
Azmy melakukan checkup ke rumah sakit ditemani Leon. Sedangkan Nyssa bersama Mami Sita sedang mencoba baju pengantin.
Mami Sita sudah memesan baju pengantin sesuai ukuran Nyssa dan MUA profesional. Karena besok acara akan digelar, maka hari ini Nyssa harus mencoba baju pengantinnya dan MUA akan menyesuaikan type riasan apa yang cocok untuk hari sakral Nyssa.
Total ada tiga gaun yang harus dicoba oleh Nyssa. MUA juga sudah memutuskan untuk menggunakan riasan natural agar kecantikan Nyssa yang alami tetap terpancar. Mami dengan antusias menugaskan Rara sebagai photographer.
Yang pertama, gaun berwarna putih untuk acara akad. Gaun straight line putih polos, dengan hiasan payet di lengan dan ujung gaun yang dihias dengan bordir kerut dan payet menjuntai kelantai. Mengenakan hijab syar'i, veil dengan tambahan pita di ujungnya dan mahkota sebagai pemanis.
Yang kedua, gaun untuk resepsi. Berwarna baby blue dengan model A-line yang bawahnya sedikit mengembang. Hiasan swarovski di pergelangan tangan, juga di bagian ujung gaun. Masih dengan hijab syar'inya, veil yang dihiasi swarovski di ujungnya dan mahkota berbentuk rangkaian bunga.
Gaun ketiga adalah gaun cadangan. Sama dengan gaun akad yang bermodel straight line berwarna rose gold. Kini dipadukan dengan bell sleeve berhiaskan rendah dan mutiara. Hijab syar'i yang disandingkan dengan veil bertabur mutiara.
__ADS_1
Rara sudah selesai mengambil gambar, Mami Sita segera memberi instruksi untuk membantu Nyssa ganti pakaian dan beristirahat.
"Apa perlu dikirimkan Tuan Muda, Nyonya?" tanya Rara kepada Mami Sita.
"Kamu tidak melihat kearah CCTV? Pasti bocah kutub itu sudah melihatnya." Rara hanya menganggukkan kepala.
Memang benar kata Mami, jika Azmy mengawasi lewat CCTV. Selesai menjalani checkup dan dokter menyatakan Azmy sembuh total, ia segera melihat Nyssa yang mencoba gaun di rumah. Tetapi ia hanya sempat melihat gaun baby blue dan rose gold. Jadi, Azmy tidak tahu jika masih ada gaun yang belum ia lihat.
Hanya melihat dari CCTV, ia sudah merasa khawatir jika istrinya nanti akan menjadi pusat perhatian. Ingin rasanya segera berlari pulang, namun hari ini ia ada meeting dengan klien dan tidak bisa diwakilkan seperti biasanya. Dan susah bisa dipastikan, Azmy akan pulang larut malam dan tidak akan bisa melihat Nyssa sebelum tidur.
Kini ia berada di dalam kamarnya, ia merasakan dejavu saat mengenakan gaun putih polos. Entah mengapa akhir-akhir ini ia merasa beberapa hal terasa dejavu. Azmy yang memeluknya saat tidur pun terasa familiar, tapi juga terasa asing secara bersamaan. Semakin ia pikirkan, semakin ia tidakmengerti. Apa sebelumnya ia sudah pernah menikah? Mana mungkin, Nyssa baru berumur 19 tahun dan masih perawan. Jadi, darimana perasaan tersebut datang? Memikirkannya membuat Nyssa meragukan dirinya sendiri.
__ADS_1
Nyssa ingin tidur lebih awal, karena ia memiliki firasat jika besok adalah hari yang melelahkan.
Azmy yang sedari tadi berada di ruang kerja bersama Leon, memutuskan untuk beristirahat. Meeting siang ini berjalan lancar, sehingga ia bisa pulang lebih awal. Tapi tetap saja tidak bisa bertemu Nyssa. Karena setibanya di rumah, ia segera menuju ruang kerja untuk menyelesaikan beberapa berkas.
Selama ia koma, pekerjaan di kantor dikerjakan oleh Leon dan atas persetujuan Papinya. Setelah ia sadar, Leon mulai memberikan laporan dan perkembangan perusahaan. Pada masa pemulihan di rumah, ia sudah mulai mengurus beberapa file yang perlu persetujuannya.
Perusahaan milik orang tua Azmy awalnya bergerak di bidang real estate. Setelah Azmy mengambil alih perusahaan, ia sudah mendirikan beberapa cabang di kota-kota besar dan telah mengakuisisi perusahaan jasa dan telekomunikasi. Dan masih ada kemungkinan baginya untuk semakin berkembang di masa depan.
Azmy memasuki kamarnya, membersihkan diri dan melaksanakan kewajibannya. Sebelum menuju tempat tidur, ia melirik pintu raknya. Ingin sekali ia melihat kelinci kecilnya, karena seharian ia tidak bertemu hanya melihatnya lewat CCTV. Azmy pun memasuki kamar sebelah dengan mengendap, takut si empunya terganggu. Ia merasa lucu mengendap-endap di rumah sendiri.
Dilihatnya Nyssa yang terlelap, timbul penasaran dalam hatinya. Bagaimana penampilan Nyssa tanpa hijab? Meskipun sudah melihat dari foto hasil penyelidikan Leon, ia masih belum puas. Dan ia selalu merasa ada yang disembunyikan oleh Nyssa. Akan tetapi selama beberapa hari tinggal bersama, ia tidak bisa mengetahuinya. Semua kegiatan Nyssa dapat terpantau dengan jelas, dan Nyssa juga tidak pernah keluar rumah jika tidak diajak.
__ADS_1
Dan selama ia mengenal Nyssa, tidak pernah sekalipun ia melihat Nyssa melepas hijabnya bahkan saat tidur seperti sekarang ini. Meskipun hijab saat tidurnya sedikit pendek daripada hijab hariannya, tetap saja tertutup.
Azmy harus bersabar, karena besok mereka sudah halal. Jadi, bersabar beberapa jam lagi tidak masalah baginya. Akan ada banyak hal yang bisa ia lakukan nanti. Dikecupnya kening Nyssa, terlihat respon Nyssa yang terusik dan ia mengubah posisinya menjadi membelakangi Azmy. "Besok kamu tidak akan bisa lolos lagi kelinci kecil." seringai Azmy.