Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
45. Tidak Akan Mengingatnya


__ADS_3

Di alam bawah sadar Nyssa.


Nyssa sedang berada dalam pelukan seorang laki-laki yang terasa familiar tetapi juga asing secara bersamaan.


"Siapakah laki-laki ini?" pertanyaan Nyssa tidak dapat diutarakan nya. Mulutnya bergerak, tetapi tidak dapat mengeluarkan suara.


Awalnya, Nyssa mengira laki-laki yang memeluknya adalah Azmy. Tetapi dia salah, mereka sangat berbeda. Meski dari postur tubuh sama, ketampanan Azmy masih diatasnya, tetapi wajah laki-laki ini lebih teduh dan menenangkan dibandingkan suaminya. "Astagfirullah, mengapa aku membandingkan suamiku." ucapannya masih tidak mengeluarkan suara.


Laki-laki tersebut membelai rambut Nyssa dengan lembut. "Rambut? Mengapa aku tidak mengenakan hijab?"


Melihat reaksi Nyssa, laki-laki tersebut tersenyum. Kemudian memainkan hidung Nyssa, Tiba-tiba Nyssa merasa tidak suka jika hidungnya disentuh. "Sejak kapan aku tidak suka?"


Banyak pertanyaan di dalam benaknya saat ini, tetapi bagaimana cara mengungkapkannya, suara saja tidak bisa keluar. Nyssa merasa berdosa kepada Azmy, karena ia berada dalam pelukan laki-laki lain saat ini. Akan tetapi, tubuhnya merasakan rasa nyaman yang lama dirindukannya.


"Ya Allah, sebenarnya semua ini apa? Siapa laki-laki ini?"


"Sayang, apakah otak kecilmu itu sudah penuh dengan pertanyaan?" tanya laki-laki tersebut yang mengejutkan Nyssa.


Panggilan yang diucapkannya terasa familiar juga tidak membuatnya benci. Selama ini, laki-laki yang memanggilnya seperti ini hanya Azmy.


"Mengapa aku justru lebih menyukai panggilan laki-laki ini dibandingkan dengan panggilan suamiku?"

__ADS_1


"Sudah, jangan terlalu dipikirkan. Ini adalah alam bawah sadar mu sayang. Kamu yang menciptakannya, karena kerinduanmu yang dalam." Nyssa hanya mendengarkan saja, karena ia masih belum bisa mengeluarkan suaranya.


"Kamu melupakan beberapa ingatan sayang, tapi ingatan-ingatan itu akan datang dengan sendirinya. Pesanku, saat ingatan itu datang hadapilah seperti biasa. Jangan menyalahkan siapapun ataupun merendahkan dirimu sendiri. Sesungguhnya rencana yang diberikan Allah kepada mu sungguh indah." laki-laki tersebut semakin mengeratkan pelukannya.


"Aku akan selalu mendukungmu sayang, baik dulu maupun sekarang. Kamu selalu menjadi istri dan ibu yang hebat bagi ku." imbuhnya yang kemudian melepaskan pelukannya. Mendaratkan ciuman di kening Nyssa dengan penuh kasih sayang.


Nyssa merindukannya, seperti sudah lama ia tidak pernah mendapat ciuman seperti ini. Kata-kata laki-laki ini juga memberikannya kenyamanan tersendiri meskipun Nyssa tidak bisa memahaminya.


"Sayang, sudah saatnya kamu kembali. Mereka menunggu mu membuka mata, mereka mengkhawatirkanmu. Kasih sayang mereka sama seperti kasih sayang kami kepada mu. Percayalah, mereka akan selalu menjaga mu." Nyssa bertanya-tanya, apa maksud dari semua perkataan laki-laki ini. Mengapa laki-laki ini seperti mengenalnya dengan baik.


"Sayang, karena ini adalah alam bawah sadarmu, maka setelah kamu membuka mata kamu akan melupakan yang kamu dengar dan rasakan selama disini. Jaga dirimu sayang, Allah menitipkan kedua anak kita didalam rahimmu. Kamu tidak akan sendirian lagi di sana."


Lambat laun, Nyssa memudar meninggalkan laki-laki yang saat ini melambaikan tangannya. Semua pertanyaan dan kebingungan nya tidak mendapatkan jawaban.


