
Dukung trus novel author ya dengan Like dan komentarmu......
"Momy.........." Teriak Lion yang berlari memghampiri Sisil setelah tau kehadiran gadis itu.
Sisil yang tadinya masih terdiam karena rasa tidak enak nya pada Dilan seketika terseyum melihat Lion yang sudah memeluk pinggangnya.
"Hay tampan kau sedang apa?" tanya Sisil yang sudah berjongkok menyamakan tinggi tubuhnya dengan Lion.
Semua orang senang dengan kedekatan Sisil dan Lion,tapi beda dengan Dilan yang merasa iri dengan Sisil.
"Sil duduklah Sini...."pinta Feiluo sambil menepuk sofa disampingnya yang masih kosong.
Sisil melihat Lee yang masih berdiri disampingnya.Lee sangat memahami perasaan ragu dan tidak nyamannya Sisil sekarang karena keberadaan Dilan.
" Sayang Duduklah disana dulu,aku akan kekamar untuk berganti baju dulu..!"ucap Lee yang menyakinkan Sisil.
Sisil hanya mengangguk dan segera mendekat kearah feiluo lalu duduk disampingnya bersama Lion.
Hati Dilan merasa panas mendengar Lee memanggil Sisil dengan sebutan Sayang.tapi Dilan masih bisa berpura pura terseyum didepan banyak orang.
"Bagaimana kerjaanmu hari ini Sil?apa kau tidak capek pulang kerja langsung kesini?" tanya Micell pada Sisil.
Sisil yang mulai meladeni candaan Lion pun menoleh kearah Micell.
"hari ini pelanggan yang datang agak sepi tante...jadi saya tidak begitu merasa capek. saya juga sudah merindukan Lion.
Micel hanya terseyum mendengar jawaban gadis cantik itu.
"Oh ya Dilan bagaimana kabar kakakmu?suruh dia main kesini aku sudah lama tidak berjumpa dengannya...!" ucap Fei.
"Kakak baik baik saja kak,dia selalu sibuk dengan urusan kantor.baik aku akan menyampaikannya." jawab Dilan dengan seyum diwajahnya.
"Lusa akan ada pesta Ulang tahun perusahaan Tante harap kamu bisa datang bersama kakakmu!" ucap Micell.
"Iya tan pasti Dilan datang,karena itu pesta kalangan elit bukan untuk orang kampungan kan tante?!"Dilan menyindir sambil melirik kearah Sisil.
Sisil hanya terdiam mendengar kata kata sinis dari mulut Dilan tapi Feiluo nampak tidak suka.
Micell yang mengerti maksud ucapan Dilan langsung membalasnya telak.
" Sil kamu juga harus datang,semua sudah disiapkan oleh Fei.jangan mengecewakan tante ya!"Ucap Micell dengan seyum manisnya mengarah keSisil,sementara Dilan merasa sangat tersisihkan.
"Tapi tante saya..." Sisil mencoba menolak tapi feiluo segera memegang bahu Sisil.
"Tenang Sil ada kakak,kakak sudah menyiapkan semuanya untukmu."
Sisil merasa terharu dan bahagia melihat perhatian Feiluo yang begitu besar padanya.
__ADS_1
Sisil hanya bisa mengangguk dan terseyum.
Lee yang sudah berganti pakaian dengan baju santai ikut bergabung duduk disamping mamanya.
"aku sudah lapar,apa kakak sudah memasak untuk makan malam?" ucap Lee dengan santainya kearah Feiluo.padahal sebenarnya dia ingin menyuruh calon istrinya itu.
Feiluo mengerti maksud adiknya itu.
"ayo Sil kita kedapur untuk memasak makan malam.." ajak feiluo yang sudah berdiri menoleh kerarah Sisil.
"iya kak,ayo.....Tampan disini dulu ya ,,Momy mau masak dulu..oky....!!ucap Sisil sambil mengusap lembut kepala Lion.
Lion sangat patuh pada Sisil.
Fei dan Sisil pergi kedapur meninggalkan Lee,Micell dan Dilan yang masih terdiam.
Dilan seakan mati kutu,dia merasa dipermalukan oleh Lee karena dirinya sama sekali tidak bisa memasak.
Fei dan Sisil terlihat sangat sibuk didapur.
" jangan merasa tidak enak akan kedatangan Dilan....percayalah...kamu lebih pantas buat Lee dibanding wanita itu."ucap Feiluo yang sudah menggenggam kuat tangan Sisil berusaha menenangkan pikiran Sisil.
Sisil hanya terseyum kearah Feiluo dan melanjutkan masaknya.sementara diruang tengah,Dilan sudah mulai berbicara santai dengan Lee dan Micell yang banyak diam karena merasa malas dengannya.
Hampir satu jam berlalu,makanan sudah matang.
Lee mendekati Sisil didapur,sementara feiluo menata makanan dimeja makan.
"Baik aku mandi dulu"
Sisilpun segera naik dan masuk kekamar Lion untuk mandi,karena dilemari Lion ada baju bajunya.
Tak lama Sisil sudah turun,penampilannya terlihat begitu fres meski tanpa make up dengan mengenakan kaos putih polos dan celana pendek selutut.tak lupa rambut panjangnya ia kuncir cepol keatas memperlihatkan leher putih dan mulusnya.
