
Satu bulan telah berlalu, kandungan Nyssa memasuki usia 7 bulan. Cidera di bahunya sudah sembuh, hanya saja tetap menggunakan shoulder support untuk menyangga bahu dan melindungi bahu yang cidera.
Mami Sita mengadakan acara Baby Shower untuk Nyssa. Semua orang diundang ke mansion untuk turut memeriahkan acara. Meskipun tidak ada reveal gender, acara tetap bertabur kebahagiaan.
Ayah Abraham yang kini sudah bisa berjalan lagi, datang bersama Rosa, Alexsa dan Edward. Mereka memberikan selamat dan hadiah untuk Nyssa. Alexsa memeluk Nyssa dari samping, membandingkan perut mereka berdua. Kandungan Alexsa yang berusia 8 bulan, tidak sepadan dengan Nyssa yang masuk 7 bulan dengan kehamilan kembar. Alexsa menjadi terharu dengan perjuangan Nyssa, Ia dan keluarganya mengetahui semuanya. Bahkan saat di rumah sakit kawasan tengah, Alexsa sempat menjenguknya.
Bambang datang bersama anak-anaknya. Awalnya Aeesha mengira mereka akan membencinya, tapi ternyata tidak. Mereka semua menerima kejadian yang menerima Leni dengan lapang. Karena selama proses persidangan, mereka menemukan fakta lain yang membuat mereka mengikhlaskan Leni menerima hukumannya.
Azmy sudah menceritakan tentang Leni, kejaksaan menetapkan hukuman penjara seumur hidup kepada Leni dan tidak diperbolehkan menebus untuk mengurangi masa tahanan. Karena semua bukti komplit dan kebenaran atas kepemilikan organisasi yang meresahkan masyarakat, ditambah kebenaran atas kecelakaan Milea Dan istri Bambang menguatkan tuntutan. Leni harus mendekam di penjara selama 45 tahun, sesuai umurnya saat ini. Kejam memang, tetapi jika mengingat semua yang terjadi, Aeesha hanya bisa berdoa untuk ketabahan Leni Dan keluarga yang ditinggalkan. Aeesha juga selalu mengirimkan doa untuk Milea dan Nyssa yang telah tiada. Dan yayasan yang diberi nama "Rumah Aimallah" sudah menampung banyak anak yatim piatu Dan gelandangan yang akan menjadi amal jariyah untuk Milea dan Nyssa.
Aeesha sudah tak lagi mengenakan cadar, gaun berwarna rose gold dengan hiasan tule dan hijab berwarna silver menambah kecantikan Nyssa meskipun badannya terlihat bulat saat ini karena duduk di kursi roda. Mami Sita yang menyiapkan semuanya termasuk seragam rose gold yang dikenakannya bersama suaminya. Sedangkan Mami Sita dan Papi Agam mengenakan tema silver blue. Semua tamu dari sosialita Mami Sita, teman Papi Agam juga Azmy, memberikan selamat.
Acara berakhir pukul 9 malam. Aeesha saat ini sedang dibantu Azmy mandi, Azmy selalu siaga untuknya. Aeesha terkadang merasa bersalah karena bergantung kepada Azmy. Ia yang seharusnya melayani suaminya justru harus dilayani. Terkadang Ia memaksakan diri untuk melakukan semuanya sendiri, namun kesakitan luar biasa yang didapatnya. Meskipun luka di bahu sudah sembuh, robekan di rotator cuff tendonnya masih belum ada perawatan sehingga saat digerakkan akan menimbulkan rasa sakit yang menusuk. Azmy pernah mengomelinya karena bersikeras melakukan semua sendiri. Azmy berjanji akan selalu ada untuknya, jadi Azmy memintanya untuk tidak menyakiti dirinya sendiri.
Mereka sudah selesai membersihkan diri, dan akan melaksanakan sholat isya'. Azmy membantu istri kecilnya memakai mukena dan duduk di kursi roda. Selesai sholat, Azmy membantu Aeesha melepas mukena dan melipatnya. Kemudian mengangkat tubuh Nyssa ke tempat tidur, pergi ke dapur membuat susu untuk Nyssa.
__ADS_1
Aeesha menangis, keterbatasan geraknya membuat repot semua orang terutama Azmy. Azmy yang datang membawa susu terkejut melihat istri kecilnya yang menangis.
"Sayang,, mengapa menangis?" Tanya Azmy sambil menghapus air mata Nyssa.
"Aku merepotkan." Jawab Aeesha terbata.
