Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
48. Bau Parfum


__ADS_3

Nyssa sudah bersiap akan mengenakan baju seragam yang diberikan oleh Alexsa, tapi sayangnya baju tersebut mempunyai potongan pinggang. Sehingga Nyssa tidak bisa mengenakannya, berhubung temanya adalah hijau tosca, Nyssa mencari gaun di walk in closet bagian baju yang belum pernah dikenakannya. Mungkin ia akan menemukan baju yang sekiranya masih muat untuk ia pakai dengan warna yang cocok.


Azmy yang sudah siap sedari tadi, memperhatikan istrinya yang hanya menggunakan gamis tipis (inner) sedang kebingungan mencari baju. Ia mendekati istri kecilnya, memberikan jasnya agar Nyssa tidak kedinginan. Kemudian membantunya mencari baju yang cocok dan muat untuk istri kecilnya. Sepertinya, Azmy perlu mengisi ulang lemari Nyssa dengan baju-baju yang nyaman untuk ibu hamil sehingga istri kecilnya bisa memakai baju dengan leluasa seperti biasa.


Azmy menemukan gaun warna hijau tosca, tetapi ia tidak menyukai modelnya yang terlalu bling-bling. Ada gaun warna hijau army, lebar bagian perutnya tidak sesuai dengan badan Nyssa sekarang.


Sampai Azmy menemukan dress kutung plisket berwarna turkish, dengan cardigan asimetris berhiaskan mesh. Nyssa menerima baju tersebut dan segera mengenakannya, terasa nyaman dipakai dan plisket pada dress juga menutupi kehamilannya.


Azmy mengambilkan hijab pashmina syar'i berwarna abu, flat shoes hak tahu 3 cm warna cream. Tak lupa sling bag warna cream juga. Baru kali ini Azmy membantu Nyssa berdandan, ternyata menyenangkan baginya dapat memadu padankan baju Nyssa.


Semua yang berada dalam lemari walk in closet ini, disiapkan oleh Mami Sita. Jadi, Azmy akan menyerahkan urusan ini kepada Mami nya. Segera ia mengirimkan pesan kepada Mami Sita, sambil menunggu Nyssa mengenakan hijabnya.


Azmy cukup puas melihat istri kecilnya yang kini sudah siap dengan baju pilihannya. Dikecupnya puncak kepala Nyssa, kemudian turun ke perut menyapa anak mereka.


"Assalamu'alaikum.. Kalian baik-baik saja disana sayang? Jaga Mommy kalian yaa sayang.." Azmy mendekatkan telinganya sambil mengelus perut Nyssa, dan mengecupnya.


Nyssa merasakan perasaan dejavu kembali. "Mengapa rasanya menguat akhir-akhir ini, apakah aku memang memiliki dua kepribadian?" tanya Nyssa dalam hati. Segera Nyssa menggelengkan kepalanya, menepis pikiran-pikiran negatifnya. Sekarang ini ia sedang hamil, tidak boleh berpikiran negatif ataupun stress. Semua itu bisa mempengaruhi pertumbuhan janinnya, mereka sudah berjuang didalam sana. Jangan sampai aku melemahkan mereka. "Ya Allah, berikanlah petunjuk dan ketenangan bagi hamba. Aamiin.." doa Nyssa dalam hati.


"Kenapa sayang?" tanya Azmy yang melihat Nyssa menggelengkan kepalanya.


"Tidak apa-apa suamiku, mari kita berangkat! Mami dan Papi pasti sudah menunggu kita." ajak Nyssa sambil memeluk lengan suaminya.


"Baiklah.."


Mereka menghampiri Mami Sita dan Papi Agam yang telah menunggu di ruang tamu. Selanjutnya mereka berangkat bersama dengan mobil masing-masing. Akan tetapi, baru saja mereka keluar dari gerbang mansion, Azmy menghentikan mobilnya.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Azmy yang terkejut karena Nyssa mencengkeram tangannya dan menutup mulut juga hidungnya.


"Mual." Azmy mematikan AC mobil, dan membuka kaca mobil agar udara dari luar dapat masuk.

__ADS_1


"Apa kita batalkan saja, kita putar balik sayang." Nyssa menggeleng.


"Simpan itu." Nyssa menunjuk pengharum yang terpasang di dashboard mobil. Segera Azmy menuruti kemauan Nyssa.


Setelah merasa lega, Nyssa meminta suaminya berangkat dengan kaca yang terbuka. Barulah saat memasuki jalan raya yang berdebu, kaca dinaikkan kembali.


Sesampainya di kediaman Edward, Azmy tidak menemukan tempat untuk parkir. Terpaksa ia memarkirkan mobilnya sedikit jauh dari gerbang rumah Edward. Azmy turun terlebih dahulu, kemudian membukakan pintu untuk Nyssa dan menggandengnya berjalan menuju kediaman Edward.


Di sana, Nyssa disambut oleh ayah Abraham dan ibu Rosa yang langsung menyerbu nya dengan pertanyaan seputar kehamilannya dan alasan baju yang berbeda. Nyssa menjawabnya dengan lembut, membuat mereka tidak lagi khawatir.


Acara akan dimulai setengah jam lagi, mereka meminta Nyssa untuk menemani Alexsa di kamar. Azmy pun mengantarkan istri kecilnya menuju kamar yang dimaksud. Tetapi saat akan memasuki kamar yang ditempati Alexsa, Nyssa segera membekap mulut dan hidungnya dan membenamkan dirinya di dada Azmy. Melihat istri kecilnya mendekat, Azmy langsung merespon dengan memeluknya. Nyssa yang mencium bau dari suaminya, merasa lega dan melepaskan bekapan tangannya.


