Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
10. Mengajaknya Makan di Luar


__ADS_3

Setelah pembicaraan bersama Mami Sita dan Papi Agam, pernikahan akan dilaksanakan satu minggu dari sekarang sesuai rencana Mami dan Papi, yaitu tanggal 28 Februari.


Mami Sita dan Papi Agam benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya tanpa campur tangan Azmy dan Nyssa. Mereka mengatakan, jika waktu satu minggu ini lebih baik digunakan untuk pemulihan Azmy, juga penyesuaian untuk Nyssa. Karena mereka tinggal satu atap, memungkinkan mengenal satu sama lain lebih baik. Dengan begitu, Setelah menikah tidak akan canggung lagi. Azmy dan Nyssa pasrah mengikuti kemauan Mami Sita.


Selama beberapa hari ini, selain menyiapkan makan dan menemani Azmy, sebagian waktu Nyssa habiskan didalam kamar untuk mempelajari mata kuliah. Dalam waktu dua minggu, ia telah dapat mempelajari garis besar arah pembelajaran. Karena beberapa mata kuliah saling berhubungan dan membahas poin yang sama. Hanya mata kuliah Hukum Bisnis dan Hubungan Industrial yang masih membuatnya kesulitan. Dari dulu, jiwa Nyssa memang tidak menyukai hukum, karena menurutnya hukum tajam kebawah, tumpul keatas. Sehingga saat di hadapkan dengan pembahasan hukum dalam duan bisnis dan Undang-Undang yang membentuk hukum khusus, membuatnya sakit kepala. Nyssa yang sudah tak sanggup lagi membaca modul di laptopnya pun menyerah. Siapa tahu, nanti akan dapat pencerahan selama mengikuti kelas.


Masih tersisa dua hari sebelum acara pernikahan, Nyssa sudah melaksanakan sholat istikharah untuk memohon petunjuk. Kini hatinya semakin mantap menapaki ketetapan Allah untuknya. Sikap Azmy menurutnya juga tidak terlalu buruk. Narsis, harga diri yang tinggi, dingin, namun hatinya tidak jahat. Nyssa merasa mampu menghadapinya dengan Allah sebagai pendukungnya. Sedangkan perasaan pemilik tubuh, akhir-akhir ini menjadi tidak menentu. Nyssa tidak bisa menebak, setelah merasa bahagia, Tiba-tiba muncul kesedihan. Bagi Nyssa, perubahan perasaan pemilik tubuh sudah seperti ibu hamil yang sensitif karena pengaruh hormon. "Pemilik tubuh, tenang saja aku akan membantumu semampuku." kata Nyssa didalam hati.


Di sela-sela kegiatannya selama beberapa hari ini, Nyssa menyempatkan menulis catatan. Catatan itu berisi tanggal awal ia menempati tubuh Nyssa, dan beberapa kemungkinan mengapa ia bisa sampai disini, ia juga menuliskan kerinduannya terhadap suami dan anak-anaknya, serta protes kepada pemilik tubuh. Buku itu ia simpan di laci lemari gantung, yang ada di walk in closet agar tidak ada yang membacanya. Nyssa belum tahu, kapan waktu yang tepat untuk menceritakan keadaannya dan pemilik tubuh. Tapi, apakah akan ada yang percaya? Atau malah menganggap gila? Jika memang Allah berkehendak, maka kebenaran akan terungkap seiring berjalannya waktu. Wallahu a'lam..


Waktu menunjukkan pukul 17.00 waktunya menyiapkan makan malam. Nyssa bergegas mandi, dan turun kebawah. Ternyata Azmy sudah menunggunya dimeja makan dengan baju rapi. Melihat Nyssa menuruni tangga, Azmy berdiri dan berjalan menghampirinya.


Azmy sudah hafal dengan pola kegiatan Nyssa selama tinggal bersama, sehingga ia sengaja menunggunya di meja makan. Ia juga tahu, hampir semua waktu Nyssa habiskan untuk belajar dikamar. Yang awalnya ia kira menonton drama Korea ternyata salah. Ia mengetahuinya setelah tidak sengaja melihat isi laptop Nyssa saat Nyssa tertidur dan pintu kamar terbuka. Meskipun ia tahu itu tidak sopan, ia tidak tega melihat Nyssa tidur dilantai. Sehingga ia mengangkat Nyssa, dan direbahkan disofa perlahan supaya Nyssa tidak tahu jika ia yang merubah posisi tidurnya.

