Bukan Om Tapi Kekasihku

Bukan Om Tapi Kekasihku
Tak mau kalah.


__ADS_3

DiGedung perusahaan Fang grup.Terlihat seorang pria tampan duduk dikursi kebesarannya baru saja menerima sebuah amplop dari sekretarisnya.


Pria yang tak lain Daren Fang itu membuka isi amplop tersebut.Matanya melebar,rahangnya mengeras dan tangannya mengepal kuat saat melihat isi amplop itu adalah foto foto kedekatan Sisil dan Lee saat semalam dikafe dan ditoko tadi pagi.semua terfoto dengan sempurna.seringai seyumnya muncul membuat siapa saja yang melihat akan ketakutan.


Rasa cemburu dan amarah sudah meliputi hatinya.


**Ternyata hubungan mereka tak sesederhana yang kukira...ini menarik....tunggu Lee Zhang Han mulai sekarang kita bersaing....lagi lagi aku harus berurusan denganmu..**ucap Daren lirih sambil tangannya mengepal kuat.


Disaat bersamaan asistennya Bily masuk,melihat expresi wajah bos nya yang menakutkan itu Bily tak berani bertanya.ia hanya ingin menyampaikan jadwal bosnya untuk meeting.tapi belum sempat Bily berkata,Daren sudah menatapnya tajam.


"kosongkan jadwalku hari ini,aku ada urusan." perintah tegas Daren pada asistennya itu.


"baik tuan..." ucap Bily sambil menunduk melihat bosnya itu berlalu dari hadapanya.


Bily merasa heran dengan sikap bosnya itu,tak biasanya bosnya itu pergi begitu saja tanpa menghadiri meeting penting dikantornya.


Mata bily tertuju pada foto foto yang berada diatas meja bosnya.ia memberanikan diri untuk melihatnya,merasa penasaran apa yang membuat bosnya itu marah besar.


**bukankah ini gadis yang menolong tuan waktu itu,lalu kenapa bisa sedekat ini dengan pak Lee?kenapa juga tuan Daren mengawasi gadis ini?apa jangan jangan..??**ucap Bily sendiri.


ia hanya bisa menduga dan belum yakin sepenuhnya.apa benar bosnya itu tertarik dengan gadis muda itu.ini membuatnya sedikit terkejut.


Karena begitu banyak wanita cantik,sexi dan kaya yang mendekati bosnya itu,tapi tak pernah sekalipun bosnya itu tertarik,tapi ini justru diluar didugaannya.Seorang gadis muda yang polos,lembut dan sederhana bisa membuat bosnya semarah itu.


Sementara ditoko Bakery terlihat sisil bekerja seperti biasanya,meskipun terkadang tanpa sadar ada guratan seyum tipis yang muncul diwajahnya mengingat perkataan Lee tadi.Dina semakin penasaran dengan tingkah aneh sahabatnya itu.


"tadi aku lihat kamu diantar pak Lee lagi ya sil,,dia baik banget sama kamu,,apa ini gak berlebihan sil?" ucap Dina yang sudah berdiri disamping Sisil.


Sisil yang terkejut dengan pertanyaan sahabatnya hanya mengangguk dan terseyum simpul.


"kamu masih belum mau cerita sama aku Sil..??" pancing Dina yang sudah sangat penasaran.


Sisil merasa ini saatnya dia bercerita pada sahabatnya.


"Din,sebenarnya sudah dua hari ini pak Lee mengatakan kalau dia punya perasaan padaku...dia ingin menjalani hubungan dengan ku din..." ucap Sisil penuh keraguan..


Sontak perkataan Sisil membuat Dina begitu terkejut.


"apa sil...serius kamu Sil?"ucap Dina agak keras.


" ih jangan keras keras,aku tidak mau orang lain tau.hanya kamu yang tau ini tolong rahasiakan.."ucap sisil.


"kenapa harus dirahasiakan sil,ini kabar bagus,aku tak menyangka pria semapan dan setampan pak Lee bisa menyukaimu,meskipun umurnya jauh dengan mu tapi bagiku itu tak masalah."ujar dina dengan santai.

__ADS_1


" Entahlah Din,aku belum yakin dengan perasaanku...perbedaan aku dengannya terlalu banyak.aku takut sakit hati din.."ucap Sisil yang mulai sendu.


"Eh kenapa jadi pesimis gini sich sil....yang namanya jodoh itu tidak mengenal status,materi dan umur..lalu apa jawaban kamu...?" Dina menatap mata sendu sisil.


"aku tak menjawab apapun Din,aku hanya mencoba menjalani ini seperti air mengalir saja kalau memang dia jodohku pasti kami akan selalu bersama tapi kalau tidak aku hanya bisa pasrah." ucap Lirih Sisil yang mulai pesimis.


"pasrah kamu bilang....ya ampun Sil kamu tuh polos banget....kalau kamu sudah merasa nyaman dan bahagia dekat sama dia,itu tandanya kamu udah cinta sama dia.ya kamu harus berjuang buat menjaga hubungan kalian." ucap Dina yang sudah merasa gemas sendiri dengan sikap polos sahabatnya itu.


"aku takut Din tak bisa mengimbanginya ...hemmm yasudah jangan membahas ini lagi ,aku cuma mau jalani dulu aja...hasilnya biar yang diatas yang menentukan." ucap Sisil dengan bijaksananya.


