Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Malu


__ADS_3

Gadis berusia 19 thn itu masih berdiri mematung ditempatnya.kedua bola matanya membulat sempurna,seperti tak percaya dengan siapa yang berada didepannya.


"apa kau akan terus berdiri disitu sayang?"


ucap pria yang berumur 36 thn itu dengan seyum diwajahnya.


Seketiika lamunan Sisil buyar,dengan malas dia duduk dikursi yang berjauhan dengan Lee.


"bapak kenapa bisa tau alamat rumah saya?" pertanyaan pertama yang gadis itu keluarkan.


seyum masih tersirat diwajah tampan itu.


"mudah bagiku untuk menemukanmu,,,apa kau coba menghidariku?"


"kenapa sisil harus menghindari bapak,?saya memang merindukan keluarga saya....dan untuk apa bapak kesini?"sisil mencoba bersikap biasa.


Pria tampan itu berdiri dari kursinya dan duduk lagi didekat Sisil.


"untuk menjemputmu....." ucapnya santai.


"hahhhhh.....untuk apa bapak repot repot menjemput saya,saja masih ingin disini beberapa hari?ucap Sisil semakin gugup dengan pandangan intens pria tampan itu.


" kau kan kekasihku jadi aku tidak bisa jauh jauh darimu ,kalau begitu aku juga akan menginap disini untuk beberapa hari..."


Sisil menelan ludahnya kasar mendengar. kenekatan pria didepannya.


Bersamaan itu ibu Sisil keluar dengan membawa nampan berisi dua cangkir teh hangat.ibu Sisil sempat mendengar perkataan Lee.


"minumlah nak mumpung masih hangat,,oh ya ini kan sudah larut malam sebaiknya nak Lee menginap disini....''ujar bu Sita yang tentu saja membuat Sisil semakin lemas.


Berbeda dengan Lee yang merasa sangat senang.


" terima kasih bu....."jawab Lee,sambil mengambil secangkir teh didepannya dengan melirik kearah Sisil.


"apa nak Lee sudah lama mengenal Sisil?tanya wanita paruh baya itu.


Lee pun menceritakan awal mula dirinya bisa mengenal Sisil dan bagaimana kakak dan keponakannya bisa sangat menyanyangi Sisil.


sementara Sisil hanya terdiam mendengar Lee bercerita pada ibunya.


Sita terseyum mendengar cerita Lee.


" jadi disana kau sudah menjadi Momy ya sil??ibu tak menyangka kau sudah sangat dewasa."


Sisil hanya terseyum kecut mendengar pertayaan ibunya.


"yasudah ibu tinggal dulu.biarkan nak lee tidur dikamarmu Sil,,dan kau tidur bersama ibu..." ucap Sita lalu pergi meninggalkan keduanya.


"tappppi bu..???" belum sempat sisil protes,ibunya sudah pergi.


Lee terseyum penuh kemenangan.


untuk beberapa saat mereka terdiam.


"aku sangat merindukanmu sayang,,lain kali kalau ingin pulang jangan lupa bilang padaku dulu ya." ujar Lee sambil menggenggam tangan Sisil.


dengan cepat Sisil melepas genggaman tangan Lee dan langsung berdiri.


"ayo pak saya antar kekamar,saya sudah ngantuk..." ucap Sisil menyembunyikan kegugupannya.


Lee senang melihat expresi wajah gadisnya itu.


mereka lalu menuju kamar Sisil.


"maaf pak kamar saya sempit dan sederhana." ucap sisil saat mereka sudah berada didalam kamar.

__ADS_1


"terima kasih sayang dan mimpi indah.dengan cepat Lee memeluk tubuh Sisil dan mencium kening sisil lalu melepaskannya.


Sisil hanya bisa terdiam mendapat serangan mendadak dari Lee.segera ia keluar dari kamarnya.lee menahan tawanya melihat Sikap salah tingkah sisil.


Lee memandang setiap sudut kamar gadisnya itu.kamar berukuran 3*4 itu terlihat sederhana dan begitu rapi.didominasi dengan cat warna ungu dengan berbagai foto masa kecil sisil didinding kamar itu.


Lee terseyum memandangi foto foto itu.


" cantik ..."gumamnya.


