
Sore hari.
Daren dan Dina sudah kembali kekantor mereka masing masing.
Sisil juga sudah selesai berbincang dengan ibunya dan hendak pulang kerumah.
Sisil sudah berada didalam mobil bersama bodyguard sekaligus supirnya,Mr.Miceal Jung.
"Mr Jung kita berhenti disupermarket depan itu dulu ya,aku ingin berbelanja untuk acara besok!" pinta Sasil.
"Baik nyonya..!" jawab Miceal Jung.
Mereka pun sampai diparkiran supermarket mewah itu.
"Biar aku kesana sendiri mr,lagi pula aku hanya berbelanja sebentar!" ucap Sisil lalu keluar dari mobilnya.
Miceal Jung tidak mengindahkan perintah Sisil,Ia segera turun dan berjalan mengukuti Sisil,Dari jauh Miceal Jung akan selalu mengawasi Sisil.
Tak lama Sisil yang sudah selesai berbelanja dan membayarnya berjalan keluar,Namun beberapa langkah ia terhenti karena ada seseorang yang memanggilnya.
"Sisil...!"panggil Sisil sambil menurunkan sedikit masker diwajahnya.
Sisil segera menoleh kearah suara itu.
"Nona Dilan.....!"
"Sedang belanja Sil!"Tanya Dilan mendekati dan itu tak luput dari pandangan Miceal Jung.Tapi Miceal Jung tidak bisa dengan jelas mengenal wajah Dilan karena gadis licik itu memakai kaca mata dan masker yang menutupi wajahnya.
" Iya Nona,Anda sendiri juga habis belanja?"
tanya Sisil ketika melihat tangan Dilan membawa sebungkus platik buah.
"iya,,,Bisakah kita makan siang bersama!" tawar Dilan berpura pura lembut.ia sangat bahwa ada bodyguard yang mengawasinya.
Sisil pun tidak enak jika harus menolaknya.
"Baik nona tapi.saya harus bilang dulu pada supir saya!" ujar Sisil beralasan.
Belum sempat Sisil memberi kode pada Miceal,tangan Sisil sudah ditarik Dilan.
"Ayo ikut aku!!" ajak.Dina memaksa.
Dilan pun segera menarik Sisil kedalam mobilnya dan Sisil yang ikut begitu saja tanpa ada rasa curiga.
Miceal Jung segera mengikuti Sisil dan wanita yang mengejarnya.
Dilan yang licik dengan cepat membawa Sisil ke mobilnya..keluar area parkiran bersama supirnya.
Miceal Jung segera mengejar Mobil yang ditumpangi Sisil.
Didalam mobil Dilan dengan secepat kilat Menyuntikan obat bius kelengan Sisil hingga Sisil pingsan.
Kejar kejaran pun terjadi dijalan padat itu,Miceal Jung yang juga ahli dalam mengemudikan mobil,hampir bisa mengejar mobil Dilan.
Tapi memang semua sudah diatur Dilan dengan sempurna.Dilan menyuruh seseorang untuk menghadang jalan Miceal Jung dengan mobil besar.seakan mobil itu tiba tiba macet dan membuat Miceal Jung berhenti sesaat.
Miceal Jung pun kehilangan jejak mobil Dilan.
"Shittttt......!" umpatnya sambil memukul kemudi mobil.
Sementara Dilan bersorak senang didalam mobilnya.
__ADS_1
"Horeyyyyy....akhirnya kita lolos....kerja bagus.!" ujar Dilan pada supirnya.
Sementara Lee yang hendak ingin pulang bersama Nino berjalan keluar gedung Hans dikejutkan dengan panggilan Miceal Jung.
Amarah Lee seketika memuncak dengan kepalan tangan yang kuat dan sorot mata yang tajam.
Nino yang mengerti langsung dengan cepat mengemudikan mobil menuju rumah Atasannya itu.
Lee juga menghubungi Daren untuk meminta bantuannya.Lee juga menghubungi beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan istrinya.
Tak lama,Lee sudah sampai rumah dan langsung memukul wajah Miceal Jung dengan keras.