"Kita cari tempat lain saja sayang." bisik Azmy yang ditanggapi anggukan Nyssa.


Azmy bertemu pelayan dan menanyakan apakah ada taman atau tempat yang tidak ramai di kediaman Edward ini. Pelayan tersebut menunjukkan halaman belakang yang terdapat kolam renang dan tempat bersantai.


"Iya suami, mungkin ini pengaruh kehamilanku. Mencium bau parfum atau wewangian rasanya mual."


"Aku juga menggunakan parfum sayang. Malahan kamu yang memilihkannya."


"Tapi aku suka." Nyssa semakin membenamkan kepalanya di dada suaminya.


"Baiklah, katakan saja jika tidak suka. Aku tidak masalah jika tidak menggunakan parfum." Azmy mengalah, ia tidak bisa berdebat dengan Nyssa saat ini. Hormon kehamilan Nyssa sedang tidak stabil, akan jadi masalah jika ia mendebat sekarang.


Kedatangan pelayan yang membawakan piring berisi buah dan camilan serta air minum, membuat wajah Azmy seketika menjadi dingin dan memberikan lirikan tajam. Sedangkan pelayan tersebut menjadi serba salah, lalu mengatakan dengan terbata bahwa ia mengirimkannya atas perintah dari ibu Rosa. Setelah meletakkannya di meja, pelayan tersebut segera meninggalkan mereka berdua.


"Sayang, makanlah dulu!" Nyssa mengangkat kepalanya, melihat buah ia pun memakannya.


Azmy hanya diam memperhatikan istri kecilnya, Nyssa pun menyuapkan buah ke mulut suaminya untuk menemaninya makan. Sampai ada suara WO yang mengumumkan bahwa acara akan dimulai.

__ADS_1


Azmy dan Nyssa tidak beranjak dari sana, mereka hanya mendengarkan ijab yang disuarakan oleh penghulu dan kabul oleh Edward. Karena Alexsa seorang yatim yang tidak lagi memiliki sanak saudara, maka perwalian diserahkan pada hakim. Sampai kata sah diucapkan oleh saksi dan berlanjut seruan "Alhamdulillah" yang diucapkan semua tamu menggema.


Resepsi Pun di mulai, setelah berjalan sekitar setengah jam. Seorang anggota WO mendatangi Azmy dan Nyssa, meminta mereka hadir di pelaminan untuk foto keluarga. Mereka pun mengikuti WO tersebut menuju tempat acara.


Sebelumnya, Azmy meminta Nyssa menutupi hidungnya dengan sapu tangan. Tetapi terlihat tidak cocok dan tidak praktis jika tangan Nyssa selalu menutupi hidungnya. Azmy terpikirkan ide untuk meminta Nyssa mengubah hijabnya sehingga bisa dibuat menjadi bercadar. Mungkin bisa meminimalisir tercium nya bau wewangian.


Ditemani Azmy, Nyssa pun pergi ke kamar mandi untuk mengubah hijabnya sehingga dapat digunakan sebagai cadar sekaligus. Hijab Nyssa telah digosokkan di bagian pakaian Azmy yang bekas semprotan parfumnya, jadi parfum suaminya lah yang ada dalam penciuman nya kini.


Azmy terpana melihat penampilan Nyssa saat hijabnya telah selesai diubah. Mata Nyssa yang menggunakan eyeliner terlihat tajam, tetap memancarkan kecantikannya meski tertutup cadar.


"Sayang, kamu semakin cantik." puji Azmy yang mendaratkan ciuman di kening Nyssa.


"Ini untuk sementara saja suamiku, aku belum siap jika mengenakan niqab untuk sehari-hari. Aku masih banyak kekurangan." jawab Nyssa.


"Tidak masalah sayang, kamu yang biasa sudah cukup membuat aku terpesona. Kamu berniqab atau tidak putuskan nanti, aku akan selalu mendukungmu."


Saat mereka memasuki tempat acara, semua mata menatap kearah mereka. Tamu yang tidak mengenal mereka, penasaran tentang mereka. Tamu yang sudah mengenal mereka, merasa terkejut dengan perubahan Nyssa yang mendadak, termasuk orang tua Azmy dan Nyssa.


Edward pun tak kalah terkejut, Nyssa semakin cantik dengan mengenakan cadar. "Astagfirullah.." batin Edward yang secara tidak sadar masih memuji perempuan yang menjadi cinta pertamanya. Segera ia mengalihkan pandangannya.


Nyssa merasakan semua mata memandangnya, ia semakin mengeratkan pelukan ditangan Azmy.


Azmy yang merasakannya pun menepuk tangan istri kecilnya, seolah mengatakan jika semuanya akan baik-baik saja. Azmy menjelaskan alasan Nyssa menggunakan cadar kepada orang tua mereka yang menatapnya meminta penjelasan. Mereka menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Mereka pun mulai berjajar di pelaminan untuk berfoto.


Azmy dan Nyssa telah melakukan sesi foto keluarga beberapa kali, juga hanya mereka berdua yang berfoto dengan mempelai. Nyssa pun sudah merasa lelah, kebetulan sudah memasuki makan siang. Azmy berpamitan kepada keluarga Nyssa dan Edward, mengatakan jika Nyssa sudah kelelahan dan akan ada jadwal kontrol nanti.


Mereka dengan senang hati mempersilahkan pasangan tersebut pulang terlebih dahulu. Mami Sita dan Papi Agam tetap tinggal untuk mengobrol dengan teman-teman mereka.


Azmy melajukan mobilnya tidak menuju mansion, melainkan hotel yang dekat dengan klinik dokter Rena. Hal itu ia lakukan untuk menghemat waktu perjalanan agar istri kecilnya tidak kelelahan.

__ADS_1


__ADS_2