Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
52. Pikiran Terbuka


__ADS_3

Kandungan Nyssa sudah memasuki usia 4 bulan. Selain nafsu makan yang besar dan mudah lelah, hormon kehamilannya juga mempengaruhi kegiatan intimnya.


Hampir setiap malam mereka melakukannya, baik Nyssa maupun Azmy sama-sama tidak bisa menolak yang satu ini.


Akan tetapi, malam ini berbeda. Nyssa merasa perasaan yang diabaikannya selama ini sudah tidak dapat dibendung lagi. Akhirnya, ia pun memutuskan untuk menjauhi suaminya sementara waktu.


Nyssa meminta untuk tidur terpisah dan tidak ingin dekat dengan Azmy.


Meski berbohong itu dosa, Nyssa tidak bermaksud untuk berbohong. Ia hanya belum siap untuk mengutarakannya. Nyssa mencoba mencari alasan yang masuk akal agar Azmy tidak marah. Ia merasa perlu menata hatinya dengan seksama saat ini. Agar perasaannya tidak labil dan tidak membuatnya tertekan yang nantinya akan berimbas pada kandungannya.


Azmy hanya bisa menuruti permintaan istri kecilnya. Dengan harapan, besok Nyssa sudah kembali seperti semula. Malam ini akan ia habiskan di ruang kerja, untuk mengurus pekerjaannya. Proyek luar kotanya sudah berjalan selama 1 bulan, target yang ingin dicapainya adalah 3 bulan.


Sebenarnya, bisa saja ia menargetkan dalam waktu 2 bulan. Tetapi tidak ia lakukan, karena kualitas kerja karyawan akan menurun dengan adanya deadline yang padat dan banyaknya waktu lembur. Bagi Azmy, sedikit mundur tidak masalah daripada cepat dengan kualitas asal-asalan. Ini juga termasuk poin plus yang disukai klien-kliennya selama ini.


Laporan penyedia bahan baku tidak ada masalah, begitu juga laporan laju proyek. Semua berjalan sesuai rencana, hanya sedikit kendala pada pengiriman. Saat melihat laporan jasa kirim, Azmy mengerutkan keningnya. Pasalnya jasa kirim yang dipakai saat ini tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Segera Azmy menghubungi Leon.


Leon menjelaskan, jika jasa kirim yang seharusnya telah melanggar kontrak saat baru berjalan 1 minggu. Leon sudah memproses penalty dan hal-hal yang diperlukan. Sehingga Leon membuat keputusan untuk memakai jasa kirim yang berada di peringkat dua saat presentasi, sebagai gantinya. Memang terjadi keterlambatan, karena rata-rata usia pekerja di atas 40 tahun. Tetapi keterlambatan yang terjadi tidak mempengaruhi laju proyek, sehingga Leon tetap memakai jasa kirim yang sekarang. Leon juga mengatakan sudah mengirim laporan lewat email tentang jasa kirim. Leon sudah meminta Azmy untuk memaklumi hal ini dalam laporannya. Bagaimana pun, kinerjanya tidak akan secepat usia muda. Tetapi mereka konsisten dalam pekerjaan mereka.


Azmy memutuskan sambungan teleponnya dan memeriksa kembali semua email yang masuk dari Leon. Ternyata ada email yang terlewat olehnya yang berisi laporan yang dibicarakan Leon. Setelah membaca isi laporan, Azmy menghubungi orang kepercayaannya untuk menyelidiki jasa kirim tersebut.


Ia pun mulai memfokuskan diri untuk membaca beberapa kerjasama yang akan habis masa kontraknya dari laporan kinerja. Apakah akan diperbarui kontraknya atau tidak dan perlunya mencari pengganti.


Nyssa sudah tertidur, setelah lelah menangis. Dirinya merasa tersiksa karena menjauhi suaminya. Tetapi hal tersebut harus ia lakukan, jika ingin menenangkan perasaannya.


Kepala Nyssa terasa sakit saat mencoba mengingat hal yang telah dilupakannya. Ditambah 3 ingatan yang muncul tentang perempuan yang sama. Terasa seperti dirinya yang mengalami, namun wajah mereka tidak serupa. Dari umur pun berbeda jauh, hanya penampilan tertutupnya yang sama.


Nyssa sudah melaksanakan sholat untuk meminta petunjuk kepada Allah, namun belum juga mendapatkan jawaban. Yang ada, perasaannya semakin kacau balau saat bersama Azmy. Setiap tubuhnya menginginkan penyatuan dengan suaminya, ia menahan batin yang berperang. Sampai-sampai penyatuan mereka berhenti ditengah jalan. Nyssa merasa berdosa dengan keadaan batin yang disembunyikannya dari Azmy. Dan membuat suaminya kecewa atas penolakan juga kegiatan yang berhenti di tengah jalan.

__ADS_1


Tetapi, bagaimana cara memulai percakapan jika dirinya saja tidak yakin. Nyssa melakukan sholat meminta petunjuk lagi, berharap dengan menghindari suaminya ia bisa mendapatkan petunjuk.


Dalam tidurnya, Nyssa memimpikan ingatannya saat pertama kali masuk kedalam tubuh Nyssa, pemilik tubuh. Ingatannya satu persatu mengalir bagaikan mimpi yang panjang. Bagaikan film dengan plot campuran yang membingungkannya.


