
7 Bulan berlalu.
Tak terasa Besok hari pernikahan Daren dan Dina.Sedangkan perut sisil semakin membesar dikehamilannya yang sudah menginjak 8 bulan lebih.
Lee selalu sigap melayani sang istri yang terlihat mudah lelah.
Keduanya tengah menikmati acara televisi dengan duduk berdua disofa.Sisil menyenderkan tubuh dan kepalanya ditubuh sang suami.
Lee meletakkan kepala sisil dibahunya sambil terus mengusap perut Sisil yang membesar.
"Sayang apa kau Yakin besok akan datang kepernikahan Daren dan Dilan?" tanya Lee yang merasa khawatir.
"Tentu Sayang,Mana mungkin aku tidak hadir dalam pernikahan dua orang yang begitu dekat dan berjasa dihidupku!"
"Aku hanya khawatir Sayang,Besok kita sebentar saja ya disana!" pinta Lee.
"Iya Sayang....!ucap Sisil patuh.
Keesokan.harinya.
Pukul.7 Malam.Sisil sudah terlihat cantik mengenakan gaun yang berwarna merah maroon dengan bentuk pas ditubuh atasnya sementara dibagian bawah mengembang begitu lebar hingga sepanjang tumit.
Sisil semakin terlihat mempesona dengan aura kehamilannya.Perut buncitnya semakin membuatnya terlihat sexi.
Sedangkan Lee sudah terlihat gagah dan tampan dengan tuxedo hitam dengan kemeja dalamnya berwarna merah senada dengan warna gaun istrinya.
Lee dan Sisil segera berangkat kehotel bintang 5 yang menjadi tempat acara itu berlangsung.Dengan sabar Lee terus menggenggam tangan Sisil dan memapah tubuh nya sang istri yang terlihat lemah.
Semuanya turut hadir termasuk kak Fei dan kedua orang tua Feii dan Lee.
Setelah mengucap janji suci tamu tamu mulai menyalami kedua mempelai.
Giliran Sisil dan Lee yang naik kealtar.
" Selamat ya Kak Daren,Din.semoga kalian berbahagia selalu!"ucap Sisil sambil memandang Daren dan Dina bergantian lalu memeluk Dina sesaat.
"Selamat ya Daren dan Dina..semoga rumah tangga kalian selalu bahagia dan cepat mendapat momongan!" ucap Lee yang memeluk Daren lalu menyalami Dina.
"Terima kasih ya Lee,Sisil...atas doanya!" ucap Daren sedangkan Dina hanya terseyum.
Sisil dan Lee pun duduk dikursi disebuah meja bundar bergabung dengan Kak Fei dan kedua orangtua Lee.
"Kita nikmatii makannya dulu lalu kita langsung pulang ya sayang!" ucap Lee.
Baru beberapa sendok menikmati pudingnya tiba tiba Sisil merintih kesakitan."Aauww Sayang sakit!"
Lee sontak terkejut,begitu juga Fei dan kedua orang tua Lee.
"Sepertinya istrimu akan melahirkan Lee!"Ucap Fei.
",Tapi perkiraannya masih dua minggu lagi Kak!" Ucap Lee dengan wajah paniknya.
"Sudahlah cepat bawa menantuku kerumah sakit Lee!" perintah Micell.
Dengan sigap Lee menggendong tubuh Sisil dikuti Fei menuju kesebuah Rumah sakit ternama bersama Nino juga.
Sementara Tuan Xian dan Nyonya Micell menyusul dengan mobil yang berbeda.
Daren dan Dina yang mengetahui itu juga ikut panik tapi mereka tidak bisa berbuat apa apa.karena mereka harus menyelesaikan acara mereka terlebih dahulu.
Sampai diRumah sakit,Sisil langsung ditangani Dr.Paula.
"Apa aku boleh menemani istriku didalam Kak?" tanya Lee pada dr.Paula yang hendak menangani Sisil.
"Boleh,tapi kau harus kuat,sepertinya istrimu akan melahirkan secara normal karena air ketubannnya sudah pecah.Kau tau maksudku kan Lee?melahirkan secara normal sangatlah sakit dan kau harus bisa memberi semangat dan dorongan untuk istrimu!"ujar Dr.Paula pada Lee.
" Iya Kak,aku akan kuat didalam!"ucap mantap Lee.
Kedua nya masuk keruang bersalin.
Sisil yang telah diganti pakaiannya siap untuk melahirkan normal.
Lee terus menggenggam tangan Sisil erat menyalurkan kekuatan untuk sang istri yang sedang berjuang keras.
Lee yang sebenarnya tidak tega melihat kesakitan Sisil harus bisa bersikap kuat didepan sang istri.
Teriakan dan rintihan kesakitan keluar dari bibir mungil Sisil.peluh sudah membasahi seluruh wajah cantikknya.
Lee begitu mengamati proses kelahiran anak pertamanya itu.