Lee tak menyangk bisa tidur dikamar gadis yang ia cintai.


dengan segera ia membaringkan tubuhnya yang terasa lelah diranjang.menarik selimut yang sempat dipake Sisil tadi.hati lee merasa sangat tenang berada dikamar Sisil hingga akhirnya dia tertidur pulas.


Sementara Sisil tidur disamping ibunya.matanya sulit terpejam karena memikirkan kedatangan Lee dirumahnya.


Pagi menjelang Sisil terbangun dari ranjang.meskipun dirinya baru tidur beberapa jam tapi karena kebiasaannya dia tetap bisa bangun pagi.segera ia mencuci muka dan gosok gigi.


"pagi bu hoammmmm!!sapa Sisil yang sudah duduk dikursi sambil menguap.


" pagi sayang..?apa kau bisa membantu ibu?"


"tentu bu...apa yang bisa aku bantu?"


"tolong belikan ibu beberapa sayuran dipasar ya nak...ini daftarnya..." perintah bu sita sambil memberi sisil secarik kertas.


"baik bu,sisil ganti baju dulu!" jawab Sisil yang memang saat ini dia hanya memakai setelan piyama tidur.ia ingin mengambil kaos dikamarnya.


Sisil baru mengingat ada Lee yang berada dikamarnya.dengan sedikit ragu terpaksa ia masuk pelan pelan kedalam kamarnya.dilihatnya pria tampan itu masih tertidur lelap.sisil berjalan menuju almari pakaiannya lalu mengambil satu buah kaos hitam.


Tanpa sisil sadari,Lee ternyata sudah bangun dari tadi.pria itu sudah berdiri dibelakang Sisil dan langsung memeluknya erat.


"morning sayang.." ucap Lee sedikit serak.


Sisil terkejut dua tangan besar Lee sudah menyilang dipinggangnya.kegugupan langsung menderanya bercampur rasa malu.


Lee pun melepaskan pelukanya.


"apa kau ingin mandi?" tanya Lee setelah melihat kaos ditangan Sisil.


"tidak pak sisil hanya ganti saja. sisil mau kepasar disuruh ibu.!ucap Sisil yang sudah berhadapan dengan Lee.


" pasar.........."pria itu mengerutkan keningnya.


"aku ikut...." sambungnya.


"Haaa......tapi ini pasar tradisional pak,tempatnya kotor dan becek.lagipula sisil jalan kaki kesana..." jelas sisil.


Lee terseyum simpul mendengar keraguan Sisil padanya.


"apa kau ragu padaku....apa kau kira aku tak bisa datang kepasar??asal itu bisa membuatku selalu dekat denganmu tak masalah bagiku." ucap Lee dengan pandangannya yang intens pada Sisil.


Memang seumur hidupnya Lee tak pernah pergi kepasar.apalagi status keluarga yang merupakan keluarga konglomerat membuatnya tak mungkin datang kepasar tradisional.Juga kedudukannya yang merupakan seorang CEO perusahaan besar membuat egonya tinggi yang hanya selalu bisa memerintah bawahannya untuk mendatangi tempat tempat yang selalu dikunjungi warga kalangan menengah kebawah seperti pasar.tapi demi bisa bersama gadisnya pria itu menghilangkan segala keraguan dan egonya.


Apa jadinya jika ada anak buahnya yang tau,seorang boz besar sepertinya datang ketempat yang kotor dan becek itu...tp Lee tak menghiraukan itu.


Sisil tak habis pikir Lee benar benar keras kepala.


"tunggu aku sebentar" ucap Lee lalu bergegas kekamar mandi.


Tak berselang lama mereka sudah keluar dari rumah berjalan kaki menuju pasar yang tidak jauh dari rumah sisil.


Udara pagi hari yang begitu segar dan pemandangan pegunungan yang begitu indah sangat dinikmati oleh Lee.


mereka berjalan sejajar dengan pelan.berulang kali tetangga Sisil yang berpapasan pun melihat mereka dengan keheranan.membuat sisil merasa risi.sementara Lee bersikap biasa.

__ADS_1


Sisil hanya diam saat berjalan bersama menuju pasar,sedangkan lee terus memandangi sisil.


