Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
79. Belajar Merayu Suami Sendiri


__ADS_3

Aeesha memasak berbagai macam masakan, mulai dari telur balado, rendang daging, ayam bakar, ayam goreng laos, sambal ijo, sambal bajak, sambal terasi, sambal goreng kentang, telur pindang, sate lilit, hampir semua masakan yang pernah ia masak untuk Azmy ia sajikan. Karena hari ini kepulangan Azmy setelah 3 hari menginap di rumah sakit untuk perawatan. Alasan Aeesha memasak berbagai macam jenis adalah hilang ingatan yang dialami Azmy.


Azmy hanya mengingat kejadian sebelum dirinya kecelakaan 2 tahun yang lalu. Jadi, semua memori tentang Nyssa ataupun Aeesha tidak ada dalam ingatannya sekarang. Hal ini dikarenakan benturan pada kepala Azmy, sehingga memicu geger otak ringan yang pernah dialaminya menjadi peradangan. Kehilangan ingatan yang dialami Azmy bisa sembuh seiring berjalannya waktu, hanya saja pihak keluarga dilarang terlalu memaksakan ingatan Azmy. Dokter menyarankan untuk tetap melakukan keseharian atau kebiasaan seperti biasa agar ingatan Azmy kembali dengan natural.


Mendengar kabar yang disampaikan Papi Agam tentang kondisi Azmy, Aeesha sempat merasakan kesedihan yang luar biasa. Karena kekhawatiran yang ia rasakan sebelumnya, juga kondisi Azmy yang membuatnya sedih, Aeesha pingsan saat itu. Setelah sadar, ia menarik ulur hatinya dan melihat kedua malaikatnya. Ia berdzikir kepada Allah, meminta diberikan hati yang lapang dalam menghadapi cobaan. Ia belum bisa bersimpuh kepada-Nya, hanya dzikir yang dapat Ia lantunkan dalam setiap langkahnya. Akhirnya Aeesha memantapkan hati untuk ikhlas menerima semua ketetapan Allah. Mungkin akan sulit, tetapi Ia harus berusaha. Jika tidak diusahakan, tidak akan tahu hasilnya.


Disinilah Aeesha sekarang, berkutat di dapur menyiapkan masakan. Dibantu beberapa pelayan, pekerjaan Aeesha menjadi cepat selesai. Ia mulai bisa menggerakkan bahu kirinya meskipun masih terbatas. Sehingga kegiatannya sudah hampir normal. Tersisa menyiapkan makanan di meja, Aeesha meminta bantuan kepada para pelayan. Ia kembali ke kamar melihat kedua malaikatnya yang sedang dijaga oleh Rara, sedangkan Mami Sita menjemput Papi Agama dan Azmy di bandara.


Aeesha mandi terlebih dahulu, sebelum mulai menyusui kedua malaikatnya. *********** sudah kencang selama 3 jam memasak di dapur. Ia mengompresnya dengan air hangat terlebih dahulu agar melancarkan ASI, setelahnya baru menyusui Zayn dan Zayden. Aeesha menyusui Zayden terlebih dahulu, karena Zayn masih fokus dengan mainan gantung yang berputar. Sekarang kedua malaikatnya sudah mulai bisa melakukan kontak mata dan melihat objek. Penambahan berat badan keduanya pun dinilai dokter memuaskan. Masing-masing dari keduanya bertambah 950 g, sehingga mereka sekarang terlihat lebih berisi dibandingkan saat baru lahir. Produksi ASI Nyssa sangat melimpah, sehingga untuk menyusui kedua anaknya ia tidak kesulitan. Apalagi masih banyak stock ASI di kulkas. Setiap selesai menyusui kedua malaikatnya, Aeesha menyempatkan memompa 1 botol untuk disimpan. Hal ini ia lakukan karena kebutuhan ASI kedua malaikatnya akan semakin bertambah, jadi selama keduanya masih dalam porsi sedikit ia akan menyempatkan menyimpan agar tidak kewalahan kelak.


Kedua malaikatnya sudah kenyang dan mereka pun terlelap didalam box bayi. Aeesha dibantu Rara, meletakkan mereka kedalam box bayi. Kemudian Rara pamit untuk pergi ke bawah. Aeesha memompa ASInya, kemudian bersiap-siap untuk menyambut kedatangan suaminya. Ia mengenakan gamis warna soft pink dengan hijab warna dusty. Memoleskan riasan tipis dan menyemprotkan parfum yang dibelikan Azmy.