Setelah beberapa kali tarikan nafas dan dorongan yang kuat serta genggaman tangan Sisil yang bertambah kuat.Terdengar suara tangis bayi yang terdengar memekikkan telinga hingga Fei dan kedua orang tuanya yang berada diluar ruangan bisa mendengarnya.
Semua merasa lega.
Sisil menutup matanya sesaat lalu membukanya dengan deraian air matanya.Lee pun juga tak bisa menahan tangis kebahagiannya melihat jagoan kecilnya telah lahir kedunia dengan selamat.
"Terima kasih ya sayang,Istri tercintaku karena kau sudah berkorban untuk melahirkan putraku!"Ucap Lee lalu mencium kening Sisil lembut.
Bayi Sisil dibawa mendekat kepada Sisil setelah dibersihkan.
Untuk pertama kali Sisil menyusui bayinya tentu dibantu para perawat.Lee melihat bayinya yang menyusu seperti tidak sabaran.
Kak Fei dan kedua orang tuanya sudah bisa menjenguk Sisil setelah Sisil dipindah keruang rawat inap.
__ADS_1
Micell menggendong bayi mungil itu,bayi tampan yang wajahnya lebih condong mirip sang ayah dengan wajah khas oriental.sepenuhnya mewarisi ketampanan sang ayah." Kau begitu mirip dengan ayahmu saat bayi dulu sayang"gumam Micell.
" Kau sudah menyiapkan nama untuknya Lee?''Tanya tuan Xian pada putranya!
"Sudah pa,Namanya Laysang Arion Zhang Han.
"Hemm nama yang bagus!" ucap Tuan Xian.
"Momyyyyyyyy!!!!" pekik Lion yang baru saja datang bersama bi surti dan pak budi.
Lion langsung mendekati Sisil.
Semua terkejut melihat kedatangan anak tampan berusia 4 tahun itu.
",Adik Lion cowok ya Momy?" tanya Lion pada Sisil.
"Iya Sayang."
Lion kemudian mendekat kearah neneknya yang sedang menggendong baby Lay."Dad siapa namanya?''
"Panggil Dede Lay ,Boy!" jawab Lee.
"Apa kau ingin mencium adikmu sayang?''
" Iya Nek....!"
Micell mendudukkan dirinya disofa disamping suaminya.Lion lalu mencium bayi mungil itu dengan sayang.Lion begitu senang memiliki adik yang begitu tampan.
"Mama apa Lion dulu setampan dede Lay?" tanya Lion pada Feiluo.
Feiluo terseyum pada putranya.
"Iya sayang!"
"Cepat besar ya Dede Lay,,,Nanti kita main bola bareng dan Kak Lion akan selalu menjaga kamu!"ujar Lion dengan polosnya.Dan itu membuat semua orang terseyum merasa bahagia.
@@.
Tiga Tahun kemudian.
Sisil terlihat sedang sibuk memasak didapur.Kini ia sedang berada dirumah besar Hans dan Sisil tengah hamil lagi anak keduanya.Usia kandungannya sudah menginjak 5 bulan.
"Mama........!" teriak seorang anak tampan yang berusia tiga tahun yang langsung mendekap kaki ibunya.
"Iya Sayang ada apa??" tanya Sisil pada putranya Lay.
"Ma,didepan ada Uncle tampan....!" jawab Lay yang membuat Sisil Penasaran.
Sisil yang hendak melangkah dikejutkan oleh kemunculan seorang Gerald yang sudah sembuh seperti sedia kala.
Gerald merasa bahagia bisa berjumpa dengan lagi dengan wanita yang masih ada didasar hatinya itu,tapi Gerald sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk melepas Sisil.
"Gerald kau kapan datang,,,Aku bahagia kau sudah sembuh!"ucap.Sisil dengan seyum manisnya.
"Aku baru saja landing dan langsung kemari ,,Kau hamil lagi ya Sil?Wah....aku akan punya keponakan lagi....''ujar Gerald.
"Hai tampan siapa namamu?" tanya Gerald pada Ley yang bersembunyi dibelakang kaki ibunya.
"Lay uncle....!" jawab Lay yang pelan pelan mau mendekat kearah Gerald karena dorongan sang ibu.
"Kau begitu tampan sayang.....!"ucap Gerald sambil berjongkok menatap Lay.
Lion yang mencari cari keberadaan Adiknya pun terhenti didekat mereka.
" Lion Sayang ini Uncle Gerald,dia baru saja tiba dari China!"ucap Sisil yang menarik Lion mendekat kearah Gerald dan Lay.
"Hallo Uncle Gerald,aku Lion!" ucap anak tampan berusia 7 tahun itu.
Gerald terseyum lalu memeluk Lion.
"Kau juga begitu tampan!"
Lee yang muncul dari tangga langsung menyapa Gerald.
"Wah ada tamu rupanya!"
Gerald berdiri dan menoleh kearah Lee yang mendekat.
