
Hari berganti malam,Sisil masih setia merawat Lee diruangannya.Sedangkan Dina sudah kembali ke Hotel karena Sisil yang menyuruhnya.
"Apa kau tak Lelah seharian merawatku?" Tanya Lee yang duduk bersandar dipinggir ranjang sambil melihat kearah Sisil yang duduk disampingnya.
Sisil hanya menggelengkan kepalanya sambil terseyum simpul kearah pria tampan itu.
"Pulanglah jika kau lelah...!" ucap Lee dengan entengnya tanpa menghiraukan perasaan Sisil.
Sisil terseyum kecut.
"Sisil akan selalu menemani bapak!" Jawab Sisil tegas.
Lee semakin membulatkan matanya kearah Sisil.
"Kenapa kau keras kepala?"ujar Lee yang terlihat sebal.
" Karena ini sudah menjadi kewajiban Sisil!"Jawab Sisil tegas sambil memperlihatkan cincin cantik yang tersemat dijari manisnya.
"Apa kau benar Calon istriku??apa benar aku yang memasangkan Cincin itu,kenapa aku bisa mencintai gadis muda sepertimu?" Ujar Lee syarat akan pertanyaan yang membuat Sisil terasa sesak.
"Lebih baik bapak tanyakan sendiri kehati kecil bapak saja!" Jawab Sisil setenang mungkin.
Tak lama Feiluo datang.
"Malam Lee,Sil....!Sapa Feiluo saat ia sudah berdiri disamping Lee.
" Bagaimana Keadaanmu Lee?"tanya Fei sambil mengusap lembut lengan adiknya itu.
"Sudah baik Kak,mana Lion?"
"Lion dihotel bersama mama,Kakak senang kau berangsur membaik,Kakak percaya calon istrimu ini sangat pandai merawatmu!" ujar Feiluo sambil melirik kearah Sisil yang terduduk disofa.
Sisil hanya terseyum simpul sedangkan Lee masih dengan wajah datarnya.
"Kau ingin kembali kehotel atau tetap disini Sil?"
"Sisil ingin tetap disini Kak!" jawab Sisil cepat.
Lee spontan melihat kearah Sisil dengan wajah penuh tanya.
**Gadis ini benar benar keras kepala**gumamnya dalam hati.
"Bagus,Kalau begitu tidurnya diranjang Lee biar aku tidur disofa''Ucap Feiluo yang membuar Lee melotot kearahnya.
Sedangkan Sisil tertegun dengan perkataan wanita dewasa itu.
" Tidak kak Sisil tidur sambil duduk disofa saja!"tolak Sisil halus.
"Eh mana bisa begitu,sudah sewajarnya kau tidur disamping Lee,jangan malu padaku!Ayo cepat Tidur inikan sudah malam,kau pasti lelah kan?"
Bukan Feiluo namanya jika tidak bisa membuat keduanya semakin dekat.dengan segala cara wanita itu bertekad untuk menyatukan dua sejoli itu.
Sisil gugup harus bagaimana ia pun meminta ijin untuk keluar sebentar.Baginya dadanya terasa sesak jika berada didalam ruangan itu.
__ADS_1
"Sebentar Kak Sisil keluar dulu!" Pamit Sisil yang segera berdiri dan keluar kamar.
Feiluo melihat dengan jelas kegugupan dimata Gadis muda itu.
"Tidurlah dulu Lee,kakak keluar sebentar!"ujar Fei pada adiknya itu sebelum keluar kamar.
Feiluo melihat Sisil sedang duduk termenung sambil memegang dadanya.
" Kenapa kau begitu gugup Sil?"tanya Fei yang Sudah duduk menghampiri Sisil.
"Sisil takut Kak,Sikap Pak Lee seakan menolak keberadaan Sisil,mana mungkin Sisil bisa tidur didekatnya?"
"Kakak paham perasaanmu Sil,kakak tau ini berat untukmu.Tapi kakak mohon padamu Sil,teruslah berjuang untuk cintamu sampai kau tak mampu lagi melakukannya.Dan kakak akan selalu mendukungmu!Kau mengerti kan maksud kakak?"
Sisil hanya mengangguk pelan.Ia sangat bersyukur wanita itu selalu mendukungnya.
Tak lama keduanya pun masuk kekamar.
Lee sudah terlihat memejamkan matanya dengan posisi tidur menyamping.
Feiluo memberi kode pada Sisil untuk segera naik keatas ranjang Lee.
Dengan perasaan gugup Sisil menuruti permintaan Feiluo.
Dengan perlahan tubuh Sisil sudah berada didekat Lee.
