
Keesokan Harinya.
Sisil dan Lee berencana untuk kembali keIndonesia nanti malam.
Tapi sebelumnya mereka sudah berbelanja oleh oleh dan Lee akan keluar nanti siang untuk menemui beberapa orang menyelesaikan pekerjaannya karena kunjungannya diKorea yang dipersingkat.
"Apa kau Lelah sayang?" Tanya Lee saat mereka baru sampai dihotel selesai berbelanja beberapa oleh oleh.
"Lumayan Sayang,kenapa?"
"Habis makan siang aku keluar sebentar ya,Kau dikamar saja istirahat.!" ucap Lee.
"Apa ada masalah?"
"Tidak aku hanya menemui beberapa orang untuk menyelesaikan pekerjaanku saja karena kunjunganku kali ini kan dipercepat.Jadi sebelum kembali keIndonesia aku ingin menyelesaikannya.!"
"Baiklah tapi jangan lama lama ya dan nanti sore aku mau jalan jalan sebentar!"
"okey Honey.!"
Setelah makan Siang Lee benar benar pergi meninggalkan Sisil dihotel bersama satu bodyguard yang berjaga diluar kamar.
Tak lama Lee pergi,Gerald datang kekamar hotel tempat Lee dan Sisil menginap dengan membawa satu buah tas paperbag.
"Maaf Tuan anda tidak bisa masuk,nyonya sedang Istirahat!" cegah bodyguard itu pada Gerald yang hendak mengetuk pintu.
Tapi Gerald adalah pris cerdik ia dengan mudah bisa mengelabui penjaga tersebut dan langsung mengetuk pintu kamar hotel tersebut.
Sisil yang sedang menonton tv dengan pakaian santainya membuka pintu.
"Tuan Gerald" ucap Sisil yang terkejut dengan kedatangan Pria tampan itu.ia merasa bungung karena ia hanya sendiri tanpa Lee.
"Apa aku boleh masuk?" tanya Gerald yang langsung menerobos masuk tanpa mendengar jawaban Sisil.
"Ada apa tuan Gerald,suamiku sedang keluar!" ucap Sisil yang masih berdiri.sementara Gerald sudah duduk disofa.
"Duduklah nona,aku hanya ingin memberikan ini padamu sebelum kau kembali kenegaramu!" ucap Gerald sambil memberi sebuah papar bag pada Sisil.
Sisil yang sudah duduk diujung sofa menerima pemberian Gerald tersebut.
"Bukalah!" ucap Gerald.
Sisil dengan ragu membuka kota kecil yang ada didalam paperbag itu.
Betapa terkejutnya Sisil melihat isinya sebuah gelang tangan yang indah berbahan emas putih dengan hiasan bermata Berlian.
"Maaf saya tidak bisa menerima hadiah seindah dan semahal ini tuan Gerald.!" ucap Sisil lalu meletakkan kotak gelang itu dimeja.
"Untuk wanita seindah nona pantas untuk mendapatkan hadiah seindah itu!"ucap Gerald.
" Saya sudah sangat berterima kasih pada Tuan,karena sudah memberi kesempatan pada saya untuk bisa bertemu dengan idola saya Yesung.Jadi hadiah ini saya rasa tidak perlu Tuan.!"tolak halus Sisil.
"Jadi kau menolaknya?''ucap Gerald dengan kening yang berkerut.
Sisil hanya menganggukkan kepalanya.
Gerald yang sudah tidak sabar menggeser duduknya mendekati Sisil lalu menarik paksa tangan kiri Sisil.Gerald mencoba memakaikan gelang itu pada tangan Sisil..
" Tuan kenapa anda memaksa?tolong kepaskan tangan saya?"ucap Sisil yang mencoba berontak.
"Aku tidak suka penolakan nona,ini hanya gelang aku mohon terimalah." ucap Gerald yang sudah berhasil memasangkan gelang itu ditangan Sisil.
Entah kenapa berada didekat istri sahabatnya itu membuat Gerald mendesir kuat,jiwa laki lakinya bangkit begitu saja.hanya dengan mencium wangi tubuh dan rambut Sisil juga melihat Sisil yang hanya mengenakan kaos pendek dan celana sebetis.
Gerald memandang lekat kearah Sisil cukup lama membuat Sisil merasa risi.
"Sebaiknya tuan pulang sekarang,Saya tidak mau suami saya menjadi salah paham dengan anda!"