Nyssa juga memimpikan laki-laki yang dilihatnya saat ingatan datang dihari hujan hari itu. Suami dari perempuan yang memiliki 2 anak. Tetapi, mengapa Nyssa yang ada dalam pelukannya. Rasa nyaman dan kerinduan yang dalam dan kata-kata yang diucapkannya, seolah-olah Nyssa adalah istrinya.


"Istri?


Apakah aku istri dari laki-laki tersebut?


Apakah aku juga perempuan dalam ingatan?


Apakah aku bukan diriku yang sebenarnya?


Siapa aku?"


Nyssa pun terbangun dari tidurnya dengan nafas tersengal. Dengan perlahan Nyssa mengatur nafasnya juga mengelap keringat dingin di dahinya. Setelah nafasnya sudah teratur, ia membaca doa mimpi buruk.


Di liriknya jam dinding yang menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Segera ia masuk kedalam kamar mandi untuk mengambil wudhu. Melaksanakan sholat di sepertiga malam, memohon petunjuk kepada Allah atas mimpinya.


Selesai sholat, Nyssa mulai berdzikir. Sungguh Allah Maha Agung, Maha Kuasa, pikiran Nyssa terbuka atas mukjizat Allah. Semua ingatan, mimpi, alam bawah sadar, yang merupakan puzzle acak sebelumnya. Atas ridho Allah, puzzle tersebut kini tersusun dengan rapi.


Nyssa akhirnya sadar, dirinya bukanlah pemilik tubuh asli. Melainkan hanya jiwa yang menempati raga pemilik tubuh. Sedangkan jiwa pemilik tubuh telah hilang tanpa jejak sejak mimpi yang didapatnya sebelum hari pernikahan. "Kemana Nyssa pemilik tubuh?" tanya Nyssa.


Perasaan enggan dan menolak yang selama ini dirasakannya bukanlah kepribadian ganda melainkan perasaannya sendiri. Selama beberapa bulan ini, ia menjalani kehidupan pemilik tubuh dengan ingatan pemilik tubuh. Oleh sebab itu, perasaannya sendiri menjadi terpendam hanya bisa merasakan namun tidak tahu alasan juga asalnya. Sehingga benturan perasaannya menjadi kacau balau.


Apakah Allah menghendaki ini semua?

__ADS_1


Tangisan Nyssa pecah seketika, bukan ia menyesali apa yang menimpanya. Bukan pula ingin mengingkari ketetapan yang telah digaris-Nya.


Ia menangis mengingat kerinduannya kepada suami dan anak-anak nya.


"Bagaimana keadaan mereka sekarang?


Apakah mereka tahu aku ada disini?"


Nyssa menumpahkan semua kerinduannya untuk anak-anak nya, apalagi si bungsu yang dijulukinya dengan baby koala karena selalu menempel padanya.


"Dengan siapa koala ku sekarang bergantung?"


Nyssa mencoba menarik ulur perasaannya, setiap kejadian pasti ada hikmah yang di dapat. Mungkin Allah telah mengirimkan seseorang yang bisa dipercaya ke tengah-tengah mereka.


"Ya Allah, engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Terimakasih atas segala rahmat yang telah engkau berikan. Ampunilah hamba, jika apa yang selama ini hamba lakukan membuat-Mu murka, sesungguhnya engkau Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. Hamba ikhlas menerima ketetapan yang telah engkau berikan, dan hamba bersyukur atas kesempatan yang telah engkau berikan kepada hamba. Lindungilah suami dan anak-anak hamba, juga jiwa pemilik tubuh ini, dimana pun mereka berada karena engkau lah Maha Pemberi Perlindungan. Karena engkau telah menghendaki aku sebagai jiwa pengganti. Engkau pasti telah menyiapkan rencana yang indah untuk mereka. Alhamdulillah ala kulli haal." (Segala puji bagi Allah atas setiap keadaan.)


Setelah menenangkan perasaannya, Nyssa mulai menyandarkan tubuhnya di kaki tempat tidur. Dengan bersandar dapat mengurangi tekanan pada perut. Perutnya sudah terasa mengganjal sejak tadi, kehamilannya yang sekarang tiga kali lipat ukurannya dengan yang pernah dialaminya. Jika dulu umur 4 bulan perutnya baru mulai terlihat buncit. Sekarang sudah seperti saat hamil 7 bulan.


Ia pun mulai membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an, menambah ketenangan hati dan jiwanya.


Azmy baru saja keluar dari ruang kerjanya. Saat memasuki kamar, ia mendengar suara Nyssa sedang melantunkan ayat-ayat suci. Dilihatnya jam tangan yang baru menunjukkan pukul 03.00 dini hari, ia menebak Nyssa selesai melaksanakan sholat sepertiga malam.


Azmy memperhatikan Nyssa dari pintu yang menghubungkan kamar mereka. Nyssa sedang duduk di lantai bersandar pada tempat tidur. Perut yang buncit tercetak jelas di mukena yang Nyssa kenakan.


Ia ingat, Mami Sita pernah mengatakan jika perut Nyssa saat ini sebanding dengan ukuran hamil 7 bulan bayi tunggal. Dan akan bertambah besar lagi seiring usia kehamilan. Azmy mulai memikirkan kegiatan Nyssa yang akan terbatas karena perutnya kelak.


Nyssa menyadari kedatangan Azmy, dalam hati ia merasa bingung bagaimana menghadapi suaminya yang sekarang.

__ADS_1


__ADS_2