"semangat sahabatku...aku akan selalu mendukungmu...kalau kau bahagia aku juga ikut bahagia sil," ucap Dina sambil memeluk tubuh Sisil.


Ting...


Suara pintu terbuka mengakhiri pelukan mereka.


Seorang pria tegap,tinggi dan tampan mendekati meja kasir.


"Tuan Daren..." ucap sisil pelan saat mengetahui siapa pria yang baru saja masuk ketokonya itu sambil menatapnya lekat.


"selamat siang nona Sisil...senang bisa bertemu denganmu lagi." ucap Daren sambil terseyum membuat Sisil sedikit salah tingkah.apalagi Dina yang berada disamping sisil begitu terpukau dengan seyuman itu.


"selamat siang tuan,ada yang bisa sisil bantu?ucap Sisil hormat.


Sisil bingung dan menatap kearah dina.


"ini kan sudah jam makan siang,istirahatlah dulu Sil, ada waktu 30 menit untukmu bisa keluar." ujar Dina yang mengerti kebingungan Sisil.


Sisil lalu menoleh lagi kearah Daren.


"baiklah tuan tapi saya hanya bisa sebentar" ucap Sisil yang merasa tidak enak harus menolak ajakan daren.


Daren terseyum dan memberi isyarat pada Sisil untui ikut dengannya.


Daren menuju kemobilnya dan mempersilahkan sisil untuk masuk kedalam.


Saat Daren ingin mengemudikan mobilnya,sisil menahannya.


"Tuan mau bawa saya kemana?" tanya sisil.


"kerestoran dekat sini..." jawab singkat deren.


"tidak usah Tuan,saya cuma punya waktu sebentar.kita bisa bicara didalam mobil ini." ucap Sisil pelan.

__ADS_1


Daren terseyum mendengar ucapan gadis manis didepannya ini.ia sangat tahu kalau sisil tidak terlalu suka ia ajak ketempat tempat mewah.


"baiklah kalau itu maumu....aku hanya ingin memberimu ini...." ucap daren sambil memberi seikat bunga mawar merah yang ia ambil dari jok belakang dan sebuah kotak beludru biru yang berisi sebuah gelang indah.


"apa ini tuan...saya tidak mengerti maksud tuan,saya juga tak bisa menerima ini.." ucap Sisil yang merasa bingung dan menolak pemberian Daren itu.


"aku tak suka ada penolakan.." ucap tegas Daren yang melihat tajam kearah Sisil.


"tapi Tuan Daren ini terlalu berlebihan..tolong jangan seperti ini.." ucap Sisil mencoba menjelaskan.


Deren terseyum simpul.gadis muda didepannya ini memang berbeda.


"Tidak ada yang berlebihan untuk orang yang spesial dihatiku Sil...", ucap Daren mengambang sambil memandang Sisil dengan sorot mata penuh arti.


Sontak Sisil terkejut dengan ucapan pria disebelahnya.


" haaa maksud tuan apa???"tanya sisil yang belum paham arti ucapan Daren.


Cup...satu kecupan kilat dipipi putih Sisil.membuat gadis itu membulatkan matanya,bibirnya ternganga.tak percaya dengan sikap pria disebelahnya.


"maaf kalau aku lancang Sil,,aku menyukai mu....entah sejak kapan perasaan ini ada...yang jelas aku bahagia saat bersamamu Sil.mungkin ini terlalu cepat bagimu tapi aku sudah yakin dengan perasaanku.."ucap Daren penuh penekanan.


" tapi tuan saya.....,"


"aku hanya ingin mengutarakan perasaanku padamu saja Sil,mengenai kau bisa membalasnya atau tidak itu urusanmu....dengan begini saja aku sudah sangat bahagia.dan ingat kapanpun kau membutuhkanku aku selalu siap." ucap Daren yang sudah mengusap lembut pipi sisil.


Gadis muda itu hanya terdiam.bingung harus bagaimana.


"kalau begitu Sisil harus kembali bekerja lagi tuan,,,Terima kasih untuk kebaikan tuan.saya benar benar tidak bisa menerima ini." ucap Sisil sambil membuka pintu mobil itu dan segera keluar.


Tapi dengan cepat Daren mengejar Sisil,menarik tangan gadis muda itu.


"aku mohon Sil....terimalah....tlong jangan membuatku kecewa kali ini." ucap Daren memohon dengan sorot mata sendu.


Sisilpun tak bisa menolaknya lagi.bucet bunga mawar merah dan kotak bludru biru itu ia terima.


"yasudah aku pergi dulu...bye bye my litle girls.....aku menyanyangimu...."ucap Daren dengan seyum lebarnya.


Sisil semakin melebarkan matanya mendengar panggilan untuk dirinya dari mulut pria dewasa itu.


Pria itu segera masuk kembali kedalam mobil.melajukan mobil sport mewahnya dengan cepat.


Sementara Sisil masih tertegun berdiri memandang mobil itu berjalan menjauh dan menghilang. Perasaannya benar benar campur aduk saat ini.

__ADS_1


Rasanya Sisil ingin pergi sejauh mungkin dari kota besar ini....


__ADS_2