
Hari mulai sore,Lee masih berada dikantornya menunggu kabar dari orang suruhunnya yang mencari keberadaan Sisil.seharian suasana hatinya sangat buruk hingga dirinya tak bisa fokus dengan satu pekerjaan pun.
Nino sangat menyadari keadaan bosnya itu.ia sudah hafal betul dengan sikap dan sifat atasannya itu.pria berusia 30 tahun itu hanya bisa diam dan menunggu sampai bosnya benar benar tenang.
Hingga suara langkah kaki seseorang terdengar menuju ruangan Lee.Nino yang melihat dulu kedatangan pria tampan itu berusaha menahannya karena kondisi bosnya sekarang tak memungkin kan untuk bertemu seseorang apalagi rivalnya ini.
"Tolong silahkan anda pergi tuan Daren,kita juga tidak ada jadwal untuk membicarakan tentang kerja sama bukan!" ucap Nino mengehentikan langkah pria tampan berusia 33 thn itu.
"memang kita tidak ada jadwal bertemu hari ini,tapi aku kesini karena aku punya urusan dengan bosmu..", jawab Daren dengan wajah dinginnya
" urusan apa tuan?''jawab nino yang penasaran.
Tapi Daren tak menghiraukan pertanyaan Nino,ia terus melangkahkan kakinya dan masuk keruangan Lee.
Ceklek.
Pintu terbuka kasar,Daren langsung masuk diikuti Nino dibelakang.
Lee yang sedang berdiri didepan dinding kaca seketika lamunannya buyar melihat rivalnya datang keruangannya.
" Daren.....ada angin apa yang membuatmu datang kekantorku sore ini?"sapa Lee dengan wajah.datarnya.
"katakan apa yang terjadi dengan nona Sisil,kenapa dia menghilang?" tanya Daren yang masih berdiri dengan sorot mata yang tajam pada Lee.
Nino yang berdiri didepan pintu langsung paham,alasan daren datang tiba tiba dan alasan kenapa bosnya dari pagi terlihat kacau.
Lee terseyum menyeringai melihat kearah Daren.
"itu bukan urusammu Daren...dan kalaupun Sisil menghilang apa pedulimu hahhh..?ucap Lee mulai emosi.
" apa urusanku kau bilang....ya jelas ini urusanku,,kau dengar aku mencintai nona Sisil.."ucap tegas Deren.
Lee menjadi emosi dan langsung menarik kerah baju Daren.
"beraninya kau mencintai gadisku.....ingat dia calon isteriku...jangan coba coba mendekatinya.walaupun aku sebenarnya sudah tau akhir akhir ini kau sudah mendekatinya bukan...." ucap Lee yang berhadapan sangat dekat dengan lee.kedua mata itu saling bertatapan dengan tajam.
Nino merasa mulai khawatir,kalau mereka akan berkelahi diruangan itu.
"calon istri kau bilang.....hahhhh...aku tak percaya.selama Sisil belum menjadi milikmu maka aku akan mengejarnya...aku tak akan menyerah Lee untuk mendapatkannya...kalau soal bisnis mungkin aku bisa mengalah tapi kalau soal Sisil aku tak akan pernah takut berhadapan denganmu..."jawab Daren penuh keyakinan.
__ADS_1
"dasar breng"**k....itu artinya kau mengajakku untuk perang terbuka....baik aku akan meladeninya.aku akan pastikan Sisil segera menjadi milikku....ingat itu!"
"oh ya.....jangan terlalu yakin dulu Lee,,,aku yang akan menemukan Sisil terlebih dahulu dan membawanya kembali..serta menjadikannya milikku..." ucap Daren sambil melepas genggaman tangan Lee dikerah bajunya,lalu pergi berlalu begitu saja.
Lee mengepalkan kedua tangannya kuat melihat daren keluar dari ruangannya.Sorot mata yang begitu menakutkan terlihat jelas.Hatinya semakin panas dengan tantangan Daren.ia juga sedikit cemas jika pria itu menemukan gadisnya lebih dulu.
"Daren Hui Fang....berani ya kau mencintai gadisku....tak.akan aku biarkan ada celah sedikitpun untukmu bisa dekat dengan gadis yang kucintai."gumam lirih Lee yang masih bisa didengar oleh nino.
" No...cepat kerahkan semua orang orang kita untuk mencari alamat Sisil didesa....aku ingin secepatnya mendapatkan informasi itu."perintah tegas Lee pada asiatennya itu.
Karena hari sudah sangat sore,Lee memutuskan untuk kembali kerumah.
Setelah sampai Lee langsung duduk melamun diruang tengah.
Fei luo melihat kesedihan diwajah adiknya.
"ada apa Lee,kelihatannya kau sedang bersedih?" tanya Feiluo yang sudah duduk disamping adiknya itu.