"Kenapa kau tidak becuss menjaga istriku Hahhhh.....padahal aku sudah membayarmu sangat mahal!" ucap Lee dengan amarahnya yang meledak ledak.
"Maafkan saya Tuan,Saya sudah berusaha mengejar mobil yang membawa nyonya tapi saya terhalang mobil yang tiba tiba berhenti didepan saya!" ucap Miceal menjelaskan.
"Sepertinya semuanya sudah direncanakan Lee!" ucap Daren yang baru saja tiba.
"Ceritakan padaku kenapa bisa istriku mau ikut kemobil itu?"tanya Lee dengan suara tinggi pada Miceal Jung.
"Tenang Lee,Atur emosimu!" ucap Daren mengingatkan.
"Saat Nyonya sudah selesai berbekanja,ada wanita yang mendekati Nyonya,mereka pun berbicara sebentar.Sepertinya Nyonya mengenali wanita itu,karena saat wanita itu menarik tangan Nyonya,Nyonya Sisil tidak menolak.sedangkan saya tidak bisa dengan jelas melihat wajah wanita itu karena dia memakai kaca mata dan masker Tuan.
Saya sudah berusaha mengejar mobil itu dengan kecepatan tinggi tapi seperti yang saya katakan tadi ada mobil yang macet didepan saya dan saya kehilangan jejak mobil itu." ucap Miceal Jung menkelaskan sejelas mungkin pada bosnya itu.
",Wanita???" Siapa dia....pasti dia suruhan Gerald tapi kenapa Sisil mengenalnya?"ujar Daren yang heran.
"Siapa wanita itu.....??" ucap Lee yang berfikir keras.
",Nino cepat kau minta rekaman CCTv disupermarket itu?''perintah Lee.
"Baik Tuan!" Nino segera pergi.melaksanakan perintah bosnya itu.
"Lee bagaimana apa sudah ada kabar dari Sisil?Apa Gerald pelakunya?" tanya Feiluo yang baru saja sampai.
"Belum Kak,Aku sudah mengerahkan orang orangku untuk mencari Sisil.Aku juga belum ada bukti untuk menuduh Gerald pelakunya!" jawab Lee dengaj wajah yang masih merah karena amarahnya yang ia tahan.
",Aku juga sudah mengerahkan orang orangku untuk mencari Sisil Kak,Jadi kita tunggu saja kabar mereka.!"
"Semoga tidak terlambat Lee,,Hanya saja Kakak tidak ingin kau menyesal!" ucap Feiluo yang benar benar cemas dan khawatir memgungat adik iparnya itu sedang hamil muda.
Lee merasa bingung dengan ucapan Kakaknya.begitupun dengan Daren dan Dina.
"Maksud kakak apa??tanya Lee yang menatap Feiluo.
Feiluo terdiam sesaat,ia harua mengatakan keadaan yang sesungguhnya pada adiknya.
", Sebenarnya Sisil Hamil Lee,Dan Usia kandungannya baru tiga minggu.!"
Sontak Lee berdiri dengan kedua mata melebar.
Daren dan Dina tak kalah terkejutnya juga.
"Apa....kenapa dia tak bilang padaku Kak?" ucap Lee dengan suara beratnya.
"Sisil ingin memberi kejutan padamu besok saat kau berulang tahun.maaf Kakak ikut menyembunyikan hal ini padamu!" Ucap Feiluo dengan sorot mata sayu.
Lee meremas kepalanya kuat,Seakan ingin mengeluarkan semua emosinya.
"Arkkkkkkkk,,,Sialllllll..!!!Teriak Lee.
__ADS_1
" Pantas beberapa hari ini dia tidak mau kusentuh Kak!"ucap Lee spontan saat meninggat Sisil beberapa hari ini tak mau berhubungan badan dengannya!"
"Jaga emosimu Lee,,Kakak mohon.Secepatnya kita harus menemukan Sisil,Karena kandungan Sisil masih lemah,jika Sisil sampai stres atau jatuh itu bisa membuatnya keguguran Lee.!"
"itu artinya saat perut Sisil kram tempo hari itu.karena kehamilannya Kak,Dan dia kram karena stres terlalu takut pada Gerald!" ucap Dina.
