
Beberapa mobil melaju dengan sangat cepat menuju kesebuah rumah sakit.
Wajah wajah khawatir,cemas dan takut begitu terlihat.
Mery mendekap tubuh putranya yang sudah tak sadarkan diri dan berlumur darah.
Sementara dimobil lain,Lee memeluk erat tubuh Sisil yang sudah lemas dan setengah sadar.
Mobil mobil itu pun telah sampai disebuah rumah sakit besar dikota itu.
Gerald dan Sisil segera dibawa masuk keruang ICU.Kebetulan Dr Paula yang menangani Sisil.
Semua menunggu diluar ruang ICU,Tuan Xian dan Istrinya juga sudah sampai.
Lee terdiam berdiri sambil menyenderkan tubuhnya didinding.ia tertunduk sambil kedua tangannya terlipat didada.ia merasa sangat cemas dan takut.sementara bibi Merisya duduk sambil terus menangis memikirkan keselamatan putranya.
Setelah cukup lama menunggu Dr,Paula keluar.Lee langsung mendekat bersama Feiluo.
"Bagaimana kak Paula keadaan istri dan calon anakku?" tanya Lee yang memang sudah mengenal sahabat kakaknya itu.
Paula terseyum simpul.
"Istrimu baik baik saja Lee dan janinnya masih bisa diselamatkan,,Istrimu hanya lemas karena kelihatannya dari kemarin dia tidak makan dan dia terlihat sangat syok.itu tidak bagus untuk kehamilannya.Sekarang Dia masih belum sadarkan diri,kita tunggu sampai dia sadar dulu!"Ucap Dr.Paula .
Semua merasa lega dengan penjelasan Dokter cantik itu.Begitu pula dengan Lee yang begitu sangat bahagia.
"Lalu kapan kami bisa melihatnya Paula?"tanya Feiluo.
" Nanti ya setelah dipindah keruangan perawatan!"jawab Paula.
"Terima kasih Paula!" ucap Feiluo sambil mengusap lembut lengan sahabatnya itu.
"Sama sama Fei,Yasudah aku tinggal dulu.nanti aku akan kemari lagi mengecek keadaan adik iparmu!"
Paula pun menimggalkan area itu.
Setelah 30 menit berlalu.
Seorang dokter pria paruh baya keluar.
Fei luo membantu Bibinya mendekat kearah dokter itu.
"Bagaimana Dok,Putra saya?" Tanya Mery dengan wajah sendunya.
Dokter itu menarik nafasnya dalam.
"Putra ibu selamat,peluru yang bersarang dipunggungnya sudah kami keluarkan.Tapi...!" ucap Dokteer yang membuat semua menjadi tegang.
"Tapi apa Dok??" tanya Feiluo.
"Kondisinya masih Kritis dan karena pelurunya tepat mengenai syaraf tulang belakangnya.maka itu berakibat kelumpuhan pada kedua kakinya!"
Semua orang terhenyak dengan perkataan dokter itu.kedua mata Meri membulat.Tubuhnya seketika lemas.
"Lumpuh dok??"
"Iya Bu,Tapi anda tenang saja.dijaman yang modern seperti sekarang akan mudah menyembuhkannya.Sekarang kita berdoa saja supaya dia bisa melewati masa kritisnya.Saya permisi dulu!"
Meri kembali menangis tersedu sedu dipelukan Feiluo.
"Sabar ya bibi,Fei yakin Gerald akan melewati ini semua!" ucap Feiluo sambil mengusap lembut punggung bibinya.
Satu jam kemudian dr Paula datang dan memindahkan Sisil keruang inap.
Lee dengan setia menjaga Sisil hingga larut malam.Sementara Kak fei menemani Bibi Mery menunggu Gerarld.
Daren dan Dina mengantar orang tua Lee Pulang.
Pukul 8 Malam.
Sisil terlihat menggerakkan jari jarinya.Lee yang sudah berganti pakaian dan duduk disamping istrinya menyadari pergerakan itu.
Sisil perlahan membuka kedua matanya,Lee menggemggam tangan Sisil.
"Sayang kau sudah bangun" ucap Lee didekat Sisil.
Sisil melihat jelas wajah tampan suaminya.Sisil merasakan sakit disekujur badannya.tubuhnya terasa lemas dan berat.Ia lalu mengingat janinnya dan Gerald yang sudah menolongnya.Sisil mengusap perut datarnya.lalu menatap lekat Lee disampingnya.
__ADS_1
"Bagimana kandunganku Sayang dan bagaimana keadaan Gerald?"
Lee mengusap lembut kepala Sisil.
"Bayi kita baik baik saja,ia kuat seperti ibu dan ayahnya.
Sisil bernafas lega,lalu teringat Gerald.
