
Sisil terbangun dari tidurnya.Sisil tersadar dan duduk seketika.merasa heran dan bingung karena seingatnya ia tertidur diruang tengah.
**kok aku tidur dikamar?bukannya semalam q tertidur diruang tengah ya...siapa yang menggendongku??jangan jangan......astaga...!!!**gumam sisil sambil menepuk keningnya sendiri.
Sisil segera membangunkan Lion dan memandikannya.
Setelah 30 menit berlalu keduanya sudah siap.Lion terlihat begitu tampan dengan kaos pendek putih dan celana cinoz pendek warna hitam dengan hody berwarna merah.Sedangkan Sisil terlihat feminim dan segar dengan atasan blus lengan pendek warna merah dan rok levis pendek selutut.tak lupa dengan rambut kucir kudanya dan sepatu kats putihnya.Sisil juga membawa tas punggung kecil berisi beberapa keperluan pribadinya dan Lion.
Mereka turun kelantai satu.Bi surti sudah menunggu mereka didapur.
"Neng Sisil ini tas berisi makanan ringan dan minuman buat bekal disana.jangan lupa dibawa ya..." ucap bi surti mengingatkan.
"iya bi makasih..pak Lee apa belum turun bi?"
"belum neng..tunggu dimeja makan saja..kalian harus sarapan dulu sebelum berangkat." ujar Bi surti.
Sisil lalu mengajak lion menunggu dimeja makan.
Tak berselang lama Lee sudah menuruni anak tangga.Sisil merasa malu jika ingat kejadian semalam.Sisil juga tertegun melihat penampilan Lee yang terlihat fres dan lebih muda.
Karena biasanya Lee berpenampilan formal dengan setelan jasnya.kali ini Lee memakai kaos pendek putih dan celana levis biru panjang.juga dengan jakect semi jins berwarna merah.
Tanpa mereka sadari warna pakaian mereka sama.terlihat kompak seperti sebuah keluarga kecil.
Seketika pandangan Sisil menunduk saat Lee sudah duduk didepannya.
**duhhh ni orang ganteng banget ya...kok aku jadi nervest gini...tenang harus tenang ...**gumam sisil sendiri.
Lee hanya terseyum simpul melihat kearah Sisil yang nampak gugup.
"kalian sudah siap?''ucap Lee membuyarkan lamunan Sisil.
" sudah dong dad..."jawab cepat Lion dengan semangat.
"ayo kita sarapan dulu...kamu juga makan sil.." ucap Lee membuat Sisil langsung mendongakkan wajahnya kearah Lee.
"i..iya pk" jawab sisil yang masih gugup.
Setelah selesai sarapan.mereka bertiga pun bergegas keluar rumah.
Dihalaman depan sudah ada mobil pajero putih menunggu.
kali ini Lee membawa supir,karena dia tak mau terlalu lelah menyetir sendiri.
Lee membukakan pintu belakang untuk Sisil dan Lion.lalu dirinya juga duduk disamping Lion.
Lee memang ingin duduk dikursi belakang bersama Lion dan Sisil.
ini membuat Sisil bertambah gugup.
"jalan pak budy..." perintah Lee pada driver kakaknya itu.
__ADS_1
Pak Budi hanya mengangguk dan langsung melajukan mobil itu.
Ditengah perjalanan Sisil dan Lee hanya terdiam membuat Lion heran.
"Mom,Dad kenapa semuanya diam???"ucap spontan Lion.
Sisil yang dari tadi memandang kearah luar langsung terkejut dengan ucapan Lion dan terseyum kearah Lion.beda halnya dengan Lee yang terseyum simpul dengan kepolosan keponakannya itu.
Akhirnya Sisi memberanikan diri bertanya pada Lee.
" hummm,,apa semalam bapak yang......"ucap Sisil yang terpotong oleh Lee.
"iya....kenapa??jawab Lee cepat tanpa mendengarkan pertanyaan sisil sampai selesai.
Spontan sisil memejamkan matanya,menolehkan wajahnya menahan rasa malu sambil memukul dahinya.
Lee terseyum melihat expresi Sisil yang merasa malu,,,terlihat polos dan imut.
" maaf pak saya sudah lancang dan merepotkan bapak."ucap Sisil menunjukkan expresi takutnya.
"sudah jangan merasa tak enak..aku saja tidak keberatan." ucap Lee dengan santainya.
Seketika mata Sisil terbelalak,sisil susah menelan salivanya.sangat terkejut dengan jawaban pria tampan didepannya.
"mom aku haus" ucap Lion mencairkan suasana yang membuat Sisil serasa ingin lari saja.