"Kau benar Din.Sangat berbahaya jika Sisil bertemu Gerald lagi!" Ucap Feiluo.
Lee semakin frustasi ia sangat takut dan mengkhawatirkan Istri dan calon anaknya.
Tak lama Nino datang membawa rekaman CCtv yang diminta Lee.
Mereka secara seksama langsung melihat rekaman itu dari layar laptop.
"Benar Sisil terlihat akrab dengan wanita itu,Siapa sebenarnya wanita itu?" ucap Dina yang juga melihat kearah layar.
Sementara dibenak Daren,Ia menduga itu.Adiknya Dilan.karena Daren sangat hafal betul postur badan dan gaya penampilan adiknya itu.Tanpa sepengatahuan.yang lain Daren menyuruh orang untuk mengawasi adiknya.
"Tuan kita bisa lacak dari GPS ponsel Nona Sisil!" ucap Nino.
"Kau benar....lacak ponsel Istriku,Dan terus awasi pergerakan Gerald.Cari tahu juga dimana alamat Mansion Gerald berada,Entah kenapa filingku berkata ini ada kaitannya dengan dirinya.!" perintah Lee.
"Baik Tuan" Jawab Nino.
"Kuharap kau lebih tenang Lee,kita tunggu saja perkembangannya,aku akan ikut mencari juga kalau begitu aku dan Dina pamit dulu.kalau.ada apa apa langsung hubungi aku!"ucap Daren yang hendak ingin pergi bersama Dina.
Lee hanya mengangguk pelan kearah Daren.
Dina juga berpamitan pada Feiluo lalu pergi bersama Daren.
Lee duduk menghampiri Feiluo dan langsung memeluk kakaknya itu.
" Aku takut Kak.....Jika sesuatu.terjadi pada Istri dan calon anakku aku bisa hilang akal dan menyalahkan diriku sendiri!"ucap.Lee serak seakan menahan tangis.
Feiluo mengusap lembut punggung lebar adiknya.
"Tenanglah,semua akan baik baik saja.....Sisil wanita yang kuat,Kakak yakin dia akan bertahan sampai bisa menemukannya!"
Sementara Di Mansion Mewah Gerald.
Dilan sudah membawa Sisil yang pingsan dan meletakkannya disebuah kamar besar sesuai perintah Gerald.
"Aku sudah melakukan tugasku Gerald,sekarang giliranmu!" ucap Dilan dengan nada dingin pada Gerald lalu pergi dari tempat itu.
"Secepatnya aku akan membawanya pergi jauh dari negara ini!" ucap Gerald tak kalah dingin pada Dilan.
Setelah Dilan berlalu.Gerald duduk ditepi ranjang tempat Sisil terbaring tak sadarkan diri.
Gerald menatap lekat wajah cantik Sisil lalu mengusap lembut pipi Sisil.Gerald juga mencium lembut kening Sisil.
"Anda saja aku lebih dulu berjumpa denganmu,mungkin bukan Lee suamimu tapi aku yang menjadi suamimu Sil..Aku benar benar sudah Hilang akal Sil karena dirimu!!" gumam Gerald yang masih menatap wajah tenang Sisil dari jarak dekat.
Malam ini Gerald dengan beraninya tidur disisi Sisil yang masih pingsan.Gerald seakan tak pernah puas dan lelah memandang wajah Sisil.
Sementara Dirumah Lee...Lee yang hendak mengambil baju dialmari melihat kotak kecil berhias pita cantik.
Lee langsung membuka kotak tersebut.
Air matanya keluar begitu saja saat melihat tespek yang bergaris merah dua didalam kotak tersebut.
"Kau ingin memberi aku kejutan inikan Sayang.....Sungguh aku bahagia ada calon penerusku dirahimmu...Tapi sekarang kau ada dimana???Kumohon bertahanlah dan tunggu aku,,Aku.pasti akan menemukanmu,Itu janjiku!!"
__ADS_1
Sedih dan bahagia yang ia rasakan,harusnya besok dihari Ulang tahunnya menjadi hari yang membahagiakan tapi justru menjadi hari yang menyedihkan untuknya.