Bukan Pemilik Asli

Bukan Pemilik Asli
24. Sudah Bersih


__ADS_3

Sayup-sayup suara adzan di ponsel, membangunkan Nyssa.


Nyssa mengucek matanya, memperhatikan sekeliling, ruangan dengan warna dominan abu. Ia berada di kamar utama, kamar Azmy, suaminya. Tapi mengapa ia bisa ada disini? Seingatnya, mereka dari taman dan ia lelah karena menangis. Nyssa pun tersenyum, pasti suaminya lah yang menggendongnya kemari. Perasaannya terasa lebih baik setelah bangun tidur, mungkin yang tadi ia rasakan hanya perasaan empati terhadap kondisi anak kecil tersebut.


Saat Nyssa ingin menggerakkan tubuh, barulah ia sadar jika ada tangan melingkar di perutnya. Ternyata Azmy juga menemaninya tidur, memeluk di belakangnya.


Pelan-pelan Nyssa membalikkan badannya, membuatnya menghadap kearah Azmy. Timbul kejahilan di otak Nyssa, ia menggerakkan jari telunjuknya mengikuti lekuk wajah Azmy. Mulai dari melingkari wajah Azmy, kemudian dari kening turun ke hidung yang mancung, bibir yang sedikit tebal simetris, dagu, hingga sampai ke jakun. Merasakan jakun Azmy bergerak naik turun, segera Nyssa menarik tangannya namun terlambat. Azmy sudah menangkap tangan Nyssa, membuat si empunya memerah karena malu atas apa yang dilakukannya tertangkap basah.


Melihat Nyssa yang malu, Azmy ingin membalas keisengan Nyssa. Tanpa berkata apapun, Azmy menuntun tangan Nyssa menelusup ke dalam kemejanya yang sudah terlepas semua kancingnya. Hasilnya, Nyssa yang melihat dan memegang otot perut dan dada suaminya yang kencang semakin malu dan memalingkan wajahnya.


"Makanya jangan menggodaku sayang." Bisik Azmy.


"Tidak menggoda, hanya.. Penasaran.. " cicit Nyssa.


Azmy memperhatikan wajah Nyssa yang sekarang ini menunduk, seperti melihat kelinci kecil didepan predator. Azmy tersenyum, tetapi ada yang mendesaknya dibawah sana. Sentuhan dan cicitan Nyssa barusan, membuat hasratnya memuncak. Ingin meminta lebih, tapi sayangnya Azmy belum bisa menyalurkannya.

__ADS_1


Azmy tidak mau lebih terpancing, setelah mengecup kening dan bibir Nyssa, ia bergegas masuk ke kamar mandi untuk mendinginkan tubuhnya.


Nyssa yang tidak mengetahui perubahan biologis suaminya, berlaku seperti biasa. Merapikan tempat tidur, kemudian menyiapkan baju untuk suaminya. Melihat Azmy keluar kamar mandi dengan mengenakan handuk di pinggang, Nyssa menghampirinya dan mengambil handuk kecil yang ada di leher suaminya untuk membantunya mengeringkan rambut. Setelah dirasa cukup kering, Azmy mulai mengenakan pakaiannya. Nyssa pun segera masuk kamar mandi untuk membersihkan diri.


Ternyata seharian ini ia sudah bersih, tidak ada tanda-tanda tamu bulanan. Dengan begini, Nyssa bisa sekalian mandi untuk bersuci. Tidak lupa, Nyssa membersihkan area sensitif dan memakai lulur mandi. Saat keluar dari kamar mandi, Nyssa tidak menemukan Azmy dikamar. Setelah melaksanakan kewajiban, Nyssa


memutuskan untuk memasak, Ia ingin makanan yang pedas dan segar.


Nyssa menyiapkan steamboat dengan dua jenis kuah, kuah kaldu dan kuah pedas. Pelayan membantu Nyssa menyusun pakcoy, beefbelly, jamur, sosis, udang dan telur rebus dimeja.


