
Waktu terlihat sudah malam.
Sisil dan Lee masih terlihat berpelukan mesra,seakan sama sama tak ingin melepas pelukan hangat itu.
Tak lama Sisil merasa pegal harus berdiri lama.
"Sayang udah ah lepasin!" ucap Sisil lembut.
Lee pun melespakan pelukannya.
"Kenapa?" Pria itu menatap lekat kedua bila mata Sisil.
"Kakiku sudah pegal,lagi pula ini sudah malam.apa kau tidak lapar?"
"Tentu aku lapar!" ucap Lee singkat.
"Mau makan apa?"
Lee terseyum nakal kearah Sisil lalu berbisik didepan telinga gadisnya.
"Makan kamu.....!!"
Wajah Sisil berubah merah merona.ia tak bisa menyembunyikan rasa malunya.
"Isssss jangan macam macam belum Sah....nanti kalau udah resmi terserah mau berapa kali sehari!" ucap Sisil tanpa ragu.
"Benar nich berapa kali boleh....sepuluh kali juga boleh???" ucap Lee nakal.
"Auwwww"Suara pekikan Lee karena Sisil mencubit perut kerasnya.
"Apa????Kau ingin membunuhku ya Sayang..ihhhh baru ditinggal setahun aja udah mesum banget.udah ah ayo kita cari Dina dan Tuan Daren,mereka kemana?"
Lee terkekeh pelan.Lalu menggandeng tangan gadisnya.
"Ayo mereka sudah menunggu kita di restotan bawah!"
Mereka berdua turun kelantai bawah dengan menggunakan Lift.
"Sayang habis ini aku langsung akan membawamu pulang ke Bandung!!" ucap Lee tegas saat berada Didalam lift.
Sisil terkejut..
"Maaf apa bisa kita kembali besok saja.Aku ingin berpamitan dulu pada bos dan teman teman yang sudah baik padaku.Aku mohon.!!" ucap Sisil dengan wajah memelas.
Lee berfikir sejenak.
"Baiklah besok baru kita kembali,tapi nanti ambil semua baju dan barangmu dikost ya,bawa kehotel.!"
"Siap pak bos!!" Ujar Sisil dengan seyum lebarnya.
"Kenapa kalian lama sekali?Kami hampir bosan disini menunggu kalian!" Ucap Dina saat Sisil dan Lee sudah duduk dihadapanya.
Sisil merasa sangat tidak enak dan malu.
"Maaf ya Din,Tuan Daren....!"
"Cieeee yang habis baikan trus lope lope an...." Goda Dina sambil melihat kearah Sisil dan Lee bergantian.
__ADS_1
Sisil yang merasa malu hanya melotot kearah Dina.
"sudah Din jangan menggoda mereka trus,,sebaiknya kita pesan makanan sekarang..Kalian mau pesan apa Lee ,Sil?" tanya Daren.
"Terserah kalian saja!" ucap Lee datar.
"Din,Tuan Daren terima kasih ya....udah bantu Pak Lee...!!"
Lee menyerngitkan dahinya..
"Iya Sil,Asal kau Bahagia kami pasti dengan senang hati akan melakukannya.iya kan Daren?" Ucap Dina sambil melirik kearah Daren.
"Tentu Sil jangan sungkan." timpal Daren.
Mereka pun makan malam dengan hangat.
Tak lama setelah selesai Daren dan Dina pergi entah kemana.Sedangkan Lee menemani.Sisil kekostnya untuk mengambil baju dan semua barang barangnya.
Sisil yang merasa lelah memutuskan untuk segera beristirahat dikamar hotel bersama Lee.
"Tidurlah Sayang...kau pasti sangat lelah!" Ucap Lee yang masih melihat ponselnya.
"Sayang!!" Panggil mesra Sisil.
"Hemmm....apa??" Ucap Lee yang menoleh kearah Gadisnya yang sudah membaringkan tubuhnya diranjang.
"Kenapa kau tambah kurus?apa selama setahun ini kau tidak teratur makan dan beristirahat?"
Pria tampan itu mendekat dan duduk dipinggiran ranjang.
"Kau benar,setelah kepergianmu aku menjadi sangat kacau.malas untuk makan dan sulit untuk tidur.Tapi begini lebih tampan kan?" ucap Lee penuh percaya diri.
"Terlihat lebih tua seperti om om...!" ucapnya spontan.
"Apa?Om Om....!Bukankah kau sudah cinta mati dengan Om Om ini,,haaaaa??"
"Ha ha ha hentikan sayang geli.........!!" ucap Sisil menahan geli,karena Lee terus menggelitiki tubuhnya.
"Sudah ayo tidur!" ucap Lee lalu ikut berbaring disamping Sisil.