"Tidak sayang. Jika kamu merasa merepotkan, Aku akan menyalahkan diriku sendiri atas keadaanmu sekarang ini sayang." Azmy merasa nyeri dihatinya mengingat penyebab tangisan Nyssa. Aeesha terdiam mendengar penuturan Azmy. Benar yang dikatakan Azmy, tangis keluhnya akan membuka luka lama. Ia pun menghentikan tangisnya.
"Jangan salahkan dirimu, maafkan Aku. Aku hanya merasa tidak berdaya." Aeesha memeluk Azmy. Tangan Azmy mengelus kepala istri kecilnya. Ia mengerti, istri kecilnya terbiasa gerak lincah kesana kemari, tetapi sekarang menjadi terbatas karena cidera bahunya.
"Sabar sayang.. Kita pasrahkan semuanya kepada Allah, kamu kuat makanya Allah menguji mu. Dan jangan lupa, masih ada Aku yang akan menjaga Dan membantumu." Aeesha menganggukkan kepalanya.
Azmy pun melancarkan aksinya. Hubungan intim mereka tetap berjalan seminggu 3x, selain karena hasrat Azmy yang memang tinggi, Aeesha merasa hasratnya tidak mengalami penurunan meski sudah masuk trimester ketiga. Meski terkadang harus puas dengan satu kali penyatuan, Azmy tidak pernah mengeluh. Justru Aeesha yang merasa was-was, entah efek dari hormon atau karena perasaannya sendiri. Bentuk tubuhnya yang semakin bulat, tidak bisa mengimbangi hasrat suaminya, Dan bergantung kepada suaminya, membuatnya takut Azmy muak dengannya.
Bukan tanpa alasan, saat acara tadi. Wanita yang pernah mengatainya "****" datang, raut mukanya menunjukkan ejekan kepada Aeesha. Sedangkan saat berbincang dengan Azmy, menunjukkan sikap anggun. Mungkin Aeesha hanya berpikir berlebihan, tapi tetap saja itu mengganggunya.
__ADS_1
"Suami,, apa Aku tidak menarik lagi?" Tanya Aeesha yang kini sedang dilap dengan air hangat oleh Azmy, selesai penyatuan mereka.
"Tidak sayang, justru semakin seksi." Jawab Azmy yang tidak sadar dengan perubahan raut muka Nyssa.
"Aku tidak bisa memuaskan mu, Aku juga menjadi beban." Gumam Aeesha yang masih bisa didengar oleh Azmy.
"Sayang.. Darimana pemikiran itu datang?" Azmy mengangkat dagu Nyssa agar mereka bertatapan.
"Banyak wanita yang ingin mendekatimu suami." Azmy tahu arah pembicaraan istri kecilnya sekarang.
"Sayang.. Hanya kamu yang bisa membuatku berhasrat, tidak ada yang lain. Sekarang memang tidak bisa memuaskan ku karena keadaanmu yang sedang hamil. Tapi Aku tidak mengeluh sayang." Kejujuran Azmy justru membuat Nyssa cemberut. Azmy menjadi serba salah. "Apakah karena hormon kehamilan? Biasanya istri kecilnya tidak seperti ini." Batin Azmy.
"Kamu semakin seksi di mataku sayang. Apalagi saat kamu ada di atas, itu pemandangan yang sangat erotis. Bukan itu saja, tidak ada kamu di sisiku membuatku tidak bersemangat. Seperti kamu memang diciptakan untukku sayang. Jadi jangan pernah berpikir seperti itu lagi. Oke?" Aeesha tersipu mendengar jawaban Azmy yang terkadang tidak berfilter.
Jika dulu dengan suaminya Ia menjalaninya atas dasar saling percaya. Bersama Azmy, Ia menginginkan pengakuan jika Ia penting untuk Azmy. Aeesha merasa dirinya kembali menjadi ABG labil. Ia pun tersenyum dan melayangkan kecupan di pipi kiri Azmy.
__ADS_1
Azmy yang melihat mood istri kecilnya kembali, merasa bersyukur. Memang semuanya serba extra sejak kehamilan Nyssa. Dan juga beberapa masalah yang terjadi, tidak membuatnya mengeluh. Ia menjalaninya dengan penuh rasa syukur, bersyukur Allah mengirimkan 2 wanita sekaligus dalam hidupnya. Baik itu raga Nyssa ataupun jiwa Aeesha, keduanya tidak bisa dipisahkan. Dan keduanya sudah mengisi seluruh hati Dan kehidupannya. Nikmat mana yang engkau dustakan?
Karena istri kecilnya sudah berinisiatif menciumnya, Azmy memanfaatkannya sebaik mungkin Dan melakukan penyatuan sekali lagi sampai istri kecilnya terlelap.