Azmy meraih tangan Nyssa, mengambil alih sarung tangan anti panas dan mengangkat panci steamboat. Kemudian diletakkan di atas stove yang sudah disiapkan di meja makan dan menyalakan stove. Nyssa mengikutinya dibelakang dan duduk mulai memasukkan beberapa sayur dan daging.


"Suamiku, mau kuah pedas atau biasa?" Azmy menginginkan kuah kaldu saja, karena ia tidak bisa tidur jika makan makanan pedas dimalam hari.


Mereka pun menikmati steamboat dengan diam, hampir semua bahan yang tersedia mereka habiskan. Tersisa telur rebus, ternyata Nyssa dan Azmy sama-sama tidak menyukai telur rebus tanpa bumbu. Mereka pun bersama-sama membereskan bekas makanan dan mencuci piring bersama. Sebenarnya Nyssa menolak, akan tetapi, Azmy tidak menerima penolakan.

__ADS_1


Selesai membersihkan semuanya, Nyssa membuat teh dan membawanya ke kamar.


Azmy menikmati tehnya di sofa sambil membaca email yang baru saja dikirimkan oleh Leon. Karena ia akan jarang datang ke perusahaan, semua urusan akan dikerjakan oleh Leon. Azmy hanya akan menerima laporan dan tanda tangan berkas penting, jika ada meeting yang mengharuskannya hadir barulah ia akan ke perusahaan. Azmy ingin memiliki banyak waktu bersama Nyssa, sebelum proyek luar kotanya di mulai. Jika proyek itu sudah di mulai, maka waktunya bersama Nyssa akan tersita banyak.


Sedangkan Nyssa, saat ini berada dikamar mandi. Ia sudah menyiapkan dirinya untuk menjadi istri seutuhnya malam ini. Dengan berendam air hangat yang ditambahkan dengan minyak esensial, Nyssa merilekskan badannya, dan mencoba menenangkan pikirannya. Meskipun masih ada gejolak pro dan kontra dalam dirinya, Nyssa tidak ingin masuk neraka karena tidak memenuhi kebutuhan suaminya. Jika memang dejavu yang ia alami selama ini, dan perasaan penolakan juga keengganan dalam dirinya adalah sebuah ingatan yang ia lupakan. Maka, saat ingatannya kembali nanti Nyssa akan memikirkan solusinya. Karena sekarang ini ia tidak bisa menebak-nebak, selama ini perasaan tersebut hanya menjadi bayang-bayang nya, membuatnya selalu meragukan dirinya sendiri tanpa ada kepastian. Maka apa yang ada saat ini yang akan Nyssa jalani dan syukuri. Jika suatu hari Nyssa menyesal akan keputusannya hari ini, ia sudah siap menerima konsekuensinya.


Sehingga Ia dengan hati-hati membersihkan dirinya, memastikan agar bau makanan tidak tertinggal ditubuhnya atau rambutnya. Nyssa tidak memakai riasan, hanya menggunakan lip care dan parfum. Ia menyisir rambutnya yang telah dikeringkan menggunakan pengering rambut dan dibiarkannya tergerai. Nyssa mencoba mengenakan gaun tidur yang pernah disiapkan di hotel kemarin. Firasatnya mengatakan jika pilihan bajunya sudah tepat.


Nyssa menatap dirinya didepan cermin, perasaan dejavu pun muncul kembali. Namun ditepisnya lagi, dengan membaca istighfar.


Wajahnya kini kemerahan, ia malu menatap dirinya sekarang ini. Gaun tidur selutut yang transparan dengan renda di bagian dada dan kimono berbahan sutra sedikit lebih panjang. Ia mengikat tali kimononya agar gaun tidur tersimpan didalam.


"Sayang, kamu kenapa lama sekali di dalam?"


Suara Azmy diluar semakin membuat Nyssa gugup, ia menarik nafas dalam-dalam, menghembuskannya perlahan. Bismillah..

__ADS_1


__ADS_2