Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
36. Hb yang Rendah


__ADS_3

Nasib sedang tidak berpihak pada Azmy, jalanan yang akan di laluinya macet karena bertepatan dengan jam pulang kerja.


Dengan tidak sabar Azmy membunyikan klaksonnya, agar pengendara di depan memberikan jalan untuknya. Sayup-sayup mendengar suara kebisingan, Nyssa membuka matanya perlahan.


"Suami.." panggil Nyssa lemah. Azmy pun menepikan mobilnya mendengar panggilan Nyssa, melihat keadaan istri kecilnya yang lemah sungguh membuatnya ngilu.


"Bagaimana keadaan kamu sayang? Apa yang kamu rasakan? Mana yang sakit?"


"Haus." Azmy menepuk dahinya, ia lupa jika tadi Nyssa meminta jus. Azmy mengambil air mineral yang ada di dalam dasboard mobil, membuka tutupnya sebelum membantu Nyssa minum.


"Aku tidak apa-apa suamiku." Nyssa mengusap wajah tegang Azmy. Suaminya yang dingin bisa setegang ini mengkhawatirkannya.


"Kita ke rumah sakit sayang. Kamu membuatku takut set.." Nyssa membekap mulut suaminya agar kata-katanya tidak dilanjutkan.


"Hanya kecapekan saja sayang, pulang ya.. Nyssa ada janji sama Mami Sita tadi siang. Pasti Mami menunggu Nyssa." jelas Nyssa yang baru ingat dengan janjinya.


"Oke. Tapi kamu harus menuruti semua kata-kata suamimu ini!" tegas Azmy. Nyssa menganggukkan kepalanya, mulai memejamkan matanya kembali. Azmy yang mendengar istri kecilnya baik-baik saja, melajukan mobilnya menuju mansion.


Ketika sudah sampai di mansion, Mami Sita dan Papi Agam menyambut mereka. Mereka di buat cemas, karena Azmy yang tiba-tiba mengatakan akan membawa Nyssa ke rumah sakit, justru pulang ke mansion. Nyssa yang berada dalam gendongan Azmy tersenyum lemah, dan mengatakan jika ia baik-baik saja. Mami Sita memerintahkan koki untuk segera membuatkan bubur untuk Nyssa, Papi Agam meminta kepala pelayan memanggil dokter pribadi datang ke mansion.


Dokter memeriksa denyut nadi, tekanan darah dan melakukan tes darah ringan pada Nyssa. Dokter juga menanyakan beberapa pertanyaan kepada Nyssa. Menurut dokter, Selain karena dehidrasi, Hb Nyssa rendah sehingga menyebabkannya pingsan. Ada beberapa kemungkinan penyebab Hb rendah, namun saat ini dokter masih belum tahu pasti penyebab Hb yang rendah pada kasus Nyssa, karena saat ini Nyssa sedang datang bulan. Dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit setelah masa datang bulannya selesai.


Akan tetapi, Nyssa menolak karena menurutnya hal ini sering terjadi jika Nyssa lupa meminum vitamin penambah darahnya. Dokter pun hanya memberikan vitamin untuk Nyssa, karena tidak ada keluhan lain.


Papi Agam mengantarkan dokter ke bawah, tersisa Mami Sita dan Azmy di kamar. Kemudian, kepala pelayan datang membawa bubur yang di minta Mami Sita. Azmy ingin menyuapi Nyssa, namun di cegah Mami Sita karena Azmy belum mandi. Jadi, Azmy meninggalkan Nyssa di bawah pengawasan Mami Sita, sementara dirinya pergi mandi.


Selesai menyuapi Nyssa, Mami Sita menyerahkan vitamin yang harus Nyssa minum. Juga menanyakan apakah Nyssa masih rutin minum susu, Nyssa menganggukan kepalanya.


"Mami, maafkan Nyssa. Nyssa lupa dengan janji ke salon bersama." seraya mencium punggung tangan Mami Sita.

__ADS_1


"Tidak masalah sayang, Rara sudah memberitahu Mami jika kamu ke taman bermain bersama suamimu." Mami Sita mengelus kepala Nyssa dengan penuh kasih.


"Apa saja yang kamu mainkan sayang, sampai kamu kelelahan." Nyssa tersenyum mendengar pertanyaan Mami Sita, pasalnya ia bingung harus menjawab apa.


Untungnya Azmy datang dan memberitahu Mami Sita jika Nyssa hanya berkeliling tanpa memainkan wahana yang ada. Mami Sita mengangguk mengerti, mengelilingi taman bermain sama saja memainkan semua wahana, pikir Mami Sita.


Mereka berdua hanya saling tukar pandang, tidak mungkin mereka menceritakan kejadian di taman bermain. Hanya akan membuat orang tua mereka semakin khawatir.


Mami Sita meninggalkan mereka berdua karena sudah waktunya makan malam, Mami Sita ingin menemani Papi Agam makan di ruang makan. Juga berpesan Azmy sebaiknya makan di kamar saja, Mami Sita akan meminta kepala pelayan mengantarkan makanan untuknya. Azmy mengiyakan, lagipula tanpa Mami Sita suruh pun ia akan tetap di kamar menemani istri kecilnya.


Azmy telah menyiapkan air hangat di dalam bathtub untuk istri kecilnya, menggendong dan membawanya ke kamar mandi. Nyssa yang sudah berjanji akan menuruti semua kemauan suaminya pun diam menerima perlakuan Azmy. Dalam hati ia merasa sangat beruntung dengan perhatian Azmy.


Selesai mandi, Nyssa ingin mengenakan bajunya sendiri, sehingga Azmy mengalah membiarkan Nyssa memakai sendiri bajunya. Sedangkan Azmy menikmati makan malamnya, sambil memantau gerak-gerik Nyssa.