"Hallo kakak sepupu,bagaimana kabarmu?"
"Ckkkk...jangan panggil aku dengan sebutan itu.panggil namaku saja..kabarku baik,,kapan kau datang?"
"Baru saja...aku kesini ingin memberi tahukan kabar baik untuk kalian?" ucap Gerald serius.
"Apa?" tanya Lee.
"Bulan depan aku akan menikah,,,Dengan gadis indonesia!"
Sisil terseyum lebar.
",Wah....selamat ya Gerald!"
"Aku ikut bahagia Gerald!" ucap Lee tulus.
__ADS_1
Feiluo yang baru datang juga begitu bahagia mendengarnya.
"Kak Fei juga ikut bahagia Gerald,semoga semuanya lancar sampai hari H.!"
"Terima kasih untuk doanya Kak,!"
"Yasudah ayo kita makan bersama,Semuanya sudah siap!" ajak.Sisil.
Keempatnya pun duduk dimeja makan bersama Lion dan Lay pula.
Tak lama Nino,Daren dan Dina yang hamil tua juga datang karena mereka sudah terbiasa datang kerumah besar itu.
Mereka bertiga pun langsung duduk bergabung dimeja makan yang besar itu.
"Gerald...kau sudah sembuh....aku ikut senang!" ucap Daren yang terkejut melihat keberadaan Gerald yang sudah lama berada dichina.
"Tuan Gerald terlihat sangat bugar !" ucap Nino.
"Kalian lihat sendiri aku sudah pulih 100%.Wah..sebentar lagi kau juga akan memiliki seorang anak ya Daren.!" ucap Gerald yang bertambah iri pada Lee dan Daren.
"Hummm,,Kapan kau menyusul?" tanya Daren.
"Sebulan lagi aku akan menikah dengan gadis indonesia.!"
"Selamat ya...akhirnya seorang CeO Gerald menikah juga hahaha...!" ujar Daren dengan kekehannya.
"Iya,Aku sudah tidak sabar ingin memiliki anak seperti kalian....Lihat saja aku akan memiliki anak yang lebih banyak dari kalian!"
Ucapan Gerald membuat semua orang tertawa.termasuk Lion dan Lay yang mendengarnya.
"Jangan terlalu bernafsu Gerald,Nikmati dulu satu baru nambah seperti aku!" Ujar Lee penuh percaya diri.
"Keburu Tua,Lee!" ucap Spontan Gerald yang memang sudah berusia 37 tahun.
Semua kembali tertawa,suasana makan siang kali ini begitu hangat dan ramai.
Sisil dan Lee kemudian ijin untuk kembali Kekamar,Karena sudah saatnya Sisil istirahat untuk tidur Siang.
"Sekarang aku benar benar merasa lega Sayang!" Ucap Sisil yang berbaring diranjang dipelukan sang suami.
"Iya Aku juga,,Akhirnya Gerald menemukan gadis pilihannya,Semoga dia selalu bahagia!"
"Kita doakan saja!"
"Sayang!" panggil.Lee dengan Mesra.
",Hmmm!"
"Terima kasih ya....!"
"Untuk??"
"Untuk kebahagian yang setiap saat kau berikan padaku dan satu hal lagi!"
"Apa??" ucap Sisil yang menoleh kearah wajah tampan suaminya.
"Jangan pernah tinggalkan pria tua ini!"
Cup....Satu kecupan dipipi kanan Lee.
"Tidak akan sayang,,Kita akan menua bersama.Semakin hari Cintaku padamu semakin besar.kau harus tau itu!"
"Benarkah,,Bahagianya aku memiliki istri yang sangat cantik,masih muda dan sangat mencintaiku!"
"Terima kasih My Lovely Wife..!"
"Terima kasih juga My Handsome Husband!"
Lee memandang lekat kedua manik mata Sisil yang memancarkan cinta yang begitu besar untukknya.
Dengan perlahan Lee mencium mesra bibir mungil Sisil yang menjadi candunya.
Ciuman yang begitu indah dan semakin dalam dan panas.
Ciuman indah yang tak lekang oleh waktu,Ciuman yang menandakan begitu besar cinta keduanya.Cinta yang tak mengenal jarak usia.
Karena Lee bukan Om Sisil tapi Kekasih hati Sisil....
**The end.........
**Terima kasih ya Readers yang udah baca novel keduaku ini...Maaf jika tidak sesuai keinginan kalian,Author hanya ingin menghibur kalian saja.
Jangan lupa baca novel Author yang lain ya;
"Hati putri dan Sang Pengawal" yg udah Tamat juga.
"Terpesona Duda Keren"dan juga
"Cintamu seperti Mimpi"
Yang lagi Up.
Terima kasih sekali lagi..dan sampai jumpa dinovel Author yang lain.
__ADS_1
Jangan lupa terus dukung karya Author ya dengan terus Like dan kasih komen kalian.
Bye****........@@@@