
Mobil sudah sampai didepan kediaman hans.Lee mengenggam kuat tangan Sisil masuk kedalam rumah.
"Akhirnya kalian datang,apa Lee nakal pada mu Sil?" ujar Micell yang sudah menyambut mereka didepan.
Sisil terseyum lebar sambil melirik kearah suaminya.
"Tidak ma,,Suamiku ki bahkan begitu baik dan perhatian.!"
"Benarkah.....yasudah ayo masuk.!", ajak Micell pada anak dan menantunya.
"Momy.........!" teriak Lion dari tangga setelah melihat kedatangan Sisil dan Lee.
Anak itu segera berlari dan memeluk hangat Sisil.
"Momy aku sangat bahagia momy sekarang benar benar menjadi momyku....!" ujar Lion saat dipelukan Sisil.
Sisil terseyum bahagia.lalu melihat sekilat kearah suaminya dan Micell yang masih berdiri dengan seyuman masing masing.
"Momy juga bahagiaTampan....ini semua berkat Lion juga lho....kalau Lion tidak menganggap Kakak sebagai momy Lion maka momy dan Dady tidak akan pernah dekat."
Lee berfikir memang benar awal mulai dirinya jatuh hati pada Sisil adalah saat Sisil begitu dekat dengan keponakannya itu.
"Berarti Lion jadi itu momy......apa itu??" ucap Lion menggantung.
Semua mengerutkan kening menunggu kelanjuttan ucapan bocah kecil itu.
"Apa sayang?''tanya Sisil?
" Oh ya kata temanku aku sudah jadi Makcomblang.....!"ucap Lion dengan pengucapan lucu khas anak kecil.
Sontak semuanya tertawa mendengar ucapan anak kecil itu.
"ternyata tampan sudah besar ya,tahu tentang kata kata itu?" ucap Sisil yang sudah selesai tertawa.
"Aku kan sudah 5 tahun Momy....oh ya kata temanku juga,kalau jadi Makcomblang yang sukses itu harusnya dapat hadiah...!" ucap Lion lagi yang membuat semuanya terkejut.
Lee yang dari tadi berdiri kini ikut jongkok mendekat pada istrinya yang sudah memegang kedua bahu lion.
"Memang kau ingin hadiah apa Boy???" tanya Lee menatap sang keponakan.
"Aku mau dua hadiah!" ucap Lion cepat.
Lee dan Sisil saling pandang.
"apa saja katakan!"
Lion mulai terseyum jail.otaknya kini sudah berkembang karena bergaul dengan teman teman yang lebih mengerti dari dirinya.
"Satu,Lion malam ini ingin tidur bareng momy ,,kan Momy nya Lion...biarkan saja Dady tidur sendiri...!" ucap Lion dengan entengnya.
__ADS_1
Seketika muka Lee memerah karena sebal,Sisil yang mengerti perasaan suaminya langsung menggenggam kuat tangan Lee dan memberi anggukan halus pertanda sang suami harus menuruti permintaan sang keponakan.
"Anak nakal...mau mengerjai Dady ya rupanya kamu.." gumam Lee dalam hati.
Micell hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat permintaan konyol sang cucu yang sudah mulai nakal.
"Iya Kamu tidur sama Momy...lalu yang kedua?"tanya Lee datar.
"Ehmmmm Lion ingin ikut momy dan Dady bulan madu,kata mama,Dady dan Momy mau pergi keluar negri.!" ucap Lion lagi lagi membuat Lee meradang.
"Tidak boleh" ucap Lee cepat dan langsung diberi pelototan oleh sang istri.
Lee segera merevisi ucapannya dan memberi pengertian pada keponakannya itu.
"Boy apa kau tidak ingin cepat mempunyai adik??" ucap Lee yang langsung dihadiahi cubitan diperut oleh Sisil.
"Auwww sayang,biarkan aku menjelaskannya pada Lion.!" ucap Lee dengan setengah meringis.
Lion berfikir sejenak.
"Tentu aku mau adik Dady....!"
"Kalau Kau ingin cepat mempunyai adik yang lucu dan imut,Kau tidak boleh ikut momy dan Dady pergi.Kau paham?" ucap Lee pelan sambil menatap kedua manik Lion.
Anak kecil itu mengangguk pelan tapi dengan muka yang cemberut.
