Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
Part Extra 1


__ADS_3

Aeesha POV


Sebagai seorang muslimah yang terlempar ke dunia lain dan hidup di raga orang lain adalah pengalaman yang gampang susah. Gampang dari segi menyesuaikan diri, susah dalam mencerna seluruh informasi yang di luar nalar dan menjalaninya.


Karena keyakinan Aeesha atas ketetapan Allah, maka ia dengan lapang menerima takdirnya. Bukan tanpa usaha, nyatanya tempat ia berada adalah dunia lain, bukan hanya negara lain. Jika negara lain dengan selang waktu Aeesha masih bisa mengusahakan untuk kembali ke rumah atau minimal kembali ke Indonesia. Akan tetapi, tidak ada jalan pulang untuknya. Mengeluh pun tidak menyelesaikan masalah, yang ada hanya akan kufur atas nikmat Allah.


Dengan keyakinan Allah telah memberikannya rencana yang indah Aeesha menjalani kehidupan pemilik tubuh, Nyssa. Kesepian Nyssa, ketertutupan Nyssa, kekecewaan Nyssa dan haus perhatian Nyssa, semua ia tanggung dan berharap dapat memperbaiki kehidupan pemilik tubuh termasuk menggantikannya untuk menikah.


Entah halal atau haram baginya menjalin hubungan dengan Azmy sebagai jiwa. Tetapi dalam status pemilik tubuh nantinya, ia halal dan sah dimata negara. Kembali lagi dengan keimanannya atas ketetapan Allah, maka ia menyerahkan segala halal dan haram kepada Allah yang Maha Pemberi Keputusan. Maka ia menjalani kehidupan Nyssa bersama Azmy. Allah telah menyiapkan banyak hal tak terduga. Termasuk ingatan jiwanya yang ditutup dan dibuka kembali, Aeesha tetap meyakini semua atas kuasa Allah.


Menjalin hubungan dengan Azmy, keluarga Azmy, Aeesha telah menggantikan kesepian Nyssa dengan orang-orang baru yang menyayanginya. Kasih sayang Mami Sita dan Papi Agam, memberikan Nyssa kehangatan sebuah keluarga dengan ayah dan ibu yang selama ini ia dambakan. Cinta dari Azmy memberikan makna kehadiran Nyssa. Sedikit demi sedikit kehidupan Nyssa telah berubah berkat Aeesha.


Aeesha yang hidup dengan identitas dan ingatan Nyssa, dapat meluluhkan hati Ayah Nyssa yang selama ini mengabaikannya. Tetapi, Aeesha sebagai jiwa tidak dapat menumbuhkan rasa kasih sayang terhadapnya. Aeesha hanya memenuhi kewajibannya sebagai seorang anak, tidak lebih.


Kekhawatiran Aeesha terbesar adalah identitas jiwanya, bagaimana orang akan menilainya. Yang ada orang akan mengiranya gila. Tidak ada yang dapat menolongnya di dunia ini. Ia pun pasrah menyerahkan segalanya kepada Allah. Kejujuran yang awalnya ia kira akan sampai pada perpisahan, nyatanya tidak. Azmy menerimanya, baik itu sebagai raga Nyssa atau jiwa Aeesha Nyssa. Aeesha merasakan makna kehadirannya dalam dunia ini.


Mengetahui kebenaran dari garis keturunan Nyssa, Aeesha menganggap semua yang terjadi padanya adalah cobaan dari Allah. Dimana Allah tidak akan memberikan cobaan diatas kemampuan hamba-Nya. Ia tidak ingin mengetahui alasan atau sebab akibat fenomena pertukaran jiwa, karena semua hal yang terjadi tak luput dari campur tangan Allah yang Maha Kuasa. Beruntung garis keturunan itu berhenti padanya, sehingga tidak akan ada lagi jiwa yang akan terlempar ke dunia ini.


Semua luka, masa sulit, ia lalui dengan terus meyakinkan diri untuk bersyukur. Aeesha bersyukur, Azmy sebagai suami menemaninya dalam setiap duka dan bahagianya. Kehadiran bayi kembar dalam kehidupannya dan Azmy merupakan karunia yang berlimpah dari Allah. Sampai pada titik Azmy melupakannya, Aeesha berusaha meyakinkan dirinya agar tetap tegar. Semua akan indah pada waktunya.


Allah Maha Pemurah lagi Penyayang, dengan melimpahkan segala rezeki dan kasih sayang kepada hamba-Nya. Keluarga yang Aeesha jalani selalu dalam lindungan Allah, sehingga setiap kesusahan selalu dimudahkan.