" Lalu Gerald sayang?"
"Ia masih kritis dan karena peluru itu mengenai syarafnya kemungkinan dia akan lumpuh Sayang."
Sisil sangat terkekut dan merasa bersalah.wajahnya menjadi sendu.
"Ini karena aku Sayang!"
"Jangan menyalahkan dirimu sendiri,ini sudah takdir. Aku juga baru sadar cinta Gerald ternyata begitu besar padamu Sayang."
"Maafkan aku Sayang."
"Untuk?" Lee merasa heran.
"Karena aku tidak bilang kalau aku sedang hamil."
Lee terseyum simpul lalu mencium kilat bibir Sisil.
"Aku sudah tahu semua dari Kak Fei,"
"Dia juga menceritakan semua tentang kehidupan Bibi Merysa dan Gerald dulu,dan kenapa mereka bisa terpisah.sungguh ini membuatku seakan tidak percaya."
"Bukankah bagus ternyata kalian bersaudara!"
Mereka pun mengobrol sampai malam.Setelah Lee menyuapi sedikit bubur pada Sisil.Lee menemani tidur Sisil.
"Bisakah kau memelukku Sayang?" pinta Sisil.
"Tentu dengan senang hati!"
Lee segera naik keatas ranjang yang kecil itu dan saling berhimpitan agar terasa hangat.Sisil selalu merasa nyaman saat tidur berada dipelukan suaminya.
Flash back
Feiluo menceritakan semuanya kepada Lee tentang rahasia yang selama ini tertutup rapat.
Lee benar benar tak menyangka.Ternyata musuhnya adalah sepupunya sendiri.Sungguh diluar dugaannya.
Merisya mengusap kembut bahu Lee sambil menangis.
"Maafkan Gerald ya Lee,Dia hampir melukai istri dan calon anakmu!"
"Jangan bicara seperti itu bi,Aku sudah memaafkan Gerald,justru aku berhutang nyawa padanya!" ucap Lee sambil mematap lekat wajah Bibinya yang terus menangis.
"Sekarang kita keluarga.Lupakan yang lalu, kita buka lembaran yang baru.Sesama saudara bukankah harus saling menolong dan menyanyangi!" ucap Feiluo yang menghibur Lee dan Bibinya.
Flash Back off.
Keesokan harinya.
Gerald sudah melewati masa kritisnya,Dan ia juga sudah sadar.Semua menjenguknya termasuk pasangan Daren dan Dina,juga Tuan Xian dan Nyonya Micell yang sudah datang.
Sisil meminta pada Lee untuk menemui.Gerald diruangannya.Lee pun memenuhi permintaan Istri tercintanya itu.
Lee meletakkan tubuh Sisil diatas kursi roda lalu membawa nya keruangan Gerald.
Gerald yang sudah sadar sedari tadi sudah bisa memahami ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuhnya.Ia mulai bisa sedikit demi sedikit menerima kelumpuhan dikedua kakinya.
Nyonya Merisya terus berada didekat sang putra untuk terus menguatkannya.
"Maafkan Mama ya nak selama ini menelantarkanmu!" ucap Mery yang sangat merasa menyesal sambil terus menangis.tangannya selalu menggenggam kuat tangan Putranya.
"Gerald sudah memaafkan Mama,Gerald sudah tahu semua yang terjadi saat gerald kecill dulu Ma,Pengasuh Gerald yang memberitahukan pada Gerald.Jadi semuanya bukan salah Mama,Karena itu selama ini aku mencari mama dimana mana" ucap Gerald lirih.
"Terima kasih kau mau menganggap dan memaafkan mama.Mama janji mulai sekarang mama akan selalu bersamu!"
Gerald teseyum bahagia.Ia tak menyangka ibu yang sudah lama ia cari sekarang didepannya.
"Lalu bagaimana Mama bisa Tahu keberadaan Gerald ?"Tanya Gerald didepan semua orang.
__ADS_1
Merisya pun menceritakan semuanya dari awal kecurigaan Daren hingga permintaan Feiluo yang memintanya datang keIndonesia.
" Seperti nya aku harus mengucapkan banyak terima kasih padamu Daren,berkatmu aku bisa bertemu ibuku,Aku juga mengucapkan terima kasih pada Kak Fei!"ucap.Gerald dengan menatap Daren dan Fei bergantian.
"Sama sama Gerald,Aku ikut bahagia.Tapi maafkan adikku,Dilan yang sudah membuatmu begini!" ucap.Daren penuh penyesalan.
Gerald hanya mengangguk dan terseyum simpul kearah Daren.
"Sama Sama Gerald,Kakak ikut bahagia kau dan Bibi bisa berkumpul kembali.Sekarang kita sudah menjadi satu keluarga,Jadi lupakan semua yang terjadi kemarin.Kita buka lembaran baru ya Gerald!"Ucap Feiluo sambil mengusap lembut bahu.Gerald.