Selesai melakukan pemeriksaan, perawat pergi meninggalkan ruangan. Azmy dengan telaten, membenarkan selimut istri kecilnya. Saat akan menggenggam kembali tangan Nyssa, Azmy merasakan pergerakan jari istri kecilnya. Azmy segera memperhatikan tangan Nyssa yang memang bergerak pelan. Azmy memanggil nama Nyssa, berharap istri kecilnya membuka mata.


Perlahan, Nyssa membuka matanya dan mengerjapkannya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya. Hal yang pertama kali dilihatnya adalah Azmy, suaminya. Tetapi, Nyssa merasa ada yang dilupakannya. Seperti ia sedang bermimpi, namun melupakan mimpinya. Nyssa pun menerbitkan senyumnya, yang dibalas pelukan hangat Azmy. Mungkin hanya perasaannya saja, Azmy masih tetap sama tidak ada yang berbeda, pikir Nyssa.


Setelah melepaskan pelukan, Azmy memencet tombol darurat.


Dokter dan perawat memasuki ruangan Nyssa. Dokter memeriksa keadaannya, kemudian menanyakan apakah ada yang tidak nyaman, Nyssa menggelengkan kepala. Dokter mengatakan Nyssa baik-baik saja, untuk lebih jelasnya besok pagi akan ada dokter kandungan yang menanganinya datang visit. Dokter tersebut yang akan menjelaskan perkembangan kesehatan Nyssa. Azmy menganggukkan kepalanya dan mengucapkan terimakasih sebelum dokter dan perawat tersebut meninggalkan ruangan.

__ADS_1


"Sayang, apa yang kamu rasakan sekarang?" tanya Azmy sembari menaikkan sandaran kepala Nyssa.


"Haus." Azmy tersenyum, segera ia membantu Nyssa minum air.


"Kamu lapar tidak?" Nyssa menganggukkan kepalanya.


"Mau makan apa? Biar koki di rumah memasaknya untukmu."


"Tapi ini masih malam." tunjuk Nyssa pada jam dinding di ruangannya.


"Tidak masalah." Azmy menjawab enteng.


"Aku mau soto ayam, sambal goreng kentang dengan udang, dan shouffle pancake, minumnya jus alpukat pakai susu." Azmy menggosok kepala istri kecilnya yang selalu bersemangat jika berhubungan dengan makanan. Ia pun menghembuskan nafas lega, karena Nyssa baik-baik saja. Tinggal lihat hasil pemeriksaan dokter nanti bagaimana.


Azmy menghubungi kepala pelayan, memintanya menyiapkan pesanan Nyssa dan menyampaikan kepada kedua orang tuanya jika Nyssa sudah siuman.


Nyssa mengatakan jika tubuhnya tidak nyaman, ingin mandi dan ganti baju. Namun Azmy tidak memperbolehkannya, karena masih ada selang oksigen dan infus yang tertanam di tangan Nyssa. Akhirnya Azmy mengusulkan untuk mengganti baju dan mengelap tubuhnya dengan handuk. Nyssa menyetujuinya, yang terpenting dirinya bisa berganti baju.


Azmy dengan sigap menyiapkan air hangat di dalam baskom dan handuk yang dibawanya, tidak lupa mengunci pintu ruangan. Wajah Nyssa memerah saat Azmy membantunya melepas baju rumah sakit dan mengelap tubuhnya. Ada gejolak panas yang mendesak Azmy saat ini, namun sebisa mungkin ditahannya. Nyssa sedang di rawat, dan ia harus hati-hati dengan kandungan Nyssa. Kedua malaikat kecilnya sedang berjuang di dalam sana, ia harus bisa menguasai hasratnya.


Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Azmy. Dipercepat gerakannya mengelap Nyssa, dan memakaikannya piyama yang dibawanya dari rumah. Tidak lupa mengganti hijab Nyssa dengan hijab kaos yang biasa digunakan istri kecilnya saat di rumah. Setelah memastikan istri kecilnya sudah rapi dan mengembalikan baskom ke kamar mandi, barulah Azmy membuka pintu.

__ADS_1


"Kenapa lama sekali bukanya?" protes Mami Sita yang langsung menyelonong masuk, diikuti Papi Agam.


Mami Sita segera memeluk Nyssa, menanyakan bagaimana keadaannya. Nyssa menangis mendapatkan perlakuan sayang kedua mertuanya. Mami Sita menenangkannya, Mami Sita paham dengan hormon kehamilan Nyssa. Apalagi dengan kehamilan kembar yang akan membuatnya merasakan kehamilan yang lebih berat.


__ADS_2