"Sayang, apakah masih sakit?" tanya Azmy yang kini sedang menggosok perut Nyssa. Nyssa merasakan kram perut saat selesai melaksanakan sholat berjamaah. Azmy pun menggosok perut Nyssa dengan lembut menggunakan minyak angin. Hingga kram perut yang dirasakan Nyssa sedikit berkurang.


"Terimakasih suamiku, mau tidur dipeluk.." tanpa basa-basi Azmy merebahkan tubuhnya di samping Nyssa dan memeluk istri kecilnya.


Tengah malam, Nyssa terbangun dari tidurnya. Melihat suaminya masih dengan posisi memeluk dirinya, ia pun mengecup singkat pipi Azmy. Nyssa melepaskan pelukan Azmy perlahan untuk ke kamar mandi. Kemudian turun ke dapur untuk mengambil air minum. Sesampainya di dapur, Nyssa melihat Alexsa yang berada di depan kulkas.


"Apa ada yang bisa ku bantu?" tanya Nyssa yang melihat Alexsa memegang daging dan brokoli.


"Aku ingin makan nasi goreng, tapi tidak tahu cara memasaknya." jelas saja ia tidak tahu, selama ini Nyssa yang memasak untuknya dan ibu juga Ayahnya.


"Mau pakai bahan itu?" Nyssa menunjuk bahan yang ada di tangan Alexsa.


"Ya, nasi goreng dengan daging dan brokoli sepertinya lezat." kata Alexsa dengan semangat, sepertinya ia melupakan kebenciannya karena lapar.


Baru kali ini Nyssa mendengar nasi goreng dengan daging dan brokoli. Akan tetapi, mengingat Alexsa yang sedang hamil ia pun memakluminya. Nyssa mengambil alih bahan yang di pegang Alexsa dan menyiapkan beberapa bahan pelengkap.

__ADS_1


"Nys, jangan pakai merica sama cabe." pinta Alexsa, yang diangguki Nyssa dan menyuruhnya untuk menunggu di meja makan.


Nyssa mulai memotong tipis daging yang sebelumnya dibersihkan menggunakan tisu, memotong brokoli kemudian direndam dalam air garam dan dicuci bersih. Menyiapkan bumbu berupa bawang putih dan bawang bombay cincang, nasi 3 mangkuk. "Siapa tahu ibu hamil makannya banyak." pikir Nyssa.


Pertama, Nyssa menumis daging kedalam 1 sendok makan mentega yang sudah dilelehkan di atas wajan, sambil diaduk hingga berubah warna, lalu ditambahkan sedikit air. Setelah air habis terserap dan daging matang, Nyssa memasukkan bawang cincang, awalnya bau lemak sekarang bau harum dari bawang pun mulai tercium membuat Alexsa semakin menelan liur nya. Nasi telah dimasukkan, Nyssa menambahkan minyak wijen, saus tiram, kecap, garam, dan diaduk rata. Setelah semua tercampur rata, barulah terakhir Nyssa memasukkan brokoli yang telah direbus sebelumnya.


Nyssa menyajikan nasi goreng dengan taburan bawang goreng. Alexsa segera memakannya dengan lahap, ia belum makan sedari siang karena tidak ada yang bisa ia makan. Perutnya tidak bisa diajak kompromi, setiap makanan yang ia makan akan ia muntah kan kembali. Hanya air putih saja yang bisa ia konsumsi.


Di sisi lain, Azmy merasa pelukannya menjadi dingin, ia pun membuka matanya. Menyadari Nyssa tidak ada ditempat tidur, ia mencari istri kecilnya di kamar mandi namun tidak menemukannya. Lalu turun ke bawah, ia melihat Nyssa sedang menyajikan makanan untuk Alexsa. "Apa yang dilakukannya tengah malam begini?" batin Azmy.


"Sayang." Azmy datang seraya mengecup puncak kepala Nyssa.


"Mengapa tidak membangunkan ku?"


"Maaf.. Nyssa haus dan Alexsa lapar, jadi Nyssa memasak sebentar untuk Alexsa." jelas Nyssa yang kemudian sambil berjinjit mengecup pipi suaminya. Berharap Azmy tidak marah padanya.


Alexsa tidak memperdulikan mereka, ia masih asyik menikmati piring nasi goreng keduanya.


"Nys, terimakasih nasi gorengnya. Bisakah besok membuatkan ku rujak seperti tadi siang?" tanya Alexsa yang telah menghabiskan 2 piring nasi goreng.


"Tentu saja."


"Tapi, aku tidak suka apel Nys. Bisakah di ganti dengan bengkuang?"


"Banyak maunya!" sergah Azmy dengan wajah dinginnya, yang langsung mendapatkan cubitan dari Nyssa di pinggangnya. "Sakit sayang.." keluh Azmy.


"Tidak masalah, besok kamu minta pelayan membelikan buah yang kamu mau. Aku akan membuatkannya untukmu." jawab Nyssa masih dengan senyuman.


"Baiklah." Alexsa meninggalkan mereka berdua menuju kamar tidurnya.

__ADS_1


Dengan kebaikan Nyssa selama ia tinggal disini, ia menjadi tidak tega jika harus menyakitinya. Di mansion ini, hanya Nyssa yang mengerti kebutuhannya. Apakah Nyssa tahu jika ia sedang hamil? Entahlah, ibu Rosa semakin mendesak Alexsa untuk segera bertindak. Akan tetapi ibu Rosa tidak mau tahu dengan morning sickness yang ia rasakan membuatnya kesal. Justru Nyssa yang membuatkannya makanan, juga rujak yang ia inginkan. Bagaimana bisa ia menyakiti Nyssa?


__ADS_2