Sisil dan Lee masuk keruangan itu.
Sisil menatap Gerald dengan mata nanarnya,ia begitu sedih melihat keadaan Gerald yang lumpuh.
Sementara Gerald memandang Sisil dan Lee dengan perassaan tak enak,ia merasa bersalah dan menyesal.
",Maafkan aku Sisil,Lee!" Ucap Gerald saat keduanya mendekat.
"Aku sudah memaafkanmu Gerald,Justru sekarang aku yang berhutang budi padamu,karena kau sudah menyelamatkan nyawa istriku.aku tersadar ternyata cintamu begitu tulus dan besar pada Istriku.Maaf aku tak bisa membalas kebaikanmu ini!" Ucap Lee dengan pandangan lekat pada Gerald.
"Aku mencintai Sisil tulus,,Tapi sekarang aku sadar,Cinta tak harus memiliki.Maaf kan aku yang sudah mengganggu kalian!"
Sisil mendekat dan menggenggam tangan Gerald.
Seketika perasaan Gerald menghangat.
"Terima kasih ya Gerald.kau sudah menyelamatkan janinku,,Jangan terus menyalahkan dirimu.Kita sekarang adalah keluarga." ucap Sisil lembut.
"Lee bolehkan aku memeluk Sisil sebentar?" pinta Gerald pada Lee.
Lee mamandang Sisil lalu mengangguk memberi ijin.
Sisilpun mendekat,Gerald memeluk Sisil perlahan.
"Berbahagialah Sil bersama Lee.....Doaku selalu menyertaimu!" bisik Gerald pada Sisil yang masih bisa didengar oleh Lee.
Gerald pun melepaskan pelukannya.
"Aku doakan kau segera sembuh Gerald!"Ucap Lee.
"Terima kasiih Lee,Apa kau khawatir tidak ada yang menyaingi dirimu didunia bisnis sehebat aku hahahaha." ucap Gerald yang mencoba mencairkan suasana dengan gurauannya.
Semua orang terseyum mendengar ucapan Gerald.Semua merasa lega ternyata Gerald kuat menghadapi kelumpuhannya.
Tiba tiba datanglah seorang Wanita cantik dengan wajah khas oriental dengan postur tubuh yang indah.Kulit putih dan rambut panjang yang berombak.Dengan pakaian modisnya semakin membuat dirinya terlihat menawan.Dia adalah Sandra Lim,Adik tiri Gerald.Putri Merisya dari pernikahan keduanya.Sandra Lim wanita berusia 26 tahun dan merupakan seorang model terkenal dari negara China.
Semua terkejut melihat kedatangan Sandra kecuali Feiluo dan Lee yang sudah mengenal sepupunya itu.
Sandra Lim langsung mendekat kearah ranjang Gerald.
Gerald memandang Sandra dengan tatapan heran.
"Hallo Kak Gerald,Senang akhirnya bisa bertemu denganmu.Aku Sandra Lim,adik tirimu!"
Gerald begitu terkejut ternyata ia memiliki adik tiri yang cantik dan merupakan seorang model terkenal.
Sisil,Daren dan Dina pun juga terkejut dengan sosok adik tiri Gerald tersebut.
Gerald memandang mamanya,Lalu merisya mengangguk pelan
"Dia memang adikmu Gerald.!" ucap Mery.
"Aku tak menyangka punya seorang adik perempuan.Apa kau tidak membenciku?"
Sandra Lim mengusap lembut lengan Gerald.
"Kenapa aku harus membencimu?" Kau ini kakakku,Justru aku sangat bahagia memiliki seorang Kakak laki laki.Apa lagi kakakku ini sangat tampan dan juga seorang CeO hebat!"ucap Sandra Lim yang mencoba menghibur Gerald.
Gerald terseyum kecut.
"Tapi sekarang aku lumpuh!" ucap Gerald dengan wajah sendunya.
"Ikutlah dengan ku dan Mama ke China Kak,Disana pengobatannya lebih maju,ada juga pengobatan herbal yang juga tak kalah bagus.Kami akan merawatmu dengan cinta dan kasih sampai kau pulih kembali!" ucap Sandra Lim tanpa ragu.
Gerald tak menyangka adik tirinya begitu baik padanya.
"ikut Mama dan Sandra keChina ya nak?"pinta Meri.
__ADS_1
" Iya Ma,,Gerald ikut kalian.!"ucap Gerald mantap.ia tak ingin berada jauh lagi dengan mamanya.
Semuapun menjadi ikut lega dan senang dengan keputusan Gerald yang akan berobat KeChina bersama ibu dan adiknya.