Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
44. Keberadaan Yang Tersembunyi


__ADS_3

Dokter menjelaskan keadaan Nyssa yang tergolong beruntung.


Dengan usia kandungan yang masih trimester awal, menghirup obat bius efeknya bisa sampai ke janin, hal itu akan mengganggu pertumbuhan janin bahkan terancam keguguran, beruntung dalam waktu satu jam pasien mendapatkan pertolongan. Sehingga janin dalam kandungannya masih bisa diselamatkan dengan suntikan penguat kandungan. Meskipun detak jantungnya melemah, janin dapat bertahan sementara ini. Dengan observasi dan pemberian vitamin, diharapkan janin dapat tumbuh dengan normal lagi.


Sedangkan untuk sang ibu, belum sadarkan diri karena masih dalam pengaruh obat bius dan adanya sindrom traumatis, sehingga hanya bisa menunggunya sampai siuman. Hasil lab menyatakan jika kandungan obat bius dalam darah tergolong rendah, pemberian cairan infus diharapkan dapat menetralisirnya, jadi pasien akan baik-baik saja namun masih memerlukan observasi lanjutan.


Setelah menjelaskan keadaan Nyssa, dokter yang menangani Nyssa meninggalkan mereka, sedangkan dokter kandungan masih tinggal untuk memberikan selamat kepada Azmy. Pasalnya setelah dilakukan USG, terdapat 2 kantung janin yang artinya istri kecilnya memiliki bayi kembar. Dokter menyerahkan hasil USG, juga memberi tahu jika salah satu kantung janin berukuran lebih kecil, sehingga berpotensi keguguran. Harus sering melakukan pengecekan, sehingga dokter memberikan jadwal khusus 2 minggu sekali. Akan tetapi, selama Nyssa dirawat di rumah sakit, dokter akan melakukan pemeriksaan setiap hari.


Azmy merasakan bahagia melihat hasil USG Nyssa, pemeriksaan pertama hanya terlihat satu janin dan sekarang ada 2. Seharusnya besok adalah jadwal kontrol bulanan Nyssa, tetapi Allah berkehendak lain. Azmy menanyakan, bagaimana bisa ada 2 kantung sedangkan saat pemeriksaan pertama mereka hanya ada 1 janin.


Dokter menyebutnya kehamilan hidden twins, saat melakukan pemeriksaan pertama pada minggu ke 14 dalam hitungan HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir), usia janin yang terbentuk antara 10-12 minggu. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan waktu saat proses pembuahan. Kantung janin yang tidak terdeteksi pada pemeriksaan awal bisa disebabkan karena bayi kembar yang berbagi kantung ketuban. Sehingga saat posisinya tersembunyi maka tidak dapat terlihat dalam USG. Apalagi dengan ukuran 1 janin yang lebih kecil, besar kemungkinan yang menyebabkannya tidak terlihat dalam USG pertama.


Setelah semua pertanyaan dan penjelasan dokter, kini tinggallah Azmy sendiri di ruang penanganan Nyssa.


Dibalik musibah yang dialami Nyssa, ada hikmah yang didapatkannya. Mungkin ini teguran untuknya, ia akan lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Dan untuk perkembangan kedua janin itu, Azmy akan mengusahakan yang terbaik.


Sekarang ini Nyssa sudah dipindahkan ke kamar rawat inap. Azmy menghubungi kedua orang tuanya yang segera menyusulnya ke rumah sakit. Mereka menanyakan keadaan Nyssa dan apa yang menyebabkannya sampai seperti ini. Azmy menjelaskan semuanya termasuk kelalaiannya menjaga Nyssa dan kehamilan kembar istri kecilnya yang sedikit bermasalah.


Mami Sita memeluk hangat anaknya, Papi Agam mengeratkan pegangannya di pundak Azmy. Mereka memberi kekuatan untuk Azmy. Anak mereka ternyata bisa serapuh ini, meskipun masih dengan wajah dingin tanpa ekspresi. Hatinya terpukul dengan keadaan Nyssa, mungkin ini adalah ujian yang Allah berikan untuk menguatkan pernikahan mereka.


"Bagaimana aku menghadapi Nyssa nanti Mi?" tanya Azmy.

__ADS_1


"Pasrahkan semuanya pada Allah sayang,, Mami yakin Nyssa akan memaafkan mu."


"Iya Mi, semoga saja."


"Ingatlah sayang, Allah tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan hambanya. Semua sudah menjadi ketetapan-Nya, kita hanya bisa ikhtiar untuk menghadapinya."


Ponsel Azmy berdering, nama Leon yang tertera disana. Ia pun mengangkat panggilan tersebut. Leon memberikan laporan, bahwa penculik Nyssa telah diamankan oleh polisi. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, penculik Nyssa mengalami gangguan obsesi kompulsif sehingga akan dilakukan penanganan psikiater dan Polisi akan tetap mengawal sampai hukuman dapat diberikan.