Semua yang sudah duduk diruang makan menoleh kearah Sisil,semua terseyum melihat penampilan sisil yang sudah segar.apalagi Lee yang begitu suka dengan penampilan polos sisil yang seperti ini.
Lagi lagi dilan merasa terkalahkan dengan melihat penampilan Sisil yang jauh lebih muda dari dirinya.
Sisilpun duduk didekat Lee dan Lion berhadapan dengan Dilan yang sudah memasang wajah datarnya.
Sisil sesekali menyuapi Lion disampingnya dengan usapan usapan lembutnya.pemandangan hangat itu disaksikan oleh semua orang termasuk Dilan yang semakin tidak suka dengan Sisil yang bersikap naif dan sok baik menurutnya.
Setelah semuanya selesai makan,Dilan segera berpamitan untuk pulang.Micell.mengantar Dilan sampai didepan Pintu utama.
Melihat Dilan sudah pergi berlalu,feiluo mendekati mamanya yang berdiri disamping pintu.
"Kenapa mama masih baik pada wanita itu,apa mama lupa dia yang sudah membuat Lee terpuruk selama tiga tahun ini?"
__ADS_1
Micell terseyum menoleh kearah putrinya.
"Sebenarnya mama tidak suka padanya tapi mama tidak ingin memperlihatkannya,mama juga harus menjaga harkat dan martabat mama sebagai nyoya dirumah ini.lagipula mama sudah tahu apa sebenarnya niat Dilan datang lagi kesini.Dan untuk mencegah tindakannya yang semakin nekat maka kejutan dipesta nanti akan membuatnya berpikir lagi untuk mendekati Lee lagi."
"Benar mah,Kejutan dipesta lusa akan membuat Dilan berfikir lagi untuk mendekati Lee." ucap Feiluo lalu berbalik melangkah mendekati Lee dan Sisil diruang tengah bersama Lion.
Micell pun ikut duduk bersama mereka.
"Sil,,Lusa setelah kamu pulang kerja,Lee akan mengantarmu kebutik kakak.lalu kita berangkat bersama ketempat pesta.karena Lee akan berangkat duluan."
"Baik kak" jawab Sisil yang masih memangku Lion yang mulai mengantuk.
"Sepertinya Lion sudah mengantuk Sil, !"
Sisilpun melihat wajah Lion yang barusan menguap.
"ayo tampan momy temani tidur kekamar"ucap Sisil lalu menurunkan Lion dari pangkuannya dan menggandeng tangan mungil Lion menuju kamarnya.
Setelah melihat Sisil dan Lion naik kelantai dua,Feiluo duduk disamping adiknya.
" Sepertinya Dilan mulai mendekatimu lagi Lee,dan aku lihat Sisil tidak nyaman dengan itu..."
Micell berfikir sama dengan putrinya.
Lee duduk dengan kepalanya bersandar disofa.menghembuskam nafasnya kasar lalu menoleh kearah kakaknya.
"aku rasa juga seperti itu kak,aku sangat mengenal Dilan,dia wanita yang sangat ambisius.aku juga merasa Sisil tidak nyaman dengan kehadiran Dilan.tapi kakak tenang saja.aku akan menjaga jarak dengan Dilan dan aku akan menjaga Sisil agar dia tidak salah paham.kalau sampai Dilan berani mengganggu Sisil,maka aku pastikan karirnya akan hancur.." ucap Lee dengan wajah dinginnya.
"Bagus kalau kau sudah tau apa yang harus kau lakukan..." ucap Feiluo yang mengarahkan pandangannya pada Micell.
"Dia gadis yang baik dan polos Lee,dia lebih pantas menjadi istrimu dari pada Dilan.mama harap kau bisa menjaga dan menyakinkannya." ucap Micell dengan seyum diwajahnya.
"Terima kasih ya ma karena sudah merestui hubungan kami...yasudah Lee menyusul Sisil dikamar Lion dulu..." ucap Lee yang sudah berdiri.
"Malam ini kalian tidur disini saja tidak usah kembali keapartementmu Lee" pinta Michell pada putra nya itu.
Lee sudah berjalam beberapa langkah sambil menjawab permintaan mamanya.
"Iya ma..."
Lee berjalan menuju kamar Lion,setelah membuka pintu kamar pelan,ia melihat Sisil sudah terlelap tidur sambil memeluk Lion.
Lee terseyum dan berjalan pelan mendekat.
"aku akan selalu menjagamu Sayang dan tidak ada yang akan memisahkan kita.." ucap Lee lirih lalu mencium kening Sisil yang terlihat sangat tenang dalam tidurnya.
Lee segera berjalan keluar dan menutup kembali pintu kamar itu.
__ADS_1
Seketika mata Sisil terbuka.Sisil terpaku dengan kata kata Lee tadi.hatinya sangat merasa bahagia meskipun masih ada sedikit keraguan.
"Terima kasih untuk Cinta bapak..tapi apa benar bapak takdir untuk Sisil??" gumam Sisil dalam hatinya lalu memejamkan kembali matanya dan semakin memeluk erat tubuh mungil Lion didekapannya.