__ADS_1


"Kak Azmy sudah lapar yaa? Nyssa akan masak kilat hari ini supaya kakak tidak kelamaan menunggu. " Nyssa yang hendak berlari kedapur dihentikan Azmy dengan menarik tangannya.


"Maaf" kata Azmy, seraya melepaskan tangan Nyssa. "Malam ini kita dinner diluar, kamu siap-siap sekarang saya tunggu disini." Azmy melangkahkan kakinya menuju sofa ruang tamu, tidak menghiraukan kebingungan Nyssa. Setelah duduk, ia melihat Nyssa masih diam ditempat.


"Kamu mau sampai kapan diam disitu?"


Nyssa yang terkejut, berjalan mendekati Azmy. "Ada acara apa kak?"


"Tidak ada, hanya mencari suasana." jawab Azmy sembarangan.


"Mau siap-siap sekarang atau aku yang akan mengganti bajumu?" ancam Azmy yang sudah tidak tahan dengan pertanyaan Nyssa.


"Iya kak, Nyssa siap-siap." segera Nyssa naik keatas untuk bersiap-siap.

__ADS_1


Azmy yang melihat Nyssa berlari, merasa benar-benar menikahi anak kecil. Selama waktu ini, di matanya Nyssa sudah dewasa dibandingkan umurnya yang masih 19 tahun. Namanya umur segitu, tetap saja masih kekanakan baginya yang sudah berumur 27 tahun.


Nyssa sudah berada di walk in closet. Karena Azmy mengajaknya makan malam, berarti ia harus mengenakan pakaian semi formal. Nyssa memilih beberapa baju, ia pun memutuskan mengenakan gamis terusan berwarna navy dengan outer tulle 7/8 bertali diatas pusar. Ia mengenakan hijab segi empat ukuran jumbo berbahan satin warna senada dengan motif ranting di keempat sudutnya. Mengaplikasikan riasan tipis dan lipcare agar warna bibirnya terlihat natural. Tas selempang berwarna lightgrey, sepatu flat warna senada, kini ia telah siap. Semuanya adalah barang-barang yang sudah disiapkan oleh Mami Sita. Nyssa merasa bersyukur tidak akan mempermalukan calon suaminya nanti.


Saat ada suara seseorang menuruni tangga, Azmy segera berdiri dan menyambut Nyssa. Pandangannya terpaku melihat Nyssa yang terlihat anggun dengan nuansa navy. Dengan hijab yang lebar tak menutupi gaya fashion yang elegan namun tetap sederhana. Selama ini ia merasa panas dengan gaya berpakaian Nyssa yang terlampau tertutup menurutnya. Melihatnya malam ini, ia tak menyangka Nyssa bisa menyesuaikan gaya pakaiannya sesuai kesempatan. Tetap fashionable, tanpa merubah karakter sederhananya. Memang tidak salah Mami menilai tinggi Nyssa, semuanya sesuai dengan seleranya.


"Kamu cantik. " puji Azmy secara spontan. Nyssa hanya membalas dengan senyum yang merona, yang semakin membuatnya terlihat cantik dimata Azmy.


Jiwa Nyssa yang hanya mendapat pujian cantik dari suaminya, merasa Azmy akan menjadi seorang suami yang romantis terhadap istrinya saja. Jika diperhatikan, Azmy terlihat gagah dengan kemeja putih dan jaz slim fit warna light grey dan celana kain yang senada. Memang pesona seorang pebisnis. Jiwa Nyssa yang tidak pernah mengakui jika suaminya tampan, kini menilai Azmy lebih tampan dibandingkan suaminya.


Badan Azmy yang tinggi proposional, type penyuka olahraga. Sedangkan suami Nyssa, sudah kalah dari tinggi badan, warna kulit juga olahraga yang hanya melakukan futsal dan badminton seminggu sekali. "Suamiku, maafkan istrimu ini yang membandingkan mu dengan yang di depan mata." batin Nyssa sambil menggeleng pelan.


"Mari." Azmy memposisikan linked arm, bermaksud agar Nyssa menggandeng nya tanpa bersentuhan kulit. Azmy sangat menghormati Nyssa, dan akan tetap menjaga kehormatannya.

__ADS_1


Nyssa yang mengerti maksud dari linked arm dengan ragu menggandeng lengan Azmy. "Bismillah, ia adalah calon imamku." batinnya dalam hati menyemangati pemilik tubuh yang masih merasa canggung.


__ADS_2