"Anak pintarrr....." Ucap Lee sambil mengusap lembut kepala Lion.
"itu juga boleh Momy,yang penting pergi sama momy ku...!" ucap Lion yang mulai terseyum.
"Kalau begitu besok saja kita pergi boy...sebelum dady pergi dengan Momy,kami akan mengajakmu jalan jalan dulu.!" ucap Lee yang sontak membuat Lion girang dan loncat loncat.
"Hore....aku mau Dady ,aku mau..!" ucap Lion sambil loncat loncat kegirangan.
"Yasudah biarkan Dady dan Momy mu kekamarnya dulu ya Lion.!" ucap Micell.
"Iya Omma....Lion ketaman belakang dulu...!" ucap anak itu langsung berlari pergi.
Lee menghembuskan nafasnya kasar.
"Kak Fei dan Papa dimana ma?" tanya Sisil sambil melihat kesegala arah tapi tak melihat keduanya.
"Papa sedang istirahat dikamar Sil,kalau Fei tadi ijin keluar sebentar.!"
Sisil mengangguk mengerti,dengan cepat Lee menarik tangan Sisil menuju kamarnya.
"Ma,,kami kekamar sebentar ya....!" ucap.Lee pada mamanya.
"iya Lee,,,tapi nanti Sisil bantu mama masak buat makan malam ya...!"
__ADS_1
"Iya Ma,,Sisil permisi dulu."
Kedua nya segera berjalan cepat menuju kamar.
Lee segera mengunci pintu kamarnya Lalu memeluk Sisil dari belakang.
"Sayang......kenapa kau menuruti permintaan Lion yang pertama...Ahhhhhh harusnya kan malam ini kita lalui dengan indah....sepertinya anak iti sengaja mau mengerjaiku!!"
"Sayang.....Lion itu masih kecil,bagiku permintaannya masih wajar wajar saja !" ucap Sisil lembut sambil mengusap lembut pipi suaminya.
"Jadi kau benar mau membiarkan aku tidur sendiri dimalam kedua kita??" ucap Lee yang mulai merajuk seperti anak kecil.
Sisil membalikkan tubuhnya menarik tangan sang suami duduk ditepi ranjang lalu mencium kilat bibir suaminya.
"Apakah seperti ini sikap seorang CEO yang terkenal dingin dan hebat,tidak mau mengalah dengan keponakaan kecilnya?"
Lee masih terdiam dengan wajah datarnya,sementara Sisil terseyum simpul melihat sikap suaminya yang seperti anak kecil.
Sisil mencium kening,hidung,kedua pipi dan bibir Lee sekilas.Bagi Sisil hanya itu yang bisa ia lakukan agar sang suami tidak.marah atau sebal lagi.
"Bagini saja nanti kalau Lion sudah tertidur pulas aku akan kembali kamar,sudah ah jangan ngambek lagi..nanti wajah suamiku ini tidak ganteng lagi lho...!"
Lee spontan terseyum dan mencium pipi Sisil lembut.
"Benarnya,,nanti kalau Lion sudah pulas tertidur Sayang langsung kembali kekamar!"
"iya Sayang......!"
Lee langsung memeluk istrinya dengan erat.
Sementara Sisil merasa baru mengetahui sikap suaminya yang terkadang seperti anak kecil diusianya yang terbilang sudah matang itu.terlihat sangat lucu baginya.
"Sudah ya Sayang,aku bantu mama memasak dulu...kau ingin makan apa?" tanya Sisil setelah pelukan mereka terlepas.
"Makan kamu aja....!" goda Lee lagi.
"Sayang jangan mesum terus ah...!"
"Iya iya...aku makan apa saja yang penting dibuat dengan cinta dan sayang oleh istriku ini....!" ujar Lee sambil menggenggam kedua tangan Sisil.
Sisil terseyum kearah Lee.
"Aku kebawah dulu ya....Suamiku ini istirahat saja okey!!"
"Tidak aku bisa bosan disini tanpamu..ayo kita kebawah bersama.aku bisa menunggumu memasak sambil bermain dengan Lion.!" ucap Lee yang sudah berdiri.
Sisil hanya terseyum sambil mengangguk pelan.
Keduanya segera turun kelantai bawah dengan bergandengan tangan.
__ADS_1
Seyum tak pernah lepas dari wajah kedua pengantin baru itu.