__ADS_1


Terdengar pintu kamar utama terbuka. Aeesha berjalan menuju pintu penghubung, melihat Azmy duduk di sofa dengan kepala pelayanan yang sedang menyajikan minuman. Dari kejauhan Aeesha melihat ekspresi wajah Azmy, itu adalah ekspresi Azmy saat pertama kali mereka bertemu. Terlihat tegas dan dingin. PR Aeesha sekarang adalah melelehkan es dingin suaminya. Dulu semuanya berjalan apa adanya, tetapi sekarang ia yang harus berusaha agar suaminya bisa mengingatnya kembali.


Aeesha mendekati Azmy, mengucapkan salam dan saat akan mencium punggung tangan Azmy, tangannya ditepis.


"Siapa kamu?" terasa nyeri di dada Nyssa, mendapat penolakan suaminya. Tetapi ia menguatkan hatinya.


"Nyssa, istrimu." Azmy terkejut dengan jawaban Aeesha.


"Sejak kapan aku menikah?" Aeesha tersenyum, hatinya terasa sakit tetapi secara bersamaan juga geli. Ia yang tidak pernah dekat dengan laki-laki selain suaminya, sekarang harus belajar merayu suaminya sendiri yang melupakannya. Ironis.


Aeesha tersenyum, Azmy mengikutinya tanpa protes. Ia berhenti didepan 2 box bayi warna biru dan hijau, begitu juga Azmy.

__ADS_1


"Siapa mereka? Mengapa kamar ini tidak disekat?" tanya Azmy dengan wajah dingin tanpa ekspresi. "Sabar Aeesha.." batin Aeesha.


"Ini Zayn dengan titik hitam dibawah mata kanan, dan yang ini Zayden dengan titik hitam dibawah bibir kiri. Mereka anak kita." Aeesha melebarkan senyumnya. Tetapi masih terlihat keengganan dimata Azmy. Aeesha tidak memaksa, justru membawa Azmy untuk makan siang. Rara sudah menunggu didepan pintu kamar si kembar, melihat Azmy dan Aeesha keluar, ia membungkukkan badan.


"Rara, tolong jagain Zayn dan Zayden yaa.. Kami mau makan siang dulu. Terimakasih." Rara hanya mengangguki permintaan Aeesha.


Di meja makan, sudah ada Mami Sita dan Papi Agam yang menunggu mereka. Aeesha mencium punggung tangan kedua mertuanya, sedangkan Azmy langsung duduk disebelah Papi Agam.


"Ini semua kamu yang masak sayang?" tanya Mami Sita.


"Iya Mami, Nyssa sengaja memasak semuanya untuk menyambut Papi dan suami Nyssa." jawab Nyssa dengan senyuman lebar dan tangan yang cekatan mengambilkan Nasi ke piring Papi Agam, Mami Sita. Setelah itu beralih mengisi piring Azmy dengan Nasi, rendang, sambal goreng kentang dan telur balado. Azmy masih diam hanya menerimanya dan mulai makan.

__ADS_1


Papi Agam dan Mami Sita tidak banyak bicara, mereka sudah sepakat tidak akan menegur Azmy. Semua karena permintaan Nyssa, yang ingin mengembalikan ingatan Azmy dengan caranya. Jadi, sikap cuek Azmy mereka abaikan meskipun dalam hati, Mami Sita mengutuk sikap Azmy terhadap Nyssa. Melihat Nyssa yang tidak terganggu dengan sikap Azmy, mereka hanya bisa bernafas lega. Menantu mereka memang wanita yang tegar.


Selesai makan, Aeesha tidak ikut berkumpul di ruang tamu. Ia ke kamar dua malaikatnya dan meminta Rara untuk makan siang terlebih dahulu. Aeesha mengunci pintu kamar, menyiapkan air hangat dan handuk. Kemudian melepaskan hijab dan membuka gamisnya. Shoulder support yang dikenakannya terasa panas dan berkeringat, begitu juga dengan korset nya. Ia pun melepaskan keduanya, membasuhnya perlahan dan mengeringkan nya. Ia mengoleskan krim dari dokter disekitar bahunya. Setelah selesai, ia mengenakan shoulder support dan korset nya, lalu memakai gamis serta hijabnya kembali dengan rapi. Sayup-sayup Aeesha melantunkan sholat sambil membereskan tempat tidur. Aeesha yang fokus dengan kegiatannya, tidak tahu ada mata yang memperhatikannya.


__ADS_2