi.
Lee langsung memacu mobillnya tanpa berbicara sepatah katapun pada Sisil.
Sementara Sisil terus menatap lekat wajah Lee yang terlihat serius.
"pak kita mau kemana?" tanya sisil memberanikan diri bertanya setelah melihat jalan yang mereka lalui bukan jalan menuju kediaman Han.
"Dimana?" ucap Sisil lagi.
"Nanti juga kamu tahu"
Sisil hanya terdiam menuruti permintaan Lee.
Setelah hampir 30 menit mereka sampai disebuah Restoran dengan pemandangan yang begitu indah dengan nuansa pohon pinus disekelilingnya.
Sisill turun dari mobil dengan pandangan takjubnya.
Lee pun mengandeng tangan Sisil masuk kearea out door restoran itu.
Meskipun Sisil merasa sedikit tidak nyaman dengan perubahan sikap Lee ini.
Pelayan sudah menyiapkan tempat untuk mereka berdua.
Lee memang sengaja memesan tempat diarea luar restoran yang dikelilingi pohon pinus dan pemandangan pegunungan yang indah.menjadikan tempat itu lebih privet dan romantis.
Setelah beberapa saat berada ditempat duduk mereka sambil menikmati pemandangan sekitar,pelayan datang dengan membawa makanan pesanan mereka.
Keduanya pun makan dengan tenang tanpa berbicara sedikitpun.Sisil yang merasa sedikit bingung dan merasa sangat gugup hanya bisa diam didepan Lee.
__ADS_1
Lee lalu mengajak jalan jalan sisil diarea hutan pinus belakang restoran.Sisil begitu menikmati pemandangan dan suasana ditempat itu.
"kau senang sil ditempat ini?" ucap Lee saat mereka berjalan bersama.
"iya pak disini suasananya tenang,pandangannya juga sangat indah.terima kasih karena bapak sudah mengajak saya ketempat ini..!" jawab Sisil yang sudah berjalan didepan Lee menikmati pemandangan disekitarnya.
"aku akan sering membawamu ketempat tempat indah seperti ini sil selama kau bersamaku." ucap Lee ambigu.
Sisil yang mendengar ucapan Lee langsung menoleh kearah Lee dengan sorot mata yang bingung.apalagi saat Sisil menyadari Lee terseyum dan mendekatinya.hati sisil semakin tak karuan.seakan tak percaya.apakah ini pak Lee bos besar Han's group yang dingin dan berwibawa itu.
"Mulai saat ini kau harus selalu bersamaku,kita jalani saja hubungan ini dan aku tidak ingin ada penolakan." ujar Lee tegas dengan jarak wajah mereka yang begitu dekat.sorotan tajam dari kedua mata Lee membuat Sisil susah menelan salivanya.
"tapppiii pakk.....''belum sempat menyelesaikan ucapannya.kedua tangan Lee yang kekar sudah melilit mesra pinggang Sisil.tubuh keduanya sudah menempel dengan hembusan nafas Lee yang begitu terasa oleh sisil.tatapan Lee sangat intens.
" sudah kubilang aku tidak ingin ada penolakan...."
Sisil terperanga,matanya membulat tak bisa berkedip.untuk beberapa saat mereka terdiam dengan posisi seperti itu.tanpa disadari sisil sangat menikmati aroma tubuh Lee yang begitu maskulin.
Cup
Satu kecupan kilat mendarat dibibir mungil sisil.Reflek Sisil mendorong tubuh kekar Lee.
"Sisil mau pulang pak!." ucap Sisil yang sudah membelakangi Lee.
Pria tampan itu hanya terseyum melihat sikap gadis kecil didepannya.lalu berjalan dan langsung menarik tangan sisil begitu saja menuju parkiran mobil.Sisil hanya bisa menurut dengan wajah yang masih terlihat bingung.
Didalam perjalanan Sisil hanya terdiam melihat kearah luar jendela.kedua tangannya yang saling meremas menunjukkan bahwa dia begitu gugup.
Lee yang menyadari itu lalu menggenggam tangan sisil lembut.membuat gadis cantik itu menoleh padanya.
"Maaf aku tadi sudah menciummu..." ucap Lee pelan dengan masih fokus mengemudikan mobil mewah itu.
Sisil hanya diam dan mengarahkan pandangannya lagi kearah luar.
Akhirnya mereka sudah sampai dihalaman rumah mewah itu.
Dengan cepat Sisil turun dari mobil dan langsung masuk kerumah menuju kamar Lion dilantai dua.meninggalkan Lee yang yang hanya menggelengkan kepalanya sambil terseyum simpul melihat sikap gadisnya itu.Lee sudah menebak akan sikap Sisil ini. jadi sekarang dia tidak merasa terkejut.
Sisil menutup pintu dan langsung menghampiri Lion yang sudah terlelap tidur diranjangnya.setelah mencium kening Lion,Sisil segera melepaskan semua pakaiannya dikamar mandi dan berendam dibath up dengan air hangat untuk beberapa saat.menenangkan hatinya yang sejak dari tadi gugup,resah dan bingung.bagi Sisil ini seperti mimpi.tak pernah ia sangka seorang pria super tampan,dewasa,kaya dan dingin seperti Lee bisa menyukainya.
Sisil memegang Bibirnya.masih terasa lembut bibir Lee saat menciumnya tadi.ciuman pertamanya yang sudah dicuri oleh pria dewasa itu.
Semakin dalam pikiran Sisil justru tambah tidak tenang.begitu menyadari statusnya dan siapa dirinya.
Sisil merasa tidak pantas untuk seorang Lee yang begitu sempurna.
Setelah satu jam Sisil keluar kamar mandi dan segera memakai baby dol kesayangannya.
Sementara Dikamar Lee juga sudah selesai mandi.dengan hanya menggunankan celana tidur panjang dan bertekanjang dada Lee berkaca memandangi dirinya sendiri.meraba bibirnya mengingat saat ciuman tadi,Bibir lembut dan mungil Sisil masih begitu terasa.
__ADS_1
Seakan tak percaya dirinya sudah tergila gila dengan seorang gadis kecil yang masih belia.
**aku pastikan kau tak akan bisa menolakku sil..dan dirimu tak akan bisa lepas dari pandanganku.**gumam Lee dengan seyuman Smriknya yang menawan dan mematikan.