"Apa kau mengusirku nona?"
"Apa kau sangat mencintai sahabatku itu?" ucap Gerald yang semakin mendekatkan tubuhnya kearah Sisil,tapi dengan cepat Sisil bisa beranjak dari sofa itu dan berdiri dipintu arah balkon.
Gerald dengan cepat bangkit dan mengunci pergerakan tubuh Sisil.
__ADS_1
Kini tubuh Sisil yang terhimpit tembok dan tubuh Gerald hanya bisa diam mematung,Sisil merasa ketakutan.
Kedua tangan kekar Gerald berada dikanan kiri tubuhnya.
"Apa yang anda inginkan Tuan Gerald,ini sudah diluar batas!" tanya Sisil memalingkan wajahnya kesamping karena Wajah gerald begitu dekat didepannya.
Gerald terseyum smrik.
"Kau memang sungguh cantik,pantas Lee sangat mencintaimu...Kau tanya apa mau ku??"
",Mauku adalah tinggalkan Lee,dan hiduplah bersamaku disini.Aku bisa memberimu kemewahan melebihi yang diberikan oleh Lee padamu,bahkan aku setiap saat bisa mempertemukanmu dengan idolamu itu.Bagaimana ??" tanya Gerald yang sudah teropsesi dengan Sisil.
"Maaf tuan saya tidak bisa.Tuan Gerald pria yang tampan.kaya dan suxses mudah bagi anda mencari wanita lain.saya mohon lupakan saya.Saya sangat mencintai Lee.;" tolak Sisil lagi.
Gerald menjadi semakin nekad.
Dengan cepat ia mencium pipi Sisil,membuat sisil terkejut dan menoleh kearahnya.
"Tuan Gerald jangan kurang ajar atau aku akan berteriak!"
Bukannya menjauh Gerald justru menarik tengkuk leher Sisil,mencium bibir Sisil dengan paksaan,******* bibir tipis sisil dengan kasar.Sisil mencoba memberontak tapi begitu sulit karena tenaga pria itu begitu besar.
Hingga air mata keluar dari kedua sudut mata Sisil,Gerald baru melepas pagutannya.
"Manis...." satu kata yang keluar dari mulut Gerald setelah mencecap bibir Sisil.
Gerald masih mengunci pergerakan Sisil.
menatap Sisil tajam.
"Aku bisa saja menculikmu atau mencelakai suamimu diluar sana kalau aku sudah benar benar marah."ucap Gerald dengan aura yang menakutkan.
Susil tiba tiba khawatir dengan suaminya yang berada diluar.
" Aku mohon tuan jangan sakiti suamiku.!ucap Sisil penuh ketakutan.
"Kalau begitu diamlah,biarkan aku memelukmu,menikmati kehangangatan tubuhmu.hanya pelukan saja,bolehkan?" ucap Gerald dengan wajah dinginnya.
Gerald menarik pinggang Sisil kuat,merapatkan tubuhnya ketubuh Sisil hingga tak ada jarak antara mereka.Dada sisil juga terhimpit tubuh Gerald hingga merasa sesak.
Gerald menikmati aroma tubuh Sisil.sungguh nyaman untuknya.
Tapi Gerald tergoda dengan tengkuk leher sisil yang putih mulus.Ia dengan kasar mencumbui bagian itu,membuat Sisil berontak hebat.
"Tolong lepaskan saya tuan aku mohon!"
Saat sedang asyik mencumbui leher
Sisil,pintu kamar didobrak paksa oleh Lee.
Mata Lee menajam dengan penuh emosi langsung melepas pelukan Gerald pada tubuh istrinya.
Bugk bugk bugk,,,Lee meninju wajah dan Perut Gerald,kalau untuk bela diri dan urusan menembak memang Lee jagonya.
Gerald tersungkur kelantai dengan darah disudut bibitnya.
Sisil segera berlari kepelukan suaminya.
"kau tidak apa apa Sayang?" ucap Lee yang sangat khawatir.
Sisil hanya menggelengkan kepalanya dipelukan Lee.
"Breng...kk kau Gerald,beraninya kau menyentuh wanitaku,apa kau sudah bosan hidup hahhhhh??"umpat kasar Lee pada gerald.
Gerald bangkit berdiri dan terseyum simpul pada Lee.
" Aku hanya ingin memeluk istrimu saja,tidak lebih Lee"ucap Gerald dengan entengnya.
