Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
34. Membuat Rujak Serut


__ADS_3

Kuliah Nyssa hari ini libur, tetapi ia tidak ingin ikut Azmy ke perusahaan. Ia ingin menghabiskan waktu dengan Mami


Sita. Azmy yang kecewa pun tidak bisa memaksa Nyssa, akhirnya ia hanya meminta dikirimkan makan siang ke perusahaan. Nyssa menyetujuinya, kekecewaan Azmy pun berkurang karena masih bisa bertemu istri kecilnya siang hari nanti.


Sebelum berangkat ke perusahaan, Azmy memeluk Nyssa lama seakan tidak akan bertemu untuk waktu yang lama. Nyssa merasa malu, karena saat ini mereka tidak hanya berdua saja di ruang tamu.  Mami Sita menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anaknya yang sekarang ini mirip dengan suaminya. Leon dan Rara hanya diam pura-pura tidak melihat, mereka bersyukur dengan perubahan Tuan Muda yang sekarang menjadi lebih hangat. Berbeda dengan Alexsa yang menatap cemburu, mengapa Nyssa bisa mendapatkan banyak cinta sedangkan dirinya mendapatkan musibah.


Tinggallah Nyssa, Mami Sita dan Rara di ruang tamu, Nyssa memeluk lengan Mami Sita dengan manja. Rara merasa heran dengan Nyssa, namun tidak berkomentar. Nyssa sendiri heran dengan dirinya sendiri. Selain Azmy, Mami Sita adalah tempat nyaman untuknya bersandar.


“Sayang, kamu mau masak apa untuk Azmy siang ini?” tanya Mami Sita sambil menggosok tangan Nyssa lembut. Mami Sita seperti mempunyai anak perempuan yang selama ini ia dambakan. Setelah Azmy


lahir, Mami Sita tidak bisa mengandung lagi karena miom yang dideritanya menyebabkan infeksi pada rahimnya.


“Koki aja yang masak Mi.” jawab Nyssa tanpa berkeinginan mengangkat kepalanya.


Mami Sita pun meminta Pablo yang baru saja sampai, untuk meminta koki mereka memasakkan makan siang untuk Azmy. Pablo menganggukkan kepala, segera ke dapur menyampaikan perintah Mami Sita.


“Ra, nanti kamu temani Nyssa. Setelah dari perusahaan langsung bawa Nyssa ke salon langganan Mami.” Mendengar kata salon, Nyssa mengangkat kepalanya. Bertanya-tanya mengapa Mami Sita memintanya untuk ke salon.


“Kita perawatan sama-sama sayang, sudah lama Mami ingin perawatan bareng sama anak perempuan Mami.” Jelas Mami Sita yang membuat Nyssa terharu dengan kata “anak perempuan”. Nyssa menganggukkan kepalanya, ia benar-benar bersyukur bisa masuk ke dalam keluarga yang menerimanya dengan sepenuh hati.


“Mami, Nyssa ingin membuat rujak serut.” Perkataan Nyssa tersebut, membuat mata Mami Sita berbinar. Apakah ia

__ADS_1


akan segera menimang cucu?


“Iya sayang, ayo kita buat bersama.” Nyssa menjadi bersemangat melangkah ke dapur.


Alexsa berada di dalam kamar, kehamilannya membuat kegiatannya terbatas. Sensitif dengan bau, tidak berselera


makan, mual, mudah lelah. Bagaimana ia bisa mendapat kesempatan mendekati Azmy, sedangkan keadaannya saja seperti ini. Alexsa ingin mengurungkan niatnya untuk mengganggu rumah tangga Nyssa, namun ia urungkan karena desakan ibunya. Lagipula, Alexsa tidak suka dengan kebahagiaan Nyssa di atas penderitaannya. Ia akan bersabar sampai ada waktu yang tepat untuk melaksanakan niatnya. Karena sampai sekarang Ayah Abraham belum juga siuman, dokter menyatakan jika Ayah Abraham berada dalam kondisi vegetatif. Sehingga Alexsa merasa aman, kehamilannya tidak akan di ketahui orang lain.


Nyssa dan Mami Sita sudah selesai membuat rujak serut yang terdiri dari Apel, nanas, mentimun, dan pepaya dengan tambahan perasan jeruk dan lemon. Dengan menambahkan es, rujak serut menjadi lebih segar dengan rasa manis, asam, dan pedas yang pas. Alexsa yang bermaksud mengambil air minum, menelan liur saat mencium bau nanas berpadu dengan bau mentimun dan jeruk. Apalagi saat melihat Nyssa, Mami Sita dan Rara sedang


menikmati rujak dengan tambahan es batu, semakin membuatnya tergiur.


Koki telah selesai memasak menu makan siang dan telah mengemas nya ke dalam kotak makanan. Rara memasukkannya ke dalam mobil, tinggal menunggu Nyssa untuk berangkat ke perusahaan Azmy.