Memeluk erat tubuh gadisnya itu.Sisil begitu nyaman dengan posisi kepala yang berada didada bidang Lee.Kehangatan dan aroma tubuh Lee itu yang sudah lama Sisil rindukan.
"Terima kasih sayang Kau masih setia menunggu pria bodoh dan tua seperti aku!!"
Ucap Lee sambil mengusap lembut pucuk kepala gadisnya.
"Terima kasih juga yang Sayang sudah mengingatku kembali,,Aku mencintaimu Tuan Lee Zhang Han...!"
"Aku juga mencintaimu Honey ku....Baifren Cecilya Wijaya...!!"
Keduanya pun terlelap dalam.mimpi indah masing masing.
Pagi hari Sisil dan Lee segera menuju Restoran untuk berpamitan pada Bos dan teman teman Sisil.Mereka merasa terkejut karena tiba tiba Sisil memutuskan untuk berhenti bejerja.Tapi dengan melihat Sosok Lee yang terlihat dewasa dan mapan mereka semua langsung paham.
"Apa kau ingin menikah dengan kekasihmu ini Sil?" Tanya Mitta sambil memeluk Sisil.
"Doakan saja ya Miit....!!"
__ADS_1
"Wah aku tak menyangka kekasihmu begitu tampan Sil,Seperti aktor China,,Yah walaupun terlihat sangat dewasa tapi terlihat dia sangat mapan dan sayang padamu...jangan lupa mengundang kami ya saat kau menikah nanti..!'
" Tentu Mit,,Aku pergi dulu ya...sampai jumpa.!"
Sisil dan Lee pun segera naik mobil untuk kembali keBandung.
Dalam perjalanan Lee memeluk tubuh Sisil yang duduk disampingnya dikursi belakang.Karena Lee sudah menyuruh pak Budi menjemputnya.sedangkan Nino langsung ia suruh kembali setelah menginap satu malam dihotel.
"Kapan kapan kita kesini lagi jangan sedihya....!" ucap Lee sambil mengusap lembut bahu kanan Sisil dan satu tangan lain menggengam jemari Sisil.
"Janji ya...!", ucap Sisil sambil mendongakkan wajahnya mengarah kewajah Lee.
Lee menganguk cepat menjawab perkataan gadisnya.
" Maaf Ya Sayang aku memaksamu cepat kembali,karena aku sudah berjanji pada Kak Fei untuk segera membawamu pulang kerumah..!"
"Tidak apa apa...aku juga sudah merindukan Kak Fei dan Lion....bagaimana kabar tampanku itu ya...?"
"Dia baik baik saja tapi selalu menanyakan dirimu!" ucap Lee sambil memandang lekat mata Sisil.
"Hemmmm harusnya aku menelponnya dari kemarin..." Gumam Sisil pelan.
Lee semakin mengeratkan pelukannya sambil sesekali mencium pucuk kepala Sisil.
"Sebentar lagi kita kan sampai,,pasti Lion sangat terkejut kau pulang..!"
"iya aku juga sudah tidak sabar bertemu dengannya,anak yang tampan dan pintar.!"
"Nanti kalau kita sudah punya anak.pasti juga setampan diriku...!" ucap Lee tanpa ragu.
Blussss,pipi Sisil merona.
"Menikah saja belum sudah memikirkan anak...!" ucap nya lirih.
Lee terseyum simpul mendengar ucapan Sisil.ia semakin gemas dengan gadisnya ini.
"Seminggu lagi kita menikah!!"
Kedua bola mata Sisil membola.
sontak Sisil menatap tajam kearah kekasihnya itu.
"Apa????jangan bercanda...!!"
"Apa aku terlihat bercanda Sayang?" ucap Lee dengan wajah seriusnya.
"Pikirkan la.....Ucapan sisil terpotong saat Bibir Lee sudah ******* bibirnya sekilas.
Untuk sesaat mereka menikmati posisi itu,Sisil hampir terbawa suasana lalu secepatnya sadar karena merasa malu ada orang lain didalam mobil.
" hiiiii dasar mesum....malu dilihat pak Budi..!"
"Pak budi gak lihat......tuh udah aku tutup pake korden....!!"ucap Lee sambil menunjuk penghalang korden dengan pandangan matanya.
Sisil mengikuti pandangan mata Lee dan spontan membuka bibirnya karena merasa terkejut.
"Sudah jangan bengong....tidurlah...perjalanan kita masih lumayan.!"
__ADS_1
"apa Kau sengaja Tuan Lee Zhang Han memasang korden itu.....Dasarrrrrrr mesummmm!!" ucap Sisil geram dengan mata yang melotot.
Sedangkan Lee terseyum nakal sambil menaikk turunkan kedua alisnya.Lalu segera memeluk tubuh ramping berisi gadisnya itu dengan erat sambil menciumi tengkuk Leher yang menggoda itu.