Sampai dipasar Sisil langsung menuju sebuah kios yang menjual berbagai macam sayur diikuti Lee dibelakangnya.


Kios yang sudah menjadi langganannya.


"bi inah sisil mau beli sayur..." sapa Sisil pada wanita paruh baya sang pemilik kios.


Wanita paruh baya yang sedang menata sayuran itu langsung menoleh.


"Neng Sisil...lama gak liat neng...gimana kabarnya?" tanya bi inah yang memang sudah akrab dengan sisil.


"baik bik,,iya Sisil udah 3/bulan gak pulang...kbar bibi juga baik kan...?" tanya Sisil sambil memilih milih beberapa sayuran yang akan ia beli.


sementara Lee hanya diam berdiri disamping sisil memperhatikan gadisnya itu memilih sayuran.


"kabar bibi juga baik neng.tapi ngomong ngomong siapa pria ganteng ini,om neng ya?" tanya spontan biinah saat melihat pria tampan disamping Sisil.


Seketika Sisil membulatkan matanya mendengar pertanyaan bi inah.


Lee juga mengerutkan keningnya,mendengar wanita itu berkata kalau dia om nya Sisil.


"bukan om bik.tapi..." ucapan Sisil terpotong oleh Lee.


"saya kekasih sisil bik bukan omnya...." ucap Lee dengan penuh penekanan.sambil melihat kearah bi inah.


Dengan cepat Sisil memukul perut Lee dengan siku tangannya dan memandang Lee dengan tajam.


"auwwww.,,sakit sayang" ucap Lirih Lee.


Biinah sebenarnya agak terkejut mendengar perkataan Lee,tapi dia merasa ikut bahagia gadis sebaik dan secantik sisil bisa mempunyai kekasih yang dewasa dan tampan seperti itu.


"Wah ganteng pisan neng cocok sama neng sisil yang cantik....gak papa neng udah dewasa justru bisa melindungi dan membimbing neng" ucap Bi inah yang langsung membuat pipi sisil merona.


sedangkan lee terseyum karena merasa dibela oleh bi inah.


"udah bik jangan bahas itu.ini.sayur sayurnya tlong dihitung semuanya bik!ucap sisil mengalihkan pembicaraan.


Setelah membayar belanjaannya,Sisil segera pamit dan keluar dari pasar langsung pulang menuju kamarnya.


ia beranjak dari pasar dengan menahan rasa malu karena ucapan bi inah tadi.


Sisil berjalan cepat tanpa menghiraukan Lee yang berada dibekangnya.


Lee hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Sisil yang beubah aneh.


" sayang tunggu,kenapa kau berjalan sangat cepat..!ucap Lee sambil terengah engah.


Sisil menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Lee.menunggu Lee bisa mensejajarkan posisinya.


"kenapa bapak bilang kalau bapak itu kekasih sisil.....gimana kalau orang orang tau....?" ucap Sisil dengan wajah yang cemberut.


"memang aku kekasihmu kan...memang ada yang salah.....??biarkan saja mereka tahu....aku tidak perduli..."


"tapi sisil malu pak.....ini menyangkut nama baik keluarga sisil.gimana kalau mereka ngira dikota Sisil tidak bekerja dan malah deketin om om kaya.??" ucap Sisil dengan tegas.


"yaudah gampang tinggal aku nikahin kamu secepatnya...beressss!dan mereka gak akan mikir macam macam lagi sayang.gimana???"


Ucap Lee yang sudah mengandeng tangan Sisil.


Sisil menelan salivanya kasar,ucapan Lee ini sukses membuat dadanya berdebar.hatinya berdesir....secara tidak langsung lee sudah melamarnya meskipun dengan cara yang tidak biasa.


Sisil lalu melanjutkan langkahnya tanpa menjawab perkataan Lee.meskipun Lee masih mengandeng tangannya.


Sisil sedang berperang dengan hati dan pikirannya yang tidak sinkron.perasaannya malu bercampur bingung juga bahagia.

__ADS_1


lee membiarkan gadisnya itu terus melamun sambil berjalan dengan tangannya terus mengandeng tangan sisil.


Sampai Sisil tak sadar sudah sampai dihalaman rumahnya.


__ADS_2