Lee yang sebenarnya hanya berpura pura sudah tidur sangat merasakan kehadiran Sisil didekatnya.meskipun posisi mereka saling membelakangi.Rasa hangat dan nyaman langsung dirasakan oleh pria itu saat berada didekat Sisil.
Sementara Lee masih belum bisa menutup memejamkan matanya.
Dengan reflek Lee membalikkan tubuhnya.
Wajah cantik dengan bulu mata lentik,hidung mancung,bibir mungil semerah cery dan pipi yang putih mulus langsung tersaji didepan matanya.
Lee tertegun untuk beberapa saat menikmati kecantikkan gadis dihadapannya itu.jarak mereka hanya beberapa centi saja.bahkan aroma tubuh Sisil begitu terasa dihidung Lee.
Sampai Lee tak sadar sudah menyentuh bibir mungil merah itu perlahan.
Membuat Sisil melengkuh ringan saat merasakan sesuatu menyentuh bibirnya,dengan cepat Sisil membuka matanya.
Deg....dua bola mata tajam itu mengarah padanya.
Pandangan mereka beradu cukup lama dengan jarak yang begitu dekat.Hingga Sisil tersadar dengan perasaan gugupnya.
"Bapak kenapa bangun,apa bapak haus?" Ujar Sisil lalu berusaha bangkit tapi Lee mencegahnya.
"Tidak,tidurlah lagi.....!ucap Lee masih dengan wajah datar.
Sisilpun kembali merebahkan tubuhnya menghadap kekasihnya dengan tatapan mata yang selalu mengarah ke wajah pria tampan itu.
Lee sudah berbaring,pandangannya menatap langit langit.
" Jangan memandangi terus,cepat tidur!"perintahnya tanpa menoleh kearah Sisil.
__ADS_1
Sisil terseyum simpul lalu memberanikan dirinya.
"Apa Sisil boleh mencium dan memeluk bapak?"
Lee sontak menoleh menghadap Sisil karena merasa terkejut.
Cup....dengan cepat Sisil mencium lembut kening Lee lalu memeluk tubuh kekar pria dewasa itu.
Lee hanya terdiam membulatkan kedua matanya,Ia tak menyangka gadis didekatnya ini begitu berani.
Awaknya dia merasa risi dengan pelukan itu,tapi semakin lama pelukan itu begitu terasa nyaman.
Entah apa yang terjadi,meskipun pikirannya menolak tapi tubuh dan hatinya seakan menerima perlakuan manis itu.
Tanpa sadar Lee melilitkan tangannya dipinggang Sisil,memeluk gadis itu dengan erat,Sisil merasa begitu hangat dan nyaman disela mimpi indahnya.
Sampai pagi datang,posisi mereka tak berubah.
Sisil lebih dulu bangun,ia membuka kedua matanya pelan.Ternyata wajahnya sudah berada didada Lee,tangan kekarnya juga masih melingkar kuat ditubuh Sisil.
Untuk sesaat Sisil menikmati keadaan itu.Ia ingin menikmati ketampanan pria dewasa itu dulu saat tertidur.
Seyum simpul tersirat diwajah cantiknya.ia pun memberanikan diri mencium pipi Lee.
"Morning Kiss Sayangku" ucapnya Lirih.
Lee belum bergerak juga.akhinya Sisil menusuk nusuk pipi Lee dengan jarinya.
"Pak Lee bangun,lepasin tangan bapak ditubuh Sisil!" ucap Sisil yang lembut.
Lee pun bangun setelah merasa ada sesuatu yang hangat didekatnya ia sampai lupa ada Sisil yang sedang ia peluk erat.
"Eh maaf....!" ujarnya spontan saat matanya terbuka lebar sambil melepas lilitan kedua tangannya.
Sisil terseyum manis kearah Lee dan langsung bangun.
"Bagaimana keadaan bapak,sudah lebih enak kan?" tanya Sisil saat sudah duduk disamping Lee.
"Lumayan...!" jawab singkat Lee.
Sisil mengerucutkan bibirnya,Sisil mencari keberadaan Kak Fei yang sudah tidak ada disofa.
"Kemana Kak Fei?" gumamnya.
"Sisil mandi dulu ya pak!" ucap Sisil pada Lee yang sudah duduk bersender.
Sisilpun segera membersihkan dirinya dikamar mandi.
"Kenapa aku justru memeluknya......ah ....gila. .!!!" umpat Lee begitu saja.
Sementara Feiluo yang ternyata sudah bangun sebelum sepasang kekasih itu bangun,sempat memotret kemesraaan keduanya saat tertidur tadi.Feiluo merasa bahagia Sisil dan Lee kembali dekat lagi.
Foto itu akan ia simpan sebagai bukti bahwa adiknya itu sangat mencintai gadis muda itu.
__ADS_1