Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
88. Kembali ke Mansion


__ADS_3

Aeesha merasakan tubuhnya tidak dapat bergerak, ia pun membuka matanya. Begitu membuka mata, ia menemukan lengan kekar melingkar di perutnya. Ia tahu lengan ini, lengan kekar Azmy suaminya. Aeesha segera membalikkan tubuhnya, dilihatnya wajah pucat suaminya masih dengan perban di kepala.


"Assalamualaikum sayang.." Ucap Azmy yang membuka matanya.


"Wa'alaikumsalam.. Suami kenapa sudah pulang?" Tanya Aeesha sembari meraba sebagian rambut suaminya yang tercukur.


"Mana mungkin aku bisa tenang di rumah sakit, sedangkan kamu baru saja lolos dari bahaya sayang." Azmy mengecup kening Nyssa cukup lama.


Aeesha merasakan jika ingatan suaminya sudah pulih, tidak ada lagi raut wajah dingin dan kata tegas. Meskipun wajahnya masih terlihat tegas, terlihat jejak kehangatan di sana.


Azmy melepaskan pelukannya, dicermatinya wajah Nyssa dihadapannya. Tangannya mengusap lembut wajah istrinya. Ada perasaan bersalah dihatinya atas sikap dinginnya seminggu kemarin.


"Maafkan aku sayang.. Maaf saja mungkin tidak cukup. Jika kamu ingin menghukum ku, hukum saja. Aku suami yang tidak be..." Segera Aeesha membungkam mulut suaminya dengan kedua tangannya.


"Setiap ucapan adalah doa. Jadi berucap lah yang baik-baik suamiku." Aeesha mengingatkan Azmy.


"Maafkan aku sayang.."


"Tidak ada yang perlu dimaafkan, semuanya sudah merupakan ketetapan Allah. Kita pasrahkan semuanya kepada Allah sayang,selalu ada hikmah yang bisa kita ambil atas ridho-Nya.." Ucapan istri kecilnya selalu bisa membuatnya ingat akan penciptanya. Kehidupan Aeesha yang dulu begitu kental keyakinannya atas Allah. Apa alasan ini juga yang membuat Nyssa betah berada di dunia Aeesha. Tidak ada musuh, kehidupan atas dasar lillahi ta'ala.


Aeesha melihat ada perubahan pada suaminya, tetapi ia memilih diam. Menunggu suaminya mengatakannya sendiri. Selama beberapa minggu ini banyak kejadian yang menimpa keluarga kecilnya. Mungkin tersimpan hikmah dibalik semua kejadian yang telah dialami. Karena di setiap cobaan pasti ada hikmah yang dapat dipetik.

__ADS_1


Azmy yang masih larut dalam pikirannya sendiri, seketika tersadar saat Aeesha bergerak menjauh darinya.


"Sayang.. Mau kemana?"


"Mau ke kamar mandi, sudah waktunya asar." Aeesha menunjuk kearah jam dinding.


"Aku tidak diajak?"


"Jika suami sudah kuat, sebaiknya bertayamum saja. Luka di kepala belum boleh kena air kan?" Aeesha meninggalkan Azmy dan masuk kedalam kamar mandi.


Melihat bayangan Aeesha yang menghilang dibalik pintu kamar mandi, Azmy ingat kepanikannya tadi sewaktu di rumah sakit yang tidak menemukan Aeesha disampingnya.


Sesaat setelah pandangannya berubah gelap, Azmy berusaha membuka lebar matanya agar dapat menemukan celah cahaya. Tetapi saat matanya mulai mendapatkan cahaya, ia disambut dengan pemandangan plafon dan tembok yang serba putih. Papi Agam yang menyadari Azmy membuka matanya, segera menghampiri anak semata wayangnya tersebut dan memencet tombol darurat. Azmy melihat Papi Agam menerbitkan senyum kelegaan di wajah tuanya yang lelah.


Saat Papi Agam ingin memberi kabar kepada Mami Sita yang kebetulan sedang ada di rumah, Mami Sita sudah menghubungi Papi Agam terlebih dahulu. Mami Sita mengabarkan jika terjadi penyerangan pada Nyssa, saat ini Nyssa masih bersama Victor dan belum ada kabar sama sekali. Nyssa justru menyuruh Leon berjaga di mansion. Papi Agam sempat terkejut dengan penjelasan Mami Sita, tetapi kemudian ia menenangkan istrinya, mengajaknya berdoa untuk keselamatan menantu mereka.