__ADS_1


Awal mula Aeesha merasakan jika dirinya mencintai Azmy adalah ketika Azmy merawatnya saat cidera bahu. Sejak Azmy menyatakan cinta dan berkata akan mengajarinya mencintai, Aeesha mulai belajar dari sikap Azmy yang memperlakukannya dengan cinta. Seperti bersikap lembut hanya kepadanya, mendengarkannya, menghargainya, menekan egonya demi menjaga perasaannya, selalu ada untuknya. Disitu Aeesha benar-benar melihat Azmy bukan hanya sebagai suami yang menikah karena raga Nyssa. Dan kewajibannya sebagai istri bukan lagi sebuah kewajiban baginya. Aeesha menjadi tahu jika yang dirasakannya adalah cinta. Cinta karena Allah, mencintainya tidak untuk memilikinya seutuhnya tetapi mencintainya dengan ridho Allah.


Setelah menyadari perasaannya, Aeesha mulai merasakan kekhawatiran jika suaminya akan melirik perempuan lain. Aeesha bukan type yang bisa berbagi suami, bukan karena mengingkari sunah rasulullah ia sendiri yang tidak siap melihat suaminya berbagi kasih dengan perempuan lain. Untuk Azmy, Aeesha bisa percaya tidak akan menduakan nya tetapi tidak untuk perempuan diluar sana. Dengan segala upaya, Aeesha melakukan semua yang ia bisa agar suaminya selalu merasa nyaman dan puas saat bersamanya. Sehingga suaminya akan merindukannya saja sebagai istri, tidak akan terbesit pikiran untuk mencoba yang lain. Usaha tidak mengkhianati hasil, Azmy selalu mendambakannya dan Aeesha pun dapat tenang menjalani kehidupan rumah tangganya.


Cobaan demi cobaan ia lalui dengan ikhlas dan bertawakal kepada Allah. Setiap doa dan dzikir nya mengharapkan keberkahan dan perlindungan dari Allah.


Tetapi, Allah berkehendak lain. Allah lebih menyayanginya hingga memanggilnya terlebih dulu. Tanda itu datang 40 hari menjelang kematiannya, seperti sebuah firasat yang mengatakan jika waktunya tidak lama lagi. Ia mulai menuliskan semua perjalanannya di dalam buku harian. Menyiapkan tabungan untuk anak-anaknya, mencurahkan semua waktunya untuk keluarganya terutama Daneena, putrinya yang baru beranjak 14 tahun. Masih terbilang beliau jika ia harus meninggalkannya.


Aeesha menyiapkan surat untuk suami dan anak-anaknya. Berharap mereka tidak akan larut dalam kesedihan mereka. Terutama Azmy, suaminya yang ia cintai tetapi tidak sempat ia ungkapkan. Selalu Azmy yang mengungkap rasa cintanya, ia hanya menerimanya.


Saat waktunya telah tiba, Aeesha merasa berat meninggalkan anak-anaknya. Mengingat Zayn yang jarang di rumah karena banyak kegiatan diluar rumah, baik sebagai aktifis atau menekuni hobby olahraganya, travelling, mendaki, atau bakti sosial.


Daneena yang pengertian sekaligus manja, Membuat Aeesha merasa tugasnya sebagai seorang ibu belum selesai. Masih banyak hal yang perlu ia lakukan untuk anak-anaknya. Tetapi Allah sudah menyiapkan rencana untuknya, suami dan anak-anaknya. Sampai akhir hayatnya, Aeesha tetap beriman kepada Allah.


Azmy POV


Menikah adalah hal yang merepotkan. Perempuan juga makhluk yang merepotkan. Hingga ia bertemu dengan Nyssa, perempuan yang tidak melihatnya karena kekayaan atau ketampanannya.


Perempuan yang membuatnya penasaran, tertarik dan tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya. Perempuan yang mendekatkan nya pada Allah yang telah lama ia lupakan. Setiap tutur katanya selalu menyejukkan hatinya, tatapan matanya meneduhkannya dan senyumannya membuat hatinya berbunga-bunga. Ia jatuh cinta pada Nyssa, ingin memilikinya seutuhnya.


Saat Nyssa sudah sah menjadi istrinya, membuat perasaannya campur aduk. Selain perlakuan Nyssa yang lembut dan melayani setiap kebutuhannya, kegiatan intim mereka membuatnya candu. Ia baru menyadari hasratnya yang tinggi setelah mengenal Nyssa. Selama ini ia hidup terlampau lurus sampai tidak merasakan getaran pada lawan jenis ataupun sesama jenis. Tetapi Nyssa, hanya senyumnya saja membuatnya menginginkannya.

__ADS_1


Sampai ia bisa membuatnya hamil anak kembar, ini adalah kebanggan baginya. Tetapi kenyataan juga menampar nya, Nyssa yang dikenalnya bukanlah Nyssa yang asli. Melainkan raga Nyssa dengan jiwa orang lain. Ia pun meragukan rasa cintanya, tetapi ia tidak sanggup berjauhan dengan istri kecilnya.


