Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
17. Mengubah Panggilan


__ADS_3

Nyssa tidur selama dua jam, sekarang waktu menunjukkan pukul 16.00.


Pintu diketuk dari luar, Nyssa hanya mengatakan untuk menyuruh masuk tanpa melihat siapa yang datang. Ia masih merapikan selimut ditempat tidur.


Azmy yang dipersilakan masuk, langsung menutup pintu dan berjalan menghampiri Nyssa memeluknya dari belakang. Nyssa yang terkejut pun membeku, tidak menyangka jika yang datang adalah Azmy. Ia mengira jika Rara yang datang.


Azmy yang merasakan Nyssa tidak bergerak, mendaratkan kepalanya di bahu Nyssa yang semakin membuat Nyssa menegang. Menghirup aroma tubuh Nyssa, mengecup pipi kanannya. Seketika membalikkan tubuh Nyssa agar menghadap kearahnya. Saat Azmy mendekatkan wajahnya, tangan Nyssa menutup hidung dan mulutnya. Azmy mengernyitkan alisnya, menggapai tangan Nyssa untuk menyingkirkan dari wajahnya. Namun terhenti saat Nyssa menggeleng.


"Kakak bilang akan memberi waktu Nyssa." cicit Nyssa sambil menunduk.


"Bodoh Azmy, kenapa kamu setuju." rutuknya dalam hati. Saat memberikan kejutan ulang tahun Nyssa, ia setuju untuk menunggu Nyssa terbiasa dengan sentuhannya. Terpaksa ia harus memegang kata-katanya.


"Iya, aku akan menunggu. Tapi jangan lama-lama yaa.." ia pun duduk dan membawa Nyssa duduk dipangkuan dan memeluk pinggang Nyssa.

__ADS_1


"Nyssa usahakan kak." Nyssa menurut, karena bagaimanapun mereka adalah pasangan halal. Kontak tubuh dan menyenangkan suami, merupakan ladang pahala baginya. Tapi, mengapa ada perasaan aneh yang tidak bisa ia ungkapkan? Seperti ada yang mengganjal dalam hatinya.


"Sekarang, jangan panggil kakak. Ganti dengan panggilan yang spesial." Nyssa hanya diam, tak tahu panggilan apa yang harus ia gunakan. Karena ia sudah nyaman dengan panggilannya yang sekarang.


"Sayang, Hubby, suamiku, honey juga boleh. Tapi aku lebih suka kamu memanggilku honey, sayang." diiringi kedipan mata Azmy.


Nyssa merasa geli mendengar keinginan Azmy yang menurutnya kekanakan. Sejak kapan Azmy yang dingin dan tegas punya keinginan yang bertolak belakang? Apa ia hanya ingin menggodaku? Ia juga dengan lancar memanggilku sayang, apa benar ini orang sama? Benak Nyssa dipenuhi pertanyaan juga keterkejutan.


"Gimana sayang, kamu mau panggil aku apa?" seketika membuyarkan lamunan Nyssa.


"Apa sayang, aku tidak bisa mendengarmu!"


"Suamiku" Reflek Azmy mencium pipi kiri Nyssa, sekarang responnya lebih rileks. Mungkin Nyssa mulai menerima kontak fisik diantara mereka.

__ADS_1


Ada hasrat yang membuncah mendengar nada panggilan yang diucapkan Nyssa untuknya. Namun ia harus sabar, agar Nyssa dapat beradaptasi dengan keinginannya. Dan dengan sukarela Nyssa menerima perlakuannya. Azmy adalah laki-laki normal, selama 27 tahun ia hidup tanpa perempuan. Karena sedari kecil, Papi Agam sudah memperingatkan jika sebagai laki-laki harus gentleman. Jangan berhubungan dengan perempuan jika tidak ada niat untuk serius, setiap perbuatan akan mendapat balasan.


Lagipula Azmy menganggap berumah tangga itu merepotkan, melihat Maminya yang mengatur Papi dan Papi yang terlalu posesif dengan Mami. Juga, jika ada kegiatan di luar baik urusan bisnis maupun tidak, Mami harus menemani Papi kemana-mana. Sampai waktu mereka untuknya menjadi sedikit. Jadi ia merasa tidak tertarik untuk dekat dengan perempuan.


Namun sekarang ini yang ia rasakan justru bertolak belakang. Ia ingin selalu dekat dengan Nyssa, menyalurkan hasratnya yang tertidur selama ini. Akan tetapi, ia masih harus bersabar untuk menikmatinya.


"Ok. Sekarang kita tidur sayang, masih ada waktu sebelum kita bersiap ke hotel. " Azmy langsung merebahkan tubuhnya dengan tetap memeluk Nyssa.


Kini posisi satu tangan Azmy sebagai bantal Nyssa dan satunya memeluk pinggang Nyssa. Ia mendaratkan ciuman di puncak kepala Nyssa lama, merasakan Nyssa menerima semua perlakuannya ia tersenyum puas. Sabar, tak lama lagi Nyssa akan terbiasa. Menghibur diri untuk menekan hasratnya yang sejak tadi membuncah.


Nyssa yang sedari tadi merasakan dejavu atas perlakuan Azmy, sibuk dengan pikirannya sendiri. Hanya menurut dengan perlakuan Azmi, ia juga tidak merasakan jika Azmy mencium puncak kepalanya. Dimana ia pernah mengalami hal ini sebelumnya, memikirkan hal itu membuatnya terlelap.


Sedangkan Azmy yang mengetahui Nyssa telah terlelap merasa kecewa sekaligus puas. Kecewa dengan istri kecilnya yang tidak memahami kebutuhan biologis, namun puas juga Nyssa merasa nyaman dalam dekapannya.

__ADS_1


Azmy mencium puncak kepala Nyssa beberapa kali, kemudian membalik posisi Nyssa agar berhadapan. Mengecup kening, pipi, hidung, namun saat akan mengecup bibir merah muda Nyssa, ia berhenti. Takut ia tak dapat mengendalikan hasratnya. Azmy semakin mengeratkan pelukannya, semakin penciuman nya dipenuhi aroma tubuh Nyssa. Ia memaksa matanya untuk terpejam, agar hasratnya dapat tenang.


Nyssa merasakan kehangatan yang familiar, ia merasa nyaman dalam tidurnya. Kenyamanan tersebut membawanya ke alam mimpi. Dalam mimpinya ia berada di sebuah taman, ia juga melihat seorang anak laki-laki berusia sekitar 5 tahun, melambaikan tangannya. Siapa anak itu? Nyssa mendekat kearah anak tersebut, namun anak tersebut menjauh. Belum sempat Nyssa bertanya, anak tersebut sudah tidak terlihat lagi. Nyssa hanya dapat berdoa, semoga mimpinya adalah pertanda baik. "Ya Allah, hindarkanlah hamba dari segala mara bahaya juga buruk sangka. Aamiin.."


__ADS_2