Nyssa saat ini sedang bersiap di kamar, menggunakan gamis berwarna ungu pastel dengan hijab syar’i segi empat berwarna cream. Dipadukan dengan sling bag warna putih dan slip on senada. Nyssa memoleskan riasan tipis seperti biasa, yang berbeda adalah lip mate warna nude di bibirnya. Setelah semua terlihat rapi, Nyssa turun ke bawah disambut  Mami Sita dan Papi Agam. Sebelum pergi Nyssa mencium punggung tangan kedua mertuanya. Saat akan masuk ke dalam mobil, Alexsa berteriak ingin ikut. Tanpa menaruh rasa curiga, Nyssa mempersilahkan Alexsa masuk ke dalam mobil dan bertanya ingin pergi kemana. Alexsa mengatakan ingin menjenguk ayah Abraham di rumah sakit, Nyssa mengangguk dan meminta Rara untuk ke rumah sakit terlebih dahulu. Tidak lupa, Nyssa mengirim pesan kepada suaminya jika ia akan telat karena harus mengantar Alexsa ke rumah sakit.


Sampai di rumah sakit, Alexsa turun tanpa mengatakan sepatah kata pun dan membanting pintu mobil. Nyssa diam saja, Rara yang merasa geram dengan kelakuan Alexsa yang tidak punya sopan santun.


“Biarkan saja Ra, kita langsung ke tempat Kak Azmy. Kasihan sudah menunggu lama.” Rara menurut, melajukan mobilnya menuju perusahaan Azmy.


Leon yang kebetulan sedang berada di lobby, menyambut Nyssa dan ikut naik ke lantai 30 tempat kantor Azmy dan

__ADS_1


dirinya berada. Sesampainya di lantai 30, Leon membawa Rara ke ruangannya dengan alasan ada yang perlu dibicarakan, namun sebenarnya agar tidak mengganggu moment Tuan Mudanya. Rara meminta izin Nyssa terlebih dahulu, Nyssa tidak keberatan dan ia pun membawa lunch bag menuju ruangan suaminya.


Melihat istri atasannya datang, Rina dengan sigap membukakan pintu ruangan Azmy. Nyssa mengucapkan terimakasi yang ditanggapi anggukan Rina seraya meninggalkan Nyssa untuk masuk sendiri.


“Assaalamu’alaikum..” mendengar suara Nyssa, Azmy menutup laptop nya segera menghampiri istri kecilnya sambil menjawab salam kemudian memeluk Nyssa. Seperti tidak melihat istri kecilnya dalam waktu yang lama, Azmy mengeratkan pelukannya. Sampai Nyssa bergerak memberontak, barulah Azmy melepaskan pelukannya dan menggandeng Nyssa menuju sofa.


“Sayang, kamu dari mana saja?” Nyssa yang mendengar pertanyaan Azmy merasa aneh. Bukannya ia sudah mengirim pesan jika akan terlambat?


“Makan dulu suamiku.” Ajak Nyssa yang mencium bau-bau mencurigakan dari Azmy. Mengeluarkan kotak makanan dan menatanya di meja.


Azmy tak banyak protes, ia pun melahap makanan yang disediakan oleh Nyssa dengan lahap. Meskipun ia tahu bukan Nyssa yang memasaknya, ia tetap memakannya karena ia ingin cepat-cepat memakan


istri kecilnya.


Selesai makan, Nyssa membereskan tempat makan yang kosong dan menatanya kembali ke dalam lunch bag. Azmy pergi mencuci tangan dan mulutnya di kamar mandi. Kemudian saat keluar dari kamar mandi, Azmy membawa Nyssa ke dalam kamar tempat yang ia gunakan beristirahat saat lelah bekerja. Nyssa baru mengetahui jika ada sebuah kamar di dalam kantor Azmy, karena selama ikut ke perusahaan Nyssa akan tertidur di sofa. Azmy tahu apa yang dipikirkan Nyssa, ia pun menjelaskan jika kemarin-kemarin ruangan ini sedang ia renovasi.


Awalnya ruangan ini hanya memiliki satu tempat tidur ukuran kecil dan satu lemari pakaian, karena hanya ia gunakan beristirahat sebentar tidak untuk menginap. Setelah direnovasi, sekarang kamar tempatnya beristirahat sudah selayaknya kamar tidur. Lengkap dengan ranjang king size, lemari pakaian yang terdiri dari pakaiannya sendiri dan pakaian untuk Nyssa. Ada meja dan nakas lengkap dengan kebutuhan mereka.


Nyssa merasa, Azmy memindahkan kamar tidur mereka dalam versi minimalis ke dalam ruangan tersebut. Suaminya memang penuh perhitungan, namun hal inilah yang membuat Nyssa menjadi was-was. Perasaan


mencurigakan yang ia rasakan tadi berasal dari niat Azmy merenovasi kamar istirahat ini. Pantas saja Leon membawa Rara meninggalkan dirinya sendirian bersama Azmy.

__ADS_1


__ADS_2