Saat merenungkan kembali, yang ia cintai memang lah Aeesha yang kini ada didalam raga Nyssa. Aeesha menginginkan perpisahan, tetapi ia akan mempertahankan rumah tangganya. Baginya, tidak masalah mau itu raga Nyssa atau jiwa Aeesha. Mereka berdua adalah satu dan mereka adalah istri kecilnya. Ia pun dengan lapang menerima kenyataan, juga ketetapan Allah untuknya. Sempat tersirat kekecewaan di hatinya, karena pengakuan Aeesha atas masa lalunya dan pernyataan Aeesha yang tidak dapat membalas cintanya. Azmy tidak menyerah, ia akan melimpahkan cinta untuk istri kecilnya agar suatu saat Aeesha dapat membalasnya.


Setelah dirinya merasakan kehidupan yang utuh dengan kehadiran Aeesha. Kebenaran garis keturunan Nyssa terungkap, alasan mengapa jiwa Aeesha bisa masuk kedalam raga Nyssa. Masa-masa sulit yang mereka hadapi, rasa bersalahnya yang tidak dapat melindungi istri kecilnya. Tetapi Aeesha tidak menyalahkannya, justru memintanya untuk berdamai dengan dirinya sendiri. Azmy semakin jatuh cinta kepada istri kecilnya.


Setiap cobaan, musibah yang menimpa mereka, istri kecilnya selalu mengingatkannya untuk ikhlas dan bersyukur. Semakin hari rasa cintanya semakin dalam, sampai ia merasa cemburu dengan masa lalu Aeesha. Kemudian Aeesha mengungkapkan semua yang ia lakukan demi Azmy, suaminya bukan karena bayang-bayang masa lalu. Azmy merasa jika Aeesha sudah mencintainya tetapi tidak sadar akan hal itu. Baktinya sebagai seorang istri dan seorang ibu, kehidupan yang berisikan dirinya saja, tidak mengungkit masa lalu, berusaha menyenangkannya, Azmy merasa Aeesha telah menunjukkan cinta kepadanya.


Puncaknya adalah kejutan-kejutan yang diberikan istri kecilnya pada honeymoon mereka. Merubah penampilan hanya untuknya, mengimbanginya dengan tulus, berinisiatif memuaskan nya, Azmy semakin yakin Aeesha benar-benar menyatakan cinta kepadanya. Meskipun setiap ungkapan cintanya hanya dibalas senyuman ataupun kecupan, Azmy tak lagi merasa kecewa. Ia dengan sabar menunggu istri kecilnya menyadari rasa cintanya.


Kehidupan rumah tangganya memang tidak mulus, karena Allah menyayanginya maka cobaan pasti ada untuk mengukur keimanannya. Anak kedua yang keguguran dan anak ketiga lahir dengan penuh perjuangan, Azmy sempat berfikir untuk menggantikan istri kecilnya menanggung semuanya.


Setelah cobaan berlalu, kehidupan rumah tangganya kembali menjalani kebahagiaan. Dengan istri kecilnya, dua anak laki-laki dan satu anak perempuan. Merupakan kombinasi utuh kehidupan Azmy, ia berharap semua bertahan selamanya.


Akan tetapi, takdir hidup manusia merupakan kuasa Allah. Maka saat Aeesha menghembuskan nafas terakhir, Azmy kehilangan separuh jiwanya. Di Satu sisi ia bahagia istri kecilnya mengungkapkan cintanya, tetapi disisi lain kesedihan luar biasa menghampirinya. Istri yang selalu menyayanginya, mengingatkannya, memenuhi harinya, cintanya, kasihnya, meninggalkannya lebih dulu. Sebisa mungkin ia menahan air matanya, ia tahu Aeesha akan merasa sedih jika melihatnya menangis. Sejak kelahiran Zayn dan Zayden, hormon cengeng istri kecilnya saat hamil tetap bertahan. Sehingga setiap ada sedikit kesedihan, istri kecilnya akan menangis. Bahkan hanya karena luka di lutut Zayn saja ia bisa menangis.


Istri kecilnya yang lembut, teduh, bijaksana dan cepat tanggap tidak ada lagi. Hanya menyisakan kenangan dan buku harian. Buku yang berisi perjalanan Aeesha dan dirinya, buku yang berisi surat terakhir dengan ungkapan cinta. Seperti yang ia rasakan, istri kecilnya memang sudah mencintainya tetapi tidak mengungkapkannya lewat perkataan. Azmy semakin merasakan kesedihan, hingga ia tidak dapat menahan laju air matanya.


Tetapi ia harus tegar seperti permintaan istri kecilnya. Ia masih memiliki tanggung jawab, dan hutang penjelasan kepada anak-anaknya. Azmy tidak menyalahkan sikap egois Aeesha yang menyerahkan penjelasan kepadanya, justru ia bersyukur istri kecilnya pergi tanpa membawa beban di hatinya. Meskipun mungkin istri kecilnya memiliki penyesalan, tetapi Azmy yakin Aeesha dapat berdamai dengan dirinya seperti yang selalu ia katakan kepada Azmy.


"Istriku tercinta.. Jika kelak Allah memberikan takdir kita untuk bersama lagi, maka aku akan menjadi suami yang paling bahagia bisa selalu bersama mu. Baik di kehidupan sekarang, maupun kehidupan kelak."

__ADS_1


__ADS_2