Leon juga meminta Tuan Mudanya untuk tenang saja, ia yang akan menyelesaikan semuanya juga termasuk menghandle pekerjaan. Karena sekarang Leon sudah berada di perusahaan.


Azmy mengiyakannya dan memutuskan sambungan teleponnya.


Mami Sita menyuruh Azmy pulang terlebih dahulu untuk membersihkan diri. Mami Sita dan Papi Agam juga asistennya yang akan menjaga Nyssa. Azmy ingin menolak, tetapi ia juga merasa perlu bersimpuh kepada Rabb-Nya. Akhirnya ia pun memutuskan untuk pulang, agar saat istri kecilnya bangun tidak melihat penampilan kusutnya.


Tinggallah Mami Sita, Papi Agam dan asistennya di ruangan Nyssa. Mami Sita memegang tangan Nyssa, mengusapnya lembut. Ia merasa terpukul dengan keadaan Nyssa saat ini. Baru saja mereka merasakan kebahagiaan karena kehamilannya, kini Nyssa terbaring lemah di ranjang rumah sakit.


Apalagi dengan kabar kehamilan kembar, kebahagiaan mereka saat ini bersamaan dengan kesedihan. Tetapi mereka tetap percaya, segala sesuatu adalah ketetapan dari Allah. Rasa syukur dan ikhtiar yang akan menguatkan mereka.


Azmy telah sampai di mansion, segera dirinya bergegas masuk ke dalam kediamannya. Membersihkan diri, kemudian melaksanakan sholat isya'. Selesai sholat, Azmy berdzikir panjang dan memanjatkan doa untuk kesembuhan dan keselamatan Nyssa juga bayi kembar mereka.


Kepala pelayan mengetuk pintu, membukanya tanpa meminta izin karena tidak ada Nyssa di sana, seperti sebelumnya. Meletakkan makanan dan minuman untuk Azmy di meja sofa. Azmy masih duduk bersila di atas sajadah nya.

__ADS_1


"Tuan Muda, Nyonya berpesan agar anda makan terlebih dahulu sebelum kembali ke rumah sakit."


"Ya." jawab Azmy singkat.


"Saya permisi Tuan Muda, jika butuh sesuatu bisa memanggil saya." segera kepala pelayan meninggalkan kamar Azmy.


Azmy mulai berdiri dan menyimpan alat sholatnya. Seketika merindukan istri kecilnya, biasanya Nyssa yang membereskan alat sholat mereka selesai sholat berjamaah.


"Sayang, segeralah sadar." batin Azmy.


Ia pun berjalan menuju walk in closet, membuka pintu lemari Nyssa mengambil beberapa piyama panjang dan baju ganti atasan dan bawahan agar memudahkan saat melakukan pemeriksaan kandungan.


Semua perlengkapan Nyssa sudah ia masukkan kedalam koper, kemudian ia mengambil baju untuk dirinya sendiri. Kembali ia mengingat istri kecilnya yang biasa menyiapkan baju untuknya.


Selesai memasukkan semua ke dalam koper, Azmy membawa koper tersebut ke arah sofa. Ia harus makan agar dapat menjaga Nyssa, jika ia tidak makan yang ada dia juga ikut di rawat bersama Nyssa.


Azmy menyelesaikan makannya dengan cepat, ia sudah tidak sabar untuk menemui Nyssa di rumah sakit.


Pukul 21.00 Azmy sampai di rumah sakit. Saat memasuki ruang rawat Nyssa, Azmy melihat Mami Sita yang tertidur di samping Nyssa. Sedangkan Papi Agam berbincang dengan Rian di sofa. Azmy menyapa Papi singkat, meletakkan kopernya di dekat sofa dan membangunkan Mami Sita.


Azmy meminta kedua orang tuanya untuk pulang, ia yang akan menjaga Nyssa. Awalnya Papi Agam akan meninggalkan Rian untuk menemani Azmy, namun ditolak karena Azmy ingin berdua saja dengan Nyssa.

__ADS_1


Papi Agam tidak memaksa, akhirnya kedua orang tuanya dan juga Rian, pergi meninggalkan Azmy sendirian di ruang rawat Nyssa.


Kini Azmy duduk di kursi samping ranjang Nyssa, memegang tangan Nyssa erat. Seolah ingin menyalurkan kekuatannya agar istri kecilnya segera sadar dari tidur panjangnya. Azmy pun mengingat, dirinya dulu juga pernah terbaring di ranjang rumah sakit. Nyssa menjaganya dengan telaten. Meski tidak menggenggam tangannya seperti saat ini, perlakuan Nyssa kepada membuat hatinya menghangat. Hal itu merupakan awal dirinya tertarik kepada Nyssa. Bukan hanya karena Nyssa berbeda dengan perempuan kebanyakan, Nyssa adalah kelinci kecil baginya dengan kegesitannya.


__ADS_2