"Sisil menghilang kak.kata sahabatnya Sisil cuti bekerja dan pulang kekampung halamannya.aku sudah menyuruh orang mencari keberadaannya tapi belum berhasil..apa dia sengaja pergi untuk menghindariku kak.?aku bisa bisa hilang akal kalau tak menemukannya...." ucap Lee yang terlihat sangat kacau dan frustasi.
''menghilang.....dia semalam tak berkata apa apa padaku ternyata gadis itu ada rencana lain rupanya.....jangan menyerah Lee.kakak selalu mendukungmu.....semoga kau cepat menemukannya dan bawa kembali Sisil kerumah ini..."ucap Fei mencoba memberi suport untuk adik tercintanya.
Dirumah Sisil didesa.
Gadis itu sedang berdiri diteras rumahnya sambil melamun.sekalian menunggu kepulangan adiknya tercinta.
Sita menyadari tentang kesedihan diwajah putrinya.
"apa kau ada masalah disana nak?jangan kau pendam sendiri kalau kau punya masalah".ucap Sita pada putrinya yang sudah ia ajak untuk duduk .
Sisil menarik nafasnya dalam dalam sebelum menjawab pertanyaan ibunya.
"Menurut ibu jika ada seorang pria berusia matang menaruh hati pada gadis kecil sepertiku bagaimana bu?"tanya Sisil dengan ragu.
Sita akhirnya tahu beban apa yang ada dibenak putrinya.rupanya tentang asmara.
Wanita paruh baya itu hanya terseyum dan langsung menyadari bahwa putrinya itu sudah tumbuh dewasa dan sudah pantas menjalin hubungan dengan seseorang.
"Cinta tak mengenal umur nak,tak mengenal status,materi dan kedudukan.kalau hatimu sudah merasa nyaman didekat seseorang itu tandanya kau sudah tertarik dengannya."jelas Sita pelan sambil mengusap lembut ramput hitam panjang putri cantiknya.
__ADS_1
" lalu bagaimana jika ada dua orang bu yang sama sama tampan,baik,mapan dan kaya.?"tanya Sisil spontan.
Sita mengerutkan keningnya mendengar perkataan anak gadisnya itu.
"Dua??" tanya Sita dengan nada mengambang.
"hemm....satu barumur 36 thn bu dan yang satu berumur 33 thn bu....apa bukankah mereka lebih pantas menjadi om ku bu??" ujar Sisil dengan nada santai dan raut wajah yang sudah biasa.
"jangan bilang seperti itu nak,justru terkadang perbedaan usia yang terlalu jauh menjadikan pasangan kita lebih dewasa dan lebih membimbing kita.semua tergantung padamu nak...coba tanya hatimu sendiri, apa kau bisa menerima perbedaan usia itu dan pria mana yang membuatmu lebih nyaman!dan ibu yakin kau sudah bisa bersikap dewasa menghadapi masalah ini."
"Tapi bu jujur Sisil merasa tidak pantas buat mereka bu....mereka orang terpandang sedangkan Sisil hanya gadis desa.perbedaannya terlalu jauh bu.....juga sisil masih takut tersakiti seperti ayah yang sudah menyakiti ibu....."
Sita mamahami trauma spikis di diri putrinya.perpisahannya dengan suaminya menjadikan kedua anak nya sebagai korban,meskipun itu bukan kesalahan sita tapi karena Suaminya yang tergoda dengan wanita lain.
Sita memeluk putrinya erat dan mengusap lembut punggungnya.
"percayakan semua pada takdirmu nak dan sekarang jalani saja apa yang membuatmu nyaman.kau mengerti??"
"Kakak....." panggil seorang remaja laki laki berusia 17 thun.dengan tubuh tinggi melebihi tinggi kakaknya,berwajah tampan dan berkulit putih.
Sisil melepaskan pelukan ibunya lalu menoleh kearah datangnya suara.
"Jeno......." saut Sisil.
"kapan kakak datang?" ucap remaja laki laki yang tak lain adalah
Chanad Jenoa Wijaya,adik lelaki Sisil.
"tadi pagi...kamu sore banget pulangnya?" protes sisil sambil melepas pelukan pada adik tersayangnya.
"maaf kak aku sedang sibuk sebentar lagi kan aku ujian..."
"kakak senang jen kamu selalu bersemangat untuk sekolah,kakak berdoa semoga kamu bisa lulus dengan nilai yang bagus..,!"
"aminnnn....makasih kak....kakak berapa hari dirumah?aku ingin bercerita banyak hal padamu kak!"
"mungkin lusa kakak harus kembali...,baiklah selama kakak disini kakak akan menjadi pendengar setiamu...." ucap Sisil sambil terkekeh.
Keduanya pun saling bercanda melepas rindu mereka.
__ADS_1
Sita sangat bahagia melihat kerukunan dan keakrabpan kedua buah hatinya,meskipun didalam hatinya ada kesedihan dan kekecewaan karena penghianatan suaminya.tapi Sita merasa bersyukur bisa membesarkan kedua anaknya sendiri hingga mereka tumbuh dewasa.