Lee memukul gerald lagi dibagian wajah.emosinya sudah memuncak.
"Kita akhiri hubungan persahabatan kita dan hubungan bisnis kita Gerald.pergilah sebelum aku membunuhmu!" ucap Lee dengan sorot mata tajam sambil menyodorkan pistol kearah Gerald.pistol yang selalu Lee bawa kemana saja dibalik saku jasnya.
"Wow...kalem man....Aku hanya ingin memeluk istrimu saja..baiklah aku pergi.tapi aku masih menganggap kau sebagai sahabatku.terserah jika kau marah padaku saat ini.!" ucap Gerald lalu pergi keluar dari kamar Lee.
__ADS_1
Sisil mendekap erat tubuh Lee.tubuhnya serasa lemas.
Lee melihat bibir Sisil yang sedikit bengkak.
"Apa dia menciummu?"tanya Lee penuh emosi.
Sisil mengangguk pelan.seketika tangan Lee mengepal.kuat.
" Dasar baji...n**umlat Lee kasar.
Sisil menangis dipelukan Lee.Lee mencoba menenangkan istrinya yang terlihat Shock.
Lee mengangkat tubuh Sisil dan membaringkannya diatas ranjang.Lee memeluk tubuh Sisil posesif.
"Tidurlah sayang....agar kau lebih tenang.!"
"Jangan pergi lagi!" ucap lirih Sisil.
"iya Sayang.!" ucap Lee yang semakin mengeratkan pelukannya.
Sisilpun terlelap karena merasa sangat lemas.
Saat Sisil sudah tertidur.Lee menghubungi seseorang.
**Perketat penjagaan sampai aku menuju bandara nanti malam dan terus awasi Gerald Liu!**ucapnya pada seseorang diujung sambungan.
Lee sangat menyesal meninggalkan Sisil sendiri dikamar harusnya ia mengajaknya juga.
Pukul 6 Sisil baru terbangun.cukup.lama ia tertidur.ia sudah melihat Satu koper sudah siap didekat pintu.
"Kau sudah bangun sayang?" tanya Lee yang merapikan perlengkapan mereka.
Sisil hanya mengangguk.
"Mandilah.....pesawat kita dua jam lagi.Maaf aku tak bisa mengajakmu jalan jalan sore!" perintah Lee.
Sisil masih bingung.
"Tenanglah Sayang,aku sudah merapikan dan memasukkan pakaian kita dalam koper.aku juga sudah menyiapkan pakaian untukmu yang akan kau gunakan setelah mandi." ucap Lee yang duduk disamping Ranjang.
Sisil tidak menjawab ucapan Lee,ia langsung memeluk tubuh suaminya.
"Terima kasih dan maaf untuk kebodohanku,harusnya aku tak membukakan pintu untuknya!" ucap Sisil yang menangis lagi.
Lee menatap wajah Sisil.
"Sayang lupakan kejadian buruk tadi dan hemm apa aku bisa minta tolong padamu?"
Sisil mendongak kearah suaminya.
"Apa??"
"Mandilah dan bersihkan bekas bekas sentuhan pria breng...k itu ditubuhmu.Aku tidak suka ada bekasnya yang tertinggal ditubuhmu!" ucap Lee yang memang masih merasa kesal.
Tanpa menunggu lama Sisil segera menuju kamar mandi.membersihkan tubuhnya dari bekas bekas sentuhan Gerald tadi.
Ia membuat tubuhnya sewangi mungkin,ia tak ingin membuat suaminya lebih kecewa lagi.
Tak lama Sisil sudah keluar menggunakan handuk putih yang melilit ditubuhnya.
Lee memeluk tubuh Sisil dari belakang,menciumi tengkuk lehernya dan menghirup aroma tubuh istrinya yang wangi.
"Kau sudah tidak marah lagi kan Sayang?"tanya Sisil lembut.
" hemmm,cepat pakai bajumu sebelum aku semakin tergoda dengan tubuhmu!"
"iya tapi lepaskan dulu pelukanmu sayang!"
Lee melepas pelukannya.Mencium kilat bibir Sisil yang akan selamanya menjadi miliknya.
"Kita pulang ya sayang,dan tinggalkan semua kenangan buruk disini!"
Sisil dan Lee pun bersiap siap untuk pulang Keindonesia.
__ADS_1