Sisil segera mengambil satu botol orange just dari tas yang diberikan bi surti tadi dan memberikan pada Lion.
Suasana didalam mobil itu menjadi ramai dan tidak tegang lagi.
Hampir dua jam perjalanan mereka akhirnya sampai dikebun binantang itu.
Lion bersorak kegirangan sudah berada ditempat yang ia inginkan.
Mereka lansung turun kecuali pak Budy yang hanya menunggu didalam mobil.
Lee membeli tiket untuk mereka bertiga.Ini adalah hal kecil pertama yang ia lakukan sendiri karena biasanya Lee hanya mengandalkan Nino untuk hal kecil atau besar.
Mereka segera masuk dan melihat lihat beraneka satwa yang berada di kebun binatang itu.
Mereka berjalan pelan sambil menikmati udara yang segar.
Sesekali Lion berlari karena tak sabar melihat hewan lain.membuat Sisil dan Lee harus berlari pula mengejarnya.
"tunggu tampan jangan berlari nanti kamu jatuh,," ucap Sisil sambil tergopoh gopoh mengejar Lion yang sudah berada didepan kandang singa yang besar.Lion memandangi tubuh Singa yang besar dan kokoh itu.bulu bulu coklat yang indah membuat Lion suka.
"boy......hewan ini namanya sama lo dengan kamu..." ucap Lee yang sudah berada disamping Lion.
"iya Dad...Lion juga kan....." jawab Lion tanpa melihat kearah unclenya.
"kamu suka hewan ini ya boy?"
__ADS_1
"iya Dad,hewan ini terlihat sangat kuat." jawab Lion lagi.
"tampan kita istirahat dulu ya disana,mom capek ngejar tampan trus dari tadi..." usul Sisil sambil mengarahkan jarinya kesebuah gazebo kecil ditengah taman.
Mereka pun beristirahat sejenak ditempat itu.
"Mom mana minuman ku tadi?" pinta Lion pada Sisil.
Sisil segera memberi botol mimuman yang diminta Lion.
"bapak mau minum?" ucap Sisil sambil menawarkan sebotol orange jus kehadapan lee.
"kamu dulu yang minum,kamu juga hauskan?" ujar Lee sambil memandang lekat Sisil.
"bapak minum ini saja ,saya bisa beli disana!!" jawab sisi.
"cepat minum,aku tak suka dibantah." perintah Lee dengan wajah datarnya.
Sisilpun meminum botol yang ia sudah genggam itu hingga menyisakan setengahnya saja.
Dengan cepat Lee tiba tiba menyambar botol yang ada ditangan Sisil.
Lee meminumnya hingga tandas.membuat Sisil membelalakkan kedua matanya bulat.
"pak itukan sisa saya??" ucap Sisil merasa tak percaya dengan apa yang barusan Lee lakukan.
"memangnya kenapa kalau saya meminum dibekas botolmu!"jawab Lee sambil mengusap bibirnya yang basah.
Sisil hanya diam mendengar jawaban Lee.
" Ayo mom,Dad kita jalan lagi..."pinta Lion yang mulai merengek.
"ayo boy,,Dad gendong ya biar kamu gak capek" ucap Lee lalu mengendong Lion.
Sisil yang masih belum puas beristirahat mau tidak mau berjalan pelan mengikuti Lee dari belakang.
Lee yang melihat Sisil berjalan pelan tiba tiba menarik tangan Sisil.Sisil yang terkejut lalu mendongak langsung kearah Lee yang sudah terseyum kearahnya.
"ayo Sil......" ujar Lee dengan santainya.Sisil mau tidak mau pun berjalan disamping Lee,meski hatinya sangat malu bercampur senang.
Tangan kiri menggendong Lion dan tangan kanan menggenggam tangan Sisil.Lee benar benar terlihat seperti seorang hot dady.
Beberapa orang yang berpapasan dengan mereka merasa kagum dengan pemandangan itu.
"wah keluarga kecil yang harmonis,ayah yang ganteng ibu yang masih muda dan cantik serta putra yang begitu tampan." ujar seorang ibu ibu yang berpapasan dengan mereka.
Seketika wajah Sisil memerah dan merasa sangat malu.beda halnya dengan Lee yang merasa senang karena masih pantas bersanding dengan gadis semuda Sisil.
Dengan menyembunyikan kebahagian diwajah datarnya Lee memandang wajah Sisil yang merah.membuat Lee tak tahan ingin menciumnya.
Lee tak menyadari ada benih benih cinta yang mulai muncul setelah bersama Sisil beberapa minggu ini.Hatinya yang kemarin tertutup karena luka yang dalam kini mulai terbuka pelan.
__ADS_1