Azmy yang mendengarkan kata-kata Papi Agam pun segera bertanya ada masalah apa. Papi Agam tidak bisa berbohong, sehingga memberitahu Azmy yang sesungguhnya terjadi. Mendengar hal tersebut, Azmy bersikeras ingin keluar dari rumah sakit sekarang juga, Tetapi ditahan oleh Papi Agam.


"Kamu menyusulnya pun tidak akan bisa membantu. Yang ada kamu membahayakan nyawamu sendiri!" kata Papi Agam yang segera membuat Azmy tenang. Benar yang dikatakan Papinya, dengan keadaannya yang sekarang ia tidak bisa melindungi istri kecilnya.


"Urus kepulangan ku hari ini Pi, Azmy tetap ingin pulang hari ini." Azmy sudah bertekad, rasa bersalah telah melupakan istri kecilnya ditambah kekhawatiran atas keselamatan Aeesha membuatnya ingin segera sembuh dan pulang ke rumah.

__ADS_1


Papi Agam tahu sifat anaknya yang menurun dari istrinya, tidak suka menerima penolakan. Akhirnya hanya bisa pergi menemui dokter untuk mengurus kepulangan anaknya. Dokter telah memberikan izin, dengan catatan Azmy menjaga lukanya tetap kering. Papi Agam juga sudah meminta dokter untuk melakukan visit ke mansion untuk memantau keadaan Azmy.


Selama selang waktu mengurus izin dan administrasi, Papi mendapat kabar dari Mami Sita jika Nyssa sudah kembali ke mansion dengan keadaan selamat. Hanya saja Nyssa dalam keadaan terkejut karena salah satu penjaga bayangan tertembak. Mami Sita juga mengatakan jika mereka terpaksa berbohong mengenai rompi anti peluru agar Nyssa tidak tertekan. Papi Agam pun menyetujui kebohongan istrinya. Kebohongan yang mereka buat demi kebaikan Nyssa, Allah Maha Mengetahui, Allah juga Maha Pengampun.


Papi Agam sudah selesai mengurus semuanya dan kembali ke ruang rawat Azmy. Azmy sudah duduk di kursi roda dibantu penjaga bayangan yang berjaga didepan kamarnya. Mereka pun segera pulang ke mansion.


Sampai di mansion, Azmy disambut Mami Sita yang kemudian mengantarnya ke kamar yang ditempati Nyssa. Mami melarang Azmy untuk membangunkan Nyssa, jadi Azmy dengan perlahan ikut merebahkan tubuhnya dan memeluk istri kecilnya. Kebahagiaannya memuncak mengetahui istri kecilnya baik-baik saja, tetapi secara bersamaan rasa bersalah menggerogoti hatinya. Selalu Nyssa dan Aeesha yang menanggung kelalaiannya, jika saja ia tidak hilang ingatan dan koma, mungkin istrinya tidak akan mengalami kejadian buruk lagi.


Suara handle pintu, menyadarkan Azmy kembali. Segera ia duduk di kursi roda, kepalanya belum bisa diajak kompromi. Tetapi demi mengimami istri kecilnya, ia rela menahan sakit dan bersikap baik-baik saja. Ia tidak ingin istrinya semakin khawatir.


Keluar dari kamar mandi, Aeesha melihat suaminya sudah duduk di kursi roda. Aeesha mengenakan mukenanya, sambil melihat Azmy yang bertayamum, Aeesha kemudian menggelar sajadah dan memakaikan peci pada suaminya. Azmy memimpin sholat dengan duduk di kursi roda, ia masih belum kuat untuk berdiri lama.


Selesai sholat, Azmy bersimpuh dihadapan istri kecilnya. Aeesha menyambut suaminya dengan mencium punggung tangan Azmy.


"Sayang.." panggil Azmy dengan mesra.


"Ada apa suami?" Azmy menggenggam kedua tangan Nyssa dan menyatukan dahi mereka. Setelah menarik nafas dalam, barulah Azmy menjauhkan dahinya memulai pembicaraan lagi.


"Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan." Aeesha mendengarkan dengan seksama.


"Tetapi sebelumnya, apakah kamu percaya alam bawah sadar?" Aeesha yang mendengar pertanyaan Azmy pun tersenyum.

__ADS_1


"Percaya sayang, semua atas kuasa Allah. Walaupun alam bawah sadar sebenarnya hanya khayalan jika orang lain mendengarnya. Tetapi bagiku tidak, karena aku pernah mengalaminya dan aku percaya atas kuasa Allah." jawab Aeesha mantap.


"Sayang.